08 Oktober 2011

Sumber [eramuslim.com]Seorang pria, Nurkamil Saskeev (56 tahun), yang berangkat dari Kyrgyzstan dengan sepeda bulan lalu dalam perjalanan untuk melakukan ibadah haji ke Makkah, telah melewati Ankara Turki pada Kamis lalu setelah berada di jalanan selama lebih dari sebulan.
"Saya memulai perjalanan dari ibukota Kyrgyzstan, Bishkek, kota tempat saya tinggal, dengan berbekal hanya beberapa roti dan pakaian. Sejak saya meninggalkan rumah, saya sudah melewati Kazakhstan, Rusia dan Chechnya. Saya datang ke Trabzon dari provinsi Sochi Rusia menaiki kapal dan dari Trabzon ke Ankara menggunakan sepeda lagi. Setelah tiba di Turki saya akan melewati Iran dan Kuwait, dan kemudian saya akhirnya akan tiba di Arab Saudi.
Saya berencana untuk pergi melalui Suriah, tapi ada konflik internal terjadi di sana sekarang , jadi saya memutuskan untuk pergi melalui Iran untuk mencapai Kuwait," kata Saskeev kepada kantor berita Anatolia, Selasalalu .
Saskeev tiba di Ankara selama beberapa hari untuk mendapatkan visa ke Kuwait dan Arab Saudi. Ia mengatakan bahwa segera setelah dia mendapat visanya, dia akan melanjutkan perjalanannya sehingga tidak kehilangan waktu menunaikan ibadah haji.
Menjelaskan alasan mengapa dia memilih untuk pergi dengan sepeda bukannya naik pesawat, Saskeev berkata: "Saya memutuskan untuk tidak pergi ke Makkah dengan pesawat karena saya pikir tiba di sana setelah duduk di pesawat selama beberapa jam terlalu mudah dan saya tidak akan mengalami susahnya suasana perjalanan ke Makkah. Dengan bersepeda, saya dapat berhenti dan beristirahat di mana pun saya inginkan dan bertemu dengan orang lain. Mereka selalu meminta saya untuk mengirimkan salam mereka kepada Nabi Muhammad. Dan terakhir, saya tidak akan menyerah untuk apa pun di dunia ini dalam melakukan perjalanan ke Makkah."
Dia menambahkan bahwa ia tersentuh dan terinspirasi oleh Uwais al-Qarani, seorang sufi muslim yang lahir pada tahun 594 yang melakukan perjalanan dari Yaman ke Maekkah dengan berjalan kaki untuk melihat makam Nabi Muhammad.
Ini bukan pertama kalinya Saskeev berada di Istanbul. Ia mengatakan ia datang ke Ankara dan Istanbul pada tahun 1993. Dia bahkan bertemu dengan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, yang merupakan walikota Istanbul pada waktu itu, dan meminta Erdogan untuk membangun sebuah masjid di desanya. Erdogan mencatat permintaannya, tapi masjid sampai sekarang belum juga dibangun, kata Saskeev, menambahkan bahwa selama perjalanan ke Kyrgyzstan yang dibuat oleh Erdogan pada tahun 2003, ia bertemu dengan dia lagi dan melayaninya dengan memberi makan dengan makanan yang telah ia siapkan.(fq/cihan)

0 Comments:

Post a Comment