23 Jun 2018


Apa itu ayat kursi? ayat kursi atau ayatul kursi bahasa arab آية الكرسي adalah ayat yang paling agung. Sebab menceritakan mengenai keagungan Allah Swt dan mengenai Kekuasaan-Nya yang tidak akan terbatas. Ayat kursi adalah ayat ke 255 di dalam surat Al Baqarah. Ayat kursi diyakini di baca untuk memperoleh kerendahaan dan pelingdungan dari Allah Swt.

Ayat kursi mempunyai rahsia, kehebatan dan kedahsyatan yang luarbiasa sekali. untuk kajian saat ini akan lebih jauh untuk tahu mengenai rahsia-rahsia ayat kursi tentang kelebihan, keutamaan, manfaat serta manfaat membaca ayat kursi serta begitu lengkap. Sunggguh begitu mengagumkan untuk jadikan doa wirid serta amalan sehari hari. Adapun bacaan Ayat kursi seperti berikut.....

21 Jun 2018

Pahala kebaikan adalah kebaikan (yang dilakukan) setelahnya. Siapa beramal kebaikan diikuti kebaikan berikutnya, itu sebagai tanda diterimanya amal kebaikan pertama

SELEPAS Idul Fitri, salah satu yang dicemaskan generasi salaf adalah bukan seberapa banyak yang telah diamalkan di bulan Ramadhan, tapi seberapa diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala.  Ibnu Rajab Al-Hanbali Rahimahullah berkata: “Para (generasi) salaf, enam bulan pasca Ramadhan mereka gunakan untuk memohon -berdoa dan beramal- pada Allah agar seluruh amalan di bulan Ramadhan diterima oleh-Nya”.

Umar bin Abdul Aziz, Sang Khalifah kenamaan dinasti Umawi suatu saat berpidato di hadapan rakyatnya sehabis shalat `Idul Fitri: “Wahai rakyat sekalian! Kalian telah berpuasa selama 30 hari, dan telah shalat malam selama 30 hari. Sekarang (tiba saatnya) kalian keluar dari bulan Ramadhan untuk memohon pada Allah agar semuanya diterima”.

Untuk mengetahui amalan diterima atau tidak di bulan Ramadhan, ada 5 tanda –yang disarikan dari kitab “Lathaa`ifu al-Ma’aarif” (1999: 221, 222 dan 224) karya Ibnu Rajab Al-Hanbali Rahimahullah- yang menunjukkan bahawa amal atau ibadah mukmin diterima di bulan Ramadhan:

Pertama, Memiliki persepsi yang benar terkait amal yang dilakukan. Amal yang dilakukan di bulan

20 Jun 2018

ADA sebuah cerita mengenai Imam al-Ghazali bersama murid-muridnya, yang ketika itu mereka sedang berkumpul bersama. Dalam perkumpulan mereka, Imam al-Ghazali melontarkan beberapa teka teki kepada muridnya.

Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid 1 : “Orangtua.”
Murid 2 : “Guru.”
Murid 3 : “Teman.”
Murid 4 : “Kaum kerabat.”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah ‘mati’. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran: 185).

Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”....

06 Jun 2018

https://muslim.or.id
Islam adalah agama yang ilmiah. Setiap amalan, keyakinan, atau ajaran yang disandarkan kepada Islam harus memiliki dasar dari Al Qur’an dan Hadis Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang otentik. Dengan ini, Islam tidak memberi celah kepada orang-orang yang beritikad buruk untuk menyusupkan pemikiran-pemikiran atau ajaran lain ke dalam ajaran Islam.

Kerana pentingnya hal ini, tidak hairan apabila Abdullah bin Mubarak rahimahullah mengatakan perkataan yang terkenal:

الإسناد من الدين، ولولا الإسناد؛ لقال من شاء ما شاء

“Sanad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada sanad, maka orang akan berkata semaunya.” (Lihat dalam Muqaddimah Shahih Muslim, Juz I, halaman 12)

Dengan adanya sanad, suatu perkataan tentang ajaran Islam dapat ditelusuri asal-muasalnya.

Oleh kerana itu, penting sekali bagi umat muslim untuk memilih hadits-hadits, antara yang shahih dan yang dhaif, agar diketahui amalan mana yang seharusnya diamalkan kerana memang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam serta amalan mana yang tidak perlu dihiraukan kerana tidak pernah diajarkan oleh beliau.

Berkaitan dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, akan kami sampaikan beberapa hadis lemah dan palsu mengenai puasa yang banyak tersebar di masyarakat. Untuk memudahkan pembaca, kami tidak menjelaskan sisi kelemahan hadis, namun hanya akan menyebutkan kesimpulan para pakar hadis yang menelitinya. Pembaca yang ingin menelusuri sisi kelemahan hadis, dapat merujuk pada kitab para ulama yang bersangkutan.

Hadis 1

صوموا تصحوا

“Berpuasalah, kalian akan sehat.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di Ath Thibbun Nabawi sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Al Iraqi di Takhrijul Ihya (3/108), oleh Ath Thabrani di Al Ausath (2/225), oleh Ibnu ‘Adi dalam Al Kamil Fid Dhu’afa (3/227).

Hadits ini dhaif (lemah), sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Al Iraqi di Takhrijul Ihya (3/108), juga Al Albani di Silsilah Adh Dha’ifah (253). Bahkan Ash Shaghani agak berlebihan mengatakan hadits ini maudhu (palsu) dalam Maudhu’at Ash Shaghani (51).

Keterangan: jika memang terdapat penelitian ilmiah dari para ahli medis bahwa puasa itu dapat menyehatkan tubuh, makna dari hadits dhaif ini benar, namun tetap tidak boleh dianggap sebagai sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.

Hadis 2

;;