17 Mei 2017


Ya Allah jangan KAU padamkan pahala amalanku dengan anugrah dunia ini

16 Mei 2017

14 Mei 2017

SEPERTI yang kita ketahui, Al-Quran memiliki banyak manfaat bagi kehidupan kita. Bukan hanya menjadi pedoman hidup, ternyata Al-Quran dapat memberikan banyak keberkahan dalam hidup kita. Termasuk menjadikan tubuh kita sihat dengan menghafal Al-Quran.

Dikutip dari baitulmaqdis.com, sebuah kajian baru membuktikan bahawa semakin banyak hafalan seseorang terhadap Al-Qur’an Al-Karim, maka semakin baik pula kesihatan. Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’, Prof psikologi di Universiti Al-Imam bin Saud Al-Islamiyyah, Riyadh, meneliti dua kelompok responden, yaitu mahasiswa/i Universiti King Abdul Abdul Aziz yang jumlahnya 170 responden, dan kelompok mahasiswa Al-Imam Asy-Syathibi yang juga berjumlah 170 responden....

13 Mei 2017

IMAM Masjidil Haram, Syeikh Ahmad Sudais memberikan beberapa tips agar rumah yang menjadi tempat Kita bernaung sihat dan terhindar dari Syaitan.
Pertama tiga hari sekali buka pintu dan jendela lalu bacakan surah Al-Baqarah dan surah-surah Ruqyah, insya Allah Anda akan merasakan perbezaan secara pribadi atau keluarga di rumah  dari godaan syatan.
Kedua nyalakan dupa dari jintan hitam (habah sauda’) di dalam rumah dengan tetap membuka pintu dan jendela (untuk mengusir syaitan dan kuman-kuman) sebagaimana wasiat Nabi Muhammad saw.
Ketiga Jangan menyalakan dupa dari jintan hitam (habah sauda’) sedangkan keadaan pintu rumah dan jendela dalam keadaan tertutup.
Keempat jangan menyimpan barang-barang di bawah katil / di atas almari tapi simpanlah di dalam laci yang tertutup.
Kelima jangan perbanyak cermin dalam rumah tapi jika ada, sebaik-baik tempat menyimpan cermin adalah di pintu masuk.
Keenam tarik nafas panjang-panjang saat bangun tidur dan ucapkan Basmalah saat bangkit dari tidur.
Ketujuh miliki jadual tetap untuk tidur malam.
Kelapan senantiasa rutin membaca surat Al-Mulk sebelum tidur dapat menyelamatkan dari siksa kubur. [Sumber]

11 Mei 2017


 Anda kenal mainan Fidget Spinner? Benda plastik mirip baling-baling dengan tiga sisi bundar dan tengah berisi bantalan peluru itu tengah naik daun. Banyak yang merasa memainkannya boleh menghilangkan stres. Lainnya menyatakan baik buat melatih konsentrasi. Sisanya menyatakan tidak berguna dan cuma membuat orang tidak fokus.

Meski begitu, ternyata benda ini tidak begitu saja dibuat. Niat awalnya ternyata supaya mainan ini bisa melemahkan semangat juang anak-anak Palestin.

Disiar dari surat khabar Haaretz, Selasa (9/5), otak di balik Fidget Spinner adalah seorang warga Amerika Syarikat, Catherine Hettinger. Dalam sebuah wawancara, dia mengenang kembali alasan membuat mainan itu.

Ternyata, pada 1980-an, Hettinger bertandang ke wilayah Palestin yang dijajah Zionis-Israel mengunjungi kakak perempuannya. Sial, ternyata saat itu sedang bergelora gerakan perlawanan terhadap Zionis oleh orang-orang Palestin, dikenal dengan istilah Intifada.

Hettinger menyaksikan bagaimana saban hari muda-mudi dan anak-anak Palestin bertempur dengan polis dan tentara Israel. Orang-orang Palestin itu melawan bermodalkan batu. Dia lantas mendapat idea membuat benda yang boleh meredam para pemuda Palestin melempar batu.

“Awalnya saya mendesain benda seperti batu yang lunak, sehingga anak-anak bolehmelemparnya. Memang mulanya itu untuk menyampaikan pesan perdamaian,” kata Hettinger.

Lantas Hettinger kembali ke kampung halamannya di Orlando, Florida. Desain awal mainan itu dia ubah menjadi mirip baling-baling yang boleh berputar.

Hettinger lantas mematenkan benda itu pada 1997. Namun sayang tak ada yang tertarik menjualnya, termasuk kilang mainan besar, Hasbro. Dia juga tidak punya wang buat memperbarui hak patennya sembilan tahun kemudian. Biaya ditetapkan sebesar USD 400.

Meski begitu, mainan karya Hettinger meledak sejak akhir tahun lalu. Semua orang gemar memainkannya. Mulai dari pekerja pejabat hingga anak-anak sekolah rendah.(EM)

10 Mei 2017

DARI Abu Wa’il, dia berkata, “Pada suatu pagi kami mendatangi Abdullah bin Mas’ud selepas kami melaksanakan solat subuh. Kemudian kami mengucapkan salam di depan pintu. Lalu kami diizinkan
untuk masuk. Akan tetapi kami berhenti sejenak di depan pintu.

Lalu keluarlah hambanya sembari berkata, ‘Mari silakan masuk.’

Kemudian kami masuk sedangkan Ibnu Mas’ud sedang duduk sambil berzikir.

Ibnu Mas’ud lantas berkata, ‘Apa yang menghalangi kalian padahal aku telah mengizinkan kalian untuk masuk?’

Lalu kami menjawab, ‘Tidak, kami mengira bahawa sebagian anggota keluargamu sedang tidur.’

Ibnu Mas’ud lantas bekata, ‘Apakah kalian mengira bahawa keluargaku telah lalai?’

Kemudian Ibnu Mas’ud kembali berzikir hingga dia mengira bahawa matahari telah terbit. Lantas beliau memanggil budaknya, ‘Wahai hambaku, lihatlah apakah matahari telah terbit.’

Si hamba tadi kemudian melihat ke luar. Jika matahari belum terbit, beliau kembali melanjutkan zikirnya.

Hingga beliau mengira lagi bahawa matahari telah terbit, beliau kembali memanggil hambanya sembari berkata, ‘Lihatlah apakah matahari telah terbit.’

Kemudian hamba tadi melihat ke luar. Jika matahari telah terbit, beliau mengatakan, “Segala puji bagi Allah yang telah menolong kami berzikir pada pagi hari ini.” (HR. Muslim no. 822). [IPos]

08 Mei 2017

06 Mei 2017

Talbis Iblis di Media Sosial

Islampos
ANDAIKATA Ibnu Jauzi rahimahullah hidup di zaman ini, mungkin beliau akan menulis tentang perangkap Iblis di media sosial sebagai salah satu bab di dalam kitabnya yang masyhur, Talbis Iblis. Sebab, media sosial saat ini memiliki banyak jalan untuk menyesatkan manusia disamping manfaat yang boleh didapati darinya.

Dengan gadjet dan koneksi internet, seseorang dapat membuat gempar satu kota bahkan sebuah negeri. Dengannya ia dapat mendulang pahala, atau memupuk bencana. Interaksi dengan media sosial saat ini jau lebih intens ketimbang interaksi terhadap surat khabar, radio, dan televisyen.....

03 Mei 2017

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan anak-anaknya.
Dalam menjalankan pendidikan kepada anak agar menjadi hamba Allah yang shalih dan sesuai harapan orang tua, sering orang tua terpaku pada kepada sebab-sebab kebendaan yang zahir semata. Dipilihkan sekolahan Islam terpadu, dikontrol jam belajar malam, dipenuhi jenis buku, disuruh shalat tepat waktu, dan semisalnya. Tidak sedikit orang tua lupa sebab non-material yang kasat mata -boleh jadi memiliki pengaruh lebih besar kepada keshalihan dan kesuksesan anak-; seperti doa, menjaga ibadah, dermawan, usaha halal, amanat, birrul walidain, dan jenis keshalihan lainnya.
Al-Qur'an telah menyebutkan faktor penting untuk anak dan sebab sukses anak; yaitu keshalihan orang tua. Keberkahan amal shalih orang tua akan menurunkan kebaikan kepada anak-anaknya. Kedekatan orang tua kepada Allah memiliki pengaruh kuat untuk kebaikan anak.
Allah Subahanahu wa Ta'ala berfirman,.....

;;