11 Disember 2018


Mengapa Orang Kafir Sebaik Apapun Tetap Masuk Neraka…?*

Jawaban luar biasa ini membuat seorang Pemuda Liberal Terbungkam seribu bahasa…..!!!!

Pemuda Liberal : Ada orang sangat baik,anti korupsi, bangun masjid,rajin sedekah sampai hidupnya sendiri dikorbankan buat menolong orang ramai,terus meninggal dan dia bukan Muslim,dia masuk syurga atau neraka….?

Dr. Zakir Naik : Neraka…..!!

Pemuda Liberal : Lahhh…..?Kan dia orang baik.
Kenapa masuk neraka….??

Dr. Zakir Naik : Kerana dia bukan Muslim….

Pemuda Liberal : Tapi dia orang baik. Ramai orang yang terbantu kerana dia, bahkan umat Islam juga.Malah Bangun Masjid Raya segala. Jahat benar deh, Tuhan kalau orang sebaik dia dimasukkan neraka juga.

Dr. Zakir Naik : Allah tidak jahat, hanya adil.

Pemuda Liberal : Adil dari mana….?

Dr. Zakir Naik : Kamu sekolahnya sampai tingkatan apa….?

Pemuda Liberal : saya ini Master Sains lulusan US , kenapa….?

Dr. Zakir Naik : Kenapa boleh kamu dapat titel Master Sains dari US….?

Pemuda Liberal : Ya…kerana kemarin saya kuliah disana, diwisuda disana.

Dr. Zakir Naik : Namamu terdaftar disana…?
Kamu mendaftar…?

Pemuda Liberal : Ya jelas tuan, ini ijazah juga masih basah.

Dr. Zakir Naik : Sekiranya waktu itu kamu tidak mendaftar,tapi kamu tetap datang kesana,hadir di perkuliahan, diam-diam ikut ujian ,bahkan kamu dapat nilai sempurna,apakah kamu tetap akan dapat ijazah….?

Pemuda Liberal : Jelas tidak,itu namanya mahasiswa ilegal, sekalipun dia pintar, dia tidak terdaftar sebagai mahasiswa, kampus saya ketat soal aturan begitu.

Dr. Zakir Naik : Bererti kampusmu jahatkan, ada orang sepintar itu tak diberi ijazah hanya kerana tidak mendaftar…..?

Pemuda Liberal : terdiam…

Dr. Zakir Naik : Gimana….?
Pemuda Liberal : Ya tidak jahat kot,itu kan aturan, salah si mahasiswa kenapa tidak mendaftar, kepastiannya ya tidak dapat ijazah dan titel resmi dari kampus.

Dr. Zakir Naik : Nahhhh…..!! kalau kampusmu saja ada aturan,apalagi dunia dan akhirat.

Kalau syurga diibaratkan ijazah , dunia adalah bangku kuliah, maka syahadat adalah pendaftaran awalnya.
Tanpa pendaftaran awal, mustahil kita diakui dan dapat ijazah ,sekalipun kita ikut kuliah dan mampu melaluinya dengan gemilang.

Itu adalah aturan, menerapkannya bukanlah kejahatan, melainkan keadilan.

Pemuda Liberal : kembali terdiam,tanpa berkata-kata….

MasyaAllah.

Jika anda merasa dapat manfaat dr tulisan ini,sebarkanlah ke saudara2 kita yg belum mengetahuinya… _Insya Allah jadi kebaikan Anda.. sumber (SINI)

09 Disember 2018





03 Disember 2018

02 Disember 2018

Susah Senang kehidupan

Kehidupan yang baik
Surah An-Nahl ayat 97. Sesiapa Yang beramal soleh, dari lelaki atau perempuan, sedang ia beriman, maka Sesungguhnya Kami akan menghidupkan Dia Dengan kehidupan Yang baik; dan Sesungguhnya Kami akan membalas mereka, Dengan memberikan pahala Yang lebih dari apa Yang mereka telah kerjakan.

Kehidupang yang sempit
surah Taahaa ayat 124. "Dan sesiapa Yang berpaling ingkar dari ingatan dan petunjukKu, maka Sesungguhnya adalah baginya kehidupan Yang sempit, dan Kami akan himpunkan Dia pada hari kiamat Dalam keadaan buta".

28 November 2018

23 November 2018

17 November 2018

Surah Al-Muzammil ayat 20

..Allah jualah Yang menentukan Dengan tepat kadar masa malam dan siang. ia mengetahui Bahawa kamu tidak sekali-kali akan dapat mengira Dengan tepat kadar masa itu, lalu ia menarik balik perintahNya Yang terdahulu (dengan memberi kemudahan) kepada kamu; oleh itu bacalah mana-mana Yang mudah kamu dapat membacanya dari Al-Quran . ia juga mengetahui Bahawa akan ada di antara kamu orang-orang Yang sakit; dan Yang lainnya orang-orang Yang musafir di muka bumi untuk mencari rezeki dari limpah kurnia Allah; dan Yang lainnya lagi orang-orang Yang berjuang pada jalan Allah (membela ugamanya). maka bacalah mana-mana Yang sudah kamu dapat membacanya dari Al-Quran; dan dirikanlah sembahyang serta berikanlah zakat; dan berilah pinjaman kepada Allah sebagai pinjaman Yang baik (ikhlas). dan (ingatlah), apa jua kebaikan Yang kamu kerjakan sebagai bekalan untuk diri kamu, tentulah kamu akan mendapat balasannya pada sisi Allah, -sebagai balasan Yang sebaik-baiknya dan Yang amat besar pahalaNya. dan mintalah ampun kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.


15 November 2018

09 November 2018

KIBLAT.NET – Islam merupakan agama yang mengatur segala sendi kehidupan manusia. Sehingga tidak ada hal di muka bumi ini kecuali Islam menjelaskan aturan dan hukumnya. Masalah-masalah yang kecil dan remeh-temeh sekalipun, Islam tak luput untuk mengaturnya. Terlebih masalah kepemimpinan dan kekuasaan yang menyangkut hajat hidup kemanusiaan.

Dengan gambaran yang sangat indah, Imam al-Ghazali memberikan keterangan hubungan antara Islam dan kekuasaan. Dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumuddin, beliau mengatakan :

والملك والدين توأمان فالدين أصل والسلطان حارس وما لا أصل له فمهدوم وما لا حارس له فضائع

“Agama dan kekuasaan adalah seperti dua orang saudara kembar, keduanya tidak boleh dipisahkan. Jika salah satu tidak ada, maka yang lain tidak akan berdiri secara sempurna. Agama adalah pondasi sementara kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu tanpa adanya pondasi akan rusak dan jika tidak dijaga, ia akan hilang.” (Ihya’ ‘Ulumuddin, 1/17)

Kerana itulah, Islam menganjurkan untuk mengangkat seorang pemimpin yang mampu mewujudkan hal tersebut. Memiliki kemampuan dalam memimpin dan memiliki visi untuk menjaga agama. Tidak asal popular dan disenangi orang ramai.

Pemimpin yang Mempermainkan Urusan Agama

Sebagaimana yang Allah perintahkan dalam al-Qur’an bahawa Allah Ta’ala melarang hamba-Nya untuk memilih pemimpin yang tidak punya visi menjaga agama. Terlebih mereka yang mempermainkan agama dan menggunakannya sebagai alat untuk meraih kekuasaan. Allah jelaskan dalam firman-Nya :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman”. (QS. Al-Maidah : 57)

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan contoh dalam hal ini. Beliau mengangkat seorang yang dapat dipercaya dan mampu menjalankan tugas tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Shahih al-Bukhari, bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada penduduk Najran :

لَأَبْعَثَنَّ إِلَيْكُمْ رَجُلًا أَمِينًا حَقَّ أَمِينٍ فَاسْتَشْرَفَ لَهَا أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَعَثَ أَبَا عُبَيْدَةَ

“Sungguh aku akan mengirim kepada kalian orang kepercayaan yang betul-betul dapat dipercaya.” Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merasa mulia (berkeinginan) dengan hal itu. Lalu beliau mengutus Abu Ubaidah.” (HR. Bukhari no. 3745 dan Muslim no. 2420)

Kerana sifat dan karakter pemimpin itu mampu mempengaruhi umat, jika pemimpinnya baik maka akan membawa kebaikan pada umat. Hal ini lah yang nampaknya disadari oleh para ulama salaf, sebagaimana yang dikatakan oleh Fudhail bin Iyadh rahimahullah :

لو كان لي دعوة مستجابة; لصرفتها للسلطان، فإن بصلاحه صلاح الأمة.

“Seandainya aku memiliki suatu doa yang pasti dikabulkan (mustajabah) niscaya akan aku peruntukkan untuk penguasa, kerana baiknya seorang penguasa berarti baiknya negeri dan rakyat.” (Faidhul Qadhir, 6/398)

Larangan Mengangkat Pemimpin Munafik dan Fasik

Sedangkan al-Qur’an melarang kita untuk mengangkat pemimpin yang munafik. Sebagaimana ayat berikut :

فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ وَاللَّهُ أَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوا أَتُرِيدُونَ أَنْ تَهْدُوا مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا (88) وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً فَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ حَتَّى يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا (89)

Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan  dalam (menghadapi) orang-orang munafik, Padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya. Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka  sebagai waliy (pemimpin), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong.” (QS. An Nisa: 88-89)

Maka jelaslah bahwa menjadikan orang munafik sebagai pemimpin dilarang dalam al-Qur’an. Karena mereka selain akan merusak Islam itu sendiri, pada hakikatnya mereka lebih condong kepada kekafiran. Sehingga terjaganya agama dan terwujudnya maslahat bagi umat tidak tercapai.

Selain kemunafikan, ada aspek lain yang juga diperhatikan yaitu kefasikan dan kemaksiatan. Semua bentuk kefasikan dan maksiat adalah penghalang seseorang diangkat menjadi pemimpin. Hal ini karena pemimpin orang beriman juga dari orang yang beriman secara utuh, dengan mereka shalat, zakat, dan tunduk kepada aturan-aturan Allah Ta’ala.  Sebagaimana yang Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

“Sesungguhnya waliy kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” (QS. Al Maidah: 55)

Dengan lebih rinci, Imam Abul Hasan Al-Mawardi menjelaskan :

فأما الجرح في عدالته وهو الفسق فهو على ضربين : أحدهما ما تابع فيه الشهوة .

والثاني ما تعلق فيه بشبهة ، فأما الأول منهما فمتعلق بأفعال الجوارح وهو ارتكابه للمحظورات وإقدامه على المنكرات تحكيما للشهوة وانقيادا للهوى ، فهذا فسق يمنع من انعقاد الإمامة ومن استدامتها ، فإذا طرأ على من انعقدت إمامته خرج منها ، فلو عاد إلى العدالة لم يعد إلى الإمامة إلا بعقد جديد …..

“Ada pun cacat dalam ‘adalah (keadilan) yaitu kefasikan, ini pun ada dua macam ; Pertama, dia mengikuti syahwat; Kedua, terkait dengan syubhat.

Bagian pertama (fasik kerana syahwat) terkait dengan perbuatan anggota badan, yaitu dia menjalankan berbagai larangan dan kemungkaran, baik kerana menuruti hawa syahwat, dan tunduk kepada hawa nafsu. Kefasikan ini membuat seseorang tidak boleh diangkat menjadi imam (pemimpin), dan juga sebagai pemutus kelangsungan imamah (kepemimpinan) nya. Jika sifat tersebut terjadi pada seorang pemimpin, maka dia harus mengundurkan diri dari imamah-nya. Jika ia kembali adil (tidak fasik), maka imamah tidak otomatik kembali kepadanya, kecuali dengan pengangkatan baru. ……..” (Al-Ahkam ash-Shulthaniyyah, hlm 28)

Maka jelaslah bahawa hukum asalnya Islam hukum melarang mengangkat orang-orang munafik untuk menjadi pemimpin. Termasuk dalam hal ini adalah kefasikan, yang akan membuat karakter seorang pemimpin cacat dalam menegakkan keadilan. Mengingat posisi pemimpin yang sangat strategik dalam Islam, sehingga harus bersih pula dari kemunafikan dan kefasikan.
Wallahu a’lam bish showab.  (Zamroni)

01 November 2018

Kajian Ustaz Adi Hidayat 

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا.وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا.وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Yang bermaksud: Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah “sembahyang tahajjud” padanya, sebagai sembahyang tambahan bagimu; semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji. Dan pohonkanlah (wahai Muhammad, dengan berdoa): “Wahai Tuhanku! Masukkanlah daku ke dalam urusan ugamaku dengan kemasukan yang benar lagi mulia, serta keluarkanlah daku daripadanya dengan cara keluar yang benar lagi mulia; dan berikanlah kepadaku dari sisiMu hujah keterangan serta kekuasaan yang menolongku”,Dan katakanlah:” Telah datang kebenaran (Islam), dan hilang lenyaplah perkara yang salah (kufur dan syirik); sesungguhnya yang salah itu sememangnya satu perkara yang tetap lenyap”.

(Al-Isra’ 17: 79-81)

 4 Kelebihan Tahajud Berdsarkan Dalil di Atas:

1. Allah S.W.T. akan memudahkan pekerjaannya.
Yang bermakna, dia akan dimudahkan dalam melakukan kerja seharian. Sebagai contoh, dia akan mudah untuk dinaikkan pangkat di jabatannya sementara orang lain pula akan bersetuju dan suka untuk menjadi pekerja bawahannya. Iaitu dia diangkat kedudukannya dengan disukai bukannya dengan dibenci dan iri hati oleh sesetengah orang. Kelebihan ini adalah berdasarkan maksud ayat:

مَقَامًا مَحْمُودًا
(Semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji)


2. Dibimbing oleh Allah Ta’ala di dalam urusannya.
Sebagai contoh, dibimbing Allah semasa bekerja, dibimbing Allah semasa berumah tangga, dibimbing semasa menghadapi masalah dan juga dalam kehidupan seharian.  Kelebihan ini pula berdasarkan terjemahan ayat:

رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ

 (Masukkanlah daku ke dalam urusan agamaku dengan kemasukan yang benar lagi mulia)


3. Diberikan jalan penyelesaian yang terbaik ketika menghadapi masalah.
Iaitu apabila ditimpa masalah, Allah akan membimbing anda ke jalan penyelesaian yang terbaik. Tetapi hanya didaptkan oleh para hamba-Nya yang solat tahajjud sahaja. Kelebihan ini adalah berdasarkan terjemahan ayat

وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ

(Keluarkanlah daku daripadanya dengan cara keluar yang benar lagi mulia)


4. Jika diganggu dalam hidupnya, Allah akan menolong tanpa perantaraan.
Kerana kelebihan keempat bagi orang yang bangun tahajjud adalah:

وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

(Dan berikanlah kepadaku dari sisiMu hujah keterangan serta kekuasaan yang menolongku)

Contoh yang terbaik adalah, jika anda hendak mengelakkan diri anda daripada disihir oleh orang lain, bangun di akhir malam untuk tahajud adalah cara yang terbaik untuk mendapat perlindungan-Nya. Kerana Allah adalah sebaik-baik pelindung. Sebagaimana firman Allah:

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Dialah sebaik-baik pelindung “.


copy sedikit daripada (http://malayajournal.com)


26 Oktober 2018

13 Oktober 2018

Badrul Tamam:  Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Selawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Hidayah adalah hak mutlak Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang Dia beri hidayah, tida ada seorangpun yang boleh menyesatkannya. Sebaliknya siapa yang Dia sesatkan juga tak akan seorangpun yang mampu menunjukinya.

Di antara orang yang akan Allah jauhkan dari hidayah adalah orang-orang yang suka berdusta, berbohong.

Allah Subhanahu wa Ta'ala,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ

“Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas lagi banyak berdusta.” (QS. Ghaafir: 28)

Ayat ini menerangkan ancaman Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi orang yang suka berdusta. Kita akan dapati orang yang suka berbohong dan berdusta jauh dari hidayah. Allah haramkan hidayah atas pendusta dan tukang bohong. Tukang bohong jauh dari jalan yang lurus. Kenapa? Kerana mereka lebih suka memilih jalan bengkok. iaitu jalan yang berisi kedustaan dan kebohongan. Dan balasan sesuai jenis amal.

Berdusta Sifat Orang Kafir dan Munafikin

Allah Subhanahu wa Ta'ala jelaskan berbohong dan berdusta menjadi kebiasaan kaum yang dimurkai dari kalangan kuffar dan munafikin.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat-Nya,

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 39)

إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (QS. Al-Nahl: 105)

Allah juga sebutkan sifat orang-orang munafikin yang suka berbohong dan berdusta. Bahkan kebohongan mereka dalam urusan aqidah dan iman.

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahawa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahawa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” (QS. Al-Munafikun:1)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda orang munafik ada tiga: apabila ia berkata dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila diberi amanat berkhianat.” (Muttafaq ‘Alaih)

Dalam hadis yang sangat masyhur, “Ada empat hal, yang jika berada pada diri seseorang maka ia menjadi seorang munafiq sesungguhnya, dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu dari padanya, maka berarti ia memiliki satu kebiasaan (ciri) nifaq sampai ia meninggalkannya; bila dipercaya ia berkhianat, bila berbicara ia berdusta, bila berjanji ia memungkiri dan bila bertikai ia berbuat curang.” (Muttafaqun 'alaih)

Seorang Pendusta Lebih Sulit Bertaubat

Seorang ulama bernama Yahya bin Khalid rahimahullah berkata,

رأيت السارق ينزع, وشارب الخمر يقلع. وصاحب الفواحش يرجع, ولم أر كاذبا قط صار صادقا

“Aku melihat seorang pencuri akan berhenti mencuri, seminum minuman keras akan meninggalkan mabuk, dan pelaku zina akan kembali dari perbuatan itu. Namun aku tak pernah melihat sama sekali seorang pendusta yang berubah menjadi jujur.”

Ringkasnya, berdusta adalah perilaku buruk di mata Allah Subhanahu wa Ta'ala. Berdusta juga induk dari berbagai keburukan. Kerananya, siapa yang gemar berbohong dan berdusta, maka akan dijauhkan dari hidayah. Semakin banyak berdusta maka akan semakin sulit bertaubat dan kembali ke jalan benar. Wallahu A’lam. [VOIC]

10 Oktober 2018

Perhatian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap masa depan umatnya sangat besar. Wujud perhatian beliau terzahir dalam banyak hal. Salah satunya dalam redaksi doa yang beliau ajarkan.
Salah satu doa yang sering beliau panjatkan adalah, “Ya Allah, siapa yang memikul tugas mengurusi umatku kemudian ia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia; dan siapa yang memikul tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia.” (HR Muslim dan Ahmad)
Doa Rasulullah di atas menyiratkan dua tipikal pemimpin yang akan selalu mengisi kehidupan ini. Ada pemimpin yang menyusahkan rakyatnya dan ada pula yang memudahkan mereka.

Pemimpin yang memudahkan rakyatnya akan mendapatkan doa ke mudahan dari beliau. Sebaliknya, pemimpin yang menyusahkan rakyatnya akan mendapatkan doa supaya ia disusahkan. Kemudahan dan kesusahan yang dimaksud dalam hadis tadi bersifat umum, mencakup dunia akhirat.
As-Shan’ani berkata, “Kesusahan dalam hadis, mencakup kesusahan duniawi dan ukhrawi.” Di antara bentuk kesusahan yang akan diterima oleh pemimpin disebutkan dalam hadis lain. Rasulullah bersabda, “Siapa yang diamanahi mengurusi umat ku lalu menyusahkan mereka, maka baginya Bahlatullahi? Para sahabat bertanya, apakah itu Bah latul lahi? Ra sulullah menjawab, ‘Laknat Allah’.” (HR Abu Awanah dalam kitab sahihnya).
Orang yang dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala akan tersingkir dari pusaran rahmat dan kasih sayang-Nya. Padahal, jawatan adalah amanah yang sangat berat. Tak mungkin tertunaikan kecuali dengan bantuan dan pertolongan Allah. Pemimpin kerajaan itu bakal dikenang oleh rakyatnya sebagai pemimpin yang gagal. Pemimpin kerajaan seperti itu justru menjadi sasaran kemarahan rakyatnya.
Yang lebih mengerikan lagi, kesulitan itu akan terus berlanjut di akhirat. “Tidaklah seorang di amanahi memimpin suatu kaum ke mudian ia meninggal dalam keadaan curang terhadap rakyatnya maka diharamkan baginya syurga.” (Bukhari dan Muslim).

Sebaliknya, jika seorang Pemimpin kerajaan boleh memberikan kemudahan (yang tidak melanggar syariat) maka ia juga akan mendapatkan kemudahan berupa pertolongan Allah.
Bila pertolongan Allah sudah turun maka segala sesuatu akan terasa mudah. Kehidupan sang pemimpin juga akan selalu dinaungi dengan ketenangan. Rakyat mencintainya dan Allah mengasihinya. Di akhirat kelak akan mendapatkan penghargaan yang sangat istimewa dari Allah. Sebab itulah, sebenarnya hikmah di balik disyariatkannya kepemimpinan, iaitu untuk mempermudah urusan umat, bukan untuk membuat umat bertambah susah dengan permasalahan yang menimpanya. (sumber SINI)

06 Oktober 2018

5 TAHAP MEMPERCEPAT DAYA INGAT

05 Oktober 2018

Di antara kata yang sering dipakai sehari-hari oleh masyarakat sepanjang sejarah peradaban adalah kata sabun, terutama di masyarakat Arab dan tentu, bangsa Melayu pada umumnya. Asal-usul kata ini, memang tidak boleh dipastikan secara tepat dari mana berasal.

Dalam Mu’jam al-Wasith dijelaskan bahawa, kata sabun (Arab:shabun) yang digunakan untuk mandi atau mencuci pakaian merupakan kata asing dan bukan asli Arab. Meskipun, dia masih mencoba menarik kata ini seakan-akan berasal dari bahasa Arab.

Sejumlah cendekiawan juga memastikan kata sabun bukan berasal dari Arab. Di antaranya al-Juwaliqi, Ibnu Mandhur, dan Ibnu Duraid. Akan tetapi, al-Azhari meng atakan, kata sabun adalah kata serapan yang sudah dianggap sebagai bagian dari bahasa Arab.

Penggunaan kata sabun juga sudah kuat semasa Ibnu Qutaibah yang dalam kitabnya al-Ma’arifbahkan menegaskan orang pertama kali mengunakan sabun adalah Nabi Sulaiman, putra Nabi Dawud AS. Kata sabun ini juga konon digunakan pula oleh bangsa lain seperti bangsa Persia dan Turki. sumber SINI

23 September 2018

1– Doa memulakan ulangkaji

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فَهْمَ النَّبِيِّيْنَ وَحِفْظَ الْمُرْسَلِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِسَانِيْ عَامِرًا بِذِكْرِكَ وَقَلْبِيْ مَلِيْئًا بِخَشْيَتِكَ، إِنَّكَ عَلَى مَا تَشَاءُ قَدِيْرٌ.


Maksudnya: “Ya Allah! Aku memohon daripadaMu kefahaman para nabi, ingatan para rasul dan malaikat terhampir. Ya Allah! Jadikanlah lidahku basah dengan zikir kepadaMu, hatiku dipenuhi dengan takut kepadaMu. Sesungguhnya Engkau maha berkuasa di atas segala apa yang Engkau kehendaki.”

2– Doa selepas mengulangkaji

اَ.للَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَوْدِعُكَ مَا قَرَأْتُ وَمَا فَهِمْتُ وَمَا حَفِظْتُ فَرُدَّهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ، إِنَّكَ عَلىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Maksudnya: “Ya Allah! Sesungguhnya aku menitip apa yang aku baca, faham dan hafal kepadaMu. Maka kembalikanlah ia kepadaku ketika aku memerlukannya. Sesungguhnya Engkau maha berkuasa di atas segala sesuatu.”

Doa Pada Hari Peperiksaan

Dicadangkan agar doa-doa berikut diucapkan pada hari peperiksaan, iaitu sebelum dan semasa peperiksaan berlangsung:


3- Ketika memasuki dewan peperiksaan:

وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا


Maksudnya: “Dan katakanlah: “Wahai Tuhanku! Masukkanlah daku dengan kemasukan yang benar lagi mulia, serta keluarkanlah daku daripadanya dengan cara keluar yang benar lagi mulia; dan berikanlah kepadaku daripada sisiMu hujah keterangan serta kekuasaan yang menolongku.”


4- Ketika menerima kertas soalan:

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي. وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي. وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي. يَفْقَهُوا قَوْلِي.

Maksudnya: “Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku dadaku. Dan mudahkanlah bagiku tugasku. Dan lepaskanlah simpulan daripada lidahku, supaya mereka faham perkataanku.”


5- Ketika sukar menjawab:

ياَ حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ.

Maksudnya: “Wahai Tuhan yang maha hidup lagi maha berdiri dengan sendirinya. Dengan rahmatMu aku bermohon pertolongan.”

    Atau:

اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزَنَ الصَّعْبَ إِنْ شِئْتَ سَهْلاً.

Maksudnya: “Ya Allah! Tidak ada kesenangan melainkan pada perkara yang engkau jadikan kesenangan padanya. Dan engkau menjadikan kedukacitaan dan kesukaran sebagai mudah dan senang jika Engkau kehendaki.”


 Jika anda terlupa jawapan:

اَللَّهُمَّ يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَ رَيْبَ فِيْهِ اجْمَعْ عَلىَ ضَالَّتِيْ مَعْلُوْمَاتِيْ.


Maksudnya: “Ya Allah! Tuhan yang menghimpunkan manusia pada hari yang tiada keraguan padanya. Himpunkan barangan dan maklumat yang hilang daripadaku

22 September 2018

Dari Abu Hurairah ra.Bahawasanya Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa mengucapkan;

    لا اله الاّ الله وحده لا شريك له. له الملك وله الحمد وهو على كلّ شيىء قدير
sebanyak seratus kali setiap hari maka ia menjadi perisai dirinya daripada Syaitan
(Hadis Bukhari dan Muslim)Riyadhus Shalihin Bab Zikir 

15 September 2018

Ihsan Tanjung – Ada sebuah gejala baru yang selama ini tidak pernah dikenal dalam tradisi dan sejarah Islam. Yaitu munculnya sosok Muslim yang sibuk mencari keredhaan non-Muslim alias kaum kuffar. Selama ini Islam mengarahkan seorang beriman untuk hidup dengan landasan niat mengejar keredhaan Allah semata. Seorang Muslim hamba Allah ialah seorang yang dalam segenap kiprahnya hanya mengharapkan keredhaan Penciptanya. Setiap kali beramal, berfikir, berbicara, bersikap bahkan berperasaan, seorang Muslim  selalu bertanya bagaimanakah Allah akan menilai amal, fikiran, ucapan, sikap dan perasaannya. Demikianlah cara pandang seorang Muslim sejati. Sedangkan bila seorang Muslim pencari redha kaum kuffar berkiprah, maka ia sibuk bertanya bagaimanakah kaum kuffar akan menilai kiprahnya.

Dewasa ini kita berada dalam era paling kelam dalam sejarah Islam. Dunia menyaksikan munculnya fenomena abnormal dimana seorang Muslim sibuk mencari keredhaan kaum kuffar. Dalam babak kepemimpinan para Mulkan Jabriyyan atau Para Penguasa Diktator dewasa ini, sebagian umat Islam menjadi terpengaruh oleh pihak penguasa dunia. Padahal Allah  menyerahkan giliran kepemimpinan dunia kepada kaum kuffar –seperti yang kita saksikan dewasa ini- hanyalah dalam rangka menguji keimanan dan ke-istiqomahan kaum muslimin.

Bagi orang beriman yang tetap meyakini bahawa hanya Allah sajalah Penguasa Sejati langit dan bumi, maka ia akan tetap hidup dan berkiprah berlandaskan niat mencari keridhaan Allah. Namun bagi Muslim yang tertipu dan menyangka bahawa kaum kuffar telah menjadi penguasa yang sungguh berkuasa di dunia, maka mereka mulai mengalihkan hidup dan kiprahnya berlandaskan niat mencari keredhaan para penguasa diktator tersebut.
Bila seorang Muslim sejati berbicara, ia berbicara untuk mencari redha Allah. Bila seorang Muslim pencari redha kaum kuffar tinggal diam, maka ia tidak berani berbicara kerana ingin menyenangkan kaum kuffar. Bila seorang Muslim berjuang, maka ia berjuang untuk mentaati perintah Allah dan dalam rangka mengejar redha Allah. Sedangkan seorang Muslim pencari redha kaum kuffar tidak berjuang –padahal ia sangat berhak untuk itu- kerana tidak ingin membuat kaum kuffar menjadi benci kepadanya. Sudah barang tentu ini semua tidak diutarakan secara terang-terangan, melainkan dibungkus dengan dalih misalnya ”langkah ini tidak baik untuk da’wah Islam” atau ”langkah ini akan menjauhkan orang dari Islam”.

Muslim jenis baru ini sangat terobsesi dengan upaya menjaga image atau citranya di hadapan orang kafir. Sedemikian rupa sehingga tolok ukur wala dan bara-nya (loyaliti dan berlepas diri-nya) berlandaskan penilaian si kafir terhadap image si Muslim. Muslim macam ini sangat menyukai sesama Muslim yang berpenampilan ”anak baik” di hadapan kaum kafir. Dan ia sangat mencela Muslim yang menurutnya mencoreng ”nama baik orang Islam”.

Jika identiti Islam yang ia tampilkan akan menggusarkan kaum kafir, maka ia rela menyesuaikan identitinya dengan apa saja asal kaum kuffar menjadi mau menerimanya. Bila kaum kuffar mensyaratkan agar identiti Islam yang dikedepankan hendaknya tanpa embel-embel ideologi , maka ia akan tampil penuh rasa percaya-diri dengan  menerjemahkan kalimat Basmalah sebagai: ”Dengan nama Allah Tuhan Pengasih, Tuhan Penyayang, Tuhan Segala Agama.” Ia akan siap membangun negara dengan meleburkan perbedaan ideologi ke dalam faham Nasionalisme. Dalam rangka mencari redha kaum kuffar ia akan menjamin bahawa kemenangannya dalam pertarungan politik tidak akan diikuti dengan penerapan hukum Syariah Islam. Ia akan menafsirkan kewajiban jihad di dalam Al-Qur’an sebagai apa saja yang menyenangkan kaum kuffar asal bukan bererti mengangkat senjata di jalan Allah dalam rangka ’isy kariman au mut syahidan (hidup mulia atau mati syahid). Bahkan secara perlahan namun pasti mereka sudah meninggalkan kosa kata jihad dalam kesehariannya…!!Muslim jenis baru ini cenderung menjadi agresif, ekstrim dan tidak toleran terhadap sesama saudara seimannya. Namun toleran, moderat dan santun kepada kaum kuffar. Bila kepentingan kaum kuffar terusik atau terancam oleh sebagian Muslim, maka ialah orang pertama yang lompat untuk memberikan perhatian dan pembelaan bagi mereka. Ia tega berbicara menentang saudara seimannya bahkan mengkhianatinya. Ia sampai hati menganjurkan sesama Muslim untuk mengintai dan membocorkan rahsia saudara seimannya kepada pihak berwenang demi memenuhi rasa aman dan tenteram kaum kuffar. Apa yang ia lakukan didakwa sebagai berjuang demi Islam dan Da’wah. Apa yang dilakukan umat Islam disebut sebagai tindak terorisme dan pembangkangan terhadap pihak yang berwenang.

Bila ia berpapasan dengan seorang Muslim ia tampilkan wajah datar kadang suram. Bila ia jumpa dengan kaum kafir ia tebar senyum dan sikap ramah. Malah ada sebahagian dari Muslim pencari redha kaum kuffar ini yang tidak sampai hati menyebut kaum kuffar sebagai kaum kuffar…!!! Sungguh sikap dan tingkahnya sangat cocok dengan gambaran yang Allah berikan dalam Al-Qur’an:

”Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (QS Al-Baqarah ayat 8-12)sumber (EM)

09 September 2018

Alhamdulillah semasa balik ke kampung Darul Hidayah Dusun Tua Hulu Langat Selangor pada 8.9.2018 saya sempat berguru dengan seorang ustaz(besan ibu saya) tentang petua islami untuk menjaga kesihatan mata. Sungguh luar biasa ilmunya kerana ustaz tersebut telah berusia 87 tahun tetapi matanya tetap sihat, terang dan jelas serta tidak perlu memakai kaca mata. Allahu Akbar jom belajar 3 ilmunya:

1: Amalkan ketika berwuduk
Semasa sedang berwuduk ketika anda sedang membasuh muka,simbahkan air ke mata anda beberapa kali sambil berselawat dan mohonlah semoga Allah memberi kesihatan kepada mata anda.

2:Amalkan ketika Bulan Terang
Lihatlah bulan terang di waktu malam sambil berselawat kepada Rasulullah SAW dan mohonlah kepada Allah agar disihatkan mata anda.

3:Amalkan di waktu pagi ketika bangun tidur:
Bacakan Selawat dan ayat ini [surah Qaf ayat 22] di atas tapak tangan sambil menggosokkan kedua belah tapak tangan sehingga terasa panas dan kemudian sapukan ke mata.

video untuk tambahan ilmu.

07 September 2018

Ulama, Politik dan Nahi Munkar

Hadis: Jika telah nampak fitnah agama, maka orang berilmu (alim) wajib menampakkan ilmunya” (HR. al-Hakim).
Kholili Hasib 
Ulama, bukan satu jawatan. Namun, wujud ulama merupakan amanah dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Amanah adalah kemampuan untuk menjaga (hafidz) dan menempatkan sesuatu pada tempatnya (‘adil). Kerana itu, aktifitinya boleh terlibat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat; ekonomi, politik, budaya dan bidang-bidang fardhu kifayah lainnya.
Amanah, salah satunya dipraktikkan dalam bentuk amar ma’ruf nahi munkar. Menebar kebaikan, mencegah kemunkaran. Di sini, ulama tidak boleh diam. Dan haram mendiamkan kemunkaran. Persoalan besar sekarang, seruan ma’ruf telah banyak. Tapi masih kurang peringatan terhadap yang munkar. Sehingga kerusakan makin mudah menyebar.
Imam al-Ghazali mengatakan, “Sesungguhnya, kerosakan rakyat disebabkan oleh kerosakan para penguasanya, dan kerosakan penguasa disebabkan oleh kerosakan ulama, dan kerosakan ulama disebabkan oleh cinta harta dan kedudukan, dan barang siapa dikuasai oleh ambisi duniawi ia tidak akan mampu mengurus rakyat kecil, apalagi penguasanya. Allah-lah tempat meminta segala persoalan.” (Ihya’ Ulumuddin II hal. 381).....

03 September 2018

Badrul Tamam: Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Selawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Suami isteri boleh atau bebas menikmati fizikal pasangannya dengan pandangan atau sentuhan. Kecuali mendatangi menggauli isteri di duburnya, menggauli isteri saat haid dan nifas. Inilah yang dikecualikan syariat dari bebasnya hubungan suami isteri. Selain itu dibolehkan; seperti memegang alat kelamin pasangan dan semisalnya.

Allah Subahanahu wa Ta'ala berfirman,

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ  إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.” (QS. Al-Mukminun: 5-6)

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

"Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahawa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman." (QS. Al-Baqarah: 223)

Adapun onani atau masturbasi yang dilarang adalah mengeluarkan mani tanpa sebab jima’; seperti menggunakan tangannya sendiri. Adapun memuaskan syahwat dengan tangan pasangannya maka itu mubah atau dibolehkan.

Ibnu Abidin al-Hanafi berkata dalam Radd al-Mukhtar:

سَأل أبو يوسف أبا حنيفة عن الرجل يمس فرْج امرأته، وهي تمس فرْجه ليَتَحَرَّك عليها، هل ترى بذلك بأسًا؟ قال: لا, وأرجو أن يعظم الأجْر

“Abu Yusuf pernah bertanya kepada Abu Hanifah tentang seorang laki-laki yang membelai faraj isterinya dan sang isteri membelai kemaluan suaminya untuk membangkitkan syahwatnya, apakah menurut Anda itu tidak boleh? Beliau menjawab, "Tidak, aku berharap itu pahalanya besar”."

Zakaria al-Anshari berkata dalam Asnaa al-Mathaalin : Dan ia boleh mangeluarkan mani (masturbasi) dengan tangan isterinya dan budak wanitanya sebagaimana ia boleh menikmati seluruh tubuh keduanya.”

Begitu pula bagi isteri, ia boleh memuaskan syahwatnya (masturbasi) dengan tangan suaminya. Ini bukan termasuk masturbasi yang diharamkan.

Ini boleh menjadi salusi bagi suami yang mengalami ejakulasi awal, klimak sebelum isterinya orgasme. Maka ia boleh memuaskan isterinya dengan jari tangannya sehingga isterinya mengalami klimaks seksual. Wallahu A’lam. [voi]

21 Ogos 2018

Setiap hari selepas solat fardu amalkan membaca ayat di bawah ini bersama anak-anak yang akan menduduki peperiksaan tidak lama lagi.

1-Surah Al-Imran ayat 7-9

 2-Surah Taahaa ayat 25-28

03 Ogos 2018

Ayat Untuk Yang Akan Mengundi

Surah Yasin ayat 65. 
Pada waktu itu Kami meteraikan mulut mereka (sejurus); dan (memberi peluang kepada) tangan-tangan mereka memberitahu Kami (perbuatan masing-masing), dan kaki mereka pula menjadi saksi tentang apa yang mereka telah lakukan.

BUATLAH PILIHAN YANG TERBAIK UNTUK DUNIA DAN AKHIRAT KITA

01 Ogos 2018

Kitab Suci Al-Qur’an seringkali menggambarkan berbagai bentuk penyesalan para penghuni Neraka. Salah satu di antara bentuk penyesalan itu berkaitan dengan urusan ”ketaatan kepada pemimpin”. Kelak para penghuni Neraka pada saat tengah mengalami penyiksaan yang begitu menyengsarakan berkeluh kesah penuh penyesalan mengapa mereka dahulu sewaktu di dunia tidak mentaati Allah dan RasulNya. Kemudian mereka menyesal kerana telah menyerahkan kepatuhan kepada para pembesar, pemimpin, Presiden, Imam, Amir, Qiyadah dan atasan mereka yang ternyata telah menyesatkan mereka dari jalan yang lurus. Akhirnya, kerana nasi telah menjadi bubur, mereka hanya boleh mengharapkan agar para mantan pimpinan mereka itu diazab oleh Allah dua kali ganda daripada azab yang mereka terima. Bahkan penghuni Neraka akhirnya mengharapkan agar para mantan pimpinan mereka itu dikutuk dengan kutukan yang sebesar-besarnya. Semoga Allah melindungi kita dari penyesalan demikian. Na’udzubillahi min zaalika..!

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا رَبَّنَا آَتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا

”Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul”. Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”. (QS. Al-Ahzab [33] : 66-68)

pemimpin-penipu Gambaran di atas merupakan suatu gambaran yang sungguh mengenaskan. Bagaimana kumpulan manusia yang sewaktu di dunia begitu menghormati dan mempercayai para pembesar dan pemimpin mereka, tiba-tiba setelah sama-sama dimasukkan Allah ke dalam derita Neraka mereka baru sadar ternyata telah ditipu oleh para pemimpin tersebut sehingga berbalik menjadi pembenci dan pengutuk para mantan pembesar dan pemimpin tersebut. Mereka terlambat menyadari jika telah dikelabui dan disesatkan dari jalan yang benar. Mereka terlambat menyadari bahwa sesungguhnya para pemimpin dan pembesar itu tidak pernah benar-benar mengajak dan mengarahkan mereka ke jalan yang mendatangkan keridhaan dan rahmat Allah.....

29 Julai 2018

Rasulullah menjelaskan dalam banyak hadits tentang rumah-rumah tertentu yang tidak akan dimasuki Malaikat Rahmat.

Bagaimanakah rumah-rumah yang tidak akan dimasuki malaikat rahmat?

Di antaranya adalah hadis-hadis berikut ini:

Aku (Abu Thalhah) mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Malaikat (rahmat) tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing dan (atau) gambar patung, (HR. Bukhari).

Dari Abu Thalhah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Sesungguhnya malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar,”(HR. Muslim).

Dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Malaikat (rahmat) tidak masuk rumah yang padanya terdapat gambar dan anjing serta orang yang junub,” (HR. An Nasa’i, dishahihkan Al Albani).

Dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar,” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani).

Berdasarkan hadis-hadis tersebut, ada sejumlah rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat yaitu:

Rumah yang di dalamnya ada gambar/lukisan makhluk bernyawa
Rumah yang di dalamnya ada anjing.
Rumah yang penghuninya junub alias biasa tidak mandi/bersuci dari junub.
Rumah yang di dalamnya ada patung.

Selain 4 rumah tersebut, dalam buku Rumah yang Tidak Dimasuki oleh Malaikat, Abu Hudzaifah Ibrahim bin Muhammad menambahkan rumah-rumah lainnya yang tidak dimasuki oleh Malaikat Rahmat yaitu:

Rumah orang yang memutuskan silaturahim
Rumah orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya
Rumah orang yang memakan harta anak yatim
Rumah orang yang memakan riba
Rumah yang di dalamnya tidak disebutkan Asma Allah
Rumah yang tidak ada shalawat di dalamnya dan lebih mementingkan hawa nafsu
Rumah yang di dalamnya banyak caci maki dan laknat
Rumah yang di dalamnya banyak alunan lagu selain dzikir
Rumah yang di dalamnya ada lonceng
Rumah yang digunakan minum khamr
Rumah yang ditempati perjudian dan sajian berhala
Rumah yang di dalamnya ada syirik dan mantra-mantra
Rumah yang di dalamnya ada bau tidak sedap atau penghuni laki-lakinya melumuri tubuh dengan kunyit
Rumah yang penghuninya hidup boros
Rumah yang penghuninya terus menerus melakukan kedurhakaan
Rumah yang digunakan untuk kekejian, atau dosa besar
Wallahu a’lam bish shawab. [Tarbiyah/ Ipos]

26 Julai 2018

Siapa yang suka dan mahu berteman dengan orang yang zalim, tentu diantara kita pasti akan menjawab tidak atau bahkan menghindari teman yang demikian.

Apalagi andaikata yang zalim itu adalah seorang pemimpin, tentu bukan satu dua orang yang akan dizaliminya, namun rakyat juga negara terkena imbas atas perbuatannya.

Kezaliman bukan saja terhadap urusan ekonomi sosial budaya saja namun boleh lebih parah yaitu melakukan kezaliman yang paling besar, yaitu membawa seluruh komponen pemerintahannya kepada kesyirikan yang mengundang berbagai bencana.

Begitulah kedasyatan seorang pemimpin jika melakukan kezaliman, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak mengakui umatnya jika berteman berkawan bahkan mendukung pemimpin yang zalim sebagaimana hadis dibawah ini,

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda;

اسْمَعُوا، هَلْ سَمِعْتُمْ أَنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ؟ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الحَوْضَ

"Dengarkanlah, apakah kalian telah mendengar bahawa sepeninggalku akan ada para pemimpin? Siapa yang masuk kepada mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka dan menyokong kezaliman mereka, maka dia bukan golonganku, aku juga bukan golongannya. Dia juga tak akan menemuiku di telaga." (HR Tirmidzi, Nasai dan Al Hakim).

Di antara ciri pemimpin zalim adalah jika berjanji dia selalu ingkar, demi ambisi kekuasaan biasanya diawal sebelum terpilih dengan sombongnya mengobral seribu janji janji yang mampu menyihir rakyatnya untuk mendukungnya, namun pada akhirnya diingkarinya setelah kepemimpinan dikuasainya.

Kerana niatnya sudah tidak benar makan hasil kerjanyapun akan buruk dan tidak memiliki prestasi yang baik, belum lagi terhitung prestasi akhiratnya, dunianya saja penuh dengan keburukan.

Dari Abu Hisyam as-Silmi berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِه

“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (benjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak senang dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji) keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi pada mereka hak yang mereka senangi.” (HR. Thabrani)

Seorang pelaku kezaliman tentu yang akan menjadi teman dan koleganya adalah mereka mereka yang mendukung kezaliman pula.

Allah Subahanahu wa Ta'ala berfirman:

وَكَذٰلِكَ نُوَلِّى بَعْضَ الظّٰلِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

"Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-An'am: 129)

Sa'id meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan takwil ayat ini, bahawa sesungguhnya Allah mempertemankan manusia berdasarkan amal perbuatan mereka. Dengan kata lain, orang mukmin adalah teman orang mukmin lainnya pada bila-bila masa pun dan di mana saja. Orang kafir adalah teman orang kafir, di mana saja dan bila-bila masa pun berada. Iman bukanlah hanya sekadar angan-angan, bukan pula sebagai perhiasan (melainkan harus disertai dengan amal perbuatan). Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.

Al-Hafiz ibnu Asakir telah meriwayatkan hadis berikut ini dalam biografi Abdul Baqi ibnu Ahmad melalui jalur Sa'id ibnu Abdul Jabbar Al-Karabisi, dari Hammad ibnu Salamah, dari Asim, dari Zar, dari Ibnu Mas'ud secara marfu’ yaitu:

مَنْ اَعَانَ ظَالِمًا سَلَّطَهُ اللّٰهُ عَلَيْهِ

“Barang siapa yang menolong orang yang zalim, maka Allah akan menjadikan orang zalim itu berkuasa atas dirinya.”

Boleh jadi adanya pemimpin zalim yang hadir ditengah-tengah kehidupan kita kerana kezaliman kita juga, untuk itu masih banyak kesempatan bagi kita memperbanyak istighfar dan kembali beramal shalih dengan benar agar Allah Ta'ala berikan kepada kita pemimpin yang sesuai dengan cita cita dan harapan kita, yaitu pemimpin yang sholih yang mampu berbuat adil kepada seluruh rakyat dan bangsa. Wallahu a'lam. [VOA-I.C]

20 Julai 2018

SMK Ade Putra Masjid Tanah Melaka: Dalam program tazkirah setiap pagi Jumaat ustazcyber selalu melatih dan menunjuk ajar beberapa orang rakan sekerja daripada kalangan bukan ustaz untuk bertazkirah secara bergilir-gilir. Alhamdulillah beberapa orang anak didik ustazcyber ini cukup senang diajar, malahan tazkirah mereka itu cukup memukau dan adakalanya lebih baik daripada apa yang disampaikan oleh kami barisan ustaz.(gambar Cikgu Norazi Kamarudin guru Matematik sedang menyampakan tazkirah jumaat 20 Ogos 2018)

02 Julai 2018

Jom Sokong KMMB

ustazcyber [2 dari kiri ]menghadiri mesyuarat perwakilan KMMB di Regency Hotel Kuala Lumpur.

Jom sokong Koperasi Muslimn Malaysia Berhad dengan menjadi ahli dan memilih pelbagai produk yang kami sediakan..sila ke
untuk melihat pelbagai produk dan aktiviti yang KMMB adakan

23 Jun 2018


Apa itu ayat kursi? ayat kursi atau ayatul kursi bahasa arab آية الكرسي adalah ayat yang paling agung. Sebab menceritakan mengenai keagungan Allah Swt dan mengenai Kekuasaan-Nya yang tidak akan terbatas. Ayat kursi adalah ayat ke 255 di dalam surat Al Baqarah. Ayat kursi diyakini di baca untuk memperoleh kerendahaan dan pelingdungan dari Allah Swt.

Ayat kursi mempunyai rahsia, kehebatan dan kedahsyatan yang luarbiasa sekali. untuk kajian saat ini akan lebih jauh untuk tahu mengenai rahsia-rahsia ayat kursi tentang kelebihan, keutamaan, manfaat serta manfaat membaca ayat kursi serta begitu lengkap. Sunggguh begitu mengagumkan untuk jadikan doa wirid serta amalan sehari hari. Adapun bacaan Ayat kursi seperti berikut.....

21 Jun 2018

Pahala kebaikan adalah kebaikan (yang dilakukan) setelahnya. Siapa beramal kebaikan diikuti kebaikan berikutnya, itu sebagai tanda diterimanya amal kebaikan pertama

SELEPAS Idul Fitri, salah satu yang dicemaskan generasi salaf adalah bukan seberapa banyak yang telah diamalkan di bulan Ramadhan, tapi seberapa diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala.  Ibnu Rajab Al-Hanbali Rahimahullah berkata: “Para (generasi) salaf, enam bulan pasca Ramadhan mereka gunakan untuk memohon -berdoa dan beramal- pada Allah agar seluruh amalan di bulan Ramadhan diterima oleh-Nya”.

Umar bin Abdul Aziz, Sang Khalifah kenamaan dinasti Umawi suatu saat berpidato di hadapan rakyatnya sehabis shalat `Idul Fitri: “Wahai rakyat sekalian! Kalian telah berpuasa selama 30 hari, dan telah shalat malam selama 30 hari. Sekarang (tiba saatnya) kalian keluar dari bulan Ramadhan untuk memohon pada Allah agar semuanya diterima”.

Untuk mengetahui amalan diterima atau tidak di bulan Ramadhan, ada 5 tanda –yang disarikan dari kitab “Lathaa`ifu al-Ma’aarif” (1999: 221, 222 dan 224) karya Ibnu Rajab Al-Hanbali Rahimahullah- yang menunjukkan bahawa amal atau ibadah mukmin diterima di bulan Ramadhan:

Pertama, Memiliki persepsi yang benar terkait amal yang dilakukan. Amal yang dilakukan di bulan

20 Jun 2018

ADA sebuah cerita mengenai Imam al-Ghazali bersama murid-muridnya, yang ketika itu mereka sedang berkumpul bersama. Dalam perkumpulan mereka, Imam al-Ghazali melontarkan beberapa teka teki kepada muridnya.

Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid 1 : “Orangtua.”
Murid 2 : “Guru.”
Murid 3 : “Teman.”
Murid 4 : “Kaum kerabat.”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah ‘mati’. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran: 185).

Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”....

06 Jun 2018

https://muslim.or.id
Islam adalah agama yang ilmiah. Setiap amalan, keyakinan, atau ajaran yang disandarkan kepada Islam harus memiliki dasar dari Al Qur’an dan Hadis Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang otentik. Dengan ini, Islam tidak memberi celah kepada orang-orang yang beritikad buruk untuk menyusupkan pemikiran-pemikiran atau ajaran lain ke dalam ajaran Islam.

Kerana pentingnya hal ini, tidak hairan apabila Abdullah bin Mubarak rahimahullah mengatakan perkataan yang terkenal:

الإسناد من الدين، ولولا الإسناد؛ لقال من شاء ما شاء

“Sanad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada sanad, maka orang akan berkata semaunya.” (Lihat dalam Muqaddimah Shahih Muslim, Juz I, halaman 12)

Dengan adanya sanad, suatu perkataan tentang ajaran Islam dapat ditelusuri asal-muasalnya.

Oleh kerana itu, penting sekali bagi umat muslim untuk memilih hadits-hadits, antara yang shahih dan yang dhaif, agar diketahui amalan mana yang seharusnya diamalkan kerana memang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam serta amalan mana yang tidak perlu dihiraukan kerana tidak pernah diajarkan oleh beliau.

Berkaitan dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, akan kami sampaikan beberapa hadis lemah dan palsu mengenai puasa yang banyak tersebar di masyarakat. Untuk memudahkan pembaca, kami tidak menjelaskan sisi kelemahan hadis, namun hanya akan menyebutkan kesimpulan para pakar hadis yang menelitinya. Pembaca yang ingin menelusuri sisi kelemahan hadis, dapat merujuk pada kitab para ulama yang bersangkutan.

Hadis 1

صوموا تصحوا

“Berpuasalah, kalian akan sehat.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di Ath Thibbun Nabawi sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Al Iraqi di Takhrijul Ihya (3/108), oleh Ath Thabrani di Al Ausath (2/225), oleh Ibnu ‘Adi dalam Al Kamil Fid Dhu’afa (3/227).

Hadits ini dhaif (lemah), sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Al Iraqi di Takhrijul Ihya (3/108), juga Al Albani di Silsilah Adh Dha’ifah (253). Bahkan Ash Shaghani agak berlebihan mengatakan hadits ini maudhu (palsu) dalam Maudhu’at Ash Shaghani (51).

Keterangan: jika memang terdapat penelitian ilmiah dari para ahli medis bahwa puasa itu dapat menyehatkan tubuh, makna dari hadits dhaif ini benar, namun tetap tidak boleh dianggap sebagai sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.

Hadis 2

30 Mei 2018

“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Bagi orang yang berpuasa, berbuka adalah nikmat yang luar biasa. Tidak hanya menanti hidangan yang siap disantap, tapi juga ada waktu mustajab di mana setiap doa akan dikabulkan oleh Allah Ta’ala saat berbuka puasa. Kerana itu, syariat pun mengatur bagaimana seharusnya kita berbuka puasa dengan benar. Namun, sebahagian masyarakat kita banyak yang tidak tahu atau lupa sehingga jatuh ke dalam beberapa kesalahan, di antaranya:

1-Mengakhirkan waktu berbuka
Mengakhirkan waktu berbuka tidak dianjurkan dalam Islam karena bertentangan dengan Sunnah Nabi SAW. Dalam riwayat yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Senantiasa manusia dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari-Muslim).

2-Berbuka setelah azan berkumandang...

15 Mei 2018

Petang Jumaat 11 Mei 2018 yang lalu ketika sedang menonton siaran TV yang menceritakan rentetan peristiwa pasca PRU14. Semasa sedang asyik menonton rancangan tersebut tiba-tiba keluar iklan Planta yang mengisahkan seorang ibu yang telah disahkan menghidapi kanser tetapi sentiasa tabah dan bangun seawal jam 5,00 pagi untuk menyediakan sarapan dan mengurus anak-anaknya untuk ke sekolah. Ketika mendengar perkataan ibu itu: "SAYA BANGUN SEAWAL JAM 5,00 PAGI" saya tergelak dan mengejek ibu dalam iklan tersebut. ketika itu dalam hati saya terdetik sedikit perasaan riak kerana saya sentiasa bangun seawal jam 3,00 atau 4,00 pagi setiap hari.  saya berkata kepada isteri saya yang sedang menonton bersama. "Apa le bangun 5,00 pagipun dikatakan awal". sedangkan jam 5,00 pagi tu saya telah bersiap2 untuk ke surau dan ke sekolah.
           Allahu Akbar... Sejak saya mengejek ibu dalam iklan tersebut maka pada malam 12 dan 13 Mei 2018 saya tidak dapat lagi bangun malam kecuali tepat jam 5,00 pagi. Pada petang 13 Mei 2018 saya telah sedar di atas keceluparan mulut saya tersebut ,lalu saya bertaubat memohon keampunan daripada Allah SWT. Pada malam 14 Mei 2018 sebelum tidur saya berwuduk dan berpesan kepada Allah SWT agar Dia mengejutkan saya lebih awal sedikit untuk bangun malakukan tahajjud seperti biasa. Alhamdulillah ketika hampir jam 2,00 pagi malam tersebut Allah SWT telah mengejutkan saya dengan memberikan sebuah mimpi yang menarik. Dalam mimpi itu Allah SWT telah mempelihatkan kepada saya bagaimana seekor anjing yang besar sedang mengikut lafaz azan yang sedang dikumandangkan dari sebuah masjid. Dalam mimpi itu  juga saya menyahut seruan azan dengan segera pergi ke masjid. semasa dalam perjalanan ke masjid saya didatangi oleh sekumpulan anjing yang ganas. saya ketakutan, lalu saya melalunkan azan. Alhamdulullah anjing-anjing itupun ikut melafazkan suara azan dan tidak jadi mengusik saya.
Allahu Akbar semoga mimpi yang pelik ini menjadi pengajaran kepada kita semua.

12 Mei 2018

Imam tak boleh syok sendiri

Dalam solat berjamaah, penting sekali bagi kita untuk memiliki seorang imam sebagai pemimpin dalam solat. Imam ialah orang yang memiliki tanggung jawab besar mengarahkan makmum agar meraih solat yang sempurna, sesuai dengan apa yang diridhai oleh Allah SWT. Untuk itu, orang yang kita pilih menjadi seorang imam tak boleh sembarangan.

Ketika kita menemukan orang yang ingin sekali menjadi imam, sekali pun ia telah termasuk dalam kategori seorang imam yang sesuai dengan syariat, tapi banyak dari para jamaah yang tidak suka padanya, maka jangan jadikan ia sebagai imam. Mengapa?

Seorang dimakruhkan mengimami manusia sedang mereka tidak menyukainya. Hal ini berlaku jika ketidaksukaan mereka itu berdasarkan alasan agama.

Rasulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang solatnya tidak diangkat dari atas kepala mereka sejengkal pun, orang yang mengimami manusia sedang mereka tidak menyukainya, wanita yang dimurkai suaminya semalam suntuk dan dua saudara yang saling bermusuhan,”

(Diriwayatkan Ibnu Majah dengan sanad yang baik)Islampos

05 Mei 2018

02 Mei 2018

NEW DELHI – Dewan fatwa terbesar di India, Darul Uloom Deoband, telah mengeluarkan fatwa yang melarang perempuan Muslim untuk tidak menikah dengan keluarga yang anggotanya bekerja di bank, dengan alasan bahwa pendapatan dari pekerjaan perbankan berstatus haram, ANI melaporkan pada Jum’at (5/1/2018).

Perintah tersebut diucapkan setelah seseorang mempertanyakan status pernikahan putrinya dengan lelaki yang ayahnya bekerja di bank.

Sektor perbankan berjalan berdasarkan bunga yang dilarang dalam Islam. Darul Ifta telah menyatakan bahawa sesuai dengan hukum Islam, pendapatan melalui bunga dan transaksi yang melibatkan riba, dilarang.

Islam juga melarang bisnes alkohol, narkotik, sekolah, dan senjata serta bisnes yang dilakukan dengan motif mendapatkan keuntungan maksimal, lembaga tersebut menginformasikan.

Para cendekiawan dan ulama Muslim telah menjunjung tinggi fatwa tersebut, berpendapat bahawa pendirian agama sesuai dengan hukum Islam.

“Darul Uloom Deoband benar dalam keputusannya, orang harus menghindari ikatan sosial dengan orang seperti itu kerana semua hal termasuk gaya hidupnya akan terkait dengan aktiviti ‘haram’ (riba), dan itu akan berbahaya bagi orang itu secara religius, sosial maupun individual,” kata Sekretaris Jenderal Majlis Ittehad-e-Millat, Othar Osmani, kepada ANI.

Ulama dan peneliti, Maulana Nadimul Vajdi, mengatakan bahawa jika seseorang, tanpa sadar atau tidak sadar, telah terlibat dalam penghasilan ‘haram’, orang yang bersangkutan harus berhenti dari pekerjaan tersebut dan menemukan penghasilan lain yang halal berdasarkan hukum Islam. (SUMBER sini)

17 April 2018

20 Mac 2018

13 Mac 2018

19 Februari 2018


1 - Surah : Al-Imran . Ayat : 7-9  


2- Surah: Taahaa. Ayat: 25-28 
 

02 Februari 2018

1- Kami mengadakan bacaan surah Yasin pada setiap pagi  dengan dipimpin oleh guru atau pelajar terpilih dan terlatih.
2-Kami mengadakan bacaan surah Al-Kahfi pada setiap pagi Jumaat.
3-Kami mengerjakan solat sunat Dhuha dan solat sunat Hajat sekerap yang mungkin dan kami amalkan doa dalam sujud yang lama.
Foto 1( Muhammad Zikri sedang membaca surah Al-Kahfi dengan dipimpin oleh ustazcyber)
Foto2 (Nursyazana dan Norasyiqin antara pelajar cemerlang PT3 2017 yang masing2 mendapat 10A)

24 Januari 2018

Oleh: DR. Aiman Rusydi Suwaid

Demi Allah, sesungguhnya aku lebih perlu kepada nasihat ini berbanding saudara sekalian. Aku memohon kepada Allah agar menolong kita semua untuk mampu menerapkannya.

Demi Allah, aku malu kepada Allah untuk mengirimkannya, kerana sedar akan keadaan diriku. Akan tetapi, aku pecaya bahawa antum semua lebih baik dariku.

Allah Subahanahu wa Ta'ala berfirman:

يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ

“Dipalingkan dari padanya orang yang dipalingkan.” (Adz-Dzariyat: 9)

Maksudnya, akan dipalingkan dari Al-Qur'an orang yang dipalingkan oleh Allah sebagai hukuman terhadapnya disebabkan dosa-dosanya dan keberpalingannya dari Allah Subahanahu wa Ta'ala....

20 Januari 2018

Oleh : ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ

Pertama:
Diantara sepuluh hal yang membatalkan keislaman tersebut adalah mempersekutukan Allah SWT ( syirik ) dalam beribadah.
Allah SWT berfirman:
 إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء : سورة النساء، الآية : 116

Ertinya : “ Sesungguhnya Allah ًٍSWT tidak mengampuni dosa syirik(menyekutukan ) kepadaNya, tetapi mengampuni dosa selain itu, kepada orang – orang yang dikehendakinya “.( Annisa’ ayat : 116)

Allah SWT berfirman:

 إنه من يشرك بالله فقد حرم الله عليه الجنة ومأواه النار وما للظالمين من أنصار:  سورة المائدة : 72.

Ertinya: “ sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, niscaya Allah akan mengharamkan syurga baginya, dan tempat tinggalnya (kelak) adalah neraka, dan tiada seorang penolong pun bagi orang – orang zhalim” .( Al- Maidah : 72).

Dan di antara perbuatan kemusyrikan tersebut adalah ; meminta doa dan pertolongan kepada orang- orang yang telah mati, bernazar dan menyembelih korban untuk mereka.

Kedua:
Menjadikan sesuatu sebagai perantara antara dirinya dengan Allah SWT, meminta doa dan syafaat serta bertawakkal ( berserah diri ) kepada perantara tersebut.
Orang yang melakukan hal itu, menurut ijma’ ulama ( kesepakatan) para ulama, adalah kafir.

Ketiga :
Tidak menganggap kafir orang- orang musyrik, atau ragu atas kekafiran mereka, atau membenarkan konsep mereka. Orang yang demikian ini adalah kafir.

Keempat:
Berkeyakinan bahawa tuntunan selain tuntunan Nabi Muhammad SAW lebih sempurna, atau berkeyakinan bahawa hukum selain dari beliau lebih baik, seperti ; mereka yang mengutamakan aturan - aturan thaghut (aturan – aturan manusia yang melampaui batas serta menyimpang dari hukum Allah ), dan mengesampingkan hukum Rasulullah SAW , maka orang yang berkeyakinan demikian adalah kafir.

Kelima :

18 Januari 2018

Hasil kajian yang diterbitkan The Journal for Scientific Study of Religion pada bulan Januari 2018 menyatakan bahawa semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk bermain internet, semakin berkurang tingkat ketaatan seseorang terhadap agama.

Para sosiologi menganggap fenomena ini sebagai religious tinkering. Menurut Paul McClure, mahasiswa program doktor Sosiologi di Baylor University yang melakukan penelitian ini, maksud dari “tinkering adalah seseorang yang tidak lagi berpegang pada institusi atau dogma agama.”

“Saat ini, kerana kita semakin sering menghabiskan waktu bermain internet, kita berfikir lebih pluralis terhadap agama sebelum kita menjadikannya jalan hidup,” ujar Paul McClure....

11 Januari 2018

Kata-kata hikmah ini telah disampaikan kepada saya oleh ayah saya melalui mimpi pada malam Jumaat 25 Jan 2001 Jam 4.00 pagi yang lalu. katanya:
(Foto; Arwah ayah tercinta)

Hai anakku...Sesungguhnya ketika seseorang sedang marah, maka mereka akan menjadi salah seorang daripada tiga jenis manusia berikut:
i-Ada orang yang dengan marahnya itu dia jadi MABUK tetapi tidak GILA.

ii-Ada orang yang dengan marahnya itu dia jadi MABUK dan juga GILA.


iii-Ada manusia walaupun sedang marah tetapi dia TIDAK mabuk dan TIDAK gila.

02 Januari 2018

Soalan: Dia sering kehilangan wang. Kemungkinan dari makhluk ghaib. Adakah cara yang syar'i untuk menghalau gangguan makhluk ghaib seperti toyol dan semisalnya.

Jawab:(voa-i)

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah dan keluarganya.

Pertama, salah satu cara untuk melindungi seseorang dari gangguan makhluk ghaib (jin) yang merugikan dirinya adalah dengan membaca ayat kursi pada pagi dan petang serta ketika akan tidur. (Baca SINI)

Ini sesuai kisah tawanan Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu ‘Anhu, saat Ubay menangkap seorang pencuri, maka ia bertanya kepadanya, “Kamu ini Jin atau manusia?”

Ia menjawab, “Aku ini Jin.”

Ubay bertanya kepadanya, “Apa yang boleh melindungi kami dari kalian?”

Ia menjawab, “Engkau baca Ayat Kursi dari surat Al-Baqarah

(ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُ).”

Ubay menjawab, “Ya.”

Ia melanjutkan,

إِذَا قَرَأْتَهَا غُدْوَةً أُجِرْتَ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ ، وَإِذَا قَرَأْتَهَا حِينَ تُمْسِي أُجِرْتَ مِنَّا حَتَّى تُصْبِحَ

“Apabila engkau membacanya di waktu pagi, engkau terlindungi dari kami sampai waktu petang. Apabila engkau membacanya di wakut petang, engkau terlindungi dari kami sehingga tiba waktu pagi.”

Kemudian Ubay berkata, ”Aku segera pergi kepada Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu aku kabarkan kejadian itu kepadanya.”

Beliau bersabda,

صَدَقَ الْخَبِيثُ

“Si buruk telah berkata jujur.” (HR. al-Nasai, Al-Thabrani, dan selainnya)

Juga hadis tentang tawanan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, -hadisnya sangat panjang-, tawanan itu berkata,

دَعْنِى أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا

“Lepaskan aku, aku ajari kamu beberapa kalimat yang Allah memberikan manfaat kepadamu dengan kalimat-kalimat itu.”

Abu Hurairah bertanya, “Apa itu?” Ia menjawab,

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

“Apabila engkau beranjak ke tempat tidurmua, bacalah ayat kursi, Allaahu Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyum, sampai selesai. Kerana sesungguhnya kamu akan berada di bawah perlindungan Allah dan Syaitan tidak boleh mendekatimu sampai besok pagi.” (HR. Al-Bukkhari)

Kata Abu Hurairah, “Aku biarkan ia pergi.”

Saat waktu pagi tiba, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepadanya tentang perbuatan tawanan tadi.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu melaporkan, “Ia mengaku mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang Allah akan berikan manfaat untukku dengan kalimat-kalimat itu. Lalu aku biarkan ia pergi.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya, “Kalimat apa itu?”

Abu Hurairah menjawab, “Apabila engkau beranjak ke tempat tidurmu maka bacalah Ayat Kursi dari awal sampai akhir. Dan ia berkata kepadaku bahwa engkau senantiasa di jaga Allah dan syetan tak mampu mendekatimu sampai waktu pagi.”

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepadanya,

أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ

“Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?”

“Tidak”, jawab Abu Hurairah.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Dia adalah syaitan.” (HR. Al-Bukhari, Al-Nasai, Al-Thbarani, dan selainnya. Dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Kedua, agar rumah tidak menjadi tempat nyaman bagi syaitan dari jenis jin, hendaknya diruqyah dengan surat Al-Baqarah.(baca SINI)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Jangan kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya syaitan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim, no. 780)

Ketiga, bacalah zikir perlindungan dari syaitan; di antaranya zikir di pagi dan petang hari. Silahkan baca tulisan kami sebelumnya, “Zikir Pagi dan petang ini Melindungi dari Bala' dan Musibah”.
Wallahu a'lam. [voa-islam]

;;