29 Ogos 2017

MZ   Pendapat pertama, dilarang menyimpan dan mengawetkan daging qurban melebih 3 hari Tasyriq. Pendapat ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhum.

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu pernah berkhutbah ketika shalat idul adha,  melarang menyimpan daging qurban lebih dari 3 hari. Dari Abu Ubaid – mantan budak Ibnu Azhar – beliau menceritakan,

صَلَّيْتُ مَعَ عَلِىِّ بْنِ أَبِى طَالِبٍ – قَالَ – فَصَلَّى لَنَا قَبْلَ الْخُطْبَةِ ثُمَّ خَطَبَ النَّاسَ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَدْ نَهَاكُمْ أَنْ تَأْكُلُوا لُحُومَ نُسُكِكُمْ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ فَلاَ تَأْكُلُوا

Saya pernah solat ied bersama Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Beliau solat sebelum khutbah. Kemudian beliau berkhutbah, mengingatkan masyarakat. Beliau menyampaikan,

‘Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kalian untuk makan daging qurban kalian lebih dari 3 hari. Kerana itu, janganlah kalian makan (lebih dari 3 hari).’ (HR. Muslim 5210, dan Nasai 4442).

Sementara riwayat dari Ibnu Umar, bahawa beliau tidak mahu makan daging qurban yang disimpan lebih dari 3 hari. Dari Salim – putra Ibnu Umar – bahawa Ibnu Umar mengatakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى أَنْ تُؤْكَلَ لُحُومُ الأَضَاحِى بَعْدَ ثَلاَثٍ

Bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang makan daging sembelihan lebih dari 3 hari.

Salim menceritakan kondisi bapanya,

فَكَانَ ابْنُ عُمَرَ لاَ يَأْكُلُ لُحُومَ الأَضَاحِىِّ فَوْقَ ثَلاَثٍ

Kerana itu, Ibnu Umar tidak mahu makan daging qurban lebih dari 3 hari. (HR. Muslim 5214 dan Ibnu Hibban 5924).

Pendapat kedua, boleh menyimpan daging qurban lebih dari 3 hari tasyriq. Ini merupakan pendapat

23 Ogos 2017

Berkat adalah sesuatu yang tumbuh dan makin bertambah kebaikannya, sedangkan tabarruk adalah do’a seorang manusia atau selainnya untuk memohon keberkatan.
Allah SWT menjadikan berkat ini hanya di berikan kepada  hamba-hamba- Nya yang beriman, bertaqwa dan beramal soleh.
Firman Allah SWT dalam surat Al-A’raaf ayat  96 :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُون.َ
Ertinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya".

Ada Beberapa faktor dicabutnya keberkatan manusia dalam menjalani kehidupan diantaranya adalah :
1. Tidak Adanya Iman dan Taqwa Serta Tidak Ada Perasaan Takut Kepada Allah SWT.
Jika anda tidak bertaqwa dan tidak takut kepada Allah SWT, maka tidak ada kebaikan dan berkah di dalam kehidupan anda, Anda tidaklah dinamakan sebagai orang yang benar-benar beriman.

2. Tidak Ikhlas Dalam Beramal Ibadah.
Allah SWT tidak memberikan berkah-Nya kepada kita apabila kita tidak menyiramkan air keikhlasan terhadap amal perbuatan kita.
....

21 Ogos 2017

Jemaah Gereja Sepi, Seorang Pendeta Jerman Izinkan Ibadah melalui Twitter

Gereja Reformed Walloon St Agustine di kota Magdeburg, Jerman terpaksa mengizinkan jemaatnya ibadah dengan twitteran.

Fenomena ini terjadi setelah bilanganjemaahnya menurun akhir-akhir ini. Kerana itu pihak gereja membuat kebijakan membuat ibadah setiap Jumat malam.

Di ibadah inilah para jemaat diajak mengundang orang-orang datang ke gereja mereka melalui media sosial Twitter. Ada sekitar 40 jemaat yang datang dan mereka pun dibebaskan untuk menghantarkan pesan ceramah, doa yang mereka dapat di malam itu di Twitter.

Pendeta Ralf Peter Reimann mengatakan kalau kebijakan ini masih diuji untuk meningkatkan minat orang-orang untuk datang ke gereja. Mereka optimis kalau media sosial boleh jadi cara untuk mempertahankan anggota dan mendatangkan orang-orang baru....

18 Ogos 2017

Hidcom  RASULULLAH Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Ibadah umatku yang paling utama adalah membaca Al-Quran.”

Sabdanya lagi: “Andaikata Al-Quran berada dalam sebuah wadah kulit, niscaya ia tidak disentuh api.”

Rasulullah juga bersabda: “Tiada juru penolong yang lebih utama kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat daripada Al-Quran, tidak juga seorang nabi atau malaikat atau yang lain.”

Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: ‘Barangsiapa disibukkan oleh pembacaan Al-Quran hingga ia tidak berdoa dan tidak meminta (apapun) kepada-Ku, maka Kuberi dia pahala yang paling utama bagi orang-orang yang bersyukur.”

Ketahuilah bahawa pembacaan Al-Quran mempunyai tata krama lahiriah dan batiniah. Tata krama lahiriah terdiri dari tiga hal, yaitu:
Pertama, Anda membaca Al-Quran dengan penghormatan dan pengagungan. Penghormatan itu tidak akan memasuki hati Anda selama bentuk penghormatan itu tidak ditunjukkan oleh sikap lahir Anda. Anda telah mengetahui bagaimana hubungan hati dengan anggota tubuh dan bagaimana memancarnya cahaya dari anggota tubuh ke dalam hati.

Bentuk penghormatan itu dapat ditunjukkan dengan cara duduk dalam keadaan suci, bersikap tenang sambil menundukkan kepala dan menghadap kiblat tanpa bersandar maupun berbaring sebagaimana Anda duduk di hadapan guru ngaji. Anda membaca Al-Quran dengan tartil (pelan dan memperhatikan semua kaidah bacaan Al-Quran), penuh rasa hormat, pelan, membaca huruf demi huruf, tidak terburu-buru.

Ibnu Abbas r.a. berkata, “Aku lebih suka membaca surah ‘Idza zulzilat’ dan ‘Al-Qaari’ah’ dan merenungkannya daripada membaca ‘Al-Baqarah’ dan ‘Ali Imran’ dengan terburu-buru.”

Kedua, gunakanlah waktu-waktu tertentu untuk mencapai tingkat keutamaan tertinggi di dalam pembacaan Al-Quran, misalnya dengan membacanya pada saat berdiri dalam solat, terutama solat yang dilakukan di dalam masjid dan di waktu malam, kerana di waktu malam hati lebih jernih lantaran tidak ada aktiviti. Pada siang hari, meskipun Anda sudah mencoba menyendiri, mobiliti dan aktiviti orang-orang akan mengusik batin Anda dan mengganggu konsentrasi Anda. Apalagi jika Anda berharap untuk mendapatkan suatu kesibukan dan pekerjaan.

Meskipun begitu, selama Anda membacanya, meski sambil berbaring dan tanpa bersuci, tidak berarti sama sekali tanpa keutamaan. Kerana Allah Ta’ala memuji semuanya. Allah Ta’ala berfirman: “Orang-orang yang mengingat Allah sanbil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring.” (QS. Ali Imran: 191)

Akan tetapi tata krama yang kami paparkan itu sebagai tambahan keutamaan. Jika Anda lebih menginginkan akhirat, maka hendaknya Anda tidak begitu saja meninggalkan keutamaan.

Ali r.a. berkata, “Barangsiapa membaca Al-Quran sambil berdiri dalam solat, maka dengan setiap hurufnya ia mendapat seratus kebaikan. Barangsiapa yang membaca Al-Quran di luar solat dalam keadaan suci, maka ia mendapat dua puluh lima kebaikan. Barangsiapa yang membaca Al-Quran tanpa berwudhu, maka ia hanya mendapat sepuluh kebaikan.”

Ketiga, kuantiti (jumlah) bacaan yang dalam hal ini dibagi atas tiga tingkatan: (1) Tingkatan yang...

11 Ogos 2017

Zionis Di Tanah Haram Mekkah

EM  Tepat di depan Masjidil Haram, dulu berdiri kukuh sebuah benteng penjagaan kota Makkah yang bernama Benteng Ajyad yang dibangun pada tahun 1781 pada masa Kekhalifahan Utsmaniyyah. Benteng ini kemudian dihancurkan tahun 2002. Dan sebagai gantinya, berdirilah menara tertinggi ketiga di dunia yang diberi nama Abraj Albait.

Saya tidak ingin masuk ke ranah pembahasan simbol-simbol yg subjektif. Mari masuk ke ranah fakta objektif saja.

Abraj Albait adalah bangunan tinggi, megah dan mewah yg terdiri dari beberapa 7 tower, diantaranya:

1. Makkah Royal Clock Tower, ini adalah tower utama yang di atasnya dibangun jam digital raksasa. Di bawahnya ini adalah bangunan yang difungsikan untuk Fairmont Hotel.
2. Hajar Tower, difungsikan untuk Mövenpick Hotel
3. Zamzam Tower, difungsikan untuk Pullman Hotel
4. Safa Tower, difungsikan untuk Raffles Makkah Palace Hotel
5. Marwah Tower, difungsikan untuk Marwa Rayhaan by Rotana Hotel
6. Al Maqam Tower, difungsikan untuk Swissotel Hotel
7. Qibla Tower, difungsikan juga untuk Swissotel......

01 Ogos 2017

Dalam Fi Zhilalil Qur’an, Sayyid Quthb menjelaskan bahawa hidup di bawah naungan Al-Qur’an adalah kenikmatan yang tidak dapat dirasakan, melainkan oleh orang yang menghayatinya, kenikmatan yang dapat mengangkat darjat manusia, memberikan berkah dan membersihkan kehidupan ini dari segala bentuk kekotoran.
ini adalah antara manfaat naugan al-Quran dalam kehidupan diri dan keluarga.

Pertama, kehidupan menjadi terarah

Dengan setiap hari membaca Al-Qur’an, maka kehidupan diri dan keluarga akan kian terarah, dari membaca Al-Qur’an kita akan mengetahui mana yang haq dan bathil, benar dan salah. Dan, kemampuan membedakan hal tersebut adalah hal mendasar yang harus dimiliki oleh setiap Muslim.

Dengan demikian, diri tidak akan mudah tertipu. Menduga banyak harta sebagai capaian kebahagiaan, lantas makan rasuah. Mengira kebahagiaan dengan menyingkirkan orang lain, lantas

;;