09 Disember 2017

Mengenal Asyai'rah Lebih Dekat

08 Disember 2017



Eramuslim – Dibawah dukungan Amerika Syarikat, khususnya Donald Trump, Zionis Israel semakin pongah terhadap umat Islam di Palestin. Terlebih ketika Presiden AS mendeklarasikan Al Quds menjadi ibu kota Israel dan akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Al Quds.

Lalu muncul pertanyaan mengapa Allah tidak membinasakan Israel yang semakin pongah mahu menguasai masjid Al Aqsa?

Pertanyaan tersebut pernah dilontarkan Ustaz Abdul Somad yang saat itu masih menjadi mahasiswa kepada Syaikh Muhammad Jibril.

“Wahai Syaikh, kaum Ad binasa, kau Tsamud binasa, kaum Madyan binasa, kaum Iram binasa, kaum Fir’aun binasa, kenapa Allah tidak membinasakan kaum Israel ini?” Tanya ust Somad.

Syaikh Muhammad Jibril tersenyum.

“Yabni (anakku)…” kata Syaikh Muhammad Jibril mengawali jawabannya. “Seandainya Allah membinasakan kaum Israel ini, lalu apa yang tersisa untukmu?” Mendengar jawaban dosen tafsir Universitas Al Azhar itu, Ustadz Abdul Somad terdiam.

“Allah sengaja menyisakan kaum ini sebagai medan jihad kita menolong agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Kini… Palestin kembali terluka. Al Quds akan dirampas dan dicaplok zionis Israel. Termasuk Masjid Al Aqsa yang merupakan masjid suci ketiga dan kiblat pertama umat Islam. (EM)

06 Disember 2017

Istilah ‘ketergantungan smartphone’ ternyata bukan hanya tidak sedap didengar, tapi juga menyebabkan kesan yang serius bagi kesihatan. Sebuah kajian Radiological Society di Amerika Utara mengungkapkan bahawa terlalu lama bermain smartphone dapat menyebabkan tidak seimbangnya fungsi otak.

Kajian tersebut menggunaan spektroskopi resonansi magnetik untuk melihat kinerja otak para remaja yang diduga mengalami ketagihan pada fitur telefon pintar dan jejaring sosial. Penelitian ini melibatkan 19 remaja yang telah didiagnosis mengalami ketergantungan internet, dengan usia rata-rata 15 tahun.

Berdasarkan hasil temuannya, Profesor Neuroradiologi Universiti Korea di Seoul, Korea Selatan, Dr Hyung Suk Seo menyebutkan, tingkat depresi, kegelisahan, insomnia bahkan implusif seorang yang memiliki ketergantungan pada telefon pintar dan internet dapat lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak. Dalam pemeriksaan Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS) yang dilakukan untuk menilai metabolisme otak, diketahui bahawa remaja dengan kecanduan internet yang lebih tinggi dapat memiliki rasio Asid Gamma Aminobutirat (GABA) lebih tinggi.

Menurut Seo, Asid Gamma Aminobutirat adalah neurotranmitter yang menghambat reaksi dan tanggapan neurologis dari otak. Tingginya rasio GABA, bukan hanya dapat merugikan dan memperlambat kinerja otak, tapi juga menghilangkan fungsi integrasi dan regulasi dari jaringan staraf kognitif dan emosional yang berpusat pada otak, seperti disiar dari Ubergizmo.(SUMBER)

04 Disember 2017

Oleh: Kholili Hasib
HUJJATUL  Islam Imam al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin juz II mengatakan: “Sesungguhnya, kerosakan rakyat di sebabkan oleh kerosakan para penguasanya, dan kerosakan penguasa disebabkan oleh kerosakan ulama, dan kerosakan ulama disebabkan oleh cinta harta dan kedudukan; dan barang siapa dikuasai oleh ambisi duniawi ia tidak akan mampu mengurus rakyat kecil, apalagi penguasanya. Allah-lah tempat meminta segala persoalan.” (Ihya’ Ulumuddin II hal. 381).
Bagi Imam al-Ghazali, krisis yang menimpa suatu negara dan masyarakat berakar dari kerosakan yang menimpa para ulamanya. Kerana itu, reformasi yang dilakukan Sang Imam dimulai dengan memperbaiki para ulama. Selain itu dalam pandangannya, pemimpin negara tidak boleh dipisah dari ulama.
Ulama tidak boleh ditinggalkan, sebagaimana agama tidak boleh ditinggalkan oleh negara. Ulamapun harus memberikan kontribusinya dengan nasihat dan peringatan terutama nasihat-nasihat akidah dan adab kepada pemimpin.
Usaha-usaha perbaikan politik yang di lakukan Imam al-Ghazali dengan menerapkan amar ma’ruf nahi munkar kepada ulama sekaligus kepada penguasa. Tahapan usaha yang dilakukan adalah, peringatan, kemudian nasihat....

Jom dengar...Pendusta Hadis

03 Disember 2017

;;