13 September 2020

21 Ogos 2020

Zikir Kaya

Hadis Qudsi riwayat Muslim( Bab Zuhud )


ابن ادم اذكرنئ بعد الفجر ساعة وبعد العصر ساعة اكفّك ما بينهما
"Wahai anak Adam' Ingatlah kepadaKu satu saat sesudah terbit fajar dan sesudah Asar, pasti akan Aku jaga, Aku cukupkan keperluanmu di antara waktu itu".

Saya amalkan 3 zikir ini setiap hari sebagai tanda menyahut seruan daripada Allah SWT.

1.Tahlil 100 x pagi dan petang

2.Selawat 100 x pagi dan petang

3.Istighfar 100 x pagi dan petang

20 Ogos 2020

Amalan-amalan di Bulan Muharram

Bulan Muharram sudah tiba. Bulan Muharram bagi syariat Islam memiliki keutamaan-keutamaan. Di bulan itu juga disyariatkan beberapa amalan. Nah, apa saja amalan-amalan yang dianjurkan dialakukan di bulan  itu?

Sebaik-baik Puasa Setelah Ramadhan puasa Muharram

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفْضَلُ الصِّيَامِ، بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ، بَعْدَ الْفَرِيضَةِ، صَلَاةُ اللَّيْلِ» (أخرجه مسلم)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwasannya Rasulullah Shallakkahu Alaihi Wasallam bersabda,”Yang paling utama dari puasa bulan Ramadhan adalah (puasa) bulan Allah yang kalian sebut sebagai Al Muharram. Dan yang paling utama dari solat setelah solat fardhu adalah qiyamullail.” (Shahih Muslim [1163], 2/821)

Hadits di atas menunjukkan secara eksplisit, bahawasannya puasa sunnah di bulan Muharram adalah puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. (Lathai’if Al Ma’arif, hal. 77)

Puasa Asyura

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ  أن النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ» (أخرجه مسلم).

Dari Abu Qatadah, bahwasannya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Dan puasa Asyura Aku mengharap kepada Allah puasa itu menghapus dosa tahun sebelumnya.” (Riwayat Muslim)

Puasa Tasu`a

عنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ، صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا، أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا» (أخرجه أحمد)


Disunnahkan juga berpuasa hari ke sembilan di bulan Muharram, di mana hal itu dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi yang berpuasa Asyura’.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhuma bahwasannya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Berpuasalah kalian pada hari Asyura, dan selisihilah orang-orang Yahudi, berpuasalah kalian sebelumnya sehari dan sesudahnya sehari.” (Riwayat Ahmad  [2154], 4/52)

Sedekah

Di hari ke sepuluh bulan Muharram, sahabat Rasulullah pun menyatakan mengenai keutamaan sedekah, dimana Amru bin Al Ash berkata,”Barang siapa berpuasa Asyura`, maka ia seperti berpuasa satu tahun. Barang siapa bersedekah pada hari itu, maka ia seperti bersedekah satu tahun. (Riwayat Abu Musa Al Madini)

Dermawan kepada Keluarga

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ وَسَّعَ عَلَى أَهْلِهِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ». (أخرجه البيهقي في الشعب)

Dari Abu Sa`id Al Khudri, bahawasannya Rasulullah Shallallahu’ Alaihi Wasallam bersabda,”Berang siapa melapangkan untuk keluarganya pada hari Asyura’, maka Allah akan memberikan kelapangan untuknya di sepanjang tahun seluruhnya.” (Riwayat Al Baihaqi dan lannya, dishahihkan oleh Al Hafidz Ahmad Al Ghumari dalam Al Mudawi (6/ 419)

Ibnu Uyainah mencoba menerapkan kandungan Hadits tersebut, dimana ia berkata,”Kami telah mencobanya sejak lima puluh atau enam puluh tahun, tidak ada yang kami kami lihat kecuali kebaikan.” (Lathai’if Al Ma’arif, 113)

Muharram Bulan Bertaubat

Dari Ali Radhiyallahu’anhu bahwasannya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata kepada seorang laki-laki,”Jika engkau berpuasa sebulan setelah Ramadhan, maka berpuasalah di bulan Muharram. Sesungguhnya di dalamnya ada hari di mana Allah memberikan ampunan atas suatu kaum, dan memberikan ampunan di dalamnya untuk lainnya.” (Riwayat At Tirmidzi, dan ia berkata,”Hadits hasan gharib)


Yang dimaksud hari dimana Allah memberikan ampunan adalah hari Asyura’, karena di dalamnya Allah mengampuni Adam Alaihissalam, juga mengampuni kaum Yunus Alaihissalam, serta mengampuni kaum selain mereka. (At Taysir bi Syarh Al Jami’ Ash Shaghir, 1/758)

 sumber :hidayatullah.com

28 April 2020




05 Mac 2020


15 Februari 2020

03 Februari 2020

Arrahmah.com – Doktor spesialis penyakit dalam di Kota Makassar, Dr. dr Luthfi Parewangi, SpPD mengatakan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan wabah virus corona.

Ia menjelaskan, wilayah Indonesia salah satu negara yang kaya akan air. Virus corona akan hancur dengan air. Salah satu yang bisa dilakukan khususnya untuk umat Muslim adalah dengan menjaga air wudhu.

“Mengenai virus corona, kita di Indonesia tidak perlu terlalu was-was, pertama kita kaya dengan air. Virus-virus itu akan cepat hancur dengan air apalagi kaum muslimin berwudhu 5 kali sehari semalam membersihkan mulut hidung itu adalah rahmat tersendiri di luar dari nilai ibadah yang ada di dalam Islam. Virus-virus itu akan mati ketika kita berwudhu, jagalah wudhu anda,” terangnya, sebagaimana dilansir gosulsel.com, Senin (27/1/2020).

Selain air, ujar dr Luthfi, paparan sinar matahari yang di wilayah Indonesia membuat virus-virus cepat mati. Walaupun demikian, ada juga beberapa yang perlu diperhatikan agar terhindar dari Virus Corona, seperti menjaga makanan.

“Nah adapun mengenai persiapan diri kita, adalah yang pertama cuci tangan, makan makanan yang dimasak dan banyak protein karena sumber imunitas tubuh dalam melawan virus itu adalah protein. Perbanyak protein mulai dari telur, ikan dan daging itu adalah modalitas kita untuk mempersiapkan ketika kita terpapar oleh virus,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, efek yang paling buruk dari virus Corona tersebut adalah radang paru yang mengakibatkan perfusi dari pada oksigen ke dalam tubuh menjadi menurun.

“Radang paru ini akan memudahkan infeksi lain atau meluasnya infeksi yang sudah ada. Jadi, orang tua yang punya penyakit-penyakit penyerta, perokok itu adalah orang-orang yang potensial memberat ketika terinveksi oleh virus corona,” jelasnya.

Diketahui, kemunculan virus dengan nama Coronavirus (2019-nCoV) atau virus corona menyita perhatian dunia termasuk di Indonesia.

Virus ini pertama kali menyebar di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, Cina sejak Desember 2019 lalu. Virus corona masih merupakan satu rumpun dengan virus penyebab SARS dan MERS.

(ameera/arrahmah.com)

;;