14 Ogos 2018

Jika kamu sayangkan Allah SWT bertahlillah

Jika kamu sayangkan Rasulullah SAW berselawatlah

Jika kamu sayangkan diri sendiri beristighfarlah

12 Ogos 2018

Gelombang penangkapan ulama terus berlanjut di Arab Saudi. Setelah penangkapan Dr Safar Hawali kerana tulisannya yang berjudul Al-Muslimun wal Hadhoroh Al-Ghorbiyah, khabarnya syaikh Abdul Aziz Al-Fawzan kerana kicauannya di twitter. Di antara mereka yang ditangkap adalah para ulama besar dan terkenal ke seantero dunia. Di bawah ini adalah 5 biografi singkat para ulama yang hari ini dikhabarkan berada di penjara Saudi :

1:Salman Al-Audah
Nama lengkapnya adalah Salman bin Fahd bin Abdullah Al-Audah. Lahir pada 14 Desember 1956 di Al-Basr dekat kota Buraida, Al-Qassim, Arab Saudi. Tahun awal ia habiskan di Al-Basr kemudia pindah ke Buraida. Di sinilah ia mulai belajar tata bahasa Arab, fiqh Hambali dan hadis di bawah bimbingan ulama lokal. Salman menyabet gelar BA, MA dan Ph.D hukum Islam di Universiti Imam Muhammad ibn Su’ud.

Beberapa ulama yang menjadi gurunya adalah syaikh Bin Baz, syaikh Muhammad ibn Al-Utsaimin, syaikh Abdullah Abdurahman JIbrin dan syaikh Shalih. Aktivitinya ia diangkat menjadi wakil Ketua Organisasi “An-Nashrah” Internasional. Selain itu ia juga dipercaya sebagai Sekjen Persatuan Ulama Muslim Dunia. Juga diberi amanah sebagai  Anggota Majlis Fatwa Eropa serta di berbagai organisasi, yayasan sosial dan yayasan pendidikan di dunia Islam.

Salman Al-Audah juga berperan aktif dalam muktamar-muktamar international di beberapa Negara. Di dalam negeri, ia Mengisi kajian mingguan dalam berbagai bidang keilmuan; fiqh, tafsir, hadis, tarbiyah, akhlaq, sirahnabawiyah, aqidah, masalah-masalah sosial, dan kontemporer.

Di media elektronik, Salman didapuk sebagai nasasumber dalam program Ramadhan secara live setiap hari pada channel MBC dengan tema “Hijruz Zaawiyah” dan mendapat rating tertinggi di antara program-program talkshow lainnya selama 5 tahun berturut-turut. Juga program mingguan pada channel MBC dengan tema “Alhayaah Kalimah” yang disiarkan setelah shalat Jum’at dan mendapat rating tertinggi di antara semua program-program talkshow lainnya selama 5 tahun berturut-turut.

Selain MBC, Salman juga muncul di channel TV lain seperti Al-Majd, Ar-Risalah, Iqra’, Daliil, Al-Jaziirah dan lain-lain, seperti acara: Awwalutsnaiin, Qisshah Fatwa, dan Fiqhul khatha’.

Di dunia maya, Salman menjadi pembina Yayasan Al-Islam Al-Yaum atau Islam Today yang berisikan kumpulan dari kegiatan-kegiatan siaran dan bakti social, juga memiliki website dan majalah dengan nama Al-Islam Al-Yaum/islamtoday.net, serta dua buah channel TV yaitu Daliil dan Al-Islam Al-Yaum (الإسلاماليوم). Di website islamtoday.net, ia mengisi artikel mingguan. Juga di majalah ‘Ukkazh Saudi Arabia, majalah Al-Wathan Qatar, majalah Al-Bilaad Bahrain, dan artikel bulanan pada rubric autobiografi website dan majalah الإسلاماليوم / islamtoday.net.

Beberapa kitab karyanya

Syarah Kitab“Bulughul Marom”
Syarah Kitab“Al-Umdah fil Fiqh”
Tafsir“Isyraqat Qur’aniyah”
Ta’liq“Mukhtashar Shahih Muslim”
Kitab “If’al walaa haraj”
Kitab “Ma’allah”
Kitab “Ma’almusthafa”
Kitab “Ma’al ilmi”
Kitab “Banaatii”
Kitab “Syukran Ayyuhal a’daa’”
Kitab “Walaa yazaaluuna mukhtalifiin”
Kitab “Thufuulatu Qalbin”
Kitab “Ma’al a’laam”
Penangkapan syaikh Salman Al-Audah

Salman mulai menikmati hiruk pikuk penjara pada September 1994-1999. Ia dijebloskan penjara dengan tuduhan melakukan kegiatan anti pemerintah. Pemilik akun twitter berfollower 14 juta ini kembali ditangkap pada 9 September 2017. Penyebabnya adalah cuitannya di twitter yang berkenaan dengan proses rekonsiliasi Saudi dan Qatar.

2: Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi

Lahir di Kuwait pada 7 Dzulhijah 1396 H atau bertepatan dengan 29 November 1976. Ia adalah lulusan fakultas syariah Universitas Muhammad Ibn Suud, Riyadh. Bahkan ia pernah aktif sebagai peneliti resmi di Kementerian Urusan Islam, Wakaf, Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi.

Masa mudanya dipenuhi dengan kesibukan menuntut ulumuddien. Ia  membaca habis tafsir Ibnu Katsir, Zaadul Ma’ad, Shirah Ibnu Hisyam, Fatawa Ibnu Taimiyah dan lainnya. Di usianya yang baru beranjak 15 tahun, ia telah membaca dan mulai menghafal apa yang pernah ia baca sebelumnya.

Beberapa ulama yang ia timba ilmunya adalah

1- Sahibus Samahah Abdul Aziz bin Baz (rahimahullah)– Berguru dengannya bertahun – tahun dan banyak mengambil ilmu darinya

2-Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Uqail

3-Syaikh Muhammad Hasan As-Syanqiti

4-Syaikh Saleh Ali Syaikh

5- Syaikh Abdul Rahman bin Nasir Baraak

6- Syaikh Muhaddith Abdul Karim Al-Khudair

7- Syaikh Muhammad Abdullah As-Somaliy

8- Syaikh Muhammad Hasan Al-Athyubi

9- Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfurry

Beberapa buah karyanya yang telah dicetak

1- التحجيل في تخريج ما لم يخرج من الأحاديث والآثار في إرواء الغليل  – dua jilid, Maktabah Ar-Rusyd, Riyadh.  Kitab Ini merupakan karya terbaik syaikh Al-Tharifi

2- الأربعين النووية المسندة والتعليق على المعلول منها -مذكرة – sebagaimana yang dapat dilihat dalam website beliau.

3- زوائد سنن أبي داوود على الصحيحين – diterbitkan oleh Dar Maultaqa’ Ahl Hadith & Ibn Rusyd

4- المراجعة لطبعة الكتب الستة – diterbitkan oleh Pustaka Darussallam dan masih banyak lagi

Di dunia maya pun ia aktif berdakwah lewat twitter @abdulaziztarefe dan sebuah website khusus http://altarefe.com/ yang berisi tulisan dan ceramah-ceramahnya.

Di jejaring sosial lainnya, Ath-Tharifi juga mempunyai sebuah fanspage di Facebook. Fanspage ini mendapat like sebanyak 200.000-an akun. Selain itu, Ath-Tharifi juga mempunyai sebuah channel di aplikasi Telegram. Sampai saat ini channel di Telegram telah diikuti sebanyak 20.000 akun.

Penangkapan Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi

Ath-Tharifi ditangkap oleh pihak keamanan Saudi pada Sabtu sore 23 April 2016 di rumahnya di Riyadh. Diduga sebab ulama ini ditangkap karena kritikannya terhadap penguasa di akun sosial media. Meskipun tidak secara spesifik penguasa negara mana yang dimaksud. Tweet terakhir yang dipublikasikan melalui akunnya, mengatakan:

“Sebagian penguasa berpikir bahwa menghapuskan sebagian (ajaran) agama untuk memuaskan orang-orang kafir akan menghentikan tekanan mereka. Ketika turun derajat, orang-orang kafir akan mendorongnya lagi, menstabilkan dalam satu urusan dan menekan pada urusan lainnya, (sampai mengikuti agama mereka)”
Sampai detik ini, belum diketahui nasib terakhir syaikh Ath-Tharifi.


3: Syaikh Awadh Al-Qarni

Lahir pada tahun 1376 H di kota Al-Ahsa wilayah timur. Awadh terlahir dari keluarga yang diberkahi. Dari marga ini terlahir ulama dan dai seperti syaikh Ali Al-Qarni yang terkenal karena rekaman-rekaman ceramahnya dan Doktor A’id Al-Qarni yang cukup masyhur di dunia Islam, termasuk Nusantara.

Perjalanan pendidikannya memang tidak tertulis secara terperinci dari kecil. Tetapi diketahui bahwa  ia meraih gelar master pada 1407 H dan gelar doktor pada 1417 H bidang fiqh dan ushul fiqh. Di setiap kuliah, syaikh Awadh banyak mengajarkan ulumuddien terutama ushul fiqh, sebab-sebab perbedaan pendapat fuqoha, Tarikh Tasyri’ dan Maqashid Syariah fi Fiqh Islamiy.

Selain aktivitasnya yang selalu bergumul dengan kegiatan dakwah, syaikh Awadh juga menjabat sebagai dosen di universitas Imam Muhammad ibn Suud di Abha, yang mana saat ini lebih dikenal dengan nama Universitas King Khalid. Dalam lingkup kemahasiswaan, ia juga ditunjuk sebagai penanggung jawab utama dalam urusan ini. Di Madinah Al-Munawarah, ulama kelahiran kota Al-Ihsa ini didaulat sebagai pengajar di fakultas dakwah dan penyiaran. Karena kompetensinya inilah ia pun dipercaya sebagai pengawas di beberapa universitas Islam. Zaman yang semakin lama maju terutama dalam bidang telekomunikasi. Maka, dakwah pun juga digencarkan di berbagai media komunikasi terutama jaringan internet yang semakin mudah diakses dimanapun dan kapanpun. Selain dirinya berkecimpung dalam dakwah  di internet, syaikh juga ditunjuk sebagai pengawas pelbagai situs-situs web yang menampilkan siaran live dengan gambar dan suara.

Beberapa karyanya adalah

Asbab wa Adab Al-Khilaf
Min Ma’alim Ad-Dakwah Ar-Rasyidah
Ash-Shohwah Al-Islamiyah wa Kaifa Nuhafidzu ‘Alaiha.
Al-Mukhtashar Al-Wajiz fi Maqashid At-Tasyri’
Fiqh Khilaf
Tahqiqu wa Dirasah Makhtutah fi Al-Ijhad wa Taqlid
Khuquuqu Al-Insan fi Al-Islam
Ahkamu Al-Khurriyah fi Al-Islam
Fiqh Shira’ baina Al-Haq dan Bathil min Khilali Qishoh Musa wa Fir’aun
Ahkamu Syahadah fi Syariah Islamiyah
Ahkamu Al-Qur’ah fi Syariah Islamiyah
Qodhiyatu Filistin fi Miizani Al-Islam
Penangkapan syaikh Awadh Al-Qarni

Seperti yang telah dikemukakan di awal bahwa syaikh Awadh dan syaikh Salman ditangkap dengan tuduhan yang sama atas dukungannya untuk Qatar. Sekali lagi dicekal berbarengan dengan 20 orang lebih di hari yang sama karena tuduhan yang sama. Dari kedua puluh orang itu mayoritas adalah ulama. Penahanan syaikh Awad berdasar pada sikap yang terlihat melalui postingan-postingan di media sosial.

4: Syaikh Ibrahim Sakran

Ulama asli Arab Saudi yang lahir pada 5 Rabiul Awal 1396 H / 4 April 1976. Nama aslinya adalah Abu Umar Ibrahim bin Umar bin Ibrahim As-Sakran At-Tamimi. Dia adalah seorang ulama dan cendekiawan Islam, menyelesaikan pendidikan strata satu jurusan syariah di Universitas Al-Imam, kemudian melanjutkan pendidikan magister siyasah syar’iyah di universitas yang sama. Gelar magister kedua, ia dapatkan di universitas Essex, Ingrris jurusan hukum perdagangan internasional.

Dengan latar belakang pendidikan yang tinggi, Ibrahim mempu membuat karya tulis yang menginspirasi banyak orang. Salah satu karya terbaiknya adalah مآلات الخطاب المدني yang bisa diunduh secara gratis di jejaring internet. Ibrahim salah satu ulama yang membantah syubhat-syubhat yang dilontarkan juru bicara IS, Abu Muhammad Al-Adnani perihal pernyataan resminya terutama pada kalimat yang mengafirkan siapa pun yang memerangi Daulah.

Beberapa karyanya yang telah diterbitkan atau tersebar di internet adalah

Maalat Al-Khitab Al-Madaniy
Ath-Thariq ila Al-Quran
Raqaaiqu Al-Quran
Al-Ashamu Al-Mukhatalhoh dan lain sebagainya
Penangkapan syaikh Ibrahim Sakran

Pada bulan Juni 2016, Ibrahim ditangkap oleh pihak keamanan Arab Saudi karena dianggap menentang kebijakan kerajaan. Setelah proses pengadilan berjalan, Ibrahim dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. Tuduhan itu disematkan pada Ibrahim karena beberapa cuitannya di twitter. Tak berselang lama, ia pun diambil pihak keamanan dan dimasukkan ke dalam hotel prodeo.


5: Syaikh Muhammad Sholih Al Munajjid

Lahir pada 30 Dzulhijjah 1380 Hijriyah bertepatan dengan  7 Juni 1960 di Aleppo, Suriah. Tumbuh dan berkembang di Arab Saudi. Menyelesaikan pendidikan dari sekolah dasar hingga menengah atas di Riyadh. Kemudian pindah ke Dhahran untuk menyelesaikan studi di bangku universitas (King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM)).

Beberapa ulama yang pernah menurunkan ilmu padanya adalah Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Al Jibrin, dan banyak mengkaji dengan membaca pada Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir Al Barrok.

Al-Munajjid belajar qiroah Quran pada Syaikh Sa’id Ali ‘Abdullah. Ulama lain yang ia gali ilmunya adalah Syaikh Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh ‘Abdullah bin Muhammad Al Ghunaiman, Syaikh ‘Abdul Muhsin Az Zamil, dan Syaikh Abdurrahman bin Sholih Al Mahmud.

Beberapa karyanya adalah Kuunu ‘alal Khoir A’waanan, Arba’un Nashihah lii Ishlaahil Buyuut, Sababan lil Khusyu’, Al Asaalib An Nabawiyah fii ‘Ilaajil Akhtho’, Sab’una Mas-alah fish Shiyam, dan masih banyak yang lainnya.

Pada tahun 1996, Al-Munajjid meluncurkan situs Tanya Jawab Islam, Al Islam Sual wal Jawab (www.islamqa.com). Sampai saat ini website islamqa masih berjalan dan mengembangkan layanan dalam berbagai bahasa Urdhu, Inggris, China, Uigur, Korea, Rusia, Indonesia, Turki, Hindia, Jerman, Portugis dan Farsi. Selain itu, ulama kelahiran Aleppo ini juga membina website www.islam.ws dan web pribadi, www.almunajjid.com.

Di dunia maya, Al-Munajjid memiliki 4.070.000 follower di Twitter. Dan pada tahun 2015, situs islamqa tercatat sebagai situs paling populer pada topik Islam di Alexa.

Di dunia nyata, karena kedekatannya dengan syaikh Bin Baz, Al-Munajjid didukung oleh syaikh untuk mengajar ilmu syar’i di Markaz Dakwah dan Pembimbingan kota Dammam. Selain itu, Al-Munajjid didapuk sebagai imam dan khotib di masjid Jami’ ‘Umar bin Abdul Aziz di daerah Khobar, Dammam.

Penangkapan

Pada tanggal 18 September 2017, Al-Munajjid ditangkap pemerintah Saudi. Penyebab utamanya belum jelas karena  pemerintah Saudi belum berbicara secara resmi soal itu. Namun, disinyalir berkaitan dengan ceramahnya di Jeddah yang dianggap berbau ekstrimisme dan berpotensi  merusak persatuan kerajaan. Selain itu, ada desas desus bahwa penangkapan itu terjadi karena cuitannya di twitter yang berkaitan dengan Qatar.
kiblat.net: /Dhani El_Ashim.Editor: Arju
Sumber
https://www.enabbaladi.net/
https://misr5.com/
https://ar.wikipedia.org/
https://www.almrsal.com
https://ar.islamway.net
https://www.rumaysho.com/

11 Ogos 2018

Soalan: Ada jamaah yang bertanya tentang qurban bolehkah 1 ekor lembu untuk 10 orang?

Jawapan :
Para ulama sepakat bahawa seekor lembu boleh untuk tujuh orang yang berqurban, tetapi mereka berbeda pendapat apakah seekor unta boleh untuk tujuh orang atau untuk sepuluh orang?

1.    Pendapat Pertama: Seekor unta atau lembu boleh untuk tujuh orang.  Ini adalah pendapat majoriti ulama. Dalilnya adalah hadis Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu bahawasanya ia berkata :
نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِالْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ
“Kami menyembelih bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Hudaibiyah unta untuk tujuh orang dan lembu untuk tujuh orang.”  (HR Muslim, Kitab : al-Hajj, Bab : al-Isytirak fi al Hadyi, no : 1318 )
Di dalam riwayat lain disebutkan bahawa Jabir  bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu berkata :
خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مُهِلِّينَ بِالْحَجِّ فأَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ نَشْتَرِكَ فِى الإِبِلِ وَالْبَقَرِ كُلُّ سَبْعَةٍ مِنَّا فِى بَدَنَةٍ
 “Kami keluar  bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan Haji, maka beliau menyuruh kami untuk bersyarikat dalam satu unta dan sapi masing-masing untuk tujuh orang.” (HR Muslim, Kitab : al-Hajj, Bab : al-Isytirak fi al Hadyi, no : 1318 )

2.    Pendapat Kedua : Seekor lembu bolrh  untuk tujuh orang. Sedangkan seekor unta untuk sepuluh orang. Ini adalah pendapat Ishaq dan Ibnu Huzaimah.
Dalilnya adalah hadis Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu, bahawa beliau berkata :

03 Ogos 2018

Ayat Untuk Yang Akan Mengundi

Surah Yasin ayat 65. 
Pada waktu itu Kami meteraikan mulut mereka (sejurus); dan (memberi peluang kepada) tangan-tangan mereka memberitahu Kami (perbuatan masing-masing), dan kaki mereka pula menjadi saksi tentang apa yang mereka telah lakukan.

BUATLAH PILIHAN YANG TERBAIK UNTUK DUNIA DAN AKHIRAT KITA

01 Ogos 2018

Kitab Suci Al-Qur’an seringkali menggambarkan berbagai bentuk penyesalan para penghuni Neraka. Salah satu di antara bentuk penyesalan itu berkaitan dengan urusan ”ketaatan kepada pemimpin”. Kelak para penghuni Neraka pada saat tengah mengalami penyiksaan yang begitu menyengsarakan berkeluh kesah penuh penyesalan mengapa mereka dahulu sewaktu di dunia tidak mentaati Allah dan RasulNya. Kemudian mereka menyesal kerana telah menyerahkan kepatuhan kepada para pembesar, pemimpin, Presiden, Imam, Amir, Qiyadah dan atasan mereka yang ternyata telah menyesatkan mereka dari jalan yang lurus. Akhirnya, kerana nasi telah menjadi bubur, mereka hanya boleh mengharapkan agar para mantan pimpinan mereka itu diazab oleh Allah dua kali ganda daripada azab yang mereka terima. Bahkan penghuni Neraka akhirnya mengharapkan agar para mantan pimpinan mereka itu dikutuk dengan kutukan yang sebesar-besarnya. Semoga Allah melindungi kita dari penyesalan demikian. Na’udzubillahi min zaalika..!

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا رَبَّنَا آَتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا

”Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul”. Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”. (QS. Al-Ahzab [33] : 66-68)

pemimpin-penipu Gambaran di atas merupakan suatu gambaran yang sungguh mengenaskan. Bagaimana kumpulan manusia yang sewaktu di dunia begitu menghormati dan mempercayai para pembesar dan pemimpin mereka, tiba-tiba setelah sama-sama dimasukkan Allah ke dalam derita Neraka mereka baru sadar ternyata telah ditipu oleh para pemimpin tersebut sehingga berbalik menjadi pembenci dan pengutuk para mantan pembesar dan pemimpin tersebut. Mereka terlambat menyadari jika telah dikelabui dan disesatkan dari jalan yang benar. Mereka terlambat menyadari bahwa sesungguhnya para pemimpin dan pembesar itu tidak pernah benar-benar mengajak dan mengarahkan mereka ke jalan yang mendatangkan keridhaan dan rahmat Allah.....

29 Julai 2018

Rasulullah menjelaskan dalam banyak hadits tentang rumah-rumah tertentu yang tidak akan dimasuki Malaikat Rahmat.

Bagaimanakah rumah-rumah yang tidak akan dimasuki malaikat rahmat?

Di antaranya adalah hadis-hadis berikut ini:

Aku (Abu Thalhah) mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Malaikat (rahmat) tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing dan (atau) gambar patung, (HR. Bukhari).

Dari Abu Thalhah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Sesungguhnya malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar,”(HR. Muslim).

Dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Malaikat (rahmat) tidak masuk rumah yang padanya terdapat gambar dan anjing serta orang yang junub,” (HR. An Nasa’i, dishahihkan Al Albani).

Dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar,” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani).

Berdasarkan hadis-hadis tersebut, ada sejumlah rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat yaitu:

Rumah yang di dalamnya ada gambar/lukisan makhluk bernyawa
Rumah yang di dalamnya ada anjing.
Rumah yang penghuninya junub alias biasa tidak mandi/bersuci dari junub.
Rumah yang di dalamnya ada patung.

Selain 4 rumah tersebut, dalam buku Rumah yang Tidak Dimasuki oleh Malaikat, Abu Hudzaifah Ibrahim bin Muhammad menambahkan rumah-rumah lainnya yang tidak dimasuki oleh Malaikat Rahmat yaitu:

Rumah orang yang memutuskan silaturahim
Rumah orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya
Rumah orang yang memakan harta anak yatim
Rumah orang yang memakan riba
Rumah yang di dalamnya tidak disebutkan Asma Allah
Rumah yang tidak ada shalawat di dalamnya dan lebih mementingkan hawa nafsu
Rumah yang di dalamnya banyak caci maki dan laknat
Rumah yang di dalamnya banyak alunan lagu selain dzikir
Rumah yang di dalamnya ada lonceng
Rumah yang digunakan minum khamr
Rumah yang ditempati perjudian dan sajian berhala
Rumah yang di dalamnya ada syirik dan mantra-mantra
Rumah yang di dalamnya ada bau tidak sedap atau penghuni laki-lakinya melumuri tubuh dengan kunyit
Rumah yang penghuninya hidup boros
Rumah yang penghuninya terus menerus melakukan kedurhakaan
Rumah yang digunakan untuk kekejian, atau dosa besar
Wallahu a’lam bish shawab. [Tarbiyah/ Ipos]

26 Julai 2018

Siapa yang suka dan mahu berteman dengan orang yang zalim, tentu diantara kita pasti akan menjawab tidak atau bahkan menghindari teman yang demikian.

Apalagi andaikata yang zalim itu adalah seorang pemimpin, tentu bukan satu dua orang yang akan dizaliminya, namun rakyat juga negara terkena imbas atas perbuatannya.

Kezaliman bukan saja terhadap urusan ekonomi sosial budaya saja namun boleh lebih parah yaitu melakukan kezaliman yang paling besar, yaitu membawa seluruh komponen pemerintahannya kepada kesyirikan yang mengundang berbagai bencana.

Begitulah kedasyatan seorang pemimpin jika melakukan kezaliman, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak mengakui umatnya jika berteman berkawan bahkan mendukung pemimpin yang zalim sebagaimana hadis dibawah ini,

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda;

اسْمَعُوا، هَلْ سَمِعْتُمْ أَنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ؟ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الحَوْضَ

"Dengarkanlah, apakah kalian telah mendengar bahawa sepeninggalku akan ada para pemimpin? Siapa yang masuk kepada mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka dan menyokong kezaliman mereka, maka dia bukan golonganku, aku juga bukan golongannya. Dia juga tak akan menemuiku di telaga." (HR Tirmidzi, Nasai dan Al Hakim).

Di antara ciri pemimpin zalim adalah jika berjanji dia selalu ingkar, demi ambisi kekuasaan biasanya diawal sebelum terpilih dengan sombongnya mengobral seribu janji janji yang mampu menyihir rakyatnya untuk mendukungnya, namun pada akhirnya diingkarinya setelah kepemimpinan dikuasainya.

Kerana niatnya sudah tidak benar makan hasil kerjanyapun akan buruk dan tidak memiliki prestasi yang baik, belum lagi terhitung prestasi akhiratnya, dunianya saja penuh dengan keburukan.

Dari Abu Hisyam as-Silmi berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِه

“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (benjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak senang dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji) keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi pada mereka hak yang mereka senangi.” (HR. Thabrani)

Seorang pelaku kezaliman tentu yang akan menjadi teman dan koleganya adalah mereka mereka yang mendukung kezaliman pula.

Allah Subahanahu wa Ta'ala berfirman:

وَكَذٰلِكَ نُوَلِّى بَعْضَ الظّٰلِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

"Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-An'am: 129)

Sa'id meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan takwil ayat ini, bahawa sesungguhnya Allah mempertemankan manusia berdasarkan amal perbuatan mereka. Dengan kata lain, orang mukmin adalah teman orang mukmin lainnya pada bila-bila masa pun dan di mana saja. Orang kafir adalah teman orang kafir, di mana saja dan bila-bila masa pun berada. Iman bukanlah hanya sekadar angan-angan, bukan pula sebagai perhiasan (melainkan harus disertai dengan amal perbuatan). Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.

Al-Hafiz ibnu Asakir telah meriwayatkan hadis berikut ini dalam biografi Abdul Baqi ibnu Ahmad melalui jalur Sa'id ibnu Abdul Jabbar Al-Karabisi, dari Hammad ibnu Salamah, dari Asim, dari Zar, dari Ibnu Mas'ud secara marfu’ yaitu:

مَنْ اَعَانَ ظَالِمًا سَلَّطَهُ اللّٰهُ عَلَيْهِ

“Barang siapa yang menolong orang yang zalim, maka Allah akan menjadikan orang zalim itu berkuasa atas dirinya.”

Boleh jadi adanya pemimpin zalim yang hadir ditengah-tengah kehidupan kita kerana kezaliman kita juga, untuk itu masih banyak kesempatan bagi kita memperbanyak istighfar dan kembali beramal shalih dengan benar agar Allah Ta'ala berikan kepada kita pemimpin yang sesuai dengan cita cita dan harapan kita, yaitu pemimpin yang sholih yang mampu berbuat adil kepada seluruh rakyat dan bangsa. Wallahu a'lam. [VOA-I.C]

;;