01 Mac 2021

Q@A Solat bersama Dr Rozaimi

 



20 Februari 2021

9 Khasiat Ginseng Jawa

Pokok Ginseng Jawa yang saya tanam di sekitar rumah saya




1. Mengenal Ginseng Jawa 

Ginseng jawa pun dikenal dengan nama lain yakni Flameflower, Jewels of Opar, tu ren shen dan som jawa. Sumber: worldofsucculents.com

Kolesom jawa, som jawa atau ginseng jawa (Talinum paniculatum) adalah spesis tanaman berbunga dari genus Talinum. Ginseng jawa berasal dari bahagian selatan Amerika Syarikat, Amerika Latin (seperti Paraguay dan Uruguay) dan Kepulauan Karibia. Tumbuhan ini juga telah ditemukan di Afrika dan Asia.

Ginseng jawa pun dikenal dengan nama lain yakni Flameflower, Jewels of Opar, tu ren shen dan di Jawa dikenal dengan nama som jawa. Tanaman ginseng jawa boleh dijadikan tanaman hiasan dan tanaman ubat, sekalipun seringkali juga merupakan tanaman liar. Dilihat dari khasiat utamanya, ginseng jawa diolah sebagai ubat penambah stamina.

Manfaat saponin dalam Ginseng Jawa antara lain sebagai berikut:

    Menghambat pertumbuhan sel kanser

    Mengikat kolesterol dan bersifat antibiotik

    Memiliki daya anti inflamasi yang kuat

    Memperbaiki fungsi hati

    Memiliki aktiviti antifungi dan pertahanan terhadap serangan mikroba patogen

2. Kandungan Ginseng Jawa

Secara umum, tanaman ginseng jawa memiliki kandungan zat kimia antara lain adalah saponin, flavonoid, dan tannin. Berdasarkan farmakologis akar tanaman ginseng jawa juga mengandung senyawa-senyawa kimia yang bersifat androgenik. Senyawa androgenik yang berhasil diidentifikasi dari akar tanaman ginseng jawa adalah stigmast 5-en3-ol atau disebut juga senyawa B-sitosterol yang termasuk dalam golongan sterol tumbuhan.

Mengutip Herbpathy.com, Saponin sendiri berguna untuk menghambat pertumbuhan sel kanser, mengikat kolesterol, dan bersifat antibiotik. Sementara senyawa Flavonoid mempunyai fungsi sebagai antibakteria, antiinflamasi, antialergi, antimutagenik, antivirus, antineoplastik, antitrombosis, antioksidan, dan aktiviti vasodilatasi. Sedangkan Tannin mempunyai aktiviti biologi sebagai pengkelat ion logam, agen penggumpal protein dan antioksidan.

3.  9 Manfaat Ginseng Jawa

Sebagai salah satu tanaman herbal, ginseng jawa diolah baik untuk campuran ubat kimia maupun herbal. Ada sekian banyak manfaat ginseng jawa yang berguna bagi kesihatan tubuh serta mengubati penyakit. Umumnya, bahagian tanaman ginseng jawa yang dapat digunakan sebagai ubat adalah akar dan daunnya. Berikut rangkuman manfaat ginseng jawa yang perlu Anda ketahui.

1. Manfaat Ginseng Jawa: Sebagai Tonikum

Ginseng jawa kerap diolah menjadi tonikum. Tonikum adalah obat berupa minuman berwarna dan berasa anggur, yang dikonsumsi untuk memulihkan atau menambah tenaga (kekuatan) bagi orang yang kondisi badannya lemah, kurang darah, dan sebagainya.

2. Manfaat Ginseng Jawa: Kebugaran Tubuh

Di tengah cuaca yang tak menentu, menjaga kebugaran adalah hal utama yang harus diperhatikan. Selain dibarengi dengan olahraga teratur dan gemar makan sayur-buah, mengonsumsi air rebusan ginseng jawa yang telah dimasak bersama teh juga berkhasiat agar tubuh tetap bugar dan tidak mudah terserang virus.

3. Manfaat Ginseng Jawa: Menghilangkan Lelah

Setelah beraktiviti sehari penuh, biasanya tubuh akan memberi sinyal lelah. Segera beristirahat dan minum teh yang telah dicampur dengan irisan akar ginseng jawa untuk mengembalikan stamina.

4. Manfaat Ginseng Jawa: Menghilangkan Sakit Kepala

Rasa sakit kepala yang akrab dirasakan banyak orang adalah pusing. Sebenarnya, kepala pusing bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari suatu kondisi perubahan tubuh atau penyakit tertentu. Oleh kerananya, ketimbang meminum ubat kimia, akan lebih baik jika meredakan pusing dengan mengunyah akar ginseng jawa kering yang telah direbus agar empuk.

5. Manfaat Ginseng Jawa: Meredakan Batuk Berkahak

Cara yang sama boleh Anda lakukan apabila tengah mengalami batuk berkahak. Segerakan meminum air rebusan akar ginseng jawa atau mengunyahnya. Dijamin, batuk berkahak Anda akan mereda dalam waktu singkat.

6. Manfaat Ginseng Jawa: Mengubati Radang Paru paru

Radang paru-paru merupakan penyakit serius, terutama bila menyerang bayi dan anak kecil, anak dengan malnutrisi, dan anak dengan gangguan imunologis. Infeksi bakteria merupakan penyebab radang paru-paru paling umum. Bakteria yang menyebabkan terjadinya radang adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae. Sedangkan virus yang paling sering menyebabkan kondisi ini adalah respiratory syncytial virus (RSV), rhinovirus, dan virus influenza.

Oleh kerananya, apabila Anda mengidap radang paru, mengonsumsi ginseng jawa boleh jadi salah satu alternatif. Akan tetapi, sebaiknya konsultasikan hal ini terlebih dahulu kepada doktor terkait dos yang boleh digunakan.

7. Manfaat Ginseng Jawa: Mengatasi Diare

Diare adalah gangguan pencernaan yang paling sering terjadi, baik kepada bayi, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dan lansia. Penyebab diare boleh jadi lantaran intoleransi terhadap makanan seperti laktosa dan fruktosa, maupun karena infeksi bakteria, virus, atau parasit.

Selain dengan meminum ubat untuk mengatasi diare, Anda juga boleh mencoba cara herbal yakni dengan meminum air rebusan akar ginseng jawa sebanyak 30-60 gram. Untuk diingat, sebelum direbus, akar ginseng jawa segar harus dikukus terlebih dahulu.

8. Manfaat Ginseng Jawa: Melancarkan Haid

Menstruasi atau haid dikatakan tidak lancar atau tidak teratur apabila siklus terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari. Selain itu haid dikelompokkan tidak lancar bila lamanya haid berubah-ubah setiap bulannya. Guna melancarkan haid, Anda boleh mempraktekkan resepi ginseng jawa yang sama dengan mengatasi diare.

9. Manfaat Ginseng Jawa:  Meningkatkan Produksi Air Susu Ibu

Air susu ibu (ASI) adalah cairan berharga yang sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi sejak lahir hingga berusia dua tahun. Oleh kerananya, pada kes ibu yang mengalami masalah produksi ASI, disarankan untuk mengonsumsi daun ginseng jawa sebagai lauk sayuran. Semak resepi “tumis daun ginseng jawa jagung manis” yang patut dicuba:

Bahan-bahan:

    1 ikat daun ginseng jawa, dicuci dan disiangi

    1 buah jagung manis, dicuci lalu disisir

    5 siung bawang merah

    3 siung bawang putih

    1 sdm mentega

    Garam secukupnya

    Gula pasir secukupnya

Cara memasak:

    Haluskan bawang merah dan bawang putih

    Panaskan mentega di atas api sedang kemudian tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum

    Masukkan jagung manis yang telah disisir kemudian tumis sampai matang

    Beri garam dan gula sesuai selera

    Masukkan daun ginseng jawa dan aduk rata hingga layu

    Segera angkat dan sajikan di atas piring selagi hangat

7. Cara Menanam Ginseng Jawa di Rumah

Tertarik untuk menanam ginseng jawa di rumah? Jangan khawatir, cara menanam ginseng jawa di rumah ternyata cukup mudah namun perlu ketelitian. Untuk cara yang lebih praktikal, pilih menanam ginseng jawa dengan metod stek batang. Langkah awal, beli bibit tanaman ginseng jawa yang akan dilakukan stek batang, dengan memastikan bahawa anak benih berasal dari tanaman induk yang sudah matang dan sihat.

Setelah dibeli, ada baiknya simpan anak benih terlebih dulu selama tiga hari di ruangan dengan suhu yang cukup lembap. Kemudian potong di bahagian pangkal batang dengan bentuk potongan miring. Selanjutnya terkait tahap-tahap menanam ginseng jawa di rumah boleh diikuti melalui cara berikut:

Siapkan media tanam untuk tanaman ginseng jawa, boleh pot atau polybag yang telah dilubangi bahagian bawahnya.

Siapkan juga tanah gembur yang kaya nutrisi, pupuk kandang, arang sekam, sekop, dan air bersih.

Kemudian campurkan tanah gembur, pupuk kandang, dan arang sekam, dengan perbandingan 1:1:1. Masukkan campuran tersebut ke dalam pot atau polybag hingga mencapai ketinggian 15 cm. Buat lubang pada bahagian tengahnya dan tancapkan batang ginseng jawa.

Masukkan lagi campuran tanah dan pupuk kandang, lalu padatkan tanah hingga batang berdiri tegap dan siram dengan air secukupnya.

Agar boleh dipetik secara maksimal, tanaman ginseng jawa harus mendapat perawatan intensif. Terutama, siram anak benih secara rutin setiap harinya sebanyak dua sampai tiga kali per hari. Jangan melebihi batas tiga kali agar tanaman tidak busuk dan rusak. Seiring bertambahnya usia tanaman, kurangi frekuensi penyiraman saat sudah memasuki usia 3,5 bulan.

Tanaman ginseng jawa juga memerlukan perawatan tambahan yakni dipupuk dua minggu sekali. Pupuknya boleh cair atau padat. Pastikan juga tanaman terhindar dari parasit yang mengganggu pertumbuhan seperti gulma atau tanaman liar yang ada di sekitar tanaman. Perhatikan juga adanya penyakit yang dapat menyerang ginseng jawa, seperti busuk leher batang, busuk umbi, dan penyakit layu daun.sumber Rujukan


03 Februari 2021

Hukum Pakai Kopiah

 


SOALAN

Apakah anda boleh menginformasikan kepada saya, nama ulama atau mazhab yang menyatakan wajibnya memakai penutup kepala(Kopiah) bagi laki-laki?

JAWAB:

Alhamdulillah.

Kami tidak mengetahui ada ulama yang berpendapat wajibnya memakai penutup kepala bagi laki-laki. Sekelompok ulama menganggap hal itu termasuk hal yang mustahab (dianjurkan).

Dan tak memakai penutup kepala di hadapan orang-orang, menurut mereka termasuk hal yang menghilangkan muruah (kehormatan/kewibawaan). Terutama bagi orang yang sudah berusia tua atau seorang ulama.

Keadaan mereka ini, jika tak memakai penutup kepala, dianggap lebih buruk, dibandingkan jika yang melakukannya selain mereka.

Menurut pendapat yang soheh, tak memakai penutup kepala bukanlah termasuk hal yang menghilangkan muruah untuk setiap masa dan tempat. Namun hukumnya berbeza-beza, mengikuti perbezaan adat dan kebiasaan yang berlaku.

Asy-Syathibi rahimahullah membagi hal yang menjadi adat dan kebiasaan manusia menjadi dua bagian:

Bagian pertama:

Yang baik dan buruknya ditunjukkan oleh dalil Syariat. Untuk bagian ini, yang menjadi rujukan adalah Syariat, dan adat atau kebiasaan yang berlaku tak diperhitungkan.

Misal, membuka aurat. Ia sesuatu yang buruk, dan dilarang oleh Syariat, meskipun banyak orang yang menjadikannya kebiasaan.

Misal lain, menghilangkan najis. Ia hal yang baik, diperintahkan oleh Syariat, meski ramai orang tak peduli terhadap keberadaan najis dan tidak menjaga diri darinya.

Bagian kedua:

Yang menjadi adat atau kebiasaan manusia, dan tidak ada dalil Syariat yang menafikan atau menetapkannya.

Bahagian kedua ini terbagi menjadi dua lagi:

Pertama, adat dan kebiasaan yang tetap dan tidak berubah, seperti keinginan untuk makan dan minum.

Kedua, adat dan kebiasaan yang boleh berubah. Sehingga baik dan buruknya suatu hal boleh berubah, mengikuti perbedaan yang ada di tiap masyarakat.

Asy-Syathibi mencontohkan bahagian ini dengan pernyataannya: Misalnya, tidak memakai penutup kepala, hukumnya berbeza tergantung tempatnya. Ia bagi orang-orang yang memiliki muruah, termasuk hal yang buruk, di negeri-negeri timur, namun tidak buruk di negeri-negeri barat.

Dan hukum Syariat atas hal ini berbeza-beza, mengikuti perbezaan tempat. Bagi penduduk timur, ia merusak sifat adil pada seseorang, sedangkan bagi penduduk barat, tidak merusak.(Al-Muwafaqat: 2/284)

Kesimpulannya, hukum memakai penutup kepala bagi laki-laki termasuk hal yang harus mengikuti adat dan kebiasaan yang berlaku.

Dan seseorang selayaknya menyesuaikan diri dengan adat dan kebiasaan masyarakat yang ia tinggal di dalamnya, selama itu tidak menyelisihi Syariat.

Hingga ia tak terjatuh pada syuhrah (berbeda dari orang kebanyakan, agar menjadi pusat perhatian) yang dilarang Syariat, kerana berbeza dari orang kebanyakan dalam hal pakaian atau selainnya.

Wallahu a’lam.  ISLAMQAISLAMPOS



23 Januari 2021


 Sebda Rasulullah SAW 

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

“Dikatakan kepada Shahibul Quran (orang yang membaca/menghafalkan Al Qur’an) nanti: ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau mentartilnya di dunia. Kerana kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” (HR. Abu Daud no. 1464 dan Tirmidzi no. 2914. Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shohihah no. 2240 mengatakan bahwa hadis ini shohih)

Tentunya membaca dan menghafalkan, serta berulangkali mengulangi bacaan telah membuat kita dekat dengan al-Quran. Namun ada hal-hal lain lagi yang dapat membuat kita lebih dekat lagi dengan al-Quran. Mari kita ikuti bersama penjelasan di bawah ini.

1-Tafakkur dan tadabbur

Allah SWT berfirman:

(أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا) (محمد:24)

“Maka apakah mereka tidak men-tadabburi Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24).

Tafakkur dan tadabbur adalah gerbang bagi kita untuk mengambil hikmah dan pelajaran yang tersimpan di dalam Al-Quran baik secara terang-terangan maupun secara tersembuyi. Dengan sering bertafakkur dan tadabbur, kita akan semakin terpesona akan betapa indahnya pesan-pesan yang Allah SWT sampaikan kepada kita. Keimanan dan Ilmu kita akan bertambah. Dan akhlak kita semakin sesuai dengan aklaq al-Quran.

2 Belajar Tafsir

Bagi seorang yang sedang menjalani proses tahfiz al-Quran, belajar tafsir akan menguatkan pemahaman terhadap al-Quran sehingga menambah kecintaan pada al-Quran. Belajar tafsir yang paling ideal adalah dengan berguru secara khusus kepada Ustaz ahli tafsir. Jika memang itu tidak memungkinkan, hadirilah kajian-kajian tafsir yang diadakan secara rutin di masjid ataupun lembaga pendidikan terbaik yang terdekat dari kediaman anda.

Jika itu masih belum memungkinkan, bacalah buku tafsir. Dengan memperbanyak membaca kitab tafsir akan membantu kita untuk memahami lebih dalam kandungan makna dalam tiap ayat yang kita hafalkan.

3 Mempelajari Bahasa Arab

Sungguh adalah sebuah kenikmatan jika kita berdiri untuk solat, lalu kita memahami tiap bacaan yang dibaca atau imam. Saat ayat al-Quran menegaskan tentang larangan riba, kita teringatkan untuk menjauhi riba. Ketika Allah berbicara tentang pedihnya azab di neraka, jiwa kita terhenyak dan tersadar. Saat kalam ilahi tersebut bertutur tentang keindahan dan kenikmatan syurga, hati kita serasa damai dan tenang.

Maka tidak hairan jika kita menyaksikan beberapa orang menangis saat membaca al-Quran, bahkan saat membaca al-Quran dalam solat. Hal tersebut kerana mereka memang memahami kandungan dari ayat yang dibaca.

Tentunya kunci untuk memahaminya adalah dengan mempelajari bahasa Arab.

Bahasa Arab adalah sebuah bahasa yang akan selalu ada hingga hari kiamat. Mengapa? Kerana Allah telah berjanji akan menjaga Al-Quran. Dan kerana Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab, maka dengan demikian keberadaan bahasa Arab juga terjaga sebagaimana terjaganya Al-Quran.

Dalam surat Yusuf ayat 2, Allah SWT secara eksplisit menjelaskan bahawa Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab agar kita memahami dan mengerti.

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

Ertinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Qur’an berbahasa Arab, agar kamu mengerti.”

Kalimat ‘ta’qiluun’ dalam bahasa arab merupakan bentuk mudhari’ (present tense) dari ‘aqala (عقل) yang bererti “adraka haqaaiqu al-asyyaa’” (mengetahui hakekat sesuatu).

Dengan kata lain, diturunkannya al-Quran dengan bahasa Arab adalah agar kita benar-benar mengetahui dengan jelas dan terang hakekat dari apa yang Allah sampaikan kepada kita.

Belajar bahasa Arab juga memudahkan kita dalam mempelajari kitab tafsir langsung dari bahasa Arab. Tidak dapat dipungkiri, sebuah bahasa selalu memiliki keunikan dan kedalaman makna yang tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Terlebih lagi dalam bahasa Arab.


Pelajarilah bahasa Arab. Setidaknya pelajari dasar kata-katanya. Setelah pelajari dasarnya, tingkatkan hingga mempelajari nahu dan sharafnya. Setelah itu, tingkatkan lagi dengan mempelajari balaghah-nya. Kemudian, tingkatkan lagi dengan menajamkan zauq (sense) bahasa dengan melahap buku-buku berbahasa Arab.


4 Mendalami tahsin qiroah saat tahfidz Quran

Membaca, apalagi tahfiz Quran dengan bacaan yang benar (baik secara tajwid maupun makharijul huruf-nya) akan mencegah terjadinya kesalahan dalam memahami al-Quran. Kerana kesalahan dalam membaca satu huruf saja, akan dapat mengubah erti hingga 180 derajat.

Misal sederhana, kata لا secara tajwid harus dibaca dengan mad thabii, yaitu sepanjang 2 harakat. dalam bahasa Arab, kata ini berarti ‘tidak’. Namun jika dibaca pendek, kata لَ justru merupakan sebuah penekanan yang berarti ‘sungguh’

Contoh lainnya, huruf ‘ain (ع) harus dibaca dengan makharijul huruf yang tepat. Jika tidak tepat, maka ia akan terdengar sebagai huruf hamzah (ء). Kata ‘aliim (عليم)akan berbeda sangat jauh ertinya dengan aliim (أليم). Yang pertama berarti ‘Maha Mengetahui’, sementara yang kedua berarti ‘(azab) yang pedih’

5 Mengamalkan kandungan al-Quran

Tentunya akan menjadi sebuah kerugian jika seorang yang telah menghafal serta memahami al-Quran namun tidak mengalkan isinya. Jangan sampai kita termasuk dalam golongan yang diibaratkan sebagai keledai dalam ayat ini:

مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرٰىةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ اَسْفَارًاۗ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS Al-Jumuah: 5)

Demikian 5 hal yang dapat kita lakukan agar saat kita menjalani tahfidz al-Quran kita dapat kian dekat dengan al-Quran dan semakin dicintai Allah SWT.

 Sampaikan PAHALA kepada mereka



18 Januari 2021


 1. Bahagia itu ibarat kupu-kupu. Jika kamu mengejarnya, ia lari darimu, tapi jika kamu duduk dengan tenang, ia akan turun ke tanganmu. Maka bersabarlah kerana sabar itu indah.

2. Hidup tidak akan berhenti. Allah senantiasa mengiringnya dengan kelembutan dan rencana-Nya dengan harapan baru dan tekad yang tidak pernah hilang.

3. Saat kamu sakit gigi, ingatlah Rasulullah yang giginya patah kerana perang. Saat kamu difitnah, ingatlah Rasulullah difitnah penyihir dan gila.

4. Jangan memberitahu sesiapa pun tentang maksiatmu kerana dua sebab. Pertama, kerana maksiat bukan untuk dibanggakan. Kedua, kerana manusia takkan melupakan keburukanmu walaupun kamu telah bertaubat.

5. Bila yang ditimpa musibah itu orang yang kita cinta, maka kita akan katakan itu penghapus dosa. Bila yang ditimpa musibah itu orang yang kita benci maka kita akan mengatakan itu hukuman dari Allah. Berhati-hatilah jangan menghukumi takdir Allah dengan hawa nafsu kita.

6. Jika seseorang hamba tahu bagaimana Allah mengatur seluruh hidupnya, maka dia akan menyadari bahawa Allah mencintainya lebih dari cinta kedua orang tuanya sehingga hatinya akan condong mencintai Allah.

7. Kaca yang pecah, suaranya akan hilang dan meninggalkan serpihan yang akan melukai siapa yang menyentuhnya. Begitu juga perkataan yang melukai hati, suaranya akan cepat hilang tapi lukanya akan kekal untuk waktu yang lama. Kerana itu, janganlah berkata sesuatu kecuali yang baik-baik saja.

8. Jika kamu merasa sangat nyaman, aman dan tanpa rasa takut di kediamanmu, apalagi yang kamu harapkan selain itu? Puji dan syukur kepada Allah atas kebahagiaan yang kamu miliki dan akuilah nikmat itu dengan pengakuan yang tulus.

9. Saya sering bilang, jangan pandangi wanita yang belum berhijab. Jangan pandangi dia dengan penilaian buruk. Barangkali dia punya dua rakaat Tahajjud di sisi Allah, sehingga segala dosanya terampuni. Kita tak tahu hati dan urusan manusia dengan Allah, masing-masing punya rahsia dengan Allah.

09 Januari 2021

 


KETIKA kita bersujud, itu adalah dimana ketika hampir tidak ada hijab dengan Sang Maha Pencipta, Allah SWT. Maka tidak hairan, kita dianjurkan untuk banyak berdoa setiap kali kita bersujud.

Nah, dari semua itu, ada tiga doa yang janganlah kita lupakan dalam sujud.

1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan khusnul khotimah

١. اللهم إني أسألك حسن الخاتمة


Ertinya : “Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah.”


2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan taubat sebelum wafat

٢. اللهم ارزقني توبتا نصوحا قبل الموت

Ertinya: “Ya Allah berilah aku razeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat.”

3. Mintalah agar hati kita ditetapkan di atas agamaNya.

٣. اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك


Ertinya: “Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.” [IP]



06 Januari 2021


Soalan
Bolehkah kita membina masjid kecil di dalam rumah dan kita beriktikaf di dalamnya?

Jawapan Ulama'

Asy-Syaikh Qalyubi (w. 1069 H) mengatakan:

إنْ بُنِيَ فِيهَا دَكَّةٌ وَوُقِفَتْ مَسْجِدًا صَحَّ فِيهَا. وَكَذَا مَنْقُولٌ أَثْبَتَهُ وَوَقَفَهُ مَسْجِدًا ثُمَّ نَزَعَهُ

“Jika seseorang membangun semacam panggung kecil kemudian mewakafkannya sebagai masjid, maka sah. Begitu pula jika ia membuat sebuah alas sebagai alas permanen di sebuah tempat kemudian ia wakafkan sebagai masjid, meskipun nantinya ia bongkar.” (Qalyubi, Hasyiyah ‘ala Kanz Ar-Raghibin (II/97). Beirut: Darul Fikr, 1995 M)

Poin ini lebih jelas lagi dalam fatwa Asy-Syaikh Ali Az-Ziyadi (w. 1024 H) sebagaimana disebutkan Asy-Syaikh ‘Abdullah Asy-Syarqawi (w. 1227 H):

إِذَا سَمَّرَ حَصِيرًا أَوْ فَرْوَةً فِي أَرْضٍ أَوْ مَسْطَبَةٍ وَوَقَفَهَا مَسْجِدًا صَحَّ ذَلِكَ وَجَرَى عَلَيْهِمَا أَحْكَامُ الْمَسَاجِدِ وَيَصِحُّ الِاعْتِكَافُ فِيهِمَا وَيَحْرُمُ 

عَلَى الْجُنُبِ الْمُكْثُ فِيهِمَا وَغَيْرُ ذَلِكَ

“Jika seseorang meletakkan permaidani, alas kulit, atau sajadah lalu memakunya di dalam rumah miliknya (yang telah ia beli atau sewa), atau ia membuat panggung kecil atau tempat semisalnya dari kayu, kemudian ia mewakafkannya sebagai masjid, maka sahlah yang demikian itu. Dengan demikian, berlaku padanya hukum-hukum masjid sehingga sah pula beritikaf di sana dan haram pula orang yang berhadas besar untuk menetap di situ.” (Asy-Syarqawi, Hasyiyah ‘ala Tuhfah Ath-Thullab (II/370-371). Beirut: Darul Kutubil ‘Ilmiyyah, 1997 M)


Fatwa ini juga dinukil dan disetujui oleh para ulama Syafi’iyyah setelahnya, semisal Asy-Syaikh ‘Abdulhamid Asy-Syarawani (w. 1301 H)[2] dan Asy-Syaikh ‘Ali Bashabrin (w. 1305 H)[3].

Hal yang menjadi catatan di sini adalah karpet atau panggung kecil yang ditaruh dirumah haruslah diwaqafkan sebagai masjid. Dengan mewaqafkannya sebagai masjid barulah hukumnya berubah menjadi masjid sehingga boleh i’tikaf di atasnya.

Nah, selama karpet atau panggung kecil tadi masing terpasang kukoh di sudut rumah kita, bahkan meski rumah sewa, maka hukumnya adalah masjid. Jika sudah dibongkar, maka pendapat yang terkuat di internal Mazhab Syafi’i, ialah sebagaimana dijelaskan oleh Al-Imam As-Suyuthi (w. 911 H) dalam salah satu fatwa beliau, bahawa sudah tidak lagi berlaku hukum masjid padanya[4]. Ini juga yang ditegaskan oleh Asy-Syaikh Sa’id Ba’asyin (w. 1270 H)[5].BACA SEMUANYA.

;;