21 April 2014


baca di SINI

20 April 2014

Riyadh. Dalam sebuah pertemuan luar biasa Dewan Kerjasama Negara Arab Teluk (GCC), Khamis (17/4/2014) yang lalu, menteri luar negeri Qatar, Sayid Khalid Athiyah, menandatangani “Dokumen Riyadh” dan berkomitmen untuk melaksanakannya. Sebelumnya, Qatar sempat berkeras menolak menandatangani dokumen tersebut. Peristiwa ini adalah susulan dari peristiwa sebulan sebelumnya, Rabu (5/3/2014), ketika beberapa negara Teluk, iaitu Arab Saudi, Emirat, dan Bahrain, memutuskan untuk menarik duta besarnya di Qatar.

Tunduknya Qatar kepada persyaratan tiga negara tersebut memunculkan pertanyaan tentang siapakah yang akan dirugikan dengan hal ini? Bagaimanakah dengan Ikhwanul Muslimin, kerana persyaratan benar-benar menyebutkan Ikhwanul Muslimin secara tekstual?dakwatuna.com


Setelah usai shalat Jum’at, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan memborong roti yang dijual di luar sebuah masjid. Setelah itu Erdogan ‘berjualan’ roti simits (roti khas Turkish) dengan membagi-bagikannya kepada orang-orang di luar masjid.
Video ini dimuatnaik oleh pengguna YouTube bernama “Cihan Haber Ajansi”, 24 Januari 2014 yang lalu. Diduga kejadian ini terjadi pada 15 Februari 2013 tahun lalu, sebagaimana pernah disiarkan situs hurhaber.com pada hari itu.
Di hari yang berbeda, Erdogan juga pernah melakukan hal yang sama, iaitu tanggal 20 September 2013 sebagaimana yang pernah disiarkan situs Zaman Politika. (sumber)

19 April 2014


Assalamu’alaikum, wr. wb.
Mohon jawaban ustad tentang beberapa pertanyaan saya ini karena saya sangat sulit mencari literatur yang membahas hal ini dari sudut pandang syariat Islam. Jarang sekali kitab fiqih yang membahasnya dan kalopun ada itu sangat singkat sekali dan tidak mendalam
  1. Aapakah onani termasuk dosa besar dan sama dengan zina?
  2. Adakah hukuman had untuk pelakunya?
  3. Apakah seseorang yang mengeluarkan mani karena sesuatu yang bukan sentuhan misalnya melihat film atau sejenisnya secara syar’i dimasukkan kedalam kategori onani?
  4. Adakah solusi secara syar’i untuk menolong orang-orang yang sudah addict akan hal ini?
  5. Bagaimanakah kedudukan dan maksud dari zina tangan, zina mata, bahkan ada seorang ustad yang menghukumi orang yang berfikiran atau membayangkan mesum juga sebagai zina. Samakah kedudukan zina ini dengan zina seperti yang digambarkan rosul dalam hadist?
Terima kasih.
Wa’alaikumussalam Wr Wb
Apakah Onani Sama Dengan Zina
Sayyid Sabiq menyebutkan bahwa telah terjadi perbedaan pendapat dikalangan para ulama dalam permasalahan onani :
1. Para ulama madzhab Maliki, Syafi’i dan Zaidiyah berpendapat bahwa onani adalah haram. Argumentasi mereka akan pengharaman onani ini adalah bahwa Allah swt telah memerintahkan untuk menjaga kemaluan dalam segala kondisi kecuali terhadap istri dan budak perempuannya. Apabila seseorang tidak melakukannya terhadap kedua orang itu kemudian melakukan onani maka ia termasuk kedalam golongan orang-orang yang melampaui batas-batas dari apa yang telah dihalalkan Allah bagi mereka dan beralih kepada apa-apa yang diharamkan-Nya atas mereka. Firman Allah swt

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ - إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاء ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ-
Artinya : “dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki. Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu. Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al Mukminun : 5 – 7)
2. Para ulama madzhab Hanafi berpendapat bahwa onani hanya diharamkan dalam keadaan-keadaan tertentu dan wajib pada keadaan yang lainnya. Mereka mengatakan bahwa onani menjadi wajib apabila ia takut jatuh kepada perzinahan jika tidak melakukannya. Hal ini juga didasarkan pada kaidah mengambil kemudharatan yang lebih ringan. Namun mereka mengharamkan apabila hanya sebatas untuk bersenang-senang dan membangkitkan syahwatnya. Mereka juga mengatakan bahwa onani tidak masalah jika orang itu sudah dikuasai oleh syahwatnya sementara ia tidak memiliki istri atau budak perempuan demi menenangkan syahwatnya.....lagi

eramuslim.com

Salah satu perkara fundamental yang terkait dengan aqidah seorang muslim ialah ihwal kepatuhan atau ketaatan. Di dalam ucapan kalimat Tauhid Laa ilaaha ill-Allah terdapat kata ilaah yang seringkali diterjemahkan dengan tuhan. Padahal terjemahan ini tidak terlalu menjelaskan makna kata ilaah tersebut. Dalam bahasa Arab terdapat banyak erti dari kata ilaah. Setidaknya ada tiga makna mendasar, yakni: (1) mahbuub (yang dicintai); (2) matbuu’ (yang dipatuhi/ditaati); dan (3) marhuub (yang ditakuti).
Bila seorang muslim membaca kalimat syahadat

أشهد أن لآ إله إلا الله

“Aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilaah selain Allah.”
Maka pernyataan di atas setidaknya harus mengandung arti sebagai berikut: ”Aku bersaksi bahwasanya tidak ada yang kucintai, lalu kupatuhi dan kutakuti selain daripada Allah subhaanahu wa ta’aala.”
Seorang muslim dituntut untuk mem-fokus-kan kepatuhan atau ketaatannya hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’aala. Ia harus berusaha sekuat mungkin untuk selalu menjadikan Allah ta’aala semata sebagai pihak yang ia taati. Apakah ini bererti ia samasekali tidak dibenarkan mentaati pihak selain Allah ta’aala? Tentu tidak. Ia boleh mentaati orangtuanya atau pemimpin di pejabat/organisasinya atau mentaati guru/ustaznya. Namun ketaatan kepada semua selain Allah ta’aala bersyarat: (1) Ketaatan tersebut harus dilandasi ketaatannya kepada Allah ta’aala dan (2) Prioriti utama ketaatannya haruslah senantiasa kepada Allah ta’aala sebelum yang lainnya.....lagi

18 April 2014

Menjadi satu masalah yang besar apabila penceramah ataupun penulis mengutip semua cerita yang dia jumpa dalam buku tanpa mampu menilai kemunasabahannya. Bagi mereka yang tidak memahami disiplin ilmu, menganggap setiap yang ada dalam kitab itu sahih. Terbaru kita dengar ada pihak mempopularkan cerita memanggil arwah di Telaga Barahut (Barahut atau disebut juga Burhut seperti yang dinyatakan dalam Lisan al-‘Arab). Kononnya, ada orang memanggil roh dari telaga berkenaan untuk mengetahui di mana hartanya di simpan oleh kawannya sebelum dia meninggal. Mungkin niatnya ikhlas, tapi cerita itu tak berasas dan ‘kartun’ sekalipun disebut dalam beberapa kitab. Saya terbayang, jika ini benar, bolehlah kita pergi panggil roh-roh penumpang MH370 dan bertanya di manakah kapal terbang berkenaan hilang.
Sahih
Walaupun asas nama Telaga Barahut itu disebut dalam hadis yang thabit riwayat al-Tabarani dan selainnya sebagai seburuk-buruk telaga, namun cerita si fulan memanggil roh kawannya dari telaga itu tiada asas yang sabit. Mudah untuk difahami seperti cerita Nabi Khidir. Kisah itu ada dalam al-Quran dalam Surah al-Kahf. Nama Khidir itu pula disebut dalam Sahih al-Bukhari. Namun cerita dalam Hikayat Melayu Lama bahawa Hang Tuah bertemu Khidir tiada asas yang boleh dipercayai.
Menggunakan kewujudan cerita itu dalam al-Quran dan as-Sunnah sebagai dalil untuk membenarkan cerita yang direka kemudian adalah satu kaedah yang tertolak dan tidak boleh diterima sama sekali. Cerita yang datang kemudian, jika pun hendak diterima, hendaklah dinilai dari segi keselarasan dengan al-Quran dan as-Sunnah serta lojik yang kukuh.....lagi

17 April 2014

OLEH MOHD FARHAN DARWIS TMI

 Umat Islam tidak digalak untuk mengucapkan ucapan "Rest in peace (R.I.P)" kepada seseorang bukan Islam kerana ianya berunsur keagamaan yang diambil daripada Kristian, kata Majlis Fatwa Kebangsaan.
Dalam satu kenyataan di laman sesawang mereka; www.e-fatwa.gov.my, Majlis Fatwa Kebangsaan berkata umat Islam bagaimanapun dibolehkan untuk menyampaikan rasa simpati dan takziah mereka kepada keluarga penganut bukan Islam selagi ia tidak memberi implikasi keagamaan.
"Seorang Islam adalah amat tidak digalakkan untuk mengucapkannya kepada seorang bukan Islam....lagi

16 April 2014

Sumber (JITU/salam-online)

Kisah pertama diceritakan  pejuang asal Idlib, berhama Hasan. Dia datang ke Muktamar untuk menemani ayahnya, seorang ulama.

Hasan bercerita suatu kali pesawat tentara Suriah mengaung-ngaung di udara untuk menyasar desa-desa kaum Muslimin. Warga dan pejuang yang tidak memiliki persenjataan canggih hanya mampu bertawakkal kepada Allah. Mereka berdoa agar bom-bom tersebut tidak melukai mereka.

Akhirnya mereka sepakat untuk bertakbir sekencang-kencangnya saat bom-bom itu dimuntahkan dari  udara. Dan ketika jatuh ke tanah, ternyata bom itu tidak meledak....lagi

Soalan : Assalamu ‘Alaikum Wr. Wb,
Kelmarin malam saya solat Isya’ , kerana lupa, dirakaat ketiga saya salam. Setelah salam saya baru ingat, terus saya berdiri dan lanjutkan satu rakaat. Pertanyaan, apakah benar yang saya lakukan? Apakah juga mesti sujud sahwi?

Jawab: voa-islam.com
Wa’alaikum Salam Wr. Wb.
Saudaraku yang dimuliakan Allah, saat Anda shalat Isya’ hanya tiga rakaat karena lupa, kemudian setelah salam berdiri lagi untuk menambah satu rakaat, itu sudah benar. Karena jarak antara salam dan ingat cuma sebentar.
Disebutkan dalam kitab Maa Laa Yasa’ al-Muslima Jahluhu oleh DR. Shalah Shawi dan DR. Abdullah al-Mushlih (hal. 161-162), tentang sebab-sebab sujud sahwi, “Dan jika ia telah salam sebelum sempurna shalat, ia sempurnakan shalatnya itu, kemudian sujud sahwi, jika jaraknya belum lama.”
Sujud sahwinya tersebut dikerjakan sesudah salam sebanyak dua kali. Ini yang lebih utama berdasarkan hadits dalam Shahihain, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah shalat Dzuhur atau Ashar bersama para sahabatnya. Baru dua rakaat beliau salam. Kemudian beliau menuju ke sebuah kayu di masjid depan dan meletakkan tangannya di atasnya. Di tengah-tengah jamaah terdapat Abu Bakar dan Umar, keduanya segan untuk berbicara kepada beliau. Segera muncul kesimpulan orang-orang yang berkata, “Shalat telah diqashar.”
Di antara jama’ah terdapat seseorang yang dijuluki Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan Dzul Yadain, dia berkata, “Wahai Nabiyallah, apakah Anda lupa atau shalat diqashar?” Lalu beliau menjawab, “tidak kedua-duanya.” Mereka menjawab, “Berarti Anda lupa ya Rasulallah.” Beliau menjawab, “Dzul Yadain benar.” Lalu beliau berdiri dan shalat dua rakaat lalu salam. Kemudian beliau Shallallahu 'alaihi wasallam sujud sahwi dua kali. (Muttafaq ‘alaih).
Jika ingatnya sudah ada jeda cukup lama, seperti sudah ke kamar kecil, makan, jalan-jalan atau semisalnya, lalu ingat kalau shalat Isya’nya baru tiga rakaat, maka ia mengulangi shalatnya tersebut sebanya empat rakaat saat ia ingat. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]

15 April 2014


Oleh Timmy say TMI

Pemilihan timbalan presiden PKR adalah lebih menarik daripada pemilihan timbalan presiden parti-parti yang lain di Malaysia.
Azmin Ali selaku Timbalan Presiden PKR kini dicabar oleh musuh ketatnya Menteri Besar Selangor Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim dan juga Setiausaha Agong PKR Saifuddin Nasution.
Meskipun di atas kertas, ketiga-tiga calon ini seolah-olah merebut satu jawatan timbalan presiden.
Tapi sebenarnya, di antara mereka, yang tewas mempunyai kebarangkalian yang besar untuk dilantik ke jawatan setiausaha agong untuk memastikan parti tidak berpecah, dan yang menang amat berpotensi untuk memangku jawatan pemangku presiden sekiranya Ketua Umum PKR Datuk Seri Anwar Ibrahim terpaksa masuk ke penjara.
Impak kekalahan Saifuddin
Saifuddin memasuki perlawanan timbalan presiden ini sebagai Setiausaha Agong PKR dan juga dilihat sebagai pasukan pilihan Anwar selepas membentuk pasukan dalaman bersama Rafizi Ramli dan anak sulung Ketua Umum PKR, Nurul Izzah Anwar....

;;