14 Disember 2017

Fakhruddin(Kiblat.net)
Palestin, negeri Kan’an ini biasa dijuluki juga dengan negeri warisan para nabi. Julukan ini tidak lain kerana ramainya para nabi dan rasul yang dilahirkan, tumbuh, berdakwah, hingga dikuburkan di wilayah tersebut. Di antaranya ialah Nabi Ibrahim as, Nabi Luth, Nabi Ishaq, Nabi Yaqub, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Isa ‘alaihimus salam dan Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebelum membahas lebih jauh tentang siapa yang berhak mewarisi bumi Palestin, perlu kita sadari terlebih dahulu bahawa umat Islam adalah umat yang mengimani seluruh para nabi. Risalah yang mereka sampaikan seluruhnya sama, yaitu risalah tauhid. Sebuah risalah yang mengajak umat manusia untuk beribadah kepada Allah semata serta meninggalkan seluruh bentuk kesyirikan kepada-Nya.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu…,” (QS. An-Nahl: 36)

Sejatinya, ketika suatu kaum mengingkari ajaran tauhid tersebut, maka sama saja ia sedang mengingkari seluruh risalah yang dibawakan para nabi. Lalu dalam hal penyebutan, Allah Ta’ala menetapkan bahawa siapa saja yang tunduk dengan risalah tersebut maka dinamakan sebagai muslim. Walaupun ras dan bangsa mereka yang berbeda-beda, tapi mereka disatukan dalam satu ikatan yang sama, yaitu ikatan iman kepada Allah semata. Maka seluruh para nabi san rasul, dari Adam sampai Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, oleh Allah Ta’ala semuanya disebut sebagai orang muslim.

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلا نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (muslim) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS: Ali Imron: 67)

Dalam Ayat lain Allah Ta’ala berfirman:

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh (muslim) kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh (Umat Muslim) kepada Engkau,..” (QS. Al-Baqarah: 127-128)

Dan masih banyak sekali ayat-ayat lain yang menyebutkan tentang sebutan muslim bagi pengikut risalah tauhid. Selanjutnya, dalam ajaran Islam sendiri, mengimani seluruh nabi dan rasul adalah bagian dari rukun iman yang tidak boleh terpisahkan. Allah Ta’ala berfirman:

“Katakanlah (hai orang-orang mukmin), ‘Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya’,” (QS. Al-Baqarah: 136)

Secara global, seluruh manusia yang mengimani risalah para nabi, sejatinya mereka semua adalah  umat yang satu. Para nabi dan rasul beserta seluruh pengikutnya adalah bagian dari satu kesatuan, yaitu umat manusia yang bertauhid. Karena itu, yang berhak mewariskan peninggalan para nabi adalah orang-orang yang bertauhid dan melanjutkan misi perjuangan mereka.

Palestin Tanah Suci Umat Islam

Allah Ta’ala telah menetapkan bumi Palestin bagi Bani Israil pada zaman Nabi Musa ‘alaihi salam. Ketetapan tersebut memang sebuah fakta yang tak terbantahkan. Bahkan dalam Al-Qur’an sendiri, Allah mengingatkan kisah Musa ketika berkata kepada kaumnya:

“Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestin) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Maidah: 21)

Namun perlu dipahami bahawa ketetapan tersebut tidak lepas dari ikatan tauhid yang ada dalam diri mereka. Tanah suci Palestin berhak menjadi wilayah mereka selama mereka bertauhid dan beriman kepada risalah para nabi. Sehingga ketika mereka kufur kepada Allah dan mengingkari para rasul lalu membunuh para nabi, melanggar ikatan janji, menolak risalah yang datang kepada rasul yang dijanjikan dalam kitab mereka (QS. Al-‘Araf: 157) maka disaat itu pula laknat Allah turun kepada mereka. Dan apa yang pernah ditetapkan Allah pun menjadi tidak layak lagi untuk dimiliki. Allah Ta’ala berfirman:....lagi

13 Disember 2017

Dubai– Tahanan di Dubai kini memiliki harapan untuk mendapatkan keringanan hukuman penjara. Pasalnya pemerintah Uni Emirat Arab akan memberikan potongan masa hukuman penjara hanya dengan menghafal Al-Quran, baik sebagian atau sepenuhnya.
Seperti disiar dari Khaleej Times,  Penghargaan Alquran Internasional Dubai (DIHQA) telah mengumumkan, bahawa hukuman penjara terhadap 2.950 banduan telah dipotong untuk beberapa tempoh yang berbeza. Namun tidak termasuk dengan kes kejahatan pembunuhan,
DIHQA menandai rangkaian yang ke-63 dari 16 tahun program penghafalan Alquran untuk lembaga pemasyarakatan dan tahanan di Dubai.

Skema tersebut diluncurkan oleh Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, yang merupakan Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab serta penguasa Dubai pada 2002. Skema program penghafalan Alquran itu secara signifikan telah membantu memperbaiki perilaku banyak tahanan.

Ibrahim Mohamed Bu Melha, penasihat bagi Penguasa Dubai untuk Urusan Budaya dan Kemanusiaan serta ketua Komite Pengorganisasian DIHQA, mengatakan, program tersebut telah menawarkan para banduan sebuah kesempatan untuk memulai lagi selama masa hukuman penjara mereka dan setelahnya.

Catatan resmi menunjukkan, bahawa lebih dari 2.950 tahanan telah diampuni secara menyeluruh atau mendapatkan peringanan hukuman penjara melalui program tersebut.
“Selain pengampunan dan pembebasan,  981 keputusan telah dikeluarkan untuk mengurangi hukuman penjara untuk hukuman selama enam bulan, bersamaan dengan 1.006 untuk pengurangan hukuman yang sama bagi penjara satu tahun, 626 selama lima tahun, 208 selama 10 tahun, dan 51 untuk hukuman 20 tahun,” kata Bu Melha. (sumber)

09 Disember 2017

Mengenal Asyai'rah Lebih Dekat

08 Disember 2017



Eramuslim – Dibawah dukungan Amerika Syarikat, khususnya Donald Trump, Zionis Israel semakin pongah terhadap umat Islam di Palestin. Terlebih ketika Presiden AS mendeklarasikan Al Quds menjadi ibu kota Israel dan akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Al Quds.

Lalu muncul pertanyaan mengapa Allah tidak membinasakan Israel yang semakin pongah mahu menguasai masjid Al Aqsa?

Pertanyaan tersebut pernah dilontarkan Ustaz Abdul Somad yang saat itu masih menjadi mahasiswa kepada Syaikh Muhammad Jibril.

“Wahai Syaikh, kaum Ad binasa, kau Tsamud binasa, kaum Madyan binasa, kaum Iram binasa, kaum Fir’aun binasa, kenapa Allah tidak membinasakan kaum Israel ini?” Tanya ust Somad.

Syaikh Muhammad Jibril tersenyum.

“Yabni (anakku)…” kata Syaikh Muhammad Jibril mengawali jawabannya. “Seandainya Allah membinasakan kaum Israel ini, lalu apa yang tersisa untukmu?” Mendengar jawaban dosen tafsir Universitas Al Azhar itu, Ustadz Abdul Somad terdiam.

“Allah sengaja menyisakan kaum ini sebagai medan jihad kita menolong agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Kini… Palestin kembali terluka. Al Quds akan dirampas dan dicaplok zionis Israel. Termasuk Masjid Al Aqsa yang merupakan masjid suci ketiga dan kiblat pertama umat Islam. (EM)

06 Disember 2017

Istilah ‘ketergantungan smartphone’ ternyata bukan hanya tidak sedap didengar, tapi juga menyebabkan kesan yang serius bagi kesihatan. Sebuah kajian Radiological Society di Amerika Utara mengungkapkan bahawa terlalu lama bermain smartphone dapat menyebabkan tidak seimbangnya fungsi otak.

Kajian tersebut menggunaan spektroskopi resonansi magnetik untuk melihat kinerja otak para remaja yang diduga mengalami ketagihan pada fitur telefon pintar dan jejaring sosial. Penelitian ini melibatkan 19 remaja yang telah didiagnosis mengalami ketergantungan internet, dengan usia rata-rata 15 tahun.

Berdasarkan hasil temuannya, Profesor Neuroradiologi Universiti Korea di Seoul, Korea Selatan, Dr Hyung Suk Seo menyebutkan, tingkat depresi, kegelisahan, insomnia bahkan implusif seorang yang memiliki ketergantungan pada telefon pintar dan internet dapat lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak. Dalam pemeriksaan Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS) yang dilakukan untuk menilai metabolisme otak, diketahui bahawa remaja dengan kecanduan internet yang lebih tinggi dapat memiliki rasio Asid Gamma Aminobutirat (GABA) lebih tinggi.

Menurut Seo, Asid Gamma Aminobutirat adalah neurotranmitter yang menghambat reaksi dan tanggapan neurologis dari otak. Tingginya rasio GABA, bukan hanya dapat merugikan dan memperlambat kinerja otak, tapi juga menghilangkan fungsi integrasi dan regulasi dari jaringan staraf kognitif dan emosional yang berpusat pada otak, seperti disiar dari Ubergizmo.(SUMBER)

04 Disember 2017

Oleh: Kholili Hasib
HUJJATUL  Islam Imam al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin juz II mengatakan: “Sesungguhnya, kerosakan rakyat di sebabkan oleh kerosakan para penguasanya, dan kerosakan penguasa disebabkan oleh kerosakan ulama, dan kerosakan ulama disebabkan oleh cinta harta dan kedudukan; dan barang siapa dikuasai oleh ambisi duniawi ia tidak akan mampu mengurus rakyat kecil, apalagi penguasanya. Allah-lah tempat meminta segala persoalan.” (Ihya’ Ulumuddin II hal. 381).
Bagi Imam al-Ghazali, krisis yang menimpa suatu negara dan masyarakat berakar dari kerosakan yang menimpa para ulamanya. Kerana itu, reformasi yang dilakukan Sang Imam dimulai dengan memperbaiki para ulama. Selain itu dalam pandangannya, pemimpin negara tidak boleh dipisah dari ulama.
Ulama tidak boleh ditinggalkan, sebagaimana agama tidak boleh ditinggalkan oleh negara. Ulamapun harus memberikan kontribusinya dengan nasihat dan peringatan terutama nasihat-nasihat akidah dan adab kepada pemimpin.
Usaha-usaha perbaikan politik yang di lakukan Imam al-Ghazali dengan menerapkan amar ma’ruf nahi munkar kepada ulama sekaligus kepada penguasa. Tahapan usaha yang dilakukan adalah, peringatan, kemudian nasihat....

Jom dengar...Pendusta Hadis

03 Disember 2017

;;