18 Ogos 2018

Robert Fisk/hidcom

 PERLU sebuah gerakan jenius untuk melunakkan hati Recep Tayyip Erdogan yang malang. Seperti yang dilakukan Donald Trump dalam upayanya memiskinkan sekutu militer NATO terbesar kedua.

Erdogan memang menahan 50.000 orang Turki – termasuk seorang pastor Amerika, yang ditahan belakangan – setelah upaya kudeta gagal terhadapnya dua tahun lalu, namun bukankah presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi justru memecahkan rekod itu dengan menghantam 60.000 orang kelompok Islam di penjara-penjara negaranya sendiri? Dan bagaimana dengan penggantungan massal Haider al-Abadi di Iraq? Atau penyiksaan hingga mati Kerajaan Arab Saudi pada minggu ini, belum lagi perang mengerikan di Yaman di mana anak kecil terbunuh setiap saat? Atau kebiasaan zionis Israel menembak mati ribuan warga Palestin tak bersenjata di Gaza? Atau orang bodoh di Korea Utara yang menarik selera humor Donald Trump?

Jika nama keluarga Erdogan mempunyai erti “elang pemberani” dalam bahasa Inggris, Sultan Istanbul itu sudah pasti sayapnya telah terpotong. Atau seperti yang kita percayai. Trump, yang tidak peduli berapapun orang tak bersalah yang dipenjara atau dihancurkan di dunia, tiba-tiba berupaya mengebiri Turki – dan semua kerena Pastor Andrew Brunson masih berada di tahanan rumah di sana karena diduga mendukung rencaaa kudeta yang diatur oleh mantan rakan Erdogan, Mohamad Fethullah Gulen, yang saat ini tinggal di negara Trump sendiri.

Saya tidak mempercayai itu. Trump hanya melakukan sedikit keributan tentang penahanan Brunson selama beberapa bulan. Dibutuhkan baginya hampir setahun setengah untuk marah tentang pria Kristen dan misionaris di Izmir yang karateristik utamanya tidak spesial: Suka barbekyu, piknik, berenang, menonton film dan bermain permainan papan di malam hari, untuk mengutip saudara perempuannya Beth, ”tipikal keluarga Amerika meskipun tinggal sangat jauh.” Umat Kristen Evangelis Amerika marah terhadap penangkapan pria ini – agama Kristen diadili, tentu saja – dan presiden favorit mereka akhirnya mentweet bahwa “laki-laki beriman tak bersalah ini harus dibebaskan secepatnya”.

Maka kemudian kemurkaan Trump mengunjungi presiden Muslim ini yang memenjarakan seorang laki-laki yang hanya melakukan pekerjaan Tuhan di kota pesisir yang nyaman, Izmir. Tarif ganda AS pada baja dan alumunium membantu menghancurkan lira Turki, yang telah kehilangan 45 persen dari nilainya tahun ini, meskipun Erdogan mungkin juga disalahkan karena penolakannya untuk menaikkan suku bunga terhadap inflasi. Tapi mari tetap bijaksana. Apakah ini semua karena seorang pendeta Presbiterian?

Tidak. Karena inilah daftar “kejahatan” Erdogan sebenarnya. Dia membeli sistem rudal S-400 Rusia untuk Turki. Dia menolak untuk menerima dukungan AS terhadap sekutu Kurdinya, YPG. Dia memperbolehkan petempur Islam masuk ke Suriah melalui perbatasan Turki dengan banyak senjata, mortar dan rudal – yang Washington tidak keberatan saat itu karena AS juga mencoba menggulingkan Bashar al-Assad dari tahtanya. Kemudian, setelah menembak jatuh sebuah pesawat tempur Rusia di perbatasan Suriah pada November 2015 – yang untuk itu dia segera diboikot oleh Moskow – Erdogan mendekat ke Putin. Dengan demikian orang-orang Rusia dan Iran yang pertama kali memperingatkan Erdogan tentang “kudeta Gulen” terhadapnya pada Juli 2016. Mereka telah mendengarkan lalu lintas radio internal militer Turki – dan memberi tahu sang ‘Sultan Istanbul’ itu.

Dan kini Erdogan membantu Iran menghindari sanksi AS yang diberlakukan setelah Trump secara mencolok menghentikan kesepakatan nuklir 2015, dan telah mengumumkan dia akan terus mengimpor minyak Iran. Dengan ini ancaman lebih lanjut Washington untuk meningkatkan sanksi minyak terhadap Iran akan ditumpulkan.

Sunni Arab Saudi, salah satu sekutu terdekat Donald Trump  sudah mulai berang dengan Erdogan. Belum lama ini, Putra Mahkota Mohammed bin Salman memasukkan Turki sebagai bagian dari “segitiga kejahatan” – bagian lain dari “segitiga” itu ialah Syiah Iran dan kelompok militan Islam.

Jadi Anda dapat melihat bagaimana hal-hal seperti ini hal hal yang terlihat diatur di Timur Tengah saat ini. Erdogan telah berteman baik dengan Putin dan pemimpin tertinggi Iran dan, sebagai lawan dari Arab Saudi, secara alami berada dalam hubungan terbaik dengan Qatar, yang Emirnya – dalam momen ajaib yang mungkin Pastor Brunson akan iri – dimana baru saja  Sheikh Tamim menjanjikan investasi senilai $15 miliar ke Turki. Pengepungan Arab Saudi atas Qatar mulai terlihat menyedihkan karena perangnya melawan Syiah Yaman. Para tentara Turki ditempatkan di Qatar untuk “melindungi” kerajaan kecil dari tetangga yang lebih besar dan mengancam – dan kita tahu semua itu siapa. Dan, sejak hubungan Suriah dan Qatar terus dipanashkan – meskipun dalam skala terkecil – Saya ingin tahu siapa yang paling diuntungkan.

Bashar al-Assad, mungkin saja? Tentara Rusia saat ini berpatroli di perbatasan Suriah-Israel di bawah Daratan Tinggi Golan yang dijajah. Rusia telah menjanjikan Israel bahwa pasukan Iran yang jumlahnya sedikit di Suriah akan tetap berada sejauh 50 mil dari sektor ini. Sekutu Rusia, Suriah, perlu menghancurkan benteng terakhir petempur Islam di Idlib dengan bantuan Rusia dan mendorong pejuang paling keras provinsi itu kembali ke Turki. Qatar memiliki uang untuk membangun kembali Suriah dan dengan demikian memperluas pengaruhnya melintasi Bumi Syam ke Mediterania. Jika Qatar akan mengucurkan lebih banyak lagi miliaran ke Turki, maka kita mungkin melihat semacam aliansi strategis antara Doha dan Ankara. Dan mungkinkah penemuan kembali pertemanan keluarga antara Erdogan dan Assad?

Menanggapi cakrawala ini, Erdogan tidak perlu menjadi “elang pemberani”. Tapi cukup menjadi burung tua yang cerdik.*

Seorang penulis dan jurnalis Inggris. Menjadi koresponden Timur Tengah sejak 1976 untuk berbagai media; sejak 1989 menjadi koresponden untuk The Independent

17 Ogos 2018

Kita tetap rakyat yang baik

BN dan PH sama sahaja,kita rakyatlah yang sentiasa menyuap mereka

14 Ogos 2018

zikir cinta tiga segi

Jika kamu sayangkan Allah SWT bertahlillah

Jika kamu sayangkan Rasulullah SAW berselawatlah

Jika kamu sayangkan diri sendiri beristighfarlah

12 Ogos 2018

Gelombang penangkapan ulama terus berlanjut di Arab Saudi. Setelah penangkapan Dr Safar Hawali kerana tulisannya yang berjudul Al-Muslimun wal Hadhoroh Al-Ghorbiyah, khabarnya syaikh Abdul Aziz Al-Fawzan kerana kicauannya di twitter. Di antara mereka yang ditangkap adalah para ulama besar dan terkenal ke seantero dunia. Di bawah ini adalah 5 biografi singkat para ulama yang hari ini dikhabarkan berada di penjara Saudi :

1:Salman Al-Audah
Nama lengkapnya adalah Salman bin Fahd bin Abdullah Al-Audah. Lahir pada 14 Desember 1956 di Al-Basr dekat kota Buraida, Al-Qassim, Arab Saudi. Tahun awal ia habiskan di Al-Basr kemudia pindah ke Buraida. Di sinilah ia mulai belajar tata bahasa Arab, fiqh Hambali dan hadis di bawah bimbingan ulama lokal. Salman menyabet gelar BA, MA dan Ph.D hukum Islam di Universiti Imam Muhammad ibn Su’ud.

Beberapa ulama yang menjadi gurunya adalah syaikh Bin Baz, syaikh Muhammad ibn Al-Utsaimin, syaikh Abdullah Abdurahman JIbrin dan syaikh Shalih. Aktivitinya ia diangkat menjadi wakil Ketua Organisasi “An-Nashrah” Internasional. Selain itu ia juga dipercaya sebagai Sekjen Persatuan Ulama Muslim Dunia. Juga diberi amanah sebagai  Anggota Majlis Fatwa Eropa serta di berbagai organisasi, yayasan sosial dan yayasan pendidikan di dunia Islam.

Salman Al-Audah juga berperan aktif dalam muktamar-muktamar international di beberapa Negara. Di dalam negeri, ia Mengisi kajian mingguan dalam berbagai bidang keilmuan; fiqh, tafsir, hadis, tarbiyah, akhlaq, sirahnabawiyah, aqidah, masalah-masalah sosial, dan kontemporer.

Di media elektronik, Salman didapuk sebagai nasasumber dalam program Ramadhan secara live setiap hari pada channel MBC dengan tema “Hijruz Zaawiyah” dan mendapat rating tertinggi di antara program-program talkshow lainnya selama 5 tahun berturut-turut. Juga program mingguan pada channel MBC dengan tema “Alhayaah Kalimah” yang disiarkan setelah shalat Jum’at dan mendapat rating tertinggi di antara semua program-program talkshow lainnya selama 5 tahun berturut-turut.

Selain MBC, Salman juga muncul di channel TV lain seperti Al-Majd, Ar-Risalah, Iqra’, Daliil, Al-Jaziirah dan lain-lain, seperti acara: Awwalutsnaiin, Qisshah Fatwa, dan Fiqhul khatha’.

Di dunia maya, Salman menjadi pembina Yayasan Al-Islam Al-Yaum atau Islam Today yang berisikan kumpulan dari kegiatan-kegiatan siaran dan bakti social, juga memiliki website dan majalah dengan nama Al-Islam Al-Yaum/islamtoday.net, serta dua buah channel TV yaitu Daliil dan Al-Islam Al-Yaum (الإسلاماليوم). Di website islamtoday.net, ia mengisi artikel mingguan. Juga di majalah ‘Ukkazh Saudi Arabia, majalah Al-Wathan Qatar, majalah Al-Bilaad Bahrain, dan artikel bulanan pada rubric autobiografi website dan majalah الإسلاماليوم / islamtoday.net.

Beberapa kitab karyanya

Syarah Kitab“Bulughul Marom”
Syarah Kitab“Al-Umdah fil Fiqh”
Tafsir“Isyraqat Qur’aniyah”
Ta’liq“Mukhtashar Shahih Muslim”
Kitab “If’al walaa haraj”
Kitab “Ma’allah”
Kitab “Ma’almusthafa”
Kitab “Ma’al ilmi”
Kitab “Banaatii”
Kitab “Syukran Ayyuhal a’daa’”
Kitab “Walaa yazaaluuna mukhtalifiin”
Kitab “Thufuulatu Qalbin”
Kitab “Ma’al a’laam”
Penangkapan syaikh Salman Al-Audah

Salman mulai menikmati hiruk pikuk penjara pada September 1994-1999. Ia dijebloskan penjara dengan tuduhan melakukan kegiatan anti pemerintah. Pemilik akun twitter berfollower 14 juta ini kembali ditangkap pada 9 September 2017. Penyebabnya adalah cuitannya di twitter yang berkenaan dengan proses rekonsiliasi Saudi dan Qatar.

2: Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi

Lahir di Kuwait pada 7 Dzulhijah 1396 H atau bertepatan dengan 29 November 1976. Ia adalah lulusan fakultas syariah Universitas Muhammad Ibn Suud, Riyadh. Bahkan ia pernah aktif sebagai peneliti resmi di Kementerian Urusan Islam, Wakaf, Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi.

Masa mudanya dipenuhi dengan kesibukan menuntut ulumuddien. Ia  membaca habis tafsir Ibnu Katsir, Zaadul Ma’ad, Shirah Ibnu Hisyam, Fatawa Ibnu Taimiyah dan lainnya. Di usianya yang baru beranjak 15 tahun, ia telah membaca dan mulai menghafal apa yang pernah ia baca sebelumnya.

Beberapa ulama yang ia timba ilmunya adalah

1- Sahibus Samahah Abdul Aziz bin Baz (rahimahullah)– Berguru dengannya bertahun – tahun dan banyak mengambil ilmu darinya

2-Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Uqail

3-Syaikh Muhammad Hasan As-Syanqiti

4-Syaikh Saleh Ali Syaikh

5- Syaikh Abdul Rahman bin Nasir Baraak

6- Syaikh Muhaddith Abdul Karim Al-Khudair

7- Syaikh Muhammad Abdullah As-Somaliy

8- Syaikh Muhammad Hasan Al-Athyubi

9- Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfurry

Beberapa buah karyanya yang telah dicetak

1- التحجيل في تخريج ما لم يخرج من الأحاديث والآثار في إرواء الغليل  – dua jilid, Maktabah Ar-Rusyd, Riyadh.  Kitab Ini merupakan karya terbaik syaikh Al-Tharifi

2- الأربعين النووية المسندة والتعليق على المعلول منها -مذكرة – sebagaimana yang dapat dilihat dalam website beliau.

3- زوائد سنن أبي داوود على الصحيحين – diterbitkan oleh Dar Maultaqa’ Ahl Hadith & Ibn Rusyd

4- المراجعة لطبعة الكتب الستة – diterbitkan oleh Pustaka Darussallam dan masih banyak lagi

Di dunia maya pun ia aktif berdakwah lewat twitter @abdulaziztarefe dan sebuah website khusus http://altarefe.com/ yang berisi tulisan dan ceramah-ceramahnya.

Di jejaring sosial lainnya, Ath-Tharifi juga mempunyai sebuah fanspage di Facebook. Fanspage ini mendapat like sebanyak 200.000-an akun. Selain itu, Ath-Tharifi juga mempunyai sebuah channel di aplikasi Telegram. Sampai saat ini channel di Telegram telah diikuti sebanyak 20.000 akun.

Penangkapan Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi

Ath-Tharifi ditangkap oleh pihak keamanan Saudi pada Sabtu sore 23 April 2016 di rumahnya di Riyadh. Diduga sebab ulama ini ditangkap karena kritikannya terhadap penguasa di akun sosial media. Meskipun tidak secara spesifik penguasa negara mana yang dimaksud. Tweet terakhir yang dipublikasikan melalui akunnya, mengatakan:

“Sebagian penguasa berpikir bahwa menghapuskan sebagian (ajaran) agama untuk memuaskan orang-orang kafir akan menghentikan tekanan mereka. Ketika turun derajat, orang-orang kafir akan mendorongnya lagi, menstabilkan dalam satu urusan dan menekan pada urusan lainnya, (sampai mengikuti agama mereka)”
Sampai detik ini, belum diketahui nasib terakhir syaikh Ath-Tharifi.


3: Syaikh Awadh Al-Qarni

Lahir pada tahun 1376 H di kota Al-Ahsa wilayah timur. Awadh terlahir dari keluarga yang diberkahi. Dari marga ini terlahir ulama dan dai seperti syaikh Ali Al-Qarni yang terkenal karena rekaman-rekaman ceramahnya dan Doktor A’id Al-Qarni yang cukup masyhur di dunia Islam, termasuk Nusantara.

Perjalanan pendidikannya memang tidak tertulis secara terperinci dari kecil. Tetapi diketahui bahwa  ia meraih gelar master pada 1407 H dan gelar doktor pada 1417 H bidang fiqh dan ushul fiqh. Di setiap kuliah, syaikh Awadh banyak mengajarkan ulumuddien terutama ushul fiqh, sebab-sebab perbedaan pendapat fuqoha, Tarikh Tasyri’ dan Maqashid Syariah fi Fiqh Islamiy.

Selain aktivitasnya yang selalu bergumul dengan kegiatan dakwah, syaikh Awadh juga menjabat sebagai dosen di universitas Imam Muhammad ibn Suud di Abha, yang mana saat ini lebih dikenal dengan nama Universitas King Khalid. Dalam lingkup kemahasiswaan, ia juga ditunjuk sebagai penanggung jawab utama dalam urusan ini. Di Madinah Al-Munawarah, ulama kelahiran kota Al-Ihsa ini didaulat sebagai pengajar di fakultas dakwah dan penyiaran. Karena kompetensinya inilah ia pun dipercaya sebagai pengawas di beberapa universitas Islam. Zaman yang semakin lama maju terutama dalam bidang telekomunikasi. Maka, dakwah pun juga digencarkan di berbagai media komunikasi terutama jaringan internet yang semakin mudah diakses dimanapun dan kapanpun. Selain dirinya berkecimpung dalam dakwah  di internet, syaikh juga ditunjuk sebagai pengawas pelbagai situs-situs web yang menampilkan siaran live dengan gambar dan suara.

Beberapa karyanya adalah

Asbab wa Adab Al-Khilaf
Min Ma’alim Ad-Dakwah Ar-Rasyidah
Ash-Shohwah Al-Islamiyah wa Kaifa Nuhafidzu ‘Alaiha.
Al-Mukhtashar Al-Wajiz fi Maqashid At-Tasyri’
Fiqh Khilaf
Tahqiqu wa Dirasah Makhtutah fi Al-Ijhad wa Taqlid
Khuquuqu Al-Insan fi Al-Islam
Ahkamu Al-Khurriyah fi Al-Islam
Fiqh Shira’ baina Al-Haq dan Bathil min Khilali Qishoh Musa wa Fir’aun
Ahkamu Syahadah fi Syariah Islamiyah
Ahkamu Al-Qur’ah fi Syariah Islamiyah
Qodhiyatu Filistin fi Miizani Al-Islam
Penangkapan syaikh Awadh Al-Qarni

Seperti yang telah dikemukakan di awal bahwa syaikh Awadh dan syaikh Salman ditangkap dengan tuduhan yang sama atas dukungannya untuk Qatar. Sekali lagi dicekal berbarengan dengan 20 orang lebih di hari yang sama karena tuduhan yang sama. Dari kedua puluh orang itu mayoritas adalah ulama. Penahanan syaikh Awad berdasar pada sikap yang terlihat melalui postingan-postingan di media sosial.

4: Syaikh Ibrahim Sakran

Ulama asli Arab Saudi yang lahir pada 5 Rabiul Awal 1396 H / 4 April 1976. Nama aslinya adalah Abu Umar Ibrahim bin Umar bin Ibrahim As-Sakran At-Tamimi. Dia adalah seorang ulama dan cendekiawan Islam, menyelesaikan pendidikan strata satu jurusan syariah di Universitas Al-Imam, kemudian melanjutkan pendidikan magister siyasah syar’iyah di universitas yang sama. Gelar magister kedua, ia dapatkan di universitas Essex, Ingrris jurusan hukum perdagangan internasional.

Dengan latar belakang pendidikan yang tinggi, Ibrahim mempu membuat karya tulis yang menginspirasi banyak orang. Salah satu karya terbaiknya adalah مآلات الخطاب المدني yang bisa diunduh secara gratis di jejaring internet. Ibrahim salah satu ulama yang membantah syubhat-syubhat yang dilontarkan juru bicara IS, Abu Muhammad Al-Adnani perihal pernyataan resminya terutama pada kalimat yang mengafirkan siapa pun yang memerangi Daulah.

Beberapa karyanya yang telah diterbitkan atau tersebar di internet adalah

Maalat Al-Khitab Al-Madaniy
Ath-Thariq ila Al-Quran
Raqaaiqu Al-Quran
Al-Ashamu Al-Mukhatalhoh dan lain sebagainya
Penangkapan syaikh Ibrahim Sakran

Pada bulan Juni 2016, Ibrahim ditangkap oleh pihak keamanan Arab Saudi karena dianggap menentang kebijakan kerajaan. Setelah proses pengadilan berjalan, Ibrahim dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. Tuduhan itu disematkan pada Ibrahim karena beberapa cuitannya di twitter. Tak berselang lama, ia pun diambil pihak keamanan dan dimasukkan ke dalam hotel prodeo.


5: Syaikh Muhammad Sholih Al Munajjid

Lahir pada 30 Dzulhijjah 1380 Hijriyah bertepatan dengan  7 Juni 1960 di Aleppo, Suriah. Tumbuh dan berkembang di Arab Saudi. Menyelesaikan pendidikan dari sekolah dasar hingga menengah atas di Riyadh. Kemudian pindah ke Dhahran untuk menyelesaikan studi di bangku universitas (King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM)).

Beberapa ulama yang pernah menurunkan ilmu padanya adalah Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Al Jibrin, dan banyak mengkaji dengan membaca pada Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir Al Barrok.

Al-Munajjid belajar qiroah Quran pada Syaikh Sa’id Ali ‘Abdullah. Ulama lain yang ia gali ilmunya adalah Syaikh Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh ‘Abdullah bin Muhammad Al Ghunaiman, Syaikh ‘Abdul Muhsin Az Zamil, dan Syaikh Abdurrahman bin Sholih Al Mahmud.

Beberapa karyanya adalah Kuunu ‘alal Khoir A’waanan, Arba’un Nashihah lii Ishlaahil Buyuut, Sababan lil Khusyu’, Al Asaalib An Nabawiyah fii ‘Ilaajil Akhtho’, Sab’una Mas-alah fish Shiyam, dan masih banyak yang lainnya.

Pada tahun 1996, Al-Munajjid meluncurkan situs Tanya Jawab Islam, Al Islam Sual wal Jawab (www.islamqa.com). Sampai saat ini website islamqa masih berjalan dan mengembangkan layanan dalam berbagai bahasa Urdhu, Inggris, China, Uigur, Korea, Rusia, Indonesia, Turki, Hindia, Jerman, Portugis dan Farsi. Selain itu, ulama kelahiran Aleppo ini juga membina website www.islam.ws dan web pribadi, www.almunajjid.com.

Di dunia maya, Al-Munajjid memiliki 4.070.000 follower di Twitter. Dan pada tahun 2015, situs islamqa tercatat sebagai situs paling populer pada topik Islam di Alexa.

Di dunia nyata, karena kedekatannya dengan syaikh Bin Baz, Al-Munajjid didukung oleh syaikh untuk mengajar ilmu syar’i di Markaz Dakwah dan Pembimbingan kota Dammam. Selain itu, Al-Munajjid didapuk sebagai imam dan khotib di masjid Jami’ ‘Umar bin Abdul Aziz di daerah Khobar, Dammam.

Penangkapan

Pada tanggal 18 September 2017, Al-Munajjid ditangkap pemerintah Saudi. Penyebab utamanya belum jelas karena  pemerintah Saudi belum berbicara secara resmi soal itu. Namun, disinyalir berkaitan dengan ceramahnya di Jeddah yang dianggap berbau ekstrimisme dan berpotensi  merusak persatuan kerajaan. Selain itu, ada desas desus bahwa penangkapan itu terjadi karena cuitannya di twitter yang berkaitan dengan Qatar.
kiblat.net: /Dhani El_Ashim.Editor: Arju
Sumber
https://www.enabbaladi.net/
https://misr5.com/
https://ar.wikipedia.org/
https://www.almrsal.com
https://ar.islamway.net
https://www.rumaysho.com/

11 Ogos 2018

Soalan: Ada jamaah yang bertanya tentang qurban bolehkah 1 ekor lembu untuk 10 orang?

Jawapan :
Para ulama sepakat bahawa seekor lembu boleh untuk tujuh orang yang berqurban, tetapi mereka berbeda pendapat apakah seekor unta boleh untuk tujuh orang atau untuk sepuluh orang?

1.    Pendapat Pertama: Seekor unta atau lembu boleh untuk tujuh orang.  Ini adalah pendapat majoriti ulama. Dalilnya adalah hadis Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu bahawasanya ia berkata :
نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِالْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ
“Kami menyembelih bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Hudaibiyah unta untuk tujuh orang dan lembu untuk tujuh orang.”  (HR Muslim, Kitab : al-Hajj, Bab : al-Isytirak fi al Hadyi, no : 1318 )
Di dalam riwayat lain disebutkan bahawa Jabir  bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu berkata :
خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مُهِلِّينَ بِالْحَجِّ فأَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ نَشْتَرِكَ فِى الإِبِلِ وَالْبَقَرِ كُلُّ سَبْعَةٍ مِنَّا فِى بَدَنَةٍ
 “Kami keluar  bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan Haji, maka beliau menyuruh kami untuk bersyarikat dalam satu unta dan sapi masing-masing untuk tujuh orang.” (HR Muslim, Kitab : al-Hajj, Bab : al-Isytirak fi al Hadyi, no : 1318 )

2.    Pendapat Kedua : Seekor lembu bolrh  untuk tujuh orang. Sedangkan seekor unta untuk sepuluh orang. Ini adalah pendapat Ishaq dan Ibnu Huzaimah.
Dalilnya adalah hadis Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu, bahawa beliau berkata :

03 Ogos 2018

Ayat Untuk Yang Akan Mengundi

Surah Yasin ayat 65. 
Pada waktu itu Kami meteraikan mulut mereka (sejurus); dan (memberi peluang kepada) tangan-tangan mereka memberitahu Kami (perbuatan masing-masing), dan kaki mereka pula menjadi saksi tentang apa yang mereka telah lakukan.

BUATLAH PILIHAN YANG TERBAIK UNTUK DUNIA DAN AKHIRAT KITA

01 Ogos 2018

Kitab Suci Al-Qur’an seringkali menggambarkan berbagai bentuk penyesalan para penghuni Neraka. Salah satu di antara bentuk penyesalan itu berkaitan dengan urusan ”ketaatan kepada pemimpin”. Kelak para penghuni Neraka pada saat tengah mengalami penyiksaan yang begitu menyengsarakan berkeluh kesah penuh penyesalan mengapa mereka dahulu sewaktu di dunia tidak mentaati Allah dan RasulNya. Kemudian mereka menyesal kerana telah menyerahkan kepatuhan kepada para pembesar, pemimpin, Presiden, Imam, Amir, Qiyadah dan atasan mereka yang ternyata telah menyesatkan mereka dari jalan yang lurus. Akhirnya, kerana nasi telah menjadi bubur, mereka hanya boleh mengharapkan agar para mantan pimpinan mereka itu diazab oleh Allah dua kali ganda daripada azab yang mereka terima. Bahkan penghuni Neraka akhirnya mengharapkan agar para mantan pimpinan mereka itu dikutuk dengan kutukan yang sebesar-besarnya. Semoga Allah melindungi kita dari penyesalan demikian. Na’udzubillahi min zaalika..!

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا رَبَّنَا آَتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا

”Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul”. Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”. (QS. Al-Ahzab [33] : 66-68)

pemimpin-penipu Gambaran di atas merupakan suatu gambaran yang sungguh mengenaskan. Bagaimana kumpulan manusia yang sewaktu di dunia begitu menghormati dan mempercayai para pembesar dan pemimpin mereka, tiba-tiba setelah sama-sama dimasukkan Allah ke dalam derita Neraka mereka baru sadar ternyata telah ditipu oleh para pemimpin tersebut sehingga berbalik menjadi pembenci dan pengutuk para mantan pembesar dan pemimpin tersebut. Mereka terlambat menyadari jika telah dikelabui dan disesatkan dari jalan yang benar. Mereka terlambat menyadari bahwa sesungguhnya para pemimpin dan pembesar itu tidak pernah benar-benar mengajak dan mengarahkan mereka ke jalan yang mendatangkan keridhaan dan rahmat Allah.....

;;