17 September 2017

EM  Bismillahir-Rah­maanir-Rahim … Syaikh ‘Abdul Hadi Badlah, Imam Masjid Jami’ur Ridhwan di Halab Syiria, pernah bercerita, “Di awal pernikahanku, Allah telah menganugerahkan­ kepadaku anak yang pertama. Kami sangat bergembira dengan anugerah ini.

Akan tetapi, Allah Azza wa Jalla berkehendak menimpakan penyakit yang keras kepada anakku. Rawatan seakan tak berdaya untuk menyembuhkannya­, keadaan sang anak semakin memburuk, dan keadaan kami pun menjadi buruk kerana sangat bersedih memikirkan keadaan buah hati kami dan cahaya mata kami. Kalian tentu tahu, apakah ertinya anak bagi kedua orang tuanya, terutama ia adalah anak yang pertama!!

Perasaan buruk itu menyeruak di dalam hati, kerana kami merasa tak berdaya memberikan rawatan bagi penderitaan anak kami!! Sihatnya kita memang merupakan perintah Allah dan ketentuan-Nya, namun kita memang harus mengambil langkah-langkah­ pengubatan dan tidak meninggalkan kesempatan atau sarana apa pun untuk mengubatinya.

Seorang yang baik menunjukkan kepada kami adanya seorang doktor yang berpengalaman dan terkenal, maka aku pun pergi bersama anakku kepadanya. Anakku mengeluhkan demam yang sangat tinggi, dan doktor itu berkata kepada kami, “Apabila panas anak Anda tidak turun malam ini, maka ia akan meninggal esok hari!!”

Aku kembali bersama sang anak dengan kegelisahan yang memuncak. Sakit menyerang hatiku, hingga kelopak mataku tak mampu terpejam tidur. Aku pun mengerjakan solat, lalu pergi dengan wajah muram durja meninggalkan isteriku yang menangis sedih di dekat kepala anakku.

Aku terus berjalan di jalanan, dan tidak tahu apa yang harus aku perbuat untuk anakku!! Tiba-tiba aku teringat dengan sedekah, dan ingat dengan hadis Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, tatkala beliau bersabda,

“Ubatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.”

Namun, siapa yang akan aku temui di waktu malam seperti ini. Aku boleh saja mengetuk pintu seseorang dan bersedekah kepadanya, tapi apa yang akan ia katakan kepadaku jika aku melakukan hal itu?

Tatkala aku berada dalam kondisi bimbang seperti itu, tiba-tiba ada seekor kucing lapar yang mengeong di kegelapan malam. Aku menjadi ingat dengan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tatkala ditanya oleh seorang sahabat, “Apakah berbuat baik kepada binatang bagi kami ada pahalanya?”

Beliau shalallahu alaihi wasallam menjawab, “Di dalam setiap apa yang bernyawa ada pahalanya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Aku pun segera masuk ke rumahku, mengambil sepotong daging, dan memberi makan kucing itu. Aku menutup pintu belakang rumahku, dan suara pintu itu bercampur dengan suara istriku yang bertanya, “Apakah engkau telah kembali kepadaku dengan cepat?”

Aku pun bergegas menuju ke arahnya. Dan, aku mendapatkan wajah isteriku telah berubah, dari permukaan wajahnya telah menyiratkan kegembiraan! Ia berkata, “Sesudah engkau pergi, aku tertidur sebentar masih dalam keadaan duduk. Maka, aku melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan!!”

“Dalam tidurku, aku melihat diriku mendekap anakku. Tiba-tiba ada seekor burung hitam yang besar dari langit yang terbang hendak menyambar anak kita, untuk mengambilnya dariku. Aku menjadi sangat ketakutan, dan tidak tahu apa yang harus aku perbuat?

Tiba-tiba muncul kepadaku seekor kucing yang menyerang secara dahsyat burung itu, dan keduanya pun saling bertempur. Aku tidak melihat kucing itu lebih kuat daripada burung itu, kerana si burung badannya gemuk. Namun akhirnya, burung helang itu pun pergi menjauh. Aku terbangun mendengar suaramu ketika datang tadi.”

Syaikh ‘Abdul Hadi berkata, “Aku tersenyum dan merasa gembira dengan kebaikan ini. Melihat aku tersenyum, isteriku menatap ke arahku dengan terhairan-hairan.­ Aku berkata kepadanya, “Semoga semuanya menjadi baik.”

Kami bergegas mendekati anak kami. Kami tak tahu siapa yang sampai terlebih dulu, tatkala penyakit demam itu sirna dan sang anak mulai membuka matanya. Dan, pada pagi hari berikutnya, sang anak telah bermain-main bersama anak-anak yang lain di desa ini, alhamdulillah.

Sesudah Syaikh menyebutkan kisah menakjubkan ini, anak tadi -–yang telah menjadi pemuda berumur 17 tahun, serta telah sempurna menghafalkan Al-Quran dan menekuni ilmu syar’i–, ia menyampaikan nasihat yang mendalam kepada kaum muslimin di masjid orang tuanya, Masjid Ar-Ridhwan di Halb, di salah satu malam dari sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

(Sumber: Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah(EM))

13 September 2017

Assalamu Alaikum Ustaz…

Ana mahu menanyakan, sebenarnya ana malu bertanya ini, bolehkah ana menikahi seorang gadis, tetapi sebenarnya ana mahu ceraikan dalam sekian waktu ke depan, kerana ana sebenarnya sudah punya isteri di tanah air, bagaimana Ustaz menurut Islamnya bagaimana?

Hamba Allah,

Wassalamu Alaikum Wr Wb, (EM)

Ada sebuah kes, seorang laki-laki Mesir yang sudah mempunyai isteri dan anak  pergi ke Negara Arab Saudi untuk bekerja selama dua tahun. Untuk menghindari perzinaan, akhirnya dia menikah dengan wanita yang berasal dari Pilipina yang kebetulan juga mempunyai kontrak kerja di Negara tersebut. Laki-laki Mesir tersebut ketika menikah, ada niat dalam dirinya, jika telah selesai kontrak kerjanya di Arab Saudi, maka isterinya yang dari Pilipina tersebut akan diceraikan, boleh jadi isterinya yang dari Pilipina tersebut mengetahui niat tersebut, boleh jadi juga dia tidak mengetahuinya.

Bagaimana hukum pernikahan tersebut menurut pandangan Islam ?

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menikah dengan niat cerai, sebagaimana dalam kes di atas  :

Pendapat Pertama menyatakan bahawa nikah dengan niat cerai hukumnya boleh. Ini adalah pendapat majoriti ulama......

10 September 2017

Oksigen Dalam Alquran

OKSIGEN sangat diperlukan oleh manusia, bahkan haiwan pun memerlukan oksigen. Oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam semesta berdasarkan massa, dan bahkan merupakan unsur paling melimpah di kerak Bumi.

Makhluk hidup perlu oksigen, ini membuktikan oksigen sangat penting. Maka tak hairan bila Allah Ta’ala mengisahkan oksigen dalam Alquran.

Oksigen secara terpisah ditemukan Carl Wilhelm Scheele di Uppsala tahun 1773 dan Joseph Priestley di Wiltshire tahun 1774. Temuan Priestley lebih terkenal kerana publikasinya merupakan yang pertama kali dicetak. Beberapa tahun setelahnya, istilah oksigen diciptakan Antoine Lavoisier tahun 1777 karena eksperimennya dengan oksigen berhasil meruntuhkan teori flogiston tentang pembakaran dan korosi yang terkenal.

Menurut massanya, oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah di biosfera, udara, laut, dan tanah bumi. Namun, oksigen hanya melimpah di Bumi saja dan sangat jarang ditemui di planet lain. Matahari hanya mengandung 0,9 persen oksigen, Mars hanya memiliki 0,1 persen oksigen dan Venus bahkan memiliki kadar konsentrat yang lebih rendah.

Hal itu disebabkan oksigen yang berada di planet-planet selain Bumi hanya dihasilkan dari radiasi ultraviolet yang menimpa molekul-molekul beratom oksigen, misalnya karbon dioksida. Inilah alasannya mengapa membawa oksigen dalam perjalanan ke luar angkasa merupakan suatu kemestian.

Hal ini diterangkan dalam Alquran, “Siapa yang dikehendaki Allah menunjukinya, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk memeluk Islam. Siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Dia menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.” (QS al-An’am [6]: 125).....

07 September 2017

Al-Mujadilah :22
“Engkau tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman pada Allah dan hari kiamat, saling berkasih sayang dengan orang orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang orang itu bapa bapa , anak anak, saudara saudara atau pun keluarga mereka “. (Al Mujadilah :22).
Allah telah memberitahumu bahawa engkau tak akan menemukan seorang Mukmin pun yang mencintai orang orang yang menentang Allah dan RasulNya, sebagaimana salah satu dari dua hal yang bertentangan akan pasti menafikan yang lain.
Jika tidak ada iman, maka hilanglah lawannya, iaitu berteman dengan musuh musuh Allah.
Jika seseorang menjalin cinta dengan musuh musuh Allah dengan hatinya, maka menjadi suatu bukti bahawa hatinya tidak mengandung keimanan yang wajib. Dengan demikian , ayat di atas menunjukkan bahawa tidak akan ada orang beriman (Menurut Allah)  yang menjalin kasih sayang dengan orang kafir . – Ibnu Taimiyyah-

04 September 2017

EM Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam adalah sosok yang sangat dicintai oleh umatnya, sehingga bagi orang yang mencintainya tentu akan ingin sekali bertemu dengan orang yang di cintai itu, meskipun kita tahu bahawa untuk saat ini tidak mungkin boleh kita bertemu Rasulullah, kerana kita hidup jauh sesudah beliau meninggal.

Namun tidak dipungkiri bahawa kita boleh bertemu dengan Rasulullah walaupun hanya sekedar melalui mimpi. Kerana hal ini telah beliau sabdakan dalam Hadisnya : Abu Hurairah Radhiyallahu anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “ Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh ia telah melihatku secara benar. Sesungguhnya syaitan tidak boleh menyerupai bentukku. Barang siapa yang berdusta atasku secara sengaja maka ia telah mengambil tempat duduk dalam neraka”. [HR Bukhâri dan Muslim]

Dalam Hadis diatas dijelaskan bahawa benar adanya kita boleh bertemu dengan Rasulullah melalui mimpi dan dipastikan pula orang yang mimpi bertemu dengan Rasulullah itu adalah benar, kerana jika syaitan datang dalam mimpi kita, ia tidak mungkin boleh menyerupai wajah Rasulullah.

Namun dalam hal mengakui kita telah bermimpi bertemu dengan Rasulullah adalah suatu hal kedustaan yang menyebabkan seseorang berdosa dan ancaman neraka seperti akhir hadis diatas ‘ Barang siapa yang berdusta atasku secara sengaja maka ia telah mengambil tempat duduk dalam neraka.

Lantas bagaimana kita mengetahui bahawa kita benar-benar mimpi bertemu Rasulullah, Al-Habib Mundzir al-Musawa seorang ulama besar menjelaskan tentang pertemuannya dengan Baginda Rasulullah Saw., maka beliau menjelaskan ciri-ciri Rasulullah itu adalah sebagai berikut :

  • Jambang dan janggut beliau sangat hitam gelap kebiru-biruan dari gelapnya.
  • Wajah beliau bagaikan mutiara yang bercahaya.
  • Senyumnya tak pernah sirna dari bibir indahnya.
  • Hati serasa linu dan seakan akan mencair kerana keindahan wajah Sang Nabi Saw.
  • keindahan luar biasa dalam memandang wajah beliau Saw.
  • Jari-jemari beliau lentik dan lembut dan sangat indah.
  • Tingginya sekitar 200 cm.
  • Imamahnya putih dan besar.
  • Kedua matanya sangat indah dan memancarkan kesejukan dan penuh kasih sayang.Membuat orang yang memandang matanya ingin luluh dan bersimpuh berlutut di kakinya dan menangis bagaikan bayi manja yang memeluk ibunya kerana tak melihat yang lebih mengasihinya selain ibunya.
  • Ucapannya dan suara beliau Saw. berwibawa, namun lembut dan perlahan hampir berbisik, namun jelas dan sangat merdu.

Sungguh benar ucapan Anas bin Malik Ra.: “Tidak pernah kami melihat pemandangan lebih menakjubkan dari wajah Rasulullah Saw.” (Shahih Bukhari).

Demikianlah Ciri-ciri Mimpi bertemu Rasulullah, namun perlu diingat bahawa tidak semua orang boleh mimpi bertemu Rasulullah, hanya orang-orang pilihan yang boleh mimpi bertemu dengan Rasulullah tersebut.(kl/mmb)

29 Ogos 2017

MZ   Pendapat pertama, dilarang menyimpan dan mengawetkan daging qurban melebih 3 hari Tasyriq. Pendapat ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhum.

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu pernah berkhutbah ketika shalat idul adha,  melarang menyimpan daging qurban lebih dari 3 hari. Dari Abu Ubaid – mantan budak Ibnu Azhar – beliau menceritakan,

صَلَّيْتُ مَعَ عَلِىِّ بْنِ أَبِى طَالِبٍ – قَالَ – فَصَلَّى لَنَا قَبْلَ الْخُطْبَةِ ثُمَّ خَطَبَ النَّاسَ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَدْ نَهَاكُمْ أَنْ تَأْكُلُوا لُحُومَ نُسُكِكُمْ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ فَلاَ تَأْكُلُوا

Saya pernah solat ied bersama Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Beliau solat sebelum khutbah. Kemudian beliau berkhutbah, mengingatkan masyarakat. Beliau menyampaikan,

‘Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kalian untuk makan daging qurban kalian lebih dari 3 hari. Kerana itu, janganlah kalian makan (lebih dari 3 hari).’ (HR. Muslim 5210, dan Nasai 4442).

Sementara riwayat dari Ibnu Umar, bahawa beliau tidak mahu makan daging qurban yang disimpan lebih dari 3 hari. Dari Salim – putra Ibnu Umar – bahawa Ibnu Umar mengatakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى أَنْ تُؤْكَلَ لُحُومُ الأَضَاحِى بَعْدَ ثَلاَثٍ

Bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang makan daging sembelihan lebih dari 3 hari.

Salim menceritakan kondisi bapanya,

فَكَانَ ابْنُ عُمَرَ لاَ يَأْكُلُ لُحُومَ الأَضَاحِىِّ فَوْقَ ثَلاَثٍ

Kerana itu, Ibnu Umar tidak mahu makan daging qurban lebih dari 3 hari. (HR. Muslim 5214 dan Ibnu Hibban 5924).

Pendapat kedua, boleh menyimpan daging qurban lebih dari 3 hari tasyriq. Ini merupakan pendapat

23 Ogos 2017

Ankara- Al-Hassan Abdullah, lelaki tua yang hidup miskin di pinggiran desa kecil di Ghana, ceritanya menjadi viral di media sosial Turki. Kisahnya tentang mimpi untuk berangkat haji tercapai dengan cara yang tak terduga.

Suatu ketika, seorang jurnalis dari sebuah agensi berita Turki sedang melakukan footage (rakaman) di sebuah desa di Ghana dengan menggunakan drone untuk keperluan dokumenteri. Namun, drone itu tiba-tiba jatuh di atap rumah milik Al-Hassan Abdullah.

Saat hendak mengambil, si jurnalis ini dihampiri oleh Al-Hassan Abdullah. Tak sungkan, bapak tua itu kemudian bertanya polos kepada jurnalis itu, “bolehkah pesawat kecil ini berubah menjadi besar lalu membawaku ke Makkah untuk berhaji?”....

Berkat adalah sesuatu yang tumbuh dan makin bertambah kebaikannya, sedangkan tabarruk adalah do’a seorang manusia atau selainnya untuk memohon keberkatan.
Allah SWT menjadikan berkat ini hanya di berikan kepada  hamba-hamba- Nya yang beriman, bertaqwa dan beramal soleh.
Firman Allah SWT dalam surat Al-A’raaf ayat  96 :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُون.َ
Ertinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya".

Ada Beberapa faktor dicabutnya keberkatan manusia dalam menjalani kehidupan diantaranya adalah :
1. Tidak Adanya Iman dan Taqwa Serta Tidak Ada Perasaan Takut Kepada Allah SWT.
Jika anda tidak bertaqwa dan tidak takut kepada Allah SWT, maka tidak ada kebaikan dan berkah di dalam kehidupan anda, Anda tidaklah dinamakan sebagai orang yang benar-benar beriman.

2. Tidak Ikhlas Dalam Beramal Ibadah.
Allah SWT tidak memberikan berkah-Nya kepada kita apabila kita tidak menyiramkan air keikhlasan terhadap amal perbuatan kita.
....

;;