23 Oktober 2017


21 Oktober 2017

1-Membaca dengan membunyikan suara
Teknik ini membantu menguatkan ingatan terhadap apa yang kita baca, ianya seolah-olah kita sedang menghafaz apa yang sedang kita bacakan.

2-Membaca Yasin pada setiap hari peperiksaan
Dalam Yasin ada “Salamun Qaulan min Rabbi Rahim” dan ada “Kun Fayakun”, ulangkan kedua-dua ayat itu dalam bilangan yang ganjil dan mintalah kepada Allah agar hajat kita ditunaikan.

3-Ulangkaji pantas sebelum peperiksaan bermula
Datang awal ke pusat peperiksaan,asingkan diri daripada rakan-rakan dan lakukan bacaan pantas terhadap tajuk-tajuk yang kita jangka ianya akan keluar dalam soalan sekejap lagi.

4-Ambil sarapan pagi dengan kadar dan menu yang sepatutnya kerana “ Al-aqlu salim fi jismi salim"

20 Oktober 2017

 Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَا تَسُبُّوا الرِّيحَ، فَإِنَّهَا مِنْ رَوْحِ اللهِ، وَسَلُوا اللهَ خَيْرَهَا، وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا فِيهَا، وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

“Janganlah kalian mencaci angin, sebab angin merupakan sebahagian dari rahmat Allah. Mintalah kepada Allah kebaikan angin, kebaikan yang terdapat dalam angin dan kebaikan dari tujuan dikirimnya angin. Dan berlindunglah kalian kepada Allah dari keburukan angin, keburukan yang terdapat dalam angin dan keburukan dari tujuan dikirimnya angin tersebut.” (HR. Ahmad no. 21139, Adh-Dhiya’ al-Maqdisi dalam Al-Ahadits al-Mukhtarah no. 1224, At-Tirmidzi no. 2252, Ibnu Suni dalam Amal al-Yaum wal Lailah no. 298 dan An-Nasai dalam Amal al-Yaum wal Lailah no. 934. At-Tirmidzi berkata: Hadits hasan shahih)

Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wa salam mengajarkan kepada umatnya jika melihat angin yang kencang, angin ribut, angin taufan atau angin badai yang boleh membawa bencana untuk membaca doa perlindungan.

Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Janganlah kalian mencaci angin. Jika kalian melihat dari angin itu sesuatu yang kalian tidak sukai (ancaman bahaya), maka bacalah doa:

اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَذِهِ الرِّيحِ، وَمِنْ خَيْرِ مَا فِيهَا، وَمِنْ خَيْرِ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ الرِّيحِ، وَمِنْ شَرِّ مَا فِيهَا، وَمِنْ شَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang terdapat dalam angin ini dan kebaikan dari tujuan dikirimnya angin ini. Dan sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang terdapat dalam angin ini dan keburukan dari tujuan dikirimnya angin ini.” (HR. Ahmad no. 21138, Adh-Dhiya’ al-Maqdisi dalam Al-Ahadits al-Mukhtarah no. 1223 dan An-Nasai dalam Amal al-Yaum wal Lailah no. 935)

Angin badai boleh menimbulkan kerugian jiwa dan material yang sangat besar. Maka doa perlindungan ini sangat penting bagi keselamatan jiwa dan harta umat manusia.
 (sumber SINI)

13 Oktober 2017


Anugrah sempena Hari Guru 2017 anugrah Guru Lelaki Terbaik "King Guru"
Anugrah Hari Quality 2017 anugrah "Tokoh Guru Komited dan Dedikasi"

11 Oktober 2017

TIDUR telah menjadi kebutuhan bagi setiap manusia. Dengan tertidur maka daya tahan tubuh manusia itu akan kembali bugar. Sehingga, ia akan kembali siap untuk melakukan aktiviti seperti biasa. Selain itu, ternyata tidur juga memiliki mukjizat tersendiri. Yang mungkin kita tidak mnyadari akan hal itu.

Dalam kajian baru-baru ini (yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience) para ilmuwan menemukan bahawa tidur pada malam hari tidak cukup untuk manusia, tetapi harus tidur siang hari untuk waktu singkat (satu setengah jam, misalnya). Para ilmuwan telah menemukan bahawa otak sebetulnya merasa lelah di siang hari akibat akumulasi informasi yang sampai kepadanya sehingga kinerjanya menjadi kurang efisien dan dengan demikian memerlukan rehat sejenak. Rehat ini bagi otak merupakan penyusunan kembali informasi dan pengorganisasian gelombang-gelombang sel dan memantapkan informasi yang diperoleh di siang hari.

Oleh kerana itu, para ilmuwan menegaskan pentingnya tidur malam hari atau tidur sebentar siang hari dan bahawa pemberian rehat kepada otak ini memperkuat memori. Mereka menemukan bahawa orang yang biasa tidur sebentar di siang hari, kinerja ilmiahnya mereka lebih baik, dan kemampuan mengingat sesuatunya akan lebih cepat.

Para ilmuwan mengatakan: Fenomena tidur adalah sebuah mukjizat yang layak direnungkan dan dikaji lebih dalam kerana ia merupakan fenomena kompleks. Maha Suci Allah yang telah mengisyaratkan dalam kitab suci-Nya al-Quran tentang pentingnya tidur di malam dan siang dan menegaskan bahawa tidur adalah salah satu tanda kebesaran Allah dan mukjizat yang harus kita renungkan. Allah berfirman:

(وَمِنْ آَيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ) [الروم: 23].

“dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebahagian dari kurnia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan,” (Surah Al-Rum 23). [ kaheel7]

10 Oktober 2017

oleh Fajar Shadiq
 Pakar strategi ulung, Claus von Clausewitz, pernah berkata bahawa perang adalah lanjutan politik dengan cara lain. Namun Jenderal Besar Vo Nguyen Giap, komandan utama pasukan Vietnam Utara punya cara pandang sebaliknya. Menurut Giap, politik (baca: perundingan damai) adalah kelanjutan dari perang dengan cara lain.

Tentu Giap tak sembarang berkata. Di meja perundingan Paris, Vietnam Utara menang telak atas Vietnam Selatan yang didukung Amerika. Melalui strategi diplomasi, Giap mendapatkan semua yang tidak mampu dimenangkannya di medan perang. Usai perundingan, Amerika perlahan-lahan menarik diri dari Vietnam dan perang berakhir.

Pemikiran Jenderal Vo Nguyen Giap sangat menarik untuk kembali diingat terutama setelah berlangsungnya perundingan di Astana, Kazakhstan minggu lalu. Turki, Rusia, Iran dan Syria berunding di Astana guna membahas perang di Syria yang tak kunjung berakhir. Langkah diplomasi ini pun sepatutnya dimaknai sebagai kelanjutan dari perang itu sendiri, namun dalam wujud yang berbeda.

Sejak Sabtu, (07/09) lalu Presiden Turki, Erdogan dengan lugas menyatakan bahawa dia akan melancarkan operasi serius di wilayah Idlib, Syria. Ia mendakwa upaya itu sebagai sebahagian dari de-eskalasi atau menciptakan zona penurunan ketegangan. Langkah Turki itu sekaligus menyapu bersih kelompok jihadis seperti Haiah Tahrir Syam, Ahrar Syam dan semacamnya yang selama ini berbasis di bagian utara Syria. Kawasan itu disebut Turki sebagai ‘koridor teroris’.

Membaca langkah Turki

Membaca langkah kebijakan yang diambil Turki di Syria sebenarnya tidak rumit. Kita hanya perlu membaca rentetan kejadian-kejadian politik yang terjadi sebelumnya.

Pertama, memanasnya ketegangan antara Turki dengan Amerika turut mendorong Erdogan untuk merapat ke kubu Rusia dan Iran. Sejak minggu kedua Oktober 2017, AS mulai menarik sejumlah diplomatnya dan membatasi visa kunjungan ke Turki.
Pada akhirnya, Turki pun mengambil langkah yang sama dengan membatasi warga negaranya yang.....

08 Oktober 2017

Menguji kekerasan hati

;;