24 April 2014

Palestin. Ketua Komisi Dalam Negeri Knesset (Parlemen Israel), Miri Regev, menuntut (22/4) agar Masjid Al-Aqsha ditutup secara total dari umat Islam, setelah kegagalan beberapa kali umat Yahudi yang ingin memasuki Masjid Al-Aqsha, mengunjungi apa yang mereka klaim sebagai situs suci  Solomon’s Temple (Haikal Sulaiman).

Sementara, Wakil Ketua Knesset dari Partai Likud (partai ultra kanan), Moshe Feiglin, menyatakan bahwa Haikal Sulaiman dijajah oleh Hamas dan pergerakan Islam lainnya. Polis tidak mengizinkan dirinya untuk masuk ke dalam Masjid Al-Aqsha kecuali dalam waktu yang sangat terbatas (akibat khawatir akan keselamatan dirinya).

Feiglin menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah kondisi yang normal buat dirinya dan menekankan bahwa pihaknya tidak akan mematuhi batasan-batasan pihak keamanan lagi pada masa mendatang, meskipun menyangkut keselamatan dirinya.

Kegagalan berbagai kunjungan warga Yahudi ke Haikal Sulaiman diakibatkan keberadaan al-murabithin (umat Islam yang bertahan) menjaga tempat suci Masjid Al-Aqsha, di mana letak kuil suci Yahudi tersebut diyakini berada.

Beberapa hari lalu, umat Islam yang berjaga-jaga di dalam Masjid Al-Aqsha terlibat aksi bentrok dengan warga Yahudi yang merangsek ingin memasuki Masjid Al-Aqsha mengakibatkan jatuhnya puluhan orang luka-luka.

Haikal Sulaiman (bahasa Ibrani: בית המקדש, Beit HaMikdash) disebut juga sebagai First Temple ataupun Holy Temple, menurut kitab suci Yahudi adalah rumah suci pertama agama Yahudi kuno di Yerusalem. (sumberita)

23 April 2014

TEBING BARAT – Petani Palestin di distrik Salfit menyerukan kepada semua organisasi Palestin dan internasional untuk menghentikan tindakan jahat pemukim “Israel” yang terus menghancurkan tanaman mereka dengan cara melepaskan babi liar ke wilayah pertanian warga di distrik tersebut.

Para petani mengatakan, “Kami mengalami kerugian besar dalam pertanian gandum dan tanaman barley, dimana babi menghancurkan mereka secara keseluruhan.” sebagaimana disiarkan oleh IMEMC News, Senin (21/4/2014)....lagi

22 April 2014


Baca di Sini

BELANDA– Tahun lalu Arnoud Van Doorn mantan politikus anti-Islam Belanda dan mantan distributor film anti-Islam “Fitna” telah menemukan hidayah dan memutuskan menjadi mualaf.

Dulunya dia dikenal kerana peranan dan partisipasinya menentang Islam, dan kerana hubungannya dengan parti sayap kanan Belanda Geert Wilders yang begitu keras menentang Islam.

Kini, putranya yang bernama Iskander (22) dikhabarkan turut mengikuti jejak indah sang ayah memeluk Islam di Konferensi Perdamaian di Dubai tahun ini.

Pemuda ini mengatakan, “Saya melihat ayah saya menjadi lebih damai setelah masuk Islam. Saat itulah saya menyedari ada sesuatu yang baik dalam agama ini dan itu membuat saya mengubah persepsi saya tentang Muslim. Saya mulai mempelajari Al-Qur’an dan pergi mengikuti ceramah penting para ulama,” ujar Iskander dalam sebuah wawancara dengan Khaleej Times, seperti disiarkan Internchange pada Isnin (21/4/2014).

Iskander dibantu teman kuliahnya Younis untuk memahami teladan yang baik mengenai seperti apa Muslim yang sebenarnya dan bagaimana mereka menjalani hidup mereka. “Teman saya Younis adalah Muslim taat yang mengajari saya sesuatu yang baru setiap hari. Dia bersikap sabar terhadap saya dan tidak mungkin saya boleh bersikap kasar padanya,” kata Iskander.

Iskander kini berencana untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk melaksanakan umrah dan berharap ibunya juga akan segera memeluk Islam. (Arrahmah.com)


BELANDA (Arrahmah.com) – Tahun lalu Arnoud Van Doorn mantan politikus anti-Islam Belanda dan mantan distributor film anti-Islam “Fitna” telah menemukan hidayah dan memutuskan menjadi mualaf.
Dulunya dia dikenal karena peran dan partisipasinya menentang Islam, dan karena hubungannya dengan partai sayap kanan Belanda Geert Wilders yang begitu gencar menentang Islam.
Kini, putranya yang bernama Iskander (22) dikabarkan turut mengikuti jejak indah sang ayah memeluk Islam di Konferensi Perdamaian di Dubai tahun ini.
Pemuda ini mengatakan, “Saya melihat ayah saya menjadi lebih damai setelah masuk Islam. Saat itulah saya menyadari ada sesuatu yang baik dalam agama ini dan itu membuat saya mengubah persepsi saya tentang Muslim. Saya mulai mempelajari Al-Qur’an dan pergi mengikuti ceramah penting para ulama,” ujar Iskander dalam sebuah wawancara dengan Khaleej Times, seperti dilansir Internchange pada Senin (21/4/2014).
Iskander dibantu teman kuliahnya Younis untuk memahami teladan yang baik mengenai seperti apa Muslim yang sebenarnya dan bagaimana mereka menjalani hidup mereka. “Teman saya Younis adalah Muslim taat yang mengajari saya sesuatu yang baru setiap hari. Dia bersikap sabar terhadap saya dan tidak mungkin saya bisa bersikap kasar padanya,” kata Iskander.
Iskander kini berencana untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk melaksanakan umrah dan berharap ibunya juga akan segera memeluk Islam.
(banan/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/21/putra-mantan-politikus-anti-islam-belanda-mengikuti-jejak-sang-ayah-memeluk-islam.html#sthash.GWjOLZ08.dpuf

21 April 2014


baca sini


baca di SINI

20 April 2014

Riyadh. Dalam sebuah pertemuan luar biasa Dewan Kerjasama Negara Arab Teluk (GCC), Khamis (17/4/2014) yang lalu, menteri luar negeri Qatar, Sayid Khalid Athiyah, menandatangani “Dokumen Riyadh” dan berkomitmen untuk melaksanakannya. Sebelumnya, Qatar sempat berkeras menolak menandatangani dokumen tersebut. Peristiwa ini adalah susulan dari peristiwa sebulan sebelumnya, Rabu (5/3/2014), ketika beberapa negara Teluk, iaitu Arab Saudi, Emirat, dan Bahrain, memutuskan untuk menarik duta besarnya di Qatar.

Tunduknya Qatar kepada persyaratan tiga negara tersebut memunculkan pertanyaan tentang siapakah yang akan dirugikan dengan hal ini? Bagaimanakah dengan Ikhwanul Muslimin, kerana persyaratan benar-benar menyebutkan Ikhwanul Muslimin secara tekstual?.....lagi


Setelah usai shalat Jum’at, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan memborong roti yang dijual di luar sebuah masjid. Setelah itu Erdogan ‘berjualan’ roti simits (roti khas Turkish) dengan membagi-bagikannya kepada orang-orang di luar masjid.
Video ini dimuatnaik oleh pengguna YouTube bernama “Cihan Haber Ajansi”, 24 Januari 2014 yang lalu. Diduga kejadian ini terjadi pada 15 Februari 2013 tahun lalu, sebagaimana pernah disiarkan situs hurhaber.com pada hari itu.
Di hari yang berbeda, Erdogan juga pernah melakukan hal yang sama, iaitu tanggal 20 September 2013 sebagaimana yang pernah disiarkan situs Zaman Politika. (sumber)

19 April 2014


Assalamu’alaikum, wr. wb.
Mohon jawaban ustad tentang beberapa pertanyaan saya ini karena saya sangat sulit mencari literatur yang membahas hal ini dari sudut pandang syariat Islam. Jarang sekali kitab fiqih yang membahasnya dan kalopun ada itu sangat singkat sekali dan tidak mendalam
  1. Aapakah onani termasuk dosa besar dan sama dengan zina?
  2. Adakah hukuman had untuk pelakunya?
  3. Apakah seseorang yang mengeluarkan mani karena sesuatu yang bukan sentuhan misalnya melihat film atau sejenisnya secara syar’i dimasukkan kedalam kategori onani?
  4. Adakah solusi secara syar’i untuk menolong orang-orang yang sudah addict akan hal ini?
  5. Bagaimanakah kedudukan dan maksud dari zina tangan, zina mata, bahkan ada seorang ustad yang menghukumi orang yang berfikiran atau membayangkan mesum juga sebagai zina. Samakah kedudukan zina ini dengan zina seperti yang digambarkan rosul dalam hadist?
Terima kasih.
Wa’alaikumussalam Wr Wb
Apakah Onani Sama Dengan Zina
Sayyid Sabiq menyebutkan bahwa telah terjadi perbedaan pendapat dikalangan para ulama dalam permasalahan onani :
1. Para ulama madzhab Maliki, Syafi’i dan Zaidiyah berpendapat bahwa onani adalah haram. Argumentasi mereka akan pengharaman onani ini adalah bahwa Allah swt telah memerintahkan untuk menjaga kemaluan dalam segala kondisi kecuali terhadap istri dan budak perempuannya. Apabila seseorang tidak melakukannya terhadap kedua orang itu kemudian melakukan onani maka ia termasuk kedalam golongan orang-orang yang melampaui batas-batas dari apa yang telah dihalalkan Allah bagi mereka dan beralih kepada apa-apa yang diharamkan-Nya atas mereka. Firman Allah swt

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ - إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاء ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ-
Artinya : “dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki. Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu. Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al Mukminun : 5 – 7)
2. Para ulama madzhab Hanafi berpendapat bahwa onani hanya diharamkan dalam keadaan-keadaan tertentu dan wajib pada keadaan yang lainnya. Mereka mengatakan bahwa onani menjadi wajib apabila ia takut jatuh kepada perzinahan jika tidak melakukannya. Hal ini juga didasarkan pada kaidah mengambil kemudharatan yang lebih ringan. Namun mereka mengharamkan apabila hanya sebatas untuk bersenang-senang dan membangkitkan syahwatnya. Mereka juga mengatakan bahwa onani tidak masalah jika orang itu sudah dikuasai oleh syahwatnya sementara ia tidak memiliki istri atau budak perempuan demi menenangkan syahwatnya.....lagi

eramuslim.com

Salah satu perkara fundamental yang terkait dengan aqidah seorang muslim ialah ihwal kepatuhan atau ketaatan. Di dalam ucapan kalimat Tauhid Laa ilaaha ill-Allah terdapat kata ilaah yang seringkali diterjemahkan dengan tuhan. Padahal terjemahan ini tidak terlalu menjelaskan makna kata ilaah tersebut. Dalam bahasa Arab terdapat banyak erti dari kata ilaah. Setidaknya ada tiga makna mendasar, yakni: (1) mahbuub (yang dicintai); (2) matbuu’ (yang dipatuhi/ditaati); dan (3) marhuub (yang ditakuti).
Bila seorang muslim membaca kalimat syahadat

أشهد أن لآ إله إلا الله

“Aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilaah selain Allah.”
Maka pernyataan di atas setidaknya harus mengandung arti sebagai berikut: ”Aku bersaksi bahwasanya tidak ada yang kucintai, lalu kupatuhi dan kutakuti selain daripada Allah subhaanahu wa ta’aala.”
Seorang muslim dituntut untuk mem-fokus-kan kepatuhan atau ketaatannya hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’aala. Ia harus berusaha sekuat mungkin untuk selalu menjadikan Allah ta’aala semata sebagai pihak yang ia taati. Apakah ini bererti ia samasekali tidak dibenarkan mentaati pihak selain Allah ta’aala? Tentu tidak. Ia boleh mentaati orangtuanya atau pemimpin di pejabat/organisasinya atau mentaati guru/ustaznya. Namun ketaatan kepada semua selain Allah ta’aala bersyarat: (1) Ketaatan tersebut harus dilandasi ketaatannya kepada Allah ta’aala dan (2) Prioriti utama ketaatannya haruslah senantiasa kepada Allah ta’aala sebelum yang lainnya.....lagi

18 April 2014

Menjadi satu masalah yang besar apabila penceramah ataupun penulis mengutip semua cerita yang dia jumpa dalam buku tanpa mampu menilai kemunasabahannya. Bagi mereka yang tidak memahami disiplin ilmu, menganggap setiap yang ada dalam kitab itu sahih. Terbaru kita dengar ada pihak mempopularkan cerita memanggil arwah di Telaga Barahut (Barahut atau disebut juga Burhut seperti yang dinyatakan dalam Lisan al-‘Arab). Kononnya, ada orang memanggil roh dari telaga berkenaan untuk mengetahui di mana hartanya di simpan oleh kawannya sebelum dia meninggal. Mungkin niatnya ikhlas, tapi cerita itu tak berasas dan ‘kartun’ sekalipun disebut dalam beberapa kitab. Saya terbayang, jika ini benar, bolehlah kita pergi panggil roh-roh penumpang MH370 dan bertanya di manakah kapal terbang berkenaan hilang.
Sahih
Walaupun asas nama Telaga Barahut itu disebut dalam hadis yang thabit riwayat al-Tabarani dan selainnya sebagai seburuk-buruk telaga, namun cerita si fulan memanggil roh kawannya dari telaga itu tiada asas yang sabit. Mudah untuk difahami seperti cerita Nabi Khidir. Kisah itu ada dalam al-Quran dalam Surah al-Kahf. Nama Khidir itu pula disebut dalam Sahih al-Bukhari. Namun cerita dalam Hikayat Melayu Lama bahawa Hang Tuah bertemu Khidir tiada asas yang boleh dipercayai.
Menggunakan kewujudan cerita itu dalam al-Quran dan as-Sunnah sebagai dalil untuk membenarkan cerita yang direka kemudian adalah satu kaedah yang tertolak dan tidak boleh diterima sama sekali. Cerita yang datang kemudian, jika pun hendak diterima, hendaklah dinilai dari segi keselarasan dengan al-Quran dan as-Sunnah serta lojik yang kukuh.....lagi

;;