07 Disember 2016

Foto: Kondisi memilukan di Aleppo Timur

SHAR
KIBLAT.NET, Jordan – Ikatan Ulama Jordan (non-pemerintah) menyeru umat Islam, khususnya di negara tetangga Suriah itu, melaksanakan puasa sunnah pada Kamis besok sebagai bentuk solidaritas untuk warga Suriah di Aleppo Timur yang terkepung. Para khatib Jumat pekan ini juga diseru mengangkat tema pembantaian di Aleppo.
Dilansir dari Arabi21.com, Selasa (06/12), persatuan ulama Yordania itu mengungkapkan bahwa negara-negara besar masih mempraktekkan bombardir massal menargetkan rakyat Suriah. Kejahatan itu dilakukan untuk kepentingan Yahudi.
“Yang terjadi di Aleppo adalah perang dunia. Gambar kehancuran yang kita dapat dari Aleppo seperti kehancuran Hirosima,” ungkap pernyataan ulama Yordan dalam pernyataannya.
Pernyataan itu juga menyeru para khatib Jumat serentak membawa tema pembantaian di kota Aleppo, Suriah.
“Kami meminta seluruh pihak yang memiliki hubungan dan pengarus dari negara, organisasi dan komite untuk bergerak menghapus kezaliman terhadap Aleppo dan Suriah umumnya. Kami menyeru ulama menyuarakan pembantaian di Aleppo melalui mimbar-mimbar Jumat,” tutup pernyataan ulama Yordan.
Seperti diketahui, Rusia dan rezim Assad tengah melakukan berbagai upaya untuk membumihanguskan kota Aleppo Timur yang terkepung. Diperkirakan masih terdapat 200 ribu lebih warga yang tertahan di kota tersebut.
Rusia juga sudah menyatakan tidak akan membeda-bedakan setiap orang yang berada di Aleppo Timur. Seluruh yang ada di Aleppo Timur akan dianggap teroris dan menjadi target sah.

Sumber: Arabi21.com

06 Disember 2016

ALEPPO – Banyak mayat-mayat dibiarkan membusuk di jalan-jalan, bahkan ada yang dikubur di halaman belakang akibat tidak adanya ruang yang tersisa di pemakaman di Aleppo, Suriah.

Pegawai setempat mengatakan pemakaman yang dibuka tahun lalu telah penuh, sementara pemakaman tua telah melebihi kapasiti sebelum perang berdarah dimulai empat tahun lalu.

Sejak konflik meningkat, warga putus asa untuk menguburkan jenazah keluarga mereka.

Para pegawai perubatan mengatakan tidak mungkin untuk menggali kuburan kerana terlalu berbahaya menghadapi pasukan Suriah yang menyerang wilayah yang dikuasai oposisi.

Mereka juga mengatakan ambulans dan kendaraan penyelamat tidak dapat menjangkau para korban karena kehabisan bahan bakar, bahkan mereka juga dijadikan sasaran.

“Kami tidak memiliki ruang lagi. Ada 20 sampai 25 mayat dari berbagai belahan Aleppo. Kami tidak tahu harus dikubur di mana,” ketua otoriti forensik setempat, Mohammed Abu Jaafar mengatakan, sebagaimana disiar Sky News (4/12/2016)....

02 Disember 2016



Agence France-Presse.. kematian dan kemusnahan di timur Aleppo, di mana mayat-mayat memenuhi jalan-jalan kerana serangan tidak berhenti-henti oleh tentera rejim, pada ketika orang awam bergelut  untuk hidup dalam suasana yang sepi tanpa hospital, tiada bahan api, tidak ada makanan.
 Lapor wartawan agensi yang mana bom yang telah digugurkan pada hari Rabu, "seperti hujan" di beberapa jalan di sektor selatan kawasan timur, membunuh secara rawak setiap mangsa yang ditimpa ketika mereka tidak sempat mencari tempat perlindungan .....lagi

30 November 2016


Kiblat.net Bagi negara Teluk seperti Arab Saudi, butir-butir salji di gurun pasir adalah peristiwa yang jarang terjadi. Namun itulah apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini di sebagian wilayah negara itu ketika suhu turun di bawah titik beku.

Melihat cuaca yang unik itu, warga Saudi mengekspresikan kegembiraan dengan humor sehat, dan bahkan beberapa membuat orang salji.

Di media sosial, mereka mengungkapkan kejutan musim dingin itu, di antaranya seorang warga bermain “ski” di jalan licin.

Lainnya mencatat bahawa cuaca Arab Saudi “begitu Eropa,” bercanda bahwa dia sering bertanya kepada mahasiswa Saudi di Eropa yang selalu mengatakan cuaca di sana lebih dingin. Tetapi kali ini, Saudi juga dingin.

27 November 2016



(khazanah trans7)

24 November 2016


YERUSALEM– Wilayah Israel terbakar hebat, api membesar dan melahap wilayah tengah dan utara memasuki hari kedua, Rabu (24/11/2016), ratusan warga Nataf 19 KM dari barat Yerusalem dipindahkan dari rumah mereka.

Demikian Pejabat Perdana Menteri mengumumkan, Rabu malam (23/11/2016), untuk membantu memadamkan api ini, Israel meminta bantuan ke Yunani, Kroasia dan Rusia untuk mengirimkan tim pemadamnya.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut pemimpin Yunani dan Kroasia akan membantu mereka. Kebakaran terjadi sejak Selasa di Zichron Ya’acov, menghadap pantai Mediterania dan Neveh Shalom – barat dari Nataf. Angin kencang ditambah hutan yang membuat api gampang menjalar ke mana-mana termasuk rumah dan sekolah.

“Saya meminta peningkatan jumlah pesawat untuk memadamkan api,” kata Netanyahu saat mengunjungi Zichron Ya’acov.

Enam tahun lalu juga terjadi kebakaran hutan Gunung Carmel di saat itu 44 orang tewas, puluhan pesawat pemadam diminta Israel ke Amerika dan berbagai negara di Eropa termasuk Yunani, Rusia dan Kroasia.

Sejak saat itu, Israel membangun skuadron sendiri khusus untuk pesawat pemadam kebakaran.

Juru cakap polis Micky Rosenfeld mengatakan, api dengan cepat menyebar menuju bangunan yang sedang dilakukan. “Polis dan petugas pemadam kebakaran segera merespon,” kata Rosenfeld. “Lebih dari 200 orang diungsikan dan sekitar enam rumah habis terbakar. Untungnya, tidak ada cedera. ”

Dikutip dari The Jerusalem Post, 30 petugas pemadam kebakaran, dibantu oleh sedikitnya enam pesawat dan helikopter diturunkan Rabu malam. Polis sedang menyelidiki terjadinya kebakaran tersebut.SUMBER

22 November 2016

Meskipun ditengah himpitan ekonomi akibat blokade darat, laut dan udara yang dilakukan penjajah Zionis Israel terhadap wilayah Jalur Gaza sejak tahun 2006 lalu, tidak mengurangi angka kelahiran bayi di wilayah yang kini dikuasai oleh gerakan perjuangan Islam Palestin “Hamas”.

Bahkan dalam statistik terbaru yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Palestin pada awal bulan Oktober yang lepas menyebutkan bahwa setiap 10 minit dilahirkan 1 orang calon pejuang Palestin di Jalur Gaza.

Terlepas dari semua keadaan yang luar biasa yang dialami oleh penduduk Palestin di Jalur Gaza spesialis sosiolog Dr. Habbah Arafat dalam keterangannya kepada Assafir.com mengatakan bahwa suburnya angka kelahiran di Jalur Gaza disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah pernikahan muda antara usia 18-27 tahun meskipun dibawah kondisi ekonomi yang sangat sulit.....

;;