23 Ogos 2017

Ankara- Al-Hassan Abdullah, lelaki tua yang hidup miskin di pinggiran desa kecil di Ghana, ceritanya menjadi viral di media sosial Turki. Kisahnya tentang mimpi untuk berangkat haji tercapai dengan cara yang tak terduga.

Suatu ketika, seorang jurnalis dari sebuah agensi berita Turki sedang melakukan footage (rakaman) di sebuah desa di Ghana dengan menggunakan drone untuk keperluan dokumenteri. Namun, drone itu tiba-tiba jatuh di atap rumah milik Al-Hassan Abdullah.

Saat hendak mengambil, si jurnalis ini dihampiri oleh Al-Hassan Abdullah. Tak sungkan, bapak tua itu kemudian bertanya polos kepada jurnalis itu, “bolehkah pesawat kecil ini berubah menjadi besar lalu membawaku ke Makkah untuk berhaji?”.

Mendengar pernyataan polos itu, jurnalis yang berasal agensi berita Turki TRT men-tweet kisah dan foto Al-Hassan Abdullah di Twitter. Dalam hitungan minit, cerita Al-Hassan Abdullah meluas ke penjuru Turki. Hingga menarik perhatian Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu.

Mevlüt Çavuşoğlu-lah yang kemudian yang menyuruh untuk menghubungi orangtua tersebut dan mengkhabarkan bahawa seluruh biaya perjalanan haji akan ditanggung oleh pemerintah Turki.

“Kami berkoordinasi dengan Kedutaan besar Turki di Ghana dan kami berhasil untuk mengatur semuanya. Hari ini Abdullah di sini. Kami semua sangat bahagia. Jika semuanya berjalan lancar, ia akan berangkat haji di tahun 2017 ini. Ia sangat berterima kasih atas apa yang orang-orang Turki lakukan untuknya,” ungkap Menlu Turki Mevlüt Çavuşoğlu.

Al-Hassan Abdullah kemudian diterbangkan dari Ghana dengan maskapai Turki Airlines dan tiba di Istanbul, Turki pada Jumat pagi (18/08). Kedatangannnya di bandara disambut oleh Cihad Gökdemir, Wakil Presiden Asosiasi Bantuan dan Perserikatan Ghana-Turki.

“Selama bertahun-tahun saya telah menunggu hari ini. Tak ada yang mampu saya ucapkan, kecuali terus-menerus bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kesempatan ini. Doa selalu terpanjatkan untuk semua orang yang turut membantu mewujudkan mimpi saya ini. Sepulang berhaji ke Makkah, saya baru boleh menjalankan hidup dengan tenang di Ghana,” ungkap Abdullah saat diwawancarai Anadolu.

Abdullah juga mengucapkan terima kasih kepada Turki yang telah mewujudkan mimpinya. Ia mengaku bahawa bantuan ini merupakan wujud persaudaraan antara umat Islam. Sementara itu, Cihad Gökdemir juga menceritakan bagaimana proses pemberangkatan haji Al-Hassan Abdullah oleh pemerintah Turki.

“Cerita ini berawal beberapa hari menjelang Presiden Erdogan berkunjung ke negara saya. Kru TV datang ke desa (Abdullah) untuk keperluan dokumenteri. Abdullah kemudian mengambil sebuah drone (yang jatuh di atap rumahnya) dengan tangan. Ketika ia mengetahui bahawa benda itu boleh terbang. Abdullah bertanya ‘bolehkah pesawat kecil ini berubah menjadi besar lalu membawaku ke Makkah untuk berhaji?’.”

“Salah satu teman kita dari agensi berita Turki TRT berbahasa Inggris kemudian membagikan kisah ini melalui Twitter. Setelah itu, ramai orang, perusahaan, atau lembaga di Turki yang menawarkan untuk pemberangkatan haji bagi Abdullah,” jelasnya.

Lebih-lebih, tawaran itu juga datang dari Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu. Gokdemir kemudian mencoba untuk menghubungi Abdullah, dengan mengutus seorang polis dari kota Erzurum (Timur).SUMBER Anadolu.

Berkat adalah sesuatu yang tumbuh dan makin bertambah kebaikannya, sedangkan tabarruk adalah do’a seorang manusia atau selainnya untuk memohon keberkatan.
Allah SWT menjadikan berkat ini hanya di berikan kepada  hamba-hamba- Nya yang beriman, bertaqwa dan beramal soleh.
Firman Allah SWT dalam surat Al-A’raaf ayat  96 :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُون.َ
Ertinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya".

Ada Beberapa faktor dicabutnya keberkatan manusia dalam menjalani kehidupan diantaranya adalah :
1. Tidak Adanya Iman dan Taqwa Serta Tidak Ada Perasaan Takut Kepada Allah SWT.
Jika anda tidak bertaqwa dan tidak takut kepada Allah SWT, maka tidak ada kebaikan dan berkah di dalam kehidupan anda, Anda tidaklah dinamakan sebagai orang yang benar-benar beriman.

2. Tidak Ikhlas Dalam Beramal Ibadah.
Allah SWT tidak memberikan berkah-Nya kepada kita apabila kita tidak menyiramkan air keikhlasan terhadap amal perbuatan kita.
....

21 Ogos 2017

Jemaah Gereja Sepi, Seorang Pendeta Jerman Izinkan Ibadah melalui Twitter

Gereja Reformed Walloon St Agustine di kota Magdeburg, Jerman terpaksa mengizinkan jemaatnya ibadah dengan twitteran.

Fenomena ini terjadi setelah bilanganjemaahnya menurun akhir-akhir ini. Kerana itu pihak gereja membuat kebijakan membuat ibadah setiap Jumat malam.

Di ibadah inilah para jemaat diajak mengundang orang-orang datang ke gereja mereka melalui media sosial Twitter. Ada sekitar 40 jemaat yang datang dan mereka pun dibebaskan untuk menghantarkan pesan ceramah, doa yang mereka dapat di malam itu di Twitter.

Pendeta Ralf Peter Reimann mengatakan kalau kebijakan ini masih diuji untuk meningkatkan minat orang-orang untuk datang ke gereja. Mereka optimis kalau media sosial boleh jadi cara untuk mempertahankan anggota dan mendatangkan orang-orang baru....

20 Ogos 2017

Jom menangis

18 Ogos 2017

Hidcom  RASULULLAH Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Ibadah umatku yang paling utama adalah membaca Al-Quran.”

Sabdanya lagi: “Andaikata Al-Quran berada dalam sebuah wadah kulit, niscaya ia tidak disentuh api.”

Rasulullah juga bersabda: “Tiada juru penolong yang lebih utama kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat daripada Al-Quran, tidak juga seorang nabi atau malaikat atau yang lain.”

Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: ‘Barangsiapa disibukkan oleh pembacaan Al-Quran hingga ia tidak berdoa dan tidak meminta (apapun) kepada-Ku, maka Kuberi dia pahala yang paling utama bagi orang-orang yang bersyukur.”

Ketahuilah bahawa pembacaan Al-Quran mempunyai tata krama lahiriah dan batiniah. Tata krama lahiriah terdiri dari tiga hal, yaitu:
Pertama, Anda membaca Al-Quran dengan penghormatan dan pengagungan. Penghormatan itu tidak akan memasuki hati Anda selama bentuk penghormatan itu tidak ditunjukkan oleh sikap lahir Anda. Anda telah mengetahui bagaimana hubungan hati dengan anggota tubuh dan bagaimana memancarnya cahaya dari anggota tubuh ke dalam hati.

Bentuk penghormatan itu dapat ditunjukkan dengan cara duduk dalam keadaan suci, bersikap tenang sambil menundukkan kepala dan menghadap kiblat tanpa bersandar maupun berbaring sebagaimana Anda duduk di hadapan guru ngaji. Anda membaca Al-Quran dengan tartil (pelan dan memperhatikan semua kaidah bacaan Al-Quran), penuh rasa hormat, pelan, membaca huruf demi huruf, tidak terburu-buru.

Ibnu Abbas r.a. berkata, “Aku lebih suka membaca surah ‘Idza zulzilat’ dan ‘Al-Qaari’ah’ dan merenungkannya daripada membaca ‘Al-Baqarah’ dan ‘Ali Imran’ dengan terburu-buru.”

Kedua, gunakanlah waktu-waktu tertentu untuk mencapai tingkat keutamaan tertinggi di dalam pembacaan Al-Quran, misalnya dengan membacanya pada saat berdiri dalam solat, terutama solat yang dilakukan di dalam masjid dan di waktu malam, kerana di waktu malam hati lebih jernih lantaran tidak ada aktiviti. Pada siang hari, meskipun Anda sudah mencoba menyendiri, mobiliti dan aktiviti orang-orang akan mengusik batin Anda dan mengganggu konsentrasi Anda. Apalagi jika Anda berharap untuk mendapatkan suatu kesibukan dan pekerjaan.

Meskipun begitu, selama Anda membacanya, meski sambil berbaring dan tanpa bersuci, tidak berarti sama sekali tanpa keutamaan. Kerana Allah Ta’ala memuji semuanya. Allah Ta’ala berfirman: “Orang-orang yang mengingat Allah sanbil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring.” (QS. Ali Imran: 191)

Akan tetapi tata krama yang kami paparkan itu sebagai tambahan keutamaan. Jika Anda lebih menginginkan akhirat, maka hendaknya Anda tidak begitu saja meninggalkan keutamaan.

Ali r.a. berkata, “Barangsiapa membaca Al-Quran sambil berdiri dalam solat, maka dengan setiap hurufnya ia mendapat seratus kebaikan. Barangsiapa yang membaca Al-Quran di luar solat dalam keadaan suci, maka ia mendapat dua puluh lima kebaikan. Barangsiapa yang membaca Al-Quran tanpa berwudhu, maka ia hanya mendapat sepuluh kebaikan.”

Ketiga, kuantiti (jumlah) bacaan yang dalam hal ini dibagi atas tiga tingkatan: (1) Tingkatan yang...

11 Ogos 2017

Zionis Di Tanah Haram Mekkah

EM  Tepat di depan Masjidil Haram, dulu berdiri kukuh sebuah benteng penjagaan kota Makkah yang bernama Benteng Ajyad yang dibangun pada tahun 1781 pada masa Kekhalifahan Utsmaniyyah. Benteng ini kemudian dihancurkan tahun 2002. Dan sebagai gantinya, berdirilah menara tertinggi ketiga di dunia yang diberi nama Abraj Albait.

Saya tidak ingin masuk ke ranah pembahasan simbol-simbol yg subjektif. Mari masuk ke ranah fakta objektif saja.

Abraj Albait adalah bangunan tinggi, megah dan mewah yg terdiri dari beberapa 7 tower, diantaranya:

1. Makkah Royal Clock Tower, ini adalah tower utama yang di atasnya dibangun jam digital raksasa. Di bawahnya ini adalah bangunan yang difungsikan untuk Fairmont Hotel.
2. Hajar Tower, difungsikan untuk Mövenpick Hotel
3. Zamzam Tower, difungsikan untuk Pullman Hotel
4. Safa Tower, difungsikan untuk Raffles Makkah Palace Hotel
5. Marwah Tower, difungsikan untuk Marwa Rayhaan by Rotana Hotel
6. Al Maqam Tower, difungsikan untuk Swissotel Hotel
7. Qibla Tower, difungsikan juga untuk Swissotel......

01 Ogos 2017

Dalam Fi Zhilalil Qur’an, Sayyid Quthb menjelaskan bahawa hidup di bawah naungan Al-Qur’an adalah kenikmatan yang tidak dapat dirasakan, melainkan oleh orang yang menghayatinya, kenikmatan yang dapat mengangkat darjat manusia, memberikan berkah dan membersihkan kehidupan ini dari segala bentuk kekotoran.
ini adalah antara manfaat naugan al-Quran dalam kehidupan diri dan keluarga.

Pertama, kehidupan menjadi terarah

Dengan setiap hari membaca Al-Qur’an, maka kehidupan diri dan keluarga akan kian terarah, dari membaca Al-Qur’an kita akan mengetahui mana yang haq dan bathil, benar dan salah. Dan, kemampuan membedakan hal tersebut adalah hal mendasar yang harus dimiliki oleh setiap Muslim.

Dengan demikian, diri tidak akan mudah tertipu. Menduga banyak harta sebagai capaian kebahagiaan, lantas makan rasuah. Mengira kebahagiaan dengan menyingkirkan orang lain, lantas

30 Julai 2017

Penyusuan atau menyusui dalam istilah bahasa Arab disebut dengan radha’ah. Maknanya, penyusuan bayi yang belum berusia dua tahun dilakukan oleh perempuan selain ibu kandungnya. Dalam Islam, radha’ah memiliki efek hukum yang menjadikan hubungan mahram antara bayi disusui  dan ibu yang menyusui serta anak-anaknya ibu yang menyusui tersebut. Sehingga antara saudara sepersusuan dilarang menikah. Hal ini berdasarkan firman Allah,

وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُم مِّنَ الرَّضَاعَةِ

“..Ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan….” (Qs. an-Nisa: 23).

Juga berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَحْرُمُ مِنَ الرَّضَاعَةِ مَا يَحْرُمُ مِنَ النَّسَبِ

“Hal-hal dari hubungan persusuan diharamkan sebagaimana hal-hal tersebut diharamkan dari hubungan nasab.” (HR. Bukhari: 2645)

Berbagai kajian ilmiah menyatakan bahawa dalam susu ibu terdapat antibodi yang bila disusukan akan merangsang pembentukan antibodi pada tubuh anak yang disusuinya. Ini boleh terjadi setelah beberapa kali susuan, antara tiga sampai lima kali susuan yang mengenyangkan. Dan inilah ukuran dos yang harus terpenuhi untuk pembentukan antibodi pada tubuh manusia.

Demikian pula yang terjadi pada haiwan percobaan baru-baru ini yang sistem kekebalannya belum terbentuk secara sempurna. Saat menyusu, ia mendapatkan beberapa sifat turunan khusus yang bersifat antibodi dari susu yang diminumnya. Selanjutnya ia akan memiliki beberapa sifat turunan yang mirip dengan saudara laki-laki atau saudara perempuan sesusuannya.

Telah ditemukan bahawa keberadaan partikel-partikel antibodi ini berpeluang menimbulkan gejala-gejala penyakit terhadap orang yang menikahi saudara sesusuannya. Berdasarkan paparan ini, kita mendapatkan hikmah yang terkandung dalam syariat Islam yang telah disebut di atas. Yaitu melarang kita menikahi saudara sesusuan dengan kadar lima kali susuan yang mengenyangkan.

Kekerabatan dari jalur persusuan tetap berlaku dan berpindah pada anak keturunan. Unsur asas dalam persoalan ini adalah pada agen genetik yang juga turut berpindah. Maknanya, kekerabatan persusuan ada kerana adanya perpindahan genetik dari susu ibu dan penetrasiannya pada sel-sel anak yang disusuinya serta penggabungan pada silsilah genetik anak yang disusui.

Subhanallah, sungguh apa yang ditetapkan dalam Al-Qur’an dan Hadis semuanya ada hikmah dan terkadang manusia belum mengetahuinya. Tidak ada satu pun hukum dalam Islam kecuali itu membawa kepada kemaslahatan hidup bersama, di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam bishawab!
Fakhruddin(Disadur dari Buku; Tibbun Nabawi, Karya Subhi Sulaiman)

;;