06 Oktober 2019

Dari Sa'ad ra, nabi SAW bersabda, " Tiga kebahagiaan laki-laki adalah wanita salehah,tempat tinggal yang nyaman, dan kenderaan yang baik. sedangkan kesengsaraan laki-laki adalah wanita yang jahat,tempat tinggal yang tidak nyaman,dan kenderaan yang tidak baik".(Hadis riwayat Ibnu Hiban)

18 September 2019

Fauzan. Kiblat.net
 Sejak seorang hamba mengikrarkan dua kalimat syahadat, ia telah menjadi seorang muslim. Muslim ertinya orang yang berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Ia menyerahkan hidup dan matinya, dunia dan akhiratnya, kepada Allah semata. Ia menyerahkan akidahnya, ibadahnya, akhlaknya, dan muamalahnya kepada Allah semata. Idiologinya, ekonominya, politiknya, sosial-budayanya, dan militernya tunduk sepenuhnya kepada kehendak Allah, aturan Allah, dan syariat Allah.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162) لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (163)

Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagiNya. Dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS. Al-An’am [6]: 162-163)

Maka seorang muslim itu sudah seyogyanya masuk ke dalam agama Allah dan syariat Allah secara total.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kalian. (QS. Al-Baqarah [2]: 208)

Jika agama Allah dan syariat Allah menetapkan suatu perkara itu halal, maka ia akan menghalalkan perkara tersebut. Jika agama Allah dan syariat Allah menetapkan suatu perkara itu haram, maka ia akan mengharamkan perkara tersebut. Demikian pula jika agama Allah dan syariat Allah menetapkan suatu perkara itu baik atau buruk, bermanfaat atau berbahaya, wajib atau sunah, haram atau makruh, boleh atau tidak boleh; ia akan menerimanya dengan lapang dada dan kerelaan hati.

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata. (QS. Al-Ahzab [33]: 36)

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memberi keputusan hukum di antara mereka ialah ucapan “Kami mendengar, dan Kami patuh”. Dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. (QS. An-Nuur [24]: 51)

Sekularisme Menghalangi Manusia Menjadi Muslim Sejati

Pada saat kemunculannya, Sekularisme menjangkiti Eropah dilatarbelakangi oleh trauma masyarakat Barat terhadap agama. Sehingga mereka sepakat untuk memposisikan agama pada ruang-ruang privat kehidupan. Setelah sebelumnya agama menjadi landasan dalam mengatur kehidupan.

Derasnya arus Sekularisme menerjang kehidupan manusia, membuat agama-agama yang dianut masyarakat Barat ketika itu mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan Sekularisme. Pilihannya hanya dua, mereka ditinggalkan atau mereka mengikuti aturan main Sekularisme. Sehingga mereka sepakat bahawa agama hanya mengatur urusan pribadi manusia dengan Tuhan. Ritual peribadatan seorang manusia kepada Tuhan adalah ruang privat.

Adapun hal-hal yang berkaitan dengan interaksi manusia dengan sesama manusia, makhluk hidup selain manusia, dan alam sekitar, adalah ruang publik dan masalah sosial. Demikian doktrin yang ditegaskan oleh Sekulerisme. Sehingga harus ada pemisahan yang tegas antara ruang publik dan ruang privat. Harus ada pembatasan yang jelas antara kedaulatan Tuhan dan kedaulatan manusia.

Berdasar paham sekulerisme tersebut, seseorang hanya boleh mengaitkan Tuhan dengan ritual ibadah dalam ruang lingkup pribadi. Adapun hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, maka Tuhan dan syariat Tuhan haram berbicara di dalamnya.

Tuhan harus puas disembah oleh manusia di sinagog, gereja, kelenteng, pura, wihara, dan rumah-rumah ibadah lainnya. Tuhan tidak boleh protes jika manusia menjadi Tuhan-Tuhan lainnya di Pejabat, sekolah, kampus, kilang, bank, pasar, supermarket , parlemen, dan istana negara. Tuhan adalah sesembahan yang berdaulat dalam hati manusia, dalam ruang lingkup pribadi belaka. Tapi manusia adalah tuhan sesembahan dan penguasa yang sebenarnya dalam akal fikiran dan perbuatan manusia, dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan militer.

Itulah doktrin yang dicekokkan oleh sekulerisme. Paham ini jelas bertentangan dengan prinsip ketundukan total kepada Allah yang dianut seorang Muslim. Karena bagi seorang Muslim, Allah adalah Rabb mereka, baik di masjid, maupun di pejabat, baik di bilik pribadi maupun di tanah lapang. Allah yang mereka ibadahi adalah Allah yang menurunkan syariat-Nya untuk dijalankan oleh Umat Muslim. Allah yang memerintahkan mereka untuk solat, adalah Allah yang sama dengan yang melarang riba. Allah yang memerintahkan mereka bersuci dari hadas adalah Allah yang sama yang memerintahkan mereka untuk mensucikan pelaku zina dengan dera atau rajam.

Sehingga ketika Sekulerisme dipaksakan kepada seorang muslim, maka secara tidak langsung mereka dipaksa untuk menjadi seperti orang kafir Quraisy sebelum diutusnya Nabi Muhammad.

Mereka yakin bahwa Allah yang menciptakan mereka, namun ketika mereka diminta untuk mentauhidkan Allah dalam ibadah mereka justru berpaling menuju sembahan-sembahan lain selain Allah yang dalam asumsi mereka mampu memberi kedekatan antara mereka dengan Allah.

Mereka paham bahwa Allah yang telah memberi mereka rizki, namun dalam hal mencari rizki mereka menerjang larangan-larangan Allah, mereka menggantungkan rizki mereka kepada hal-hal yang tidak ada hukum sebab akibatnya.

Memaksakan sekulerisme kepada umat Islam sama halnya dengan menyuruh mereka meyakini Allah sebagai pencipta, namun memaksa mereka untuk hidup di bawah aturan selain Allah. Karena sekulerisme tidak akan berhasil atau berjalan mulus kecuali umat beragama pelan tapi pasti meninggalkan agama mereka di ruang-ruang publik.

Pada awalnya aturan Allah dianggap kuno dan tidak relevan atau kehilangan konteks, kemudian mereka gantikan dengan aturan-aturan manusia. Setelah aturan Allah dinegasikan, maka pelan-pelan umat Islam akan terasingkan dan terjauhkan dari ajaran agama yang dengannya muluslah jalan sekulerisme untuk merusak umat Islam Wallahu a’lamu bissowab.



16 Ogos 2019

Hadis riwayat Thabrani: 

Dari Husain bin Ali ra,Rasulullah saw bersabda," Umatku selamatt dari tenggelam bila mereka naik kapal dan berdoa :
۞ بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡرٜىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ

Surah Hud ayat 41
 Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya". Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

10 Ogos 2019

Menyembelih haiwan korban merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT. Tentunya, dalam ibadah tidak boleh sembarangan menentukan sendiri tata caranya. Semua amal ibadah, khususnya Korban, harus sesuai panduan yang telah dibuat Syariat. Oleh kerana itu, supaya ibadah korban kita diterima, ada beberapa hal penting harus diketahui. Berikut poin-poinnya secara ringkas:

Pertama: Berkorban termasuk salah satu Syariat Allah dan hukumnya Sunnah Muakkad, menurut jumhur ulama Malikiyah, Syafi’iyah, Hanabilah dan lainnya, dan wajib menurut pendapat Imam Abu Hanifah. Sedangkan jika korban itu sudah dinazarkan maka seluruh ulama sepakat hukumnya wajib.

Kedua: Jika sudah masuk sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah, para pengkorban dimakruhkan mencukur rambut dan memotong kuku. Namun jika kedua hal itu terlanjur dilakukan, tidak ada denda menurut kesepakatan ulama. Hikmah larangan cukur rambut dan potong kuku bagi pengkorban adalah untuk meniru orang yang sedang melaksanakan haji.

Catatan: Larangan ini khusus bagi orang yang berkurban. Wakil pengkurban dan keluarganya tidak masuk dalam hukum ini.

Ketiga: Saat menyembelih wajib membaca: “Bismillah Wallahu Akbar”. Dianjurkan menambah

04 Ogos 2019

Soalan: (voa-islam)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ada larangan menjual kulit qurban. Bagaimana caranya agar kulit itu bernilai ekonomi? Terima kasih.



Jawab:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah. Shalawat dan salam atas Rasulullah dan keluarganya.

Bagi orang yang berkurban dilarang membisneskan (menjual) bahagian dari haiwan qurban yang disembelihnya.  Baik itu daging, hati, jantung, paru, usus, kulit, bahkan kukunya.

Menyembelih haiwan qurban itu sebagai qurban (pendekatan diri) kepada Allah. Sedangkan amal-amal qurubaat tidak menerima penukaran dengan harga, maka tidak boleh dijual sebagaimana harta wakaf. (Dinukil dari Kitab Ahkam al-Udhiyah fi al-Fiqh al-Islami, DR. Walid Khalid al-Rabi')

Siapa yang menjual bahagian dari haiwan qurbannya maka tertolak ibadah udhiyah (qurban)-nya.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَّتِهِ فَلَا أُضْحِيَّةَ لَهُ

"Siapa yang menjual kulit haiwan qurbannya, maka tidak ada qurban untuknya (tidak diterima)." (HR. Al-Hakim dan al-Baihaqi, dihassankan oleh Al-Albani dalam Shahih al-jami', no. 6118)

Pihak yang terkena hukum qurban ini adalah pengorban dan wakilnya. Panitia pelaksana penyembelihan haiwan qurban adalah wakil dari orang yang berqurban. Ia tak boleh bisneskan / jual belikan bahagian dari haiwan qurban yang diurusnya; baik itu daging, kulit, bulu, dan anggota haiwan qurban lainnya. Kalau diserahkan kepada pihak lain sebagai sedekah atau hadiah lalu dimanfaatkan maka itu boleh.

Solusinya: berikan kulit ke jamaah atau orang miskin, lalu terserah mereka, mahu diolah, dibuat kerajiban, atau dijual olehnya. Orang yang menerima daging haiwan qurban atau kulitnya boleh menjualnya. Tidak haram baginya dan juga tidak pengaruhi sahnya sebagai haiwan qurban. Wallahu a'lam.

20 Julai 2019

Salah satu pemahaman yang massif di kalangan umat Islam akhir zaman ini adalah tentang doa secara terperinci, terang-terangan, dan tertarget. Sampai-sampai disebutkan dengan jelas warna kereta, harganya, waktunya, dan sebagainya.

Menjadi kontroversi sebab ternyata doa-doa jenis ini tidak bersesuaian dengan doa-doa yang diajarkan oleh Allah Ta’ala kepada para Nabi-Nya sebagaimana termaktub di dalam Al-Qur’an.

Nabi Adam ‘Alaihis salam yang terpisah dari isterinya setelah diturunkan ke bumi hanya diajarkan kalimat penyesalan diri, permintaan, dan pengakuan kelemahan.

“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Dan jika Engkau tak mengampuni kami, sungguh kami termasuk orang yang merugi.”

Doa yang termaktub dalam Surat Al-A’raf [7] ayat 23 tersebut hanya berupa kalimat pengakuan kekeliruan.Bukankah jika berdoa secara terperinci dan detail maka redaksinya, “Ya Allah, ampuni kami. Dosa kami banyak. Pertemukan hamba dengan isteri hamba. Di tempat ini. Seminggu lagi. Hamba sudah rindu.”

Senada dengan Nabi Adam ‘Alaihis salam, Nabi Yunus ‘Alaihis salam pun mengalami ujian yang berat. Beliau berada di dalam tiga kegelapan sekaligus; perut ikan, dasar lautan, dan malam pekat.

Bagaimana Allah Ta’ala mengajarkan doa kepada Nabi yang marah hingga meninggalkan medan dakwah sebelum mendapatkan perintah ini?

“Tiada Tuhan yang hak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang zalim.”

Doa Nabi Yunus ‘Alaihis salam yang terkabulkan ini terdapat di dalam Surat Al-Anbiya’ [21] ayat 87 hanya menyebutkan tiga muatan; tauhid, tasbih, dan pengakuan penyesalan atas kesalahan yang diperbuat.

Jika memang berdoa dengan terperinci, terang-terangan, dan detail dianjurkan, bukankah redaksinya, “Ya Allah, hamba lelah. Gelap dan bau di perut ikan. Tolong keluarkan segera. Tapi jangan di laut. Keluarkan di darat. Jangan juga dijatuhkan, sakit. Tapi seperti diantarkan, lalu ada makanan dan orang yang boleh menolongku di sana.”

Masih banyak doa-doa para Nabi ‘Alaihimus salam yang terdapat di Al-Qur’an, dan di dalamnya tidak terperinci sebagaimana pemahaman sebagian oknum yang akhir-akhir ini semakin massif.

Memang, kita harus meminta kepada Allah Ta’ala sebagai wujud kebutuhan hamba kepada Penciptanya. Bahkan kita harus senantiasa menyampaikan permintaan, meski hanya untuk sebutir garam.

Akan tetapi, jangan sampai pemahaman itu menjadi keliru dengan mendetail-detail secara berlebihan hingga diri tergolong memaksa Allah Ta’ala.

Dan ajaibnya, kepada doa para Nabi di dalam Al-Qur’an tersebut, Allah Ta’ala mengabulkannya dengan memberikan karunia yang benar-benar tak ternilai dan amat berlimpah. [Kisahikmah]

06 Julai 2019

Tatkala para pemuda yang terdesak dan harus mengungsi di suatu tempat asing demi mempertahankan aqidah mereka, tibalah mereka di sebuah gua. Tentu untuk tinggal beberapa saat lamanya disana mereka memerlukan banyak perkara seperti makanan, selimut,tilam, toilet dan lain sebagainya. Rasanya mustahil mendapatkan keperluan semua itu di sebuah gua yang terpencil di tengah hutan belantara.

Tapi para pemuda tidak memaksakan permintaan tersebut kepada Allah. Mereka mencukupkan hanya dengan satu permintaan yang khusyu’ dan penuh keyakinan kepada Allah yang Maha Kuasa untuk menyelesaikan masalah dan kesulitan mereka dengan sebaik-baiknya.

(إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا)
[Surat Al-Kahf 10]

(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”

Allah SWT langsung merespon doa mereka dengan memberikan penyelesaian yang sangat indah, yakni menidurkan dan menjaga mereka selama 309 tahun lamanya. Masya Allah..

Baca semuanya di SINI

;;