29 Mac 2016

NAMANYA Atha’ ibn Abi Rabah. Hitam kulitnya & pendek tubuhnya. Jika berkendara, baghalnya tanpa pelana. Pernah dia menempuh perjalanan dari Makkah ke Syam untuk menjumpai Khalifah Hisyam ibn ‘Abdil Malik; menyampaikan hajat kaum muslimin dari Ahli Bait Rasulillah, penduduk Haramain, tentera di perbatasan, hingga Ahlu Dzimmah lalu pulang setelah semua dipenuhi tanpa meminum seteguk airpun di Istana Khalifah.

Pada masanya, beliaulah Imam Masjidil Haram yang bahkan Ibnu ‘Abbas & Ibnu ‘Umar jika diminta fatwa di Makkah akan berkata, “Bagaimana kalian bertanya padaku padahal di antara kalian ada Atha’ ibn Abi Rabah?”

Tapi Imam Atha’ punya satu pendapat fiqih yang ditanggapi miring. Adalah beliau menyatakan bahawa melempar jumrah pada Hari Nahr waktunya afdhal sejak pagi hari. Ini melanggar pendapat jumhur ‘ulama yang menyatakan bahwa ia hanya afdhal selepas matahari tergelingcir, bergeser setelah tengah hari.

Pendapat beliau dikecam. Dikatakan bahawa Rasulullah ﷺ dan semua Khulafaur Rasyidin saja ketika memimpin haji melempar jumrah hanya setelah zawalusy syams. Dari mana Atha’ mengambil pendapat yang “bid’ah” dan ganjil itu?

Beliau menyatakan bahawa pada saat haji wada’ Rasulullah menanti para sahabat berkumpul, baru mencontohkan manasik yang benar. Mereka semua baru tiba di sisi beliau ketika matahari tergelingcir. Andai para sahabat telah berhimpun sejak pagi, tentu beliau telah melempar sejak pagi pula. “Tapi pengandaian ini tidak dapat dijadikan sandaran,” sanggah para pengkritiknya.

Inilah qaul beliau yang selama 13 abad jadi pembicaraan para fuqaha’ dan tidak diambil para ahli hadits.

Tapi pendapat Imam Atha’ akhirnya menemukan tempat dan waktu yang tepat. Bilakah itu? Pada tahun 1990-an. Ketika jumlah jama’ah haji berlipat & jamarat kian padat; bahaya yang timbul dari berkumpulnya jutaan manusia mencari waktu afdhal setelah zohor memaksa para ‘ulama membahas ulang hal ini. “Alhamdulillah”, simpul Lajnah Daimah lil Buhuts wal Ifta’, lembaga fatwa Kerajaan Saudi Arabia, “Ada pendapat Imam Atha’ ibn Abi Rabah.” Dengannya, jadual dapat disusun sejak pagi agar desak-desakan dapat diminimalisasi. Syari’at dan Fiqih menjaga jiwa manusia.

Yang ganjil selama berabad-abad, menjadi jalan keluar di suatu masa....lagi Islampos

14 Mac 2016

Rahsia Solat Di Awal Waktu

11 Mac 2016

Soalan: Saya seorang perokok. Apakah merokok membatalkan wudhuk ataukah cukup berkumur saja jika hendak bersolat?

JAWAB: Menurut Fatawa Lajnah Daimah, 13/57 di islamqa.ca., pelaku rokok dianggap fasik. Namun tidak diharuskan mengulangi wudhu jika dia merokok. Akan tetapi disyariatkan baginya menghilangkan bau tak sedap dari mulutnya dengan sesuatu yang dapat menghilangkannya. Di sisi lain, wajib segera bertaubat kepada Allah dari perbuatan merokok..sumber IP

09 Mac 2016

Hari ini kita sedang dihebohkan dengan fenomena yang amat menakjubkan. Kejadian ini merupakan salah satu bentuk kekuasaan Allah SWT. Di mana bulan terletak antara bumi dan matahari. Sehingga, bulan yang berukuran lebih kecil itu ternyata bayangannya mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya. Nah, orang Islam yang melihat kejadian ini dianjurkan untuk melaksanakan solat kusuf (solat gerhana). Lalu, apa hukum mengerjakannya?
Solat gerhana adalah sunnah muakkadah bagi lelaki dan wanita. Itu bererti perintah ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Sebab, Rasulullah ﷺ bersabda,

28 Februari 2016

ORANG yang kelebihan berat badan memiliki ingatan lebih lemah dibandingkan teman-teman mereka yang lebih kurus, ungkap satu kajian.

Tes yang dilakukan terhadap 50 orang menunjukkan bahawa kelebihan berat badan terkait dengan buruknya “memori episodik” atau kemampuan untuk mengingat pengalaman masa lalu.

Kajian yang dimuat Quarterly Journal of Experimental Psychology itu menyebutkan, ingatan yang samar tentang makan yang terakhir diambil, boleh membuat orang makan berlebihan.

Akan tetapi, aspek lain dari memori –seperti pengetahuan umum– tidak terpengaruh....

26 Februari 2016

Sunnah di Hari Jum'at


Sumber SINI

17 Februari 2016

DALAM solat berjamaah, penting sekali bagi kita untuk memiliki seorang imam sebagai pemimpin dalam solat. Imam ialah orang yang memiliki tanggung jawab besar mengarahkan makmum agar meraih solat yang sempurna, sesuai dengan apa yang diridhai oleh Allah SWT. Untuk itu, orang yang kita pilih menjadi seorang imam tak boleh sembarangan.
Ketika kita menemukan orang yang ingin sekali menjadi imam, sekali pun ia telah termasuk dalam kategori seorang imam yang sesuai dengan syariat, tapi banyak dari para jamaah yang tidak suka padanya, maka jangan jadikan ia sebagai imam. Mengapa?
Seorang dimakruhkan mengimami manusia sedang mereka tidak menyukainya. Hal ini berlaku jika ketidaksukaan mereka itu berdasarkan alasan agama.
Rasulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang solatnya tidak diangkat dari atas kepala mereka sejengkal pun, orang yang mengimami manusia sedang mereka tidak menyukainya, wanita yang dimurkai suaminya semalam suntuk dan dua saudara yang saling bermusuhan,” 
(Diriwayatkan Ibnu Majah dengan sanad yang baik).

Sumber

13 Februari 2016

Dalam kehidupan yang majemuk ini, kita tidak dilarang untuk berhubungan dengan orang-orang kafir. Bahkan dalam hubungan tersebut, Islam mengajarkan kita untuk menunjukkan akhlak terpuji di hadapan mereka, sehingga dengan seperti itu rasa simpati kepada ajaran Islam akan muncul dalam diri orang-orang kafir tersebut.

Selain itu, dalam menjaga hubungan tersebut, kita juga harus menjaga batas-batas syar’i yang telah ditetapkan dalam Islam. Dimana ada hal-hal yang boleh kita lakukan dan ada pula hal-hal yang tidak boleh kita langgar.

Batas-batas syar’i itu lah yang kemudian harus kita pahami bersama. Dalam berdakwah misalnya, sebagian orang ada yang beriinisiatif untuk menghadiahkan mushaf al-Qur’an kepada setiap orang kafir yang dia kenal, harapannya mereka boleh bebas membuka dan mempelajarinya. Sebuah niat yang cukup baik memang, namun sebelum melakukan hal tersebut, ada pertanyaan yang mestinya harus kita jawab terlebih dahulu, iaitu bolehkan orang-orang kafir menyentuh mushaf Al-Qur’an?

Menjawab pertanyaan ini, para fuqaha berbeda pendapat menjadi dua:

Pertama, orang kafir diharamkan menyentuh mushaf. Ini adalah pendapat Abu Yusuf—seorang faqih mazhab Hanafi, fuqaha mazhab Maliki, fuqaha mazhab Syafi’i, dan fuqaha Hambali—yang berpendapat, tidak boleh membacakan Al-Qur’an untuk mereka. Dalil yang mereka pakai adalah firman Allah ta’ala:....lagi

11 Februari 2016

Menjadi Hafiz Al-Quran merupakan cita-cita luhur kaum Muslimin. Kerana dengan hafalan Al-Quranlah darjat kita di syurga boleh naik.

Namun, terkadang menghafal boleh menjadi menjenuhkan kerana kesulitan menghafal Al-Quran.

Berikut adalah motivasi dari Ustadz Deden M. Makhyaruddin, M.A. agar menghafal Al-Quran tetap menyenangkan walau tak kunjung menghafal seluruh ayat Al-Quran:

1-Satu huruf Al-Qur’an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafazkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan Anda..LAGI

29 Januari 2016

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum, ustaz Ana ingin bertanya apakah suara wanita termasuk aurat? Dan apa hukumnya wanita membacakan tilawah atau sari tilawah dalam suatu acara-acara tertentu?
Jazakallahu khairan ustaz.

Jawapan:
Wa’alaikumsalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.
Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ’ala Rasulillah wa ‘ala Aalihi wa Shahbihi wa man waalah wa ba’d:
Pertanyaan ini ada dua:
Pertama: Auratkah suara wanita?
Dalam hal ini para ulama terjadi perselisihan pendapat. Ada yang menyatakan aurat seperti golongan Hanafiyah dan yang mengikuti mereka. Ada yang menyatakan bukan aurat, dan ini adalah pendapat majoriti ulama. Walau mereka semua sepakat, bahawa bagi laki-laki ajnabi (asing) jika suara wanita memancing fitnah yang melahirkan syahwat, atau sengaja berlazat-lazat mendengarkannya maka itu aurat dan diharamkan.
Pihak yang Mengatakan Aurat dan Alasannya....LAGI

28 Januari 2016

Razeki memang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala, dan semuanya sudah tercatat rapi di Lauhul Mahfuzh. Namun, apakah itu bererti harus berdiam diri tanpa menjemput razeki, ataukah harus berusaha untuk mendapatkannya? Inilah yang kadang disalahfahami oleh sebahagian manusia.

Ada kisah menarik terkait hal ini; yaitu kisah antara Ibrahim bin Adham dan Syaqiq Al-Balkhi yang disebutkan oleh Ibnu Asakir dalam Târîkh Madînati Dimasyq (23/135). Berikut ini adalah kisahnya:

25 Januari 2016

KIBLAT.NET – Sebutan kafir bukan sesuatu yang asing lagi di telinga umat Islam. Bahkan, baik sedar maupun tidak, hampir setiap hari kaum Muslimin pernah melafalkan kata-kata tersebut ketika membaca Al-Qur’an. Pasalnya, istilah kafir sendiri oleh Allah Ta’ala disebut berulang kali di dalam Al-Qur’an. Semua itu untuk menunjukkan orang-orang yang tidak mau menerima Islam atau mereka yang bukan dari golongan Muslim.

Namun, belakangan ini sebutan kafir oleh sebagian orang dianggap mengandung konotasi negatif, kerana sebutan tersebut terdengar merendahkan atau menyinggung perasaan golongan lain di luar agama Islam. Bahkan dalam acara-acara tertentu, tidak jarang penyebutan kafir terhadap golongan selain Islam sering mendapat kritikan langsung dari pihak-pihak tertentu. Bagi mereka, istilah tersebut lebih baik diganti dengan kata-kata non-Muslim.

Lalu, apakah demikian seharusnya umat Islam menyebut orang-orang di luar agama Islam? Apakah sebutan kafir itu memang untuk merendahkan golongan lain? ...

24 Januari 2016

Tips ini telah diberikan oleh Ustaz Abdul Rauf Al-Hafiz Masjid Tanah Melaka.

i- Jaga Solat
ii-Amalkan selawat 300 x setiap hari
iii-Malam..Amalkan surah Al-Waqi'ah 1 x
iv-Pagi.Amalkan surah Yasin 1 x

23 Januari 2016

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Pada dasarnya, bersalaman dengan wanita anjanibayah (asing/bukan mahram) adalah haram, baik langsung atau memakai kain penghalang. Berdasarkan riwayat di Shahihain, dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anha yang berkata:
ما مست يد رسول الله صلى الله عليه وسلم يد امرأة قط إلا امرأة يملكها
“Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita pun kecuali wanita yang dimilikinya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslilm)
Adapun salaman kepada wanita tua yang sudah uzur, tidak ada hasrat nikah (jima’) lagi, tidak lagi mengundang fitnah atau terfitnah, maka para ulama berbeda pendapat:
Pertama, pendapat Hanafiah, Hanabilah, dan pendapat Imam Ahmad membolehkan bersalaman dengan wanita seperti ini. Dasarnya, hadits bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjabat tangan wanita-wanita tua dan tidak bersalaman dengan yang masih muda.
Dalil lainnya, Abu Bakar Al-Shiddiq menyalami wanita-wanita sepuh. Diriwayatkan dari Zubair, dirinya memperkerjakan wanita tua untuk merawat dirinya.
Haramnya bersalaman kepada wanita adalah karena takut terjadi fitnah. Jika wanita yang tak lagi mengundang syahwat, kekhawatiran kepada fitnah telah lenyap.....

22 Januari 2016


مِنْ اقْتِرَابِ السَّاعَةِ أَنْ تُرْفَعَ الأَشْرَارُ وَ تُوْضَعَ الأَخْيَارُ وَ يُفْتَحَ الْقَوْلُ وَ يُخْزَنَ الْعَمَلُ وَ يُقْرَأُ بِالْقَوْمِ الْمَثْنَاةُ لَيْسَ فِيْهِمْ أَحَدٌ يُنْكِرُهَا قِيْلَ : وَ مَا الْمَثْنَاةُ ؟ قَالَ : مَا اكْتُتِبَتْ سِوَى كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ

“Di antara (tanda) dekatnya hari kiamat adalah dimuliakannya orang-orang yang buruk, dihinakannya orang-orang yang terpilih (soleh), dibuka perkataan dan dikunci amal, dan dibacakan Al-Matsnah di suatu kaum. Tidak ada pada mereka yang berani mengingkari (kesalahannya)”. Dikatakan: “Apakah Al-Matsnah itu ? beliau menjawab: “Semua yang dijadikan panduan selain kitabullah ‘Azza wa Jalla.” [HR. Al-Hakim] Hidcom

20 Januari 2016

Sungguh beruntung dan berbahagialah orang tua yang telah mendidik anak-anak mereka sehingga menjadi anak yang soleh, yang selalu membantu orang tuanya, mendoakan orang tuanya, membahagiakan mereka dan menjaga nama baik kedua orang tua. Kerana anak yang soleh akan senantiasa menjadi investasi pahala, sehingga orang tua akan mendapat aliran pahala dari anak soleh yang dimilikinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎﺕَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ ﺍﻧْﻘَﻄَﻊَ ﻋَﻨْﻪُ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺟَﺎﺭِﻳَﺔٍ ﺃَﻭْ ﻋِﻠْﻢٍ ﻳُﻨْﺘَﻔَﻊُ ﺑِﻪِ ﺃَﻭْ ﻭَﻟَﺪٍ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻟَﻪُ

“Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, Iaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim: 1631).

Demikian pula, kelak di hari kiamat, seorang hamba akan terhairan-hairan, mengapa boleh dia meraih darajat yang tinggi padahal dirinya merasa amalan yang dia lakukan dahulu di dunia tidaklah seberapa, namun hal itu pun akhirnya diketahui bahawa darajat tinggi yang diperolehnya tidak lain dikeranakan doa ampunan yang dipanjatkan oleh sang anak untuk dirinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻟَﻴَﺮْﻓَﻊُ ﺍﻟﺪَّﺭَﺟَﺔَ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﻳَﺎ ﺭَﺏِّ ﺃَﻧَّﻰ ﻟِﻲ ﻫَﺬِﻩِ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﺑِﺎﺳْﺘِﻐْﻔَﺎﺭِ ﻭَﻟَﺪِﻙَ ﻟَﻚَ

“Sesunguhnya Allah ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang soleh di syurga. Kemudian dia akan berkata, “Wahai Rabb-ku, bagaimana hal ini boleh terjadi padaku? Maka Allah menjawab, “Hal itu dikeranakan doa yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni.” (HR. Ahmad: 10618. Hasan)....LAGI

10 Januari 2016

Jangan Biadab dengan Ulama

Ilham Kadir
ILMU  dalam Islam memiliki kedudukan yang istimewa, kerana kehidupan manusia tidak akan tegak lurus tanpa ilmu. Dan ilmu merupakan sifat yang melekat pada para nabi.
Antara rahmat Allah yang diberikan kepada manusia adalah tidak mencabut ilmu dengan meninggalnya para nabi, kerana para nabi mewariskan ilmu kepada sekelompok manusia untuk menggantikan kedudukan mereka dalam memikul amanah Allah dalam mengajarkan manusia dan memikul tugas para nabi ketika masih hidup, hanya saja kelompok tersebut tidak didukung oleh wahyu secara langsung dan tidak pula maksum. Kelompok yang dimaksud adalah para ulama.
Dari Abu Darda’ Radhiallahu ‘Anhu, bahwasanya RasulullahShallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda, Barangsiapa melalui satu jalan yang di dalamnya terdapat ilmu, maka Allah akan memberinya jalan menuju syurga. Dan sungguh para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu sebagai bentuk keridhaannya atas apa yang diperbuat, dan seluruh penduduk langit dan bumi meminta ampun bagi orang yang berilmu, bahkan ikan-ikan di air juga melakukan hal yang sama...

;;