30 Julai 2017

Penyusuan atau menyusui dalam istilah bahasa Arab disebut dengan radha’ah. Maknanya, penyusuan bayi yang belum berusia dua tahun dilakukan oleh perempuan selain ibu kandungnya. Dalam Islam, radha’ah memiliki efek hukum yang menjadikan hubungan mahram antara bayi disusui  dan ibu yang menyusui serta anak-anaknya ibu yang menyusui tersebut. Sehingga antara saudara sepersusuan dilarang menikah. Hal ini berdasarkan firman Allah,

وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُم مِّنَ الرَّضَاعَةِ

“..Ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan….” (Qs. an-Nisa: 23).

Juga berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَحْرُمُ مِنَ الرَّضَاعَةِ مَا يَحْرُمُ مِنَ النَّسَبِ

“Hal-hal dari hubungan persusuan diharamkan sebagaimana hal-hal tersebut diharamkan dari hubungan nasab.” (HR. Bukhari: 2645)

Berbagai kajian ilmiah menyatakan bahawa dalam susu ibu terdapat antibodi yang bila disusukan akan merangsang pembentukan antibodi pada tubuh anak yang disusuinya. Ini boleh terjadi setelah beberapa kali susuan, antara tiga sampai lima kali susuan yang mengenyangkan. Dan inilah ukuran dos yang harus terpenuhi untuk pembentukan antibodi pada tubuh manusia.

Demikian pula yang terjadi pada haiwan percobaan baru-baru ini yang sistem kekebalannya belum terbentuk secara sempurna. Saat menyusu, ia mendapatkan beberapa sifat turunan khusus yang bersifat antibodi dari susu yang diminumnya. Selanjutnya ia akan memiliki beberapa sifat turunan yang mirip dengan saudara laki-laki atau saudara perempuan sesusuannya.

Telah ditemukan bahawa keberadaan partikel-partikel antibodi ini berpeluang menimbulkan gejala-gejala penyakit terhadap orang yang menikahi saudara sesusuannya. Berdasarkan paparan ini, kita mendapatkan hikmah yang terkandung dalam syariat Islam yang telah disebut di atas. Yaitu melarang kita menikahi saudara sesusuan dengan kadar lima kali susuan yang mengenyangkan.

Kekerabatan dari jalur persusuan tetap berlaku dan berpindah pada anak keturunan. Unsur asas dalam persoalan ini adalah pada agen genetik yang juga turut berpindah. Maknanya, kekerabatan persusuan ada kerana adanya perpindahan genetik dari susu ibu dan penetrasiannya pada sel-sel anak yang disusuinya serta penggabungan pada silsilah genetik anak yang disusui.

Subhanallah, sungguh apa yang ditetapkan dalam Al-Qur’an dan Hadis semuanya ada hikmah dan terkadang manusia belum mengetahuinya. Tidak ada satu pun hukum dalam Islam kecuali itu membawa kepada kemaslahatan hidup bersama, di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam bishawab!
Fakhruddin(Disadur dari Buku; Tibbun Nabawi, Karya Subhi Sulaiman)

27 Julai 2017

Sa’ad pernah berkhutbah di hadapan kaum Muslimin di tepi sungai Dajlah. Di antara isi khutbahnya adalah, “…Musuh-musuh kalian telah melindungi diri mereka dengan sungai ini. Dengan sungai ini kalian tidak boleh mencapai mereka, sedangkan mereka boleh mencapai kalian jika mereka menghendaki. Menurut hematku, kalian harus memerangi para musuh. Ketahuilah bahawa aku telah bertekad untuk menyeberangi sungai ini agar boleh menemui mereka.”

Para pasukan menjawab, “Semoga Allah meneguhkan kami dan Anda di atas petunjuk-Nya, kerjakanlah.”

Kemudian Sa’ad mengajak orang-orang untuk menyeberang. Ia berkata, “Siapa yang berani menyeberang pertama kali untuk melindungi celah di tepi sungai agar orang-orang boleh menyeberang dengan aman?”.....

23 Julai 2017

Ketika seseorang masuk masjid, namun ternyata saf sudah terisi penuh dan tidak menemukan tempat, apakah ia solat di belakang saf sendirian, ataukah menarik seseorang untuk berdiri bersamanya, ataukah menunggu orang lain datang?

Ulama berbeza pendapat dalam hal ini. Berikut kami sampaikan perbezaan pandangan ulama, selanjutnya kami sebutkan mana pendapat terbaik.

Pendapat Pertama, solat sendirian di belakang saf terhitung satu saf dan solatnya sah. Inilah pendapat jumhur, seperti dituturkan Ibnu Rusyd dalam Bidâyatul Mujtahid. Di antaranya Malik, Syafi’i, dan Abu Hanifah. (Bidâyatul Mujtahid; I/187)

Di antara dalil mereka ialah hadits Abu Bakrah, disebutkan bahawa ia rukuk di belakang saf, lalu ia melangkah menuju saf. (HR. Bukhari) Al-Baghawi menjelaskan, “Ada beberapa permasalahan fiqh yang terkandung dalam hadis ini, di antaranya orang yang solat sendirian di belakang saf mengikuti solat imam, solatnya sah, kerana Abu Bakrah rukuk di belakang saf, dan melakukan sebagian solat di belakang saf, namun Nabi tidak memerintahkan untuk mengulang solat. Beliau hanya memberitahu yang lebih utama untuk dilakukan pada kesempatan-kesempatan berikutnya, ‘Jangan kau ulangi lagi.’ Larangan ini bermaksud memberitahu, bukan larangan mengharamkan. Andai bermakna larangan, tentu beliau perintahkan Abu Bakrah untuk mengulang solat kembali’,” (Syarhus Sunah, Baghawi; III/338).

Pendapat Kedua, solat sendirian di belakang saf batal. ....

17 Julai 2017

Dalam sebuah riwayat sahabat Anas bin Malik menyebutkan bahawa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang minum sambil berdiri. Qatadah menjelaskan, “Lalu kami bertanya, ‘Kalau makan?’ Beliau bersabda, ‘Kalau makan (sambil berdiri) maka itu lebih buruk dan keji’.” (HR. Muslim)

Sementara itu Abu Hurairah menuliskan bahawa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا فَمَنْ نَسِىَ فَلْيَسْتَقِئْ

“Janganlah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Barang siapa yang lupa hal itu, hendaklah ia memuntahkannya.” (HR. Muslim no. 2026)

Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani menjelaskan bahawa minum dan makan sambil duduk lebih menyehatkan, aman, enak, dan menjaga kehormatan. Sebab, apa yang dimakan dan diminum sambil duduk akan melewati dinding perut dengan perlahann dan lembut. Sedangkan, minum sambil berdiri menyebabkan jatuhnya air ke dasar perut dengan keras dan menghantamnya. Jika hal ini terjadi secara berulang-ulang dan dalam waktu yang lama boleh menyebabkan perut menjadi longgar dan lemah. Selanjutnya, perut akan sulit mencerna.....

15 Julai 2017

Kelebihan belajar di waktu pagi

PAGI adalah waktu paling utama sebelum memulai hari. Kerananya, pagi adalah waktu yang sangat produktif untuk belajar dan mencari ilmu, terutama bagi para pelajar. Selain memang kondisinya yang lebih segar, waktu pagi juga memberikan semangat tersendiri ketika belajar.

Bahkan belajar di waktu pagi ini telah dilakukan oleh para salafush shalih. Yazid Ar-Raqasyi meriwayatkan dari Anas, ia berkata, “Para salaf dahulu setelah Shubuh membuat halaqah-halaqah. Mereka membaca Al-Qur’an. Mereka saling mengajarkan perkara wajib dan sunnah. Juga mereka berzikir pada Allah,” (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 301).

‘Athiyah meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Tidaklah suatu kaum melaksanakan shalat Shubuh, lalu ia duduk di tempat shalatnya. Mereka saling mempelajari Kitabullah. Keadaan mereka kala itu, menjadikan Allah mengutus malaikat-Nya untuk memintakan ampun untuk mereka sampai mereka berpaling pada pembicaraan yang lain.” Hadis ini menunjukkan akan dianjurkannya bermajelis setelah shalat Shubuh untuk saling mempelajari Al-Qur’an. Namun ‘Athiyah adalah perawi dha’if (lemah). (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 301).....

10 Julai 2017

Tips Mengatasi Penyakit Ujub

Ujub adalah rasa bahagia dan gembira terhadap apa yang terjadi pada dirinya serta sesuatu yang muncul darinya, baik berupa perkataan atau pun perbuatan. Hal ini dilakukan tanpa melakukan tindakan dzalim terhadap orang lain, baik dalam perkataan atau perbuatan, dalam keadaan baik atau buruk, terpuji  atau tercela.

 Satu hal yang perlu diperhatikan dalam masalah ujub ini adalah sikap gembira yang berlebihan. Sikap ini akan berujung pada sikap merasa paling hebat sendiri, sehingga dia akan melahirkan penyakit baru yang bernama sombong. Sebab, orang yang merasa dirinya hebat biasanya punya kecenderungan meremehkan orang lain. Oleh kerana itu, Rasululullah saw. memerintahkan kepada siapa saja yang memiliki penyakit ini agar melakukan uzlah. Sebab, penyakit ini akan mengubur sikap tolong menolong, bantu membantu, dan pola hidup berjaamaah atau kolektif. Ada beberapa hal yang boleh dilakukan oleh setiap orang muslim agar dirinya terhindar dari penyakit ‘ujub, diantaranya adalah :

a. Selalu mengingat akan hakikat diri
Orang yang kagum pada diri sendiri hendaknya sedar bahawa nyawa yang ada dalam tubuhnya semata-mata anugerah Allah. Andaikan nyawa tersebut meninggalkan badannya, maka badan tidak ada harganya lagi sama sekali. Dia harus sadar bahawa tubuhnya pertama-tama dibuat dari tanah yang diinjak-injak manusia dan binatang, kemudian dari air mani yang hina, yang setiap orang merasa jijik melihatnya, lalu kembali lagi ke tanah dan menjadi bangkai yang berbau busuk dan setiap orang tidak suka mencium baunya.

b.Selalu sedar akan hakikat dunia dan akhirat.....

08 Julai 2017

Kenapa Seorang Mayit Memilih “BERSEDEKAH” Jika Boleh Kembali Hidup ke Dunia?

Sebagaimana firman Allah:

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ

“Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah…” {QS. Al Munafiqun: 10}

Kenapa dia tidak mengatakan,
“Maka aku dapat melaksanakan umroh” atau
“Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa” dll?

Berkata para ulama,
Tidaklah seorang mayit menyebutkan “sedekah” kecuali kerana dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal…

Maka, perbanyaklah bersedekah, kerana seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya…

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,

“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad)....

07 Julai 2017

Makanan Segera Turunkan IQ Anak

SEBUAH kajian dari Goldsmiths, University of London menunjukan anak yang diberi lebih banyak makanan segera akan memiliki IQ lebih rendah dari mereka yang secara rutin makan makanan yang baru dimasak.

Nutrisi di masa anak-anak berdampak panjang pada IQ, selain faktor kecerdikan dan status sosial. Penelitian dilakukan pada 4.000 anak Skotland berusia tiga hingga lima tahun.

Mereka dibagi dalam kelompok “makanan segera dan baru dimasak”. Peneliti memeriksa apakah makanan utama yang mereka makan tiap hari berpengaruh pada kemampuan kongitif dan pertumbuhan.

Peneliti Dr. Spohie von Stumm dari  Departemen Psikologi Goldsmiths menemukan bahawa orangtua dengan status sosial-ekonomi lebih tinggi lebih sering memberi anak-anak mereka makanan dari bahan-bahan segar, yang akan berpengaruh positif pada IQ.....

04 Julai 2017

Surat khabar berbahasa Ibrani Yediot Ahronot mengungkapkan bahawa krisis Qatar telah menyebabkan membaiknya konsolidasi hubungan antara pemerintahan Kerajaan Arab Saudi dengan Zionis Israel.
“Secara terang-terangan Menteri Intelijen Zionis Israel, Yisrael Katz telah meminta Raja Saudi Raja Salman bin Abdul Aziz untuk mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkunjung ke Riyadh,” seperti disiar Yediot Ahronot dalam terbitannya akhir minggu kemarin.
Yisrael Katz melanjutkan, “Pendudukan Zionis Israel siap untuk berkerjasama dan bermitra dengan Arab Saudi dan negara-negara Teluk dalam bidang keamanan, khususnya dalam melawan hegemoni Syiah Iran dan pengikutnya, dengan imbalan membaiknya hubungan Tel Aviv dan Riyadh.”
Dalam konteks terkait, Yediot Ahronot menunjukkan upaya Menteri Pariwisata Israel Yariv Levin yang kini membolehkan pesakit dari Negara Teluk untuk menerima rawatan di hospital Zionis Israel sebagai langkah awal normalisasi hubungan Tel Aviv dengan negara-negara Arab.
Sementara itu dalam sisi yang berlawanan, sekatan Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir justru menyebabkan mesranya hubungan Qatar dengan pemerintah Iran, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan.
Hal ini dibuktikan dengan pengumuman kerjasama bernilai hampir $5 milion untuk membangun fasiliti pengeboran gas di lepas pantai di kawasan Teluk “ ladang gas South Pars” dengan perusahaan energi raksasa asal Perancis Total yang akan ditandangani pada hari Senin (3/07) ini.  (Arabi21/EM)

02 Julai 2017

Manfaat Senyum untuk kesihatan

“Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah,” (HR. Tirmidzi 1956).

SENYUM  merupakan ibadah yang paling mudah. Senyum juga berlimpah akan manfaatnya, akan tetapi banyak orang yang meninggalkan bahkan sampai meremehkannya. Manfaat senyum itu sendiri jika dilihat dari sisi kajian ajaran islam ialah sedekah, itu ertinya senyum memiliki kedudukan yang cukup mulia.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari hasil penelitian tentang tersenyum :

1. Senyum yang ikhlas tanpa paksaan dapat menghindarkan diri dari penyakit kardiovaskuler, senyum sebanyak 20 kali dan setiap senyumnya itu berdurasi 20 detik, dapat menghasilkan β endorphin oleh otak yang berfungsi  melebarkan pembuluh darah dan menghambat epinefrin. Seperti yang kita ketahui apabila epinefrin tinggi didalam tubuh, maka akan menimbulkan penyempitan pembuluh darah dan juga merangsang gerak jantung lebih cepat sehingga dapat menyebabkan penyakit darah tinggi atau hipertensi yang berdampak terhadap timbulnya penyakit stroke (kerana pendarahan) serta penyakit jantung.

2. Menimbulkan efek relaksasi, perasaan bahagia dan menurunkan tingkat stress dalam tubuh.

3. Mencegah timbulnya sembelit (susah buang air besar). Pada pagi hari gerak peristaltik usus masih lambat, jika orang tersenyum di pagi hari maka akan dapat merangsang gerak usus. Hal itu disebabkan kontraksi otot perut yang ditimbulkan oleh efek tersenyum tersebut. Yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan Intra abdominal.

4. Seseorang yang marah/stress dapat menyebabkan kehilangan banyak kalium akibat berkontraksinya banyak otot. Hal ini membuat orang tersebut terkena Hipokalemia (kadar kalium yang rendah dalam darah) yang dapat berakibat buruk terhadap sistem tubuh. Sedangkan seseorang yang tersenyum akan merileksasikan otot/kontraksi ototnya lebih sedikit sehingga dapat mereduksi pengeluaran kalium lebih banyak. Fungsi kalium itu sendiri adalah meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kotraksi otot dan membantu tekanan darah.

Sumber: kliniksehat

;;