18 Januari 2011



Sebuah pengadilan PBB yang menyelidiki pembunuhan mantan perdana menteri Libanon Rafik Hariri diperkirakan akan menuduh Ayatollah Khamenei pemimpin spiritual Iran yang memerintahkan pembunuhan tersebut.
Menurut situs Newsmax AS, lembaga investigasi PBB itu akan memberikan bukti yang menunjukkan bahwa pembunuhan tahun 2005 lalu, dilakukan oleh pasukan Quds Iran, bersama dengan Hizbullah.
Perintah untuk pembunuhan Hariri ditransmisikan ke pemimpin militer Hizbullah, Imad Mughniyeh, oleh pimpinan pasukan Quds Qassem Suleymani, sumber mengatakan kepada Newsmax.
Mughniyeh sendiri telah tewas dalam sebuah serangan bom mobil di Damaskus pada tanggal 12 Februari 2008. Menurut laporan hari Sabtu lalu, Mughniyeh mengumpulkan tim pembunuh yang melakukan serangan atas perintah Iran, dengan bantuan saudara tirinya.
"Iran menganggap Hariri telah menjadi agen Arab Saudi, dan merasa bahwa membunuh dirinya akan membuka jalan bagi pengambilalihan kekuasaan di Libanon oleh Hizbullah," kata sumber Newsmax.
Iran bukan satu-satunya negara yang terlibat dalam plot pembunuhan tersebut, kata mereka. Presiden Suriah Bashar al-Assad, dan saudara tirinya, Assef Shawkat, kepala intelijen Suriah, juga memainkan peran kunci dalam rencana untuk pembunuhan Hariri, sumber dilaporkan mengatakan hal itu.
Menurut laporan itu, pengadilan diatur untuk menyerahkan salinan awal untuk pra-sidang kepada Hakim Daniel Fransen.
Hizbullah mencela tuduhan keterlibatn mereka berdasarkan pengadilan Belanda dan menyebut hal itu merupakan konspirasi oleh AS dan Israel.(fq/sunninews)[eramuslim.com]

0 Comments:

Post a Comment