01 November 2010

Tajiskistan haram janggot

Orang arab pernah berkata:

Berjanggot dan bermisai panjang adalah orang YAHUDI

Berjanggot sahaja KAMBING

Tidak berjanggot dan tidak bermisai BABI

Tajikistan Luncurkan Kampanye Anti Jenggot


sumber (eramuslim.com)Senin, 01/11/2010
Jauh dari ekspos media-media besar, ternyata Tajikistan pekan lalu telah menerapkan larangan terhadap jenggot.
Pejabat Tajikistan telah meluncurkan kampanye baru terhadap laki-laki yang memiliki enggot panjang dimana polisi menahan mereka di depan umum, kantor berita RFE/RL's Tajik Service.
Maruf Odina, Imam Masjid Al-Bukhari, yang berjarak sekitar 30 kilometer timur kota Dushanbe, mengatakan kepada RFE bahwa dirinya ditahan di jalan Dushanbe dan dibawa ke kantor polisi karena jenggotnya yang panjang.
Dia mengatakan sejumlah pria berjanggut panjang lainnya dibawa oleh polisi untuk diinterogasi.
Odina mengatakan dia ditahan sekitar empat jam dan dibebaskan setelah polisi mampu mengidentifikasi dirinya dan mengakui bahwa sebagai seorang imam ia harus memiliki jenggot.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mahmadullo Asadulloev dikonfirmasi untuk RFE/RL bahwa kampanye melawan laki-laki dengan jenggot panjang telah dimulai. Namun dia mengatakan kamapnye itu hanya terhadap yang dicurigai pengikut Salafi, yang ia anggap kelompok Islam yang menerapkan ajaran Islam secara ketat.
Asadulloev menambahkan bahwa semua "orang yang mencurigakan" ditahan selama kampanye ini akan dibebaskan setelah mereka diinterogasi, dan didaftar, serta sidik jarinya diminta.
Orhan Jamal, koresponden Newsweek di Moskow yang baru-baru ini mengunjungi wilayah Rasht yang bermasalah Tajikistan timur, mengatakan kepada RFE/RL bahwa sebelum perjalanan dia mencukur jenggotnya yang panjang agar tidak menarik perhatian para pejabat keamanan Tajik.
Namun dia mengatakan dia lupa bahwa gambar paspornya menunjukkan fotonya dengan jenggot panjang, yang menyebabkan akhirnya dia menghadapi masalah.
Menumbuhkan jenggot adalah sunnah, dan sesuatu yang harus dilakukan oleh Muslim Sunni, terutama imam di Tajikistan.
Banyak umat islam Sunni percaya bahwa shalat di belakang imam tanpa jenggot menyebabkan shalatnya tidak sah.
Di Tajikistan, jenggot panjang dipakai terutama oleh pengikut Salafi, yang dilarang oleh Mahkamah Agung pada bulan Januari 2009 sebagai sebuah gerakan ekstremis.(fq/rferl)

0 Comments:

Post a Comment