06 Oktober 2012

HOMS : Rezim pemerintahan Assad yang didukung Rusia dan Iran terus menolak dugaan penggunaan senjata kimia saat konflik bersenjata di Suriah berlangsung. Dokumen rahasia ditemukan, menyebut Presiden Bashar Assad telah memindahkan persediaan senjata dan dibantu para sekutunya.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Jumat (5/10/2012), dokumen diperoleh dari oposisi namun mereka menolak untuk memberitahu cara mendapatkannya. Dokumen rahasia juga menyebutkan rezim meminta bantuan Israel yang selama ini dianggap musuh Suriah. Catatan ini penting hingga perlu dipublikasikan.
Dokumen tanpa tanggal itu menyebutkan, Panglima Pasukan Quds, bagian dari Pasukan Penjaga Revolusi Iran (IRGC), Qasem Soleimani, menulis pada Assad secara langsung dan menegaskan senjata kimia sudah ditampung......(SO)

Ini kebalikan dari pernyataan sebelumnya oleh Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi, yang tidak akan mendukung negara mana pun yang berencana menggunakan senjata kimia, termasuk Suriah.
“Jika ada negara manapun menggunakan senjata pemusnah massal, ini sudah tidak berlaku, tidak sah, apapun namanya bagi pemerintahan itu,” ujarnya.
Pekan lalu Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta, menjelaskan Suriah telah memindahkan beberapa senjata kimianya untuk diamankan. Tidak diketahui kapan dan ke mana, yang pasti dilakukan lebih dari satu. Keterangan itu dibantah pihak Suriah. Mereka balik menuding Amerika mencari alasan untuk menyerang Suriah. Dia membandingkan dengan taktik digunakan Amerika dahulu untuk menginvasi Irak pada 2003.
“Ini hanya isapan jempol saja mereka mengundang melancarkan kampanye terhadap Suriah, seperti apa yang mereka lakukan terhadap Irak,” ujarnya.
Selain itu setumpuk dokumen lainnya didapat Al Arabiya yang menyebut pemerintah Suriah melakukan hubungan secara rahasia dengan Israel.
Pada April 2011 lalu, sebulan setelah perang Suriah meletus, pemimpin intelijen pasukan udara Suriah, Sakr Mennoun, mengirim surat kepada Kolonel Suheil Hassan untuk memperhatikan perbatasan Suriah-Israel dan menjamin keamanan perbatasan. (merdeka/salam-online)

0 Comments:

Post a Comment