WASHINGTON (Arrahmah.com) – Presiden negara teroris AS, Barack Obama telah mengarahkan mesin perang negara itu ke wilayah lainnya, pada Jumat (30/9/2011) mereka menyatakan bahwa pesawat tak berawak kebanggaan mereka menyerang sebuah konvoy di Yaman dan menewaskan dua warga Amerika yang menjadi orang paling dicari oleh AS.
Jakarta (Arrahmah.com) – Alih-alih mengambinghitamkan situs-situs jihadis radikal sebagai akar terorisme, KH Said Agil Siraj membandingkan situs radikal dengan situs porno. Menurutnya, situs radikal lebih berbahaya daripada situs porno. Karena situs radikal merusak iman, sedangkan situs porno tak berdosa, hanya makruh.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini beranggapan bahwa aksi teror bom yang masih terus terjadi di tanah air berkaitan dengan keberadaan sejumlah situs radikal. Karena situs radikal itu menjadi penyambung lidah ideologi para pelaku teror. Pembiaran situs radikal sama saja merelakan api berkobar liar.
Katanya, kekeliruan yang berlaku disebabkan oleh dakyah yang dilakukan oleh Umno dan media massa mereka. MOSKOW (Arrahmah.com) – Muslim di negeri komunis mulai diberangkatkan untuk melakukan salah satu rukun Islam ke tanah suci tahun ini pada hari Rabu (28/9/2011).
Tahun ini, terdapat 20.500 Muslim Rusia yang akan berpartisipasi dalam ibadah haji, sebagian besar di antara mereka berasal dari Dagestan, kepala badan pengawas Rostpotrebnadzor, Gennady Onischenko menyatakan pada Interfax Rabu pagi (28/9).
Para jama’ah mulai diberangkatkan hari ini (28/9) dan pemberangkatan terakhir pada 1 November. Mereka diperkirakan akan kembali pada 10 November hingga 25 Desember. Sekitar 9.000 jama’ah akan melakukan perjalanan dengan pesawat dan 11.500 orang melalui jalur darat. (althaf/arrahmah.com)
YOGYAKARTA (Arrahmah.com) – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkapkan bahwa pihaknya telah memblokir sekitar 300 situs kekerasan yang mengarah perilaku ‘terorisme’.
“Hingga akhir Agustus 2011 ada sekitar 900 situs kekerasan yang diadukan untuk segera diblokir, tetapi baru terealisasi 300 situs,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Senin (26/9/2011).
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa pemblokiran seluruh situs kekerasan yang diadukan itu belum bisa dipenuhi karena memerlukan pencermatan serius.
“Jika ada laporan dari masyarakat akan kami tindak lanjuti, tetapi tidak lantas seluruh laporan yang masuk langsung diblokir. Kami akan mencermati dan mengamatinya secara mendalam terlebih dulu,” katanya.
Selain itu, pemblokiran tidak bisa dilakukan sekaligus dan seharusnya dilakukan juga oleh seluruh operator. (ans/arrahmah.com)
AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Operasi Parwan datang dan berakhir setelah sembilang hari pertempuran sengit berlangsung. Pejabat Imarah Islam Afghanistan mengatakan sebanyak 40 tentara teroris NATO-Afghan tewas dalam operasi panjang tersebut, sementara empat tank musuh dan beberapa kendaraan militer dihancurkan oleh Mujahidin melalui ledakan bom ranjau.
Sejumlah besar tentara teroris NATO-Afghan didukung melalui udara, menekan posisi Mujahidin yang beroperasi di daerah Daair dan Kafshan, distrik Shinwari, provinsi Parwan, namun dengan izin Allah Mujahidin Imarah Islam Afghanistan mampu memberikan perlawanan kuat yang akhirnya menghabiskan waktu selama sembilan hari dengan kerugian besar dan kerusakan parah di kubu musuh.
Dalam operasi panjang ini juga dilaporkan bahwa 12 Mujahid memeluk syahid, Insha Allah. Sementara itu tembakan membabi-buta dari pihak musuh telah menggugurkan tiga sipil tak bersenjata, dua orang wanita dan seorang anak (insha Allah syahid).
Dalam operasi lainnya, sedikitnya tujuh tentara penjajah AS tewas dalam pertempuran sengit dengan Mujahidin IIA di provinsi Paktika pada Senin (26/9/2011). Pertempuran terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat di distrik Sarubi ketika tentara penjajah AS mencoba menyerang posisi Mujahidin di daerah tersebut. Musuh menemui Mujahidin di pinggiran distrik di mana Mujahidin tengah mengintai musuh dan dengan sangat berhati-hati menyergap musuh yang akhirnya meletuskan baku tembak berdarah yang berlangsung selama satu jam dan memaksa musuh untuk mundur.
Mujahidin IIA di distrik Narang, provinsi Kunar menembak sebuah kendaraan militer tentara boneka Afghan dengan menggunakan roket, menghancurkan kendaraan tersebut dan menewaskan dua tentara boneka yang berada di dalamnya. Di provinsi yang sama, beberapa jam kemudian, Mujahidin menembakkan sekitar 6 mortir di sekitar pos militer musuh di distrik Manugi yang mengakibatkan kerusakan parah di pos tersebut. (haninmazaya/arrahmah.com)