| KUALA LUMPUR, 10 Julai[di sini]: Timbalan Menteri Pelajaran, Datuk Saifudin Abdullah (gambar) mengakui "banyak perkara yang perlu diperbaiki" oleh BN ekoran perhimpunan Bersih 2.0 semalam. Ketika bercakap kepada laman web The Malaysian Insider semalam, Saifudin berkata, kerajaan sepatutnya mengkaji cadangan Suruhanjaya Hak Asasi Manusia Malaysia (Suhakam) bagaicara menangani perhimpunan aman. "Dalam konteks perhubungan politik, kita perlu perbaiki banyak," kata Saifudin yang juga anggota Parlimen Temerloh itu. Beliau bersetuju perhimpunan di stadium adalah lebih baik berbanding dengan di jalan raya namun dia tidak bersetuju dengan pandangan mudah bahawa "jika berlaku dijalan raya ia akan kecoh, kerana banyak juga perhimpunan di jalan raya berjalan dengan aman." |
| Harakahdaily |
| KUALA LUMPUR, 9 Julai: Polis hari ini memperhebat sekatan mereka dalam usaha menggagalkan himpunan aman Bersih 2.0 yang dijadual berlangsung jam 2 petang ini. 12.54 pm: Dianggarkan 5 tembakan gas pemedih mata dilepaskan di Dataran Merdeka. 12.52 pm: Sedang berlaku kejar-mengejar antara polis dan orang ramai di Masjid Jamek. 12.50 pm: Mahfuz Omar dan Salahudin Ayub dibawa ke Balai Polis Jinjang. 12.40 pm: IPK KL memaklumkan 338 telah ditahan termasuk 321 lelaki 17 wanita. Mereka ditahan di sekitar DBKL, Istana Negara, Pasar Seni & Masjid Jamek 12.33 pm: Kumpulan dari Masjid Negara telah bergabung dgn kumpulan dari Pasar Seni menuju ke Dataran Merdeka. 12.31 pm: Kira-kira 100 orang peguam pemerhati memasuki jalan ke Stadium Merdeka dengan dikawal ketat polis dan FRU. 12.30 pm: "Dengan tangkapan polis ini, sahlah Malaysia sama kategori dengan Bahrain, Syria dan Libya," Datuk Kamaruddin Jaffar. 12.27 pm: Sekumpulan 30 orang ahli PAS Puchong ditangkap ketika sedang minum di Jalan Pasar, Pudu. 12.24 pm: Naib Presiden PAS, Datuk Mahfuz Omar dan Salahudin Ayub ditangkap di stesen KL Sentral. |
Dalam satu kenyataan pengerusinya Tan Sri Hasmy Agam juga mengulangi ingtakan bahawa kebebasan menyuarakan pandangan dan pendapat pula terkandung dalam Perkara 19 UDHR.
Antara yang paling menonjol semasa Demonstrasi Ketenteraman Awam sempena Eksesais Bersatu Aman 2/2011 di antara Angkatan Tentera Malaysia dan Polis Diraja Malaysia di Kem Sungai Besi di Kuala Lumpur adalah sehelai kain rentang yang memberi amaran kepada orang ramai supaya bersurai jika tidak mahu ditembak.
Perkara itu diumumkan oleh Ambiga pada sidang medianya di ibu negara pagi ini.
KUALA LUMPUR, 5 Julai — [themalaysianinsider]Mursyidul Am PAS Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat percaya Himpunan Bersih 2.0 Sabtu ini akan tetap mendapat sokongan rakyat walaupun terpaksa diadakan di stadium.
ISLAMABAD (Arrahmah.com) - Sejumlah anggota Jamaat-e-Islami Pakistan mengecam pertemuan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar AS yang berisi dukungan terhadap hak-hak kaum homoseksual (terutama gay). Mereka menyebut pertemuan ini sebagai “terorisme budaya” terhadap Pakistan, lansir Dawn pada Senin (4/7/2011).
Kelompok, yang merupakan kelompok atau partai Islam terbesar Pakistan, mengeluarkan pernyataan pada Minggu (3/7) sekitar seminggu setelah kedutaan mengadakan acara tersebut.
Dalam pernyataannya, JeI mengatakan pertemuan tersebut adalah serangan paling berbahaya peringkat kedua yang dilancarkan oleh Amerika Serikat terhadap Pakistan, setelah rudal yang rutin ditembakkan dari pesawat tak berawak di perbatasan.
Kedutaan Besar AS mengatakan pertemuan itu diselenggarakan oleh wakil kedutaan, Richard Hoagland, dan dimaksudkan untuk mendukung hak-hak individu bagi kaum gay, lesbian, biseksual, dan transgender di Pakistan. (althaf/arrahmah.com)
HERAT (Arrahmah.com) - Tangki minyak NATO kembali dihujani serangan oleh Mujahidin Imarah Islam Afghanistan di Afghanistan barat, saat AS tengah mengalami kerugian besar akibat serangan mematikan yang terus meningkat yang dilancarkan oleh Mujahidin.
Otoritas boneka Afghan mengatakan enam tangki minyak NATO dihancurkan dalam serangan yang terjadi di provinsi Herat, seperti yang dilaporkan Press Tv pada Minggu (3/7/2011).
Mujahidin Imarah Islam Afghanistan mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Mereka mengatakan setidaknya 11 tentara yang mengiringi konvoy telah tewas dan tujuh tangki minyak NATO berhasil dihancurkan.
Mujahidin meningkatkan serangan mereka akhir-akhir ini, menyerang ratusan kendaraan dan kontener NATO yang membawa pasokan bahan bakar dan kebutuhan untuk tentara penjajah AS-NATO di Afghanistan.
Mujahidin Taliban Pakistan juga melakukan serangan terhadap konvoy suplai NATO yang melintasi wilayah Pakistan dalam tiga tahun terakhir.
Terdapat laporan bahwa AS berupaya memindahkan rute konvoy suplai mereka yang selama ini melintasi wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan setelah dikirim melalui udara dan tiba di pelabuhan Karachi, maka mereka berencana merubahnya dan mengirimkan pasokan tersebut hingga tiba di Afghanistan utara tanpa melalui jalur darat Pakistan. (haninmazaya/arrahmah.com)
ISTANBUL (Arrahmah.com) – Para muslimah Turki yang mengenakan hijab dan jilbab, beserta sejumlah pendukung serta kerabat mereka menyatakan kemarahan mereka pada larangan jilbab dari pemerintahnya, laporan mengatakan.
Para siswa dan mahasiswa yang mengenakan jilbab di Turki mendominasi barisan peserta aksi protes melawan larangan jilbab di sektor publik, termasuk di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan lainnya di Turki, Moralhaber News Agency melaporkan pada Sabtu (2/7/2011).
| |
| |
Beberapa saat yang lalu ada segelintir orang yang menyatakan bahwa berjihad dengan mengangkat senjata dalam rangka menentang penjajahan yang dipelopori kaum kafir seperti yang terjadi di Irak, Palestina, Checnya dan negara-negara lainnya adalah Khawarij, teroris, matinya konyol, ruwaibidhah, dungu, anak ingusan dan berbagai label negatif lainnya.
Ironisnya, kata-kata itu justru keluar dari kalangan yang menisbatkan dirinya kepada ‘Ahli Sunnah’. Salah seorang dari kalangan tersebut dengan terang-terangan menyatakan bahwa Ibnu Ladin lebih berbahaya dari pada Binyamin Netanyaho seorang tokoh Yahudi. Hal ini diucapkan ketika Netanyaho menjadi PM Israil.
Untuk mendudukan masalah tersebut alangkah bijaknya jika kita merenungkan pernyataan sahabat Rasulullah saw yang bernama Umar bin Khattab.
Sebelum lebih jauh membahas pernyataannya radhiallahu ’anhu, tidak ada salahnya kita sejenak membahas sebagian permasalahan yang terkait dengan sahabat.

GAZA (Arrahmah.com) - Kelompok “Taliban Palestina” didirikan hampir dua tahun lalu di Jalur Gaza. Jumlah anggotanya mencapai 100 orang, menurut amir kelompok ini yang melihat Taliban Afghanistan sebagai suatu gerakan yang patut diikuti.
France24, sebuah situs berita berbahasa Arab mengunjungi basis kelompok ini dan mewawancarai amir yang disebut dengan “Abu Usamah”.
Amir itu mengenakan penutup wajah dengan beberapa pengawal bersenjata di sekelilingnya.
Setelah kelompok tersebut memperlihatkan aktivitas bersenjata, memiliki kebanggaan dalam pembuatan bom ranjau anti-tank, juga menyangjung pemimpin Imarah Islam Afghanistan, Mullah Mohammad Omar, meluncurkan roket berdiri, dan kemudian datang pembicaraan tentang pembentukan kelompok, tujuan dan mekanisme aksi.
Mengenai ideologi militer mereka, mereka percaya pada perlunya menargetkan kepentingan Israel di Palestina dan di luar Palestina dan kelompok ini juga tidak menyembunyikan kebenciannya pada militer Amerika juga Eropa.
Amir kelompok menekankan bahwa terdapat hubungan tipis antara mereka dengan pergerakan Taliban di Afghanistan, Taliban Palestina bergantung pada pendanaan sendiri dan mencoba memproduksi senjata sendiri, dan beberapa anggotanya mempelajari fisika dan kimia untuk berkontribusi dalam pembuatan IED dan roket.
Taliban Palestina melihat bahwa gerakan Hamas telah meninggalkan jalan Islam sebenarnya dan mengapa kelompok Salafi begitu cepat menyebar dan meningkat di Jalur Gaza, menurut pernyataannya.
Kelompok ini menyatakan kesedihan yang mendalam atas pembunuhan Syeikh Usamah bin Ladin rahimahullah dan
berharap bahwa mereka bisa merespon pembunuhannya dan ketika anggota dari kelompok tersebut yang tengah berlatih di pusat pelatihan ditanya apakah mereka dapat meledakkan diri di Palestina atau luar Palestina untuk menyerang musuh, dengan sangat yakin mereka mengatakan akan melakukannya jika hal tersebut bisa berkontribusi dalam meningkatkan panji Tauhid. (haninmazaya/arrahmah.com)