06 Januari 2015

AL-JAZEERA (Al-Mustaqbal.net)
Imran Khan, seorang jurnalis Al-Jazeera yang beribupejabat di Doha menulis sebuah artikel yang menyoroti dibukanya bank sentral oleh Daulah Khilafah baru-baru ini di Mosul. Menurutnya Daulah Khilafah ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka adalah sebuah negara berdaulat, memiliki anggaran dan mampu mengelola sebuah negara dengan baik dan benar. Allahu Akbar!
Di awal artikelnya, Imran Khan menulis : “Dapatkah Anda bayangkan membuka halaman kewangan dari websitus berita setempat anda dan membaca tentang berita kewangan terbaru dari Daulah Khilafah ? Nah, jika Daulah Khilafah boleh dipercaya, itulah yang sedang mereka lakukan saat ini.
Alhamdulillah, Daulah Khilafah memang telah membuka untuk pertama kalinya pusat kewangan mereka di kota kedua terbesar Daulah, yakni Mosul. Bahkan dikabarkan masyarakat diminta untuk segera menukarkan mata wang kertas mereka dengan dinar dirham yang telah diproduksi oleh Daulah Khilafah jauh hari sebelumnya......lagi

Imran Khan melanjutkan dalam tulisannya, dengan mengutip seorang ulama di Mosul yang berbicara kepada websitus Al-Araby Al-Jadeed bahawa memang benar mereka telah membuka bank pertama di kota Mosul dan menyampaikan anggaran untuk wilayah yang dikontrol. Dan itu seharusnya tidak mengejutkan Anda, ujarnya

Anggaran ini dilaporkan sekitar $ 2 milyar dengan surplus $ 250 juta. Ini mencakup gaji bagi para Mujahidin dan pelbagai layanan untuk rakyat di Daulah Khilafah, seperti perbaikan konstruksi, pengelolaan sampah dan pendidikan.
Imran Khan juga mengutip seorang professor sejarah Timur-Tengah di Universitas Qatar, Mahjoob Zweiri, yang menganalisa apa yang dilakukan oleh Daulah Khilafah :
“Lihatlah Afghanistan dan pemerintah Taliban di sana. Mereka membuat langkah serupa, mengeluarkan anggaran yang membantu melegitimasi mereka. Tentu saja, Afghanistan adalah negara yang dikenal dengan perbatasan. Daulah Khilafah tidak mengenal tapal batas dan wilayah mereka (saat ini) terbentang diantara Irak dan Suriah.”
Saat ini masih belum jelas siapa yang menjadi penasehat Daulah Khilafah dan langkah kebijakan apa yang akan mereka ambil. Apa yang kita tahu bahwa mereka memiliki dewan penasehat yang dikenal sebagai Dewan Syura dan semua keputusan mengenai Daulah Khilafah diambil menggunakan mekanisme syuro.
Daulah Khilafah memiliki satu keuntungan penting: mereka punya uang dari ladang minyak yang mereka miliki, pendapatan dari kota-kota yang mereka kontrol dan mampu memberikan atau membuat anggaran.
Mengutip dari Profesor Zweiri nampaknya pesan dari Daulah Khilafah sangat jelas, yakni :


“Saya pikir Daulah Khilafah sedang mengembangkan pesan ke simpatisan di luar Irak dan Suriah bahwa mereka mampu untuk menyediakan pekerjaan dan kehidupan bagi orang-orang yang ingin pindah ke wilayah kontrol mereka, dan itu salah satu tujuan Daulah Khilafah agar mendapatkan Muslim yang mau pindah (hijrah) ke negara Islam. apa yang harus dipertanyakan adalah apakah mereka memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memberikan apa yang telah mereka janjikan. “


Imran Khan melanjutkan, bahwa pada bulan Agustus, dia berbicara dengan seorang tentara Daulah Khilafah melalui internet yang berbasis di kota minyak Beiji.


Mujahidin Daulah Khilafah itu mengatakan kepada Imran bahwa Daulah Khilafah telah merekrut mantan pegawai negeri sipil Irak dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola kota. Pengetahuan itu, tampaknya telah direplikasi di Mosul.


Jika mereka telah menetapkan suatu bank yang akan membutuhkan ahli perbankan dan kita tahu dari mana Daulah Khilafah akan merekrut mantan pegawai negeri sipil Irak dengan latar belakang yang bisa memberikan semacam pengetahuan.


Dengan demikian, jika berita anggaran ini benar, maka Daulah Khilafah telah mencapai sesuatu yang tidak ada pada kelompok bersenjata lainnya dan merupakan sebuah langkah kecil untuk mewujudkan sebuah negara baru. Allahu Akbar!


Sumber : diolah dari Al-Jazeera

0 Comments:

Post a Comment