JAKARTA (Arrahmah.com) – Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terungkap bahwa angka perokok di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, tak terkecuali di kalangan anak. Ironisnya, kenaikan tersebut juga terjadi pada perokok berumur 5 – 9 tahun yang naik hingga empat kali lipat.
“Kenaikan tertinggi sebesar empat kali lipat terjadi pada kelompok umur 5 – 9 tahun, sedangkan peningkatan pada kelompok 15-19 tahun adalah 144 persen selama periode 1994-2004,” beber Herlini Amran, anggota Komisi VIII DPR dalam rilisnya, Kamis (6/10/2011).
Selain itu Komisi VIII juga mengutip hasil riset dasar kesehatan Kementerian Kesehatan 2010 yang menyebutkan bahwa jumlah perokok anak berusia di atas 10 tahun mengalami peningkatan prevalensi mencapai 28,2 persen sejak 2007.
Sumber [eramuslim.com]Seorang ulama Islam terkemuka mengatakan bahwa pembangunan gereja-gereja Kristen di negara-negara Islam tidak ada masalah dan menegaskan "tidak ada yang salah" dengan membangun rumah-rumah ibadah Kristen.
Arrahmah.com – Cuplikan video ini diambil dari potongan video yang dirilis oleh As Sahab Media, menurut keterangan dalam video terebut, penyiksaan terjadi pada 2009. Besar kemungkinan video ini salah satu yang dapat direbut oleh mujahidin saat melakukan aksi penyerangan ke markas kaum kafir.
Inilah kekejaman para kafis salibis Amerika dan para antek-anteknya. Bahkan badan Antiteror Negara ini atau Densus 88 yg menangani kasus “TERORIS” (baca: Mujahidin) melakukan hal yang sama dlm menyiksa dan mengintrogasi mereka dng cara sadis dan brutal. Namun Allah-lah penolong dan pembantu Mujahidin dalam menghadapi situasi-situasi sulit ini, sehingga mereka sabar dan istiqomah.
Do’akan para Muwahhidin dan Mujahidin yg istiqomah dalam dakwah dan Jihad di seluruh Dunia, Semoga mereka dan keluarga mereka diberikan kekuatan dan kesabaran dan rezeki yg luas. Amin Allahuma Amin..
SAN’A (Arrahmah.com) - Hari Jum’at, tanggal 30 September kemarin, media massa internasional yang berada dalam genggaman kekuatan zionis-salibis internasional ramai-ramai memblow up berita terbunuhnya ‘ulama teroris’ dan pemimpin senior jaringan Al-Qaedah yang paling dicari oleh Amerika, Anwar Al-Awlaqi. Begitu sensasionalnya pemberitaan tersebut, sehingga Barack Obama sendiri yang mengumumkannya di stasiun TV CNN.
Sumber-sumber di kalangan kelompok jihad sendiri belum memberikan pernyataan tentang kebenaran berita tersebut. Apapun realitanya, seluruh dunia bertanya-tanya siapa sebenarnya sosok yang begitu dicari oleh AS dan sekutu-sekutunya tersebut? Menjawab keingin tahuan publik internasional tersebut, reporter Yaman, Abu Abdul Qadir Al-Qamari menurunkan artikel spesial tentang sosok Anwar Al-Awlaqi. Artikel tersebut dimuat oleh Forum Ansar Al Jihad edisi Senin, 2 Oktober 2011 M, dan arrahmah.com menerjemahkannya untuk pembaca budiman.
Dari kelahiran sampai menempuh S3
BEKASI (arrahmah.com) – Konflik antara Muslim dan Kristen, terjadi dalam satu dekade belakangan ini di Ambon yang telah mengalami huru-hara sebanyak tiga kali. Diantaranya tahun 1999, 2004, dan terakhir pada tragedi berdarah yang berlangsung tanggal 11 September lalu.
Pasca kerusuhan masih banyak para pengungsi yang memilih bertahan di pengungsian meskipun dalam keadaan serba kekurangan dan terbatas.
Dalam acara Tablikgh Akbar Solidaritas Terhadap Muslim Ambon: Mengungkap Data dan Fakta Pembantaian Nasrani Terhadap Muslim Ambon, di Mesjid Muhammad Ramadhan, Bekasi, Ahad (2/10/2011),
Teheran (Arrahmah.com) – Kebencian dan permusuhan orang-orang Rafidhah terhadap kaum muslimin sudah mendarah daging sejak era Abdullah bin Saba’ Al-Yahudi. Mereka senantiasa membuat makar untuk menghancurkan Islam dari dalam. Negara Rafidhah Iran kini merupakan garda terdepan kelompok Rafidhah dalam melancarkan peperangannya kepada kaum muslimin.
Dalam minggu ini, sebagaimana dilaporkan oleh wartawan situs mukhtashar.com dari Teheran, pemerintahan Rafidhah Iran menjatuhkan hukuman mati terhadap 250 tahanan muslim Ahlus Sunnah wal Jama’ah di penjara Qazl Hishar, dekat Teheran. Seminggu sebelumnya, pemerintah Rafidhah Iran juga telah menjatuhkan hukuman mati terhadap 82 mujahid ahlus sunnah dari kelompok Mujahidin Khalq Iran.
Keputusan pemerintah Rafidhah Iran itu disambut dengan aksi mogok makan para terpidana mati di penjara Qazl Hishar. Para sipir menghadapi aksi pemogokan itu dengan kekerasan, sehingga menyulut kerusuhan dalam penjara. Terjadi aksi pembakaran barang-barang di Blok II penjara Qazl Hishar. Sampai saat ini, suasana di penjara tersebut masih tegang.
Di penjara Kuhar Dasyet di distrik Karj, sebelah Barat ibukota Teheran, para sipir memindahkan 43 tahanan ahlus sunnah yang dijatuhi hukuman mati ke blok isolasi khusus. Para tahanan diperlakukan dengan kasar dan keluarga mereka tidak diperkenankan membesuk. Hal itu direspon oleh para terpidana mati dengan aksi mogok makan. Semoga Allah meneguhkan ahlus sunnah di Iran dan meruntuhkan pemerintahan Rafidhah. (Muhib al-Majdi/Arrahmah.com)
Sumber [arrahmah.com] Sebuah Nasyid Jihad berbahasa Urdhu dengan judul “Khuda Ke Deen kay Liye“ yang sangat indah penuh semangat. Nasyid ini dipersembahkan oleh Mujahdiin Pakistan buat kaum Muslimin seluruh dunia, semoga tetap semangat dan tetap Istiqomah dalam mebela Agama Allah ini. Allahu Akbar!
Inilah lirik Nasyid “Khuda Ke Deen kay Liye“