13 Jun 2012

AFSEL (salam-online.com): Dukungan kepada perbankan Syariah di Afrika Selatan mengalir deras dari kalangan non-Muslim. Mereka berbondong-bondong mengalihkan dana ke perbankan syariah untuk menjamin uang mereka tidak diinvestasikan ke bidang-bidang yang merugikan masyarakat seperti pornografi, alkohol, dan judi.
“Mereka (kalangan Non-Muslim) mengetahui dana mereka tidak akan pernah diinvestasikan ke industri yang berpotensi negatif seperti pornografi, alkohol, dan judi,” kata Direktur Ritel Bank Absa, Arrie Rautenbach, seperti dilansir laman Business Live, Senin (11/6/2012). Bank Absa sendiri merupakan salah satu bank terbesar di Afrika Selatan.....

Senada dengan peralihan ini, jumlah bank Syariah di Afrika Selatan juga meningkat cepat. Hal itu disebabkan banyaknya bank konvensional yang membuka layanan syariah untuk memenuhi keinginan nasabah. Bank Absa dan First National Bank merupakan dua di antaranya.
Selama beberapa bulan terakhir, jumlah warga Afrika Selatan yang menggunakan produk perbankan syariah telah meningkat lebih dari 100 ribu warga. Hal ini karena industri syariah tidak memandang agama dan terbuka untuk dapat dimanfaatkan oleh siapapun.
“Setiap perusahaan, baik kecil, menengah maupun besar, yang memerlukan alternatif atas perbankan konvensional boleh menggunakan perbankan syariah,” lanjut Rautenbach.
Islam melarang Muslim untuk mendapatkan keuntungan dari riba, menerima atau membayar bunga pinjaman. Transaksi di bank syariah harus didukung dengan aset nyata, dan tidak boleh digunakan untuk hal-hal yang dilarang seperti alkohol, perjudian, senjata, atau babi.
Investor memiliki hak untuk mengetahui bagaimana dana mereka digunakan. Sektor ini diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah dan regulator.
Dimulai tiga dekade yang lalu, kini perbankan syariah telah menjamah lebih dari 50 negara di dunia. Industri ini menjadi industri dengan pertumbuhan tercepat di industri finansial global. Institusi internasional pun sudah mulai memasukkan layanan syariah di sistem mereka. Di antaranya adalah Citigroup, Deutsche Bank dan HSBC. (IK/Rpb/salam-online.com)

0 Comments:

Post a Comment