13 Oktober 2018

Badrul Tamam:  Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Selawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Hidayah adalah hak mutlak Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang Dia beri hidayah, tida ada seorangpun yang boleh menyesatkannya. Sebaliknya siapa yang Dia sesatkan juga tak akan seorangpun yang mampu menunjukinya.

Di antara orang yang akan Allah jauhkan dari hidayah adalah orang-orang yang suka berdusta, berbohong.

Allah Subhanahu wa Ta'ala,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ

“Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas lagi banyak berdusta.” (QS. Ghaafir: 28)

Ayat ini menerangkan ancaman Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi orang yang suka berdusta. Kita akan dapati orang yang suka berbohong dan berdusta jauh dari hidayah. Allah haramkan hidayah atas pendusta dan tukang bohong. Tukang bohong jauh dari jalan yang lurus. Kenapa? Kerana mereka lebih suka memilih jalan bengkok. iaitu jalan yang berisi kedustaan dan kebohongan. Dan balasan sesuai jenis amal.

Berdusta Sifat Orang Kafir dan Munafikin

Allah Subhanahu wa Ta'ala jelaskan berbohong dan berdusta menjadi kebiasaan kaum yang dimurkai dari kalangan kuffar dan munafikin.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat-Nya,

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 39)

إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (QS. Al-Nahl: 105)

Allah juga sebutkan sifat orang-orang munafikin yang suka berbohong dan berdusta. Bahkan kebohongan mereka dalam urusan aqidah dan iman.

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahawa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahawa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” (QS. Al-Munafikun:1)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda orang munafik ada tiga: apabila ia berkata dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila diberi amanat berkhianat.” (Muttafaq ‘Alaih)

Dalam hadis yang sangat masyhur, “Ada empat hal, yang jika berada pada diri seseorang maka ia menjadi seorang munafiq sesungguhnya, dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu dari padanya, maka berarti ia memiliki satu kebiasaan (ciri) nifaq sampai ia meninggalkannya; bila dipercaya ia berkhianat, bila berbicara ia berdusta, bila berjanji ia memungkiri dan bila bertikai ia berbuat curang.” (Muttafaqun 'alaih)

Seorang Pendusta Lebih Sulit Bertaubat

Seorang ulama bernama Yahya bin Khalid rahimahullah berkata,

رأيت السارق ينزع, وشارب الخمر يقلع. وصاحب الفواحش يرجع, ولم أر كاذبا قط صار صادقا

“Aku melihat seorang pencuri akan berhenti mencuri, seminum minuman keras akan meninggalkan mabuk, dan pelaku zina akan kembali dari perbuatan itu. Namun aku tak pernah melihat sama sekali seorang pendusta yang berubah menjadi jujur.”

Ringkasnya, berdusta adalah perilaku buruk di mata Allah Subhanahu wa Ta'ala. Berdusta juga induk dari berbagai keburukan. Kerananya, siapa yang gemar berbohong dan berdusta, maka akan dijauhkan dari hidayah. Semakin banyak berdusta maka akan semakin sulit bertaubat dan kembali ke jalan benar. Wallahu A’lam. [VOIC]

0 Comments:

Post a Comment