18 Januari 2018

Hasil kajian yang diterbitkan The Journal for Scientific Study of Religion pada bulan Januari 2018 menyatakan bahawa semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk bermain internet, semakin berkurang tingkat ketaatan seseorang terhadap agama.

Para sosiologi menganggap fenomena ini sebagai religious tinkering. Menurut Paul McClure, mahasiswa program doktor Sosiologi di Baylor University yang melakukan penelitian ini, maksud dari “tinkering adalah seseorang yang tidak lagi berpegang pada institusi atau dogma agama.”

“Saat ini, kerana kita semakin sering menghabiskan waktu bermain internet, kita berfikir lebih pluralis terhadap agama sebelum kita menjadikannya jalan hidup,” ujar Paul McClure....


Dalam kajiselidiknya, McClure melakukan kajian terhadap 1.700 orang dewasa yang berpartisipasi pada Baylor Religion Survey di tahun 2010. Pertanyaannya meliputi seberapa sering mereka mengikuti kegiatan keagamaan, berapa lama mereka berselancar di internet, dan seberapa setuju mereka dengan pernyataan, ‘semua agama di dunia sama-sama benar’.

Hasil jawaban ini kemudian dianalisis untuk mengetahui apakah ada hubungan antara waktu yang kita habiskan untuk berselancar di internet dengan waktu untuk beribadah. Analisisnya juga menggunakan variabel lainnya, seperti umur, etnik, tempat tinggal, dan politik.

Yang mengejutkan McClure dari data penelitiannya adalah salah satu variabel menunjukkan orang yang menghabiskan banyak waktu dengan internet cenderung tidak memilih agama apapun. Mereka juga lebih sering melewatkan waktu untuk beribadah dan memiliki pandangan lebih pluralis, serta tidak percaya ada agama ‘yang paling benar’.Hal ini disebabkan kerana internet memberikan pengetahuan pada penggunanya mengenai kepercayaan, pandangan, serta pemikiran lain yang mungkin dijadikan pandangan hidup pribadi seseorang selain agama.

“Internet merupakan wadah untuk menciptakan pemikiran baru,” kata McClure.

Namun, alasan yang paling jelas dan sederhana mengapa seseorang menjadi lebih jarang beribadah adalah kerana orang lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan internet sehingga waktu untuk beribadahnya terlewat. (COPY EM)

0 Comments:

Post a Comment