06 Disember 2017

Istilah ‘ketergantungan smartphone’ ternyata bukan hanya tidak sedap didengar, tapi juga menyebabkan kesan yang serius bagi kesihatan. Sebuah kajian Radiological Society di Amerika Utara mengungkapkan bahawa terlalu lama bermain smartphone dapat menyebabkan tidak seimbangnya fungsi otak.

Kajian tersebut menggunaan spektroskopi resonansi magnetik untuk melihat kinerja otak para remaja yang diduga mengalami ketagihan pada fitur telefon pintar dan jejaring sosial. Penelitian ini melibatkan 19 remaja yang telah didiagnosis mengalami ketergantungan internet, dengan usia rata-rata 15 tahun.

Berdasarkan hasil temuannya, Profesor Neuroradiologi Universiti Korea di Seoul, Korea Selatan, Dr Hyung Suk Seo menyebutkan, tingkat depresi, kegelisahan, insomnia bahkan implusif seorang yang memiliki ketergantungan pada telefon pintar dan internet dapat lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak. Dalam pemeriksaan Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS) yang dilakukan untuk menilai metabolisme otak, diketahui bahawa remaja dengan kecanduan internet yang lebih tinggi dapat memiliki rasio Asid Gamma Aminobutirat (GABA) lebih tinggi.

Menurut Seo, Asid Gamma Aminobutirat adalah neurotranmitter yang menghambat reaksi dan tanggapan neurologis dari otak. Tingginya rasio GABA, bukan hanya dapat merugikan dan memperlambat kinerja otak, tapi juga menghilangkan fungsi integrasi dan regulasi dari jaringan staraf kognitif dan emosional yang berpusat pada otak, seperti disiar dari Ubergizmo.(SUMBER)

0 Comments:

Post a Comment