08 November 2017

Moskow – Ketua Staf Umum Pasukan Bersenjata Rusia, Valery Girasimov, mengatakan bahawa militer Rusia telah menguji semua model senjata modern dalam perang di Syria.

Dalam sebuah pertemuan di Kementerian Pertahanan Rusia, Girasimov mengaku bahawa pasukan Rusia telah mampu menerapkan prinsip “satu target, satu bom”, berkat penggunaan senjata pengintai besar-besaran.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Schweigau juga mengatakan bahawa pasukan Rusia yang mendukung rejim Syria telah menggunakan senjata baru untuk pertama kalinya di wilayah Syria.

Dia menunjukkan bahawa banyak model senjata Rusia modern telah diuji dalam kondisi sulit di daerah gurun pasir. Senjata-senjata ini, lanjutnya, secara umum telah terbutki dan efektiv.

Salah satu yang sudah diuji, pesawat strategis Rusia yang menembakkan rudal udara-ke-permukaan jenis “X 101”. Rudal yang ditembakkan dari pesawat khusus ini mampu bergerak dari jarak tempuh lebih dari 4.500 kilometer.

Perusahaan persenjataan Rusia telah melaporkan kenaikan penjualannya selama sejak negaranya masuk Syria. Bahkan, pesanan senjata meningkat dua kali ganda pada 2016.

Rusia juga memanfaatkan konflik Syria untuk keuntungan ekonomi. Ketegangan Negara pendukung utama rejim Assad itu dengan AS banyak mempengaruhi penjualan senjata. Konflik Syria mejadi ajang bagi Rusia untuk menyedot pembeli senjata.

Sumber: Al-Jazeera/kiblat

0 Comments:

Post a Comment