04 Oktober 2017

SYAITAN adalah musuh utama manusia. Mereka tak akan pernah berhenti menggoda Anak Adam agar bermaksiat kepada Allah SWT, dengan segala cara. Adapun syaitan ada dua jenis yaitu syaitan yang tak kasat mata dan syaitan yang kasat mata alias berupa manusia.

Allah SWT berfirman: Katakanlah: “ Katakanlah (Wahai Muhammad): "Aku berlindung kepada (Allah) Pemulihara sekalian manusia.. Yang Menguasai sekalian manusia,Tuhan Yang berhak disembah oleh sekalian manusia, Dari kejahatan pembisik penghasut Yang timbul tenggelam, Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke Dalam hati manusia,(Iaitu pembisik dan penghasut) dari kalangan jin dan manusia".
.” (QS. An-Nas: 1-6).

Syaitan jenis pertama adalah yang berwujud makhluk ghaib berupa jin dan sebangsanya. Dia tak terlihat, boleh terbang, menghilang, tidak boleh dipegang dan juga tidak menyentuh tanah, penuh kesaktian dan terkadang menakuti anak kecil.....


Syaitan jenis kedua adalah syaitan yang berwujud manusia biasa. Tidak boleh terbang, tidak boleh menghilang dan boleh dipegang dan dilihat. juga tetap berpijak di tanah seperti umumnya manusia. Kerana pada hakiatnya dia memang manusia. Sedangkan mengapa boleh jadi syaitan, kerana aqidah, cara fikir, tindakan dan aktivitinya sejalan dengan visi dan misi syaitan sebenar.

Terkadang syaitan dari jenis manusia ini jauh lebih berbahaya dibandingkan syaitan yang gentayangan. Kadang dia adalah teman dekat sendiri, atau masih keluarga sendiri. Bahkan boleh jadi pasangan sendiri. Semuanya boleh saja menjadi syaitan. Bila melakukan hal-hal yang sejalan dengan program syaitan.

Apa saja misalnya?

Ketika Anda ingin segera ke masjid untuk solat saat mendengar azan, lalu tiba-tiba atasan melarang Anda solat kerana mementingkan pekerjaan boleh segera diselesaikan, maka saat itu atasan Anda adalah syaitan.

Ketika seorang wanita yang bukan mahram minta ditemani untuk curhat, di tempat sepi dan menyendiri, tidak ada siapa-siapa, hanya berduaan saja, agar boleh lebih leluasa dan boleh melakukan apa saja, maka wanita itu adalah syaitan.

Ketika teman kerja sepakat membuat laporan palsu/ fiktif, markup harga, memberi sogokan kepada pemegang kebijakan demi mendapatkan keuntungan dengan cara curang, maka mereka itu adalah syaitan.

Ketika orang-orang mendukung kemunkaran atas dasar ‘seni’ dan dianggap merupakan hak asasi masing-masing orang, maka ketahuilah yang berbicara itu adalah syaitan.

Berhadapan dengan syaitan jenis manusia sangat berbahaya, kerana penampilannya tidak seperti syaitan gentayangan yang memang sudah jelek. Syaitan jenis manusia terkadang jauh lebih keren, cantik dan akrab. Wallahualam.

Sumber: Rumahfiqih/Islampos

0 Comments:

Post a Comment