07 Julai 2017

Makanan Segera Turunkan IQ Anak

SEBUAH kajian dari Goldsmiths, University of London menunjukan anak yang diberi lebih banyak makanan segera akan memiliki IQ lebih rendah dari mereka yang secara rutin makan makanan yang baru dimasak.

Nutrisi di masa anak-anak berdampak panjang pada IQ, selain faktor kecerdikan dan status sosial. Penelitian dilakukan pada 4.000 anak Skotland berusia tiga hingga lima tahun.

Mereka dibagi dalam kelompok “makanan segera dan baru dimasak”. Peneliti memeriksa apakah makanan utama yang mereka makan tiap hari berpengaruh pada kemampuan kongitif dan pertumbuhan.

Peneliti Dr. Spohie von Stumm dari  Departemen Psikologi Goldsmiths menemukan bahawa orangtua dengan status sosial-ekonomi lebih tinggi lebih sering memberi anak-anak mereka makanan dari bahan-bahan segar, yang akan berpengaruh positif pada IQ.....


Status sosial-ekonomi yang lebih rendah berkaitan dengan anak-anak yang mengonsumsi makanan cepat saji, yang berpengaruh pada kepintaran yang lebih rendah.

“Itu adalah hal yang umum ketika tipe makanan yang kita makan akan berpengaruh pada perkembangan otak, namun penelitian terdahulu hanya melihat pada efek dari kelompok makanan tertentu pada IQ anak daripada tipe general makanan,” katanya, seperti dikutip dari Daily Mail.

“Penelitian ini akan memberikan bukti kuat untuk mendukung banyak kempen yang bertujuan untuk mengurangi jumlah anak-anak yang mengonsumsi makanan segera di Inggris Raya,” jelasnya.

“Anak-anak ini menunjukan hasil yang lebih rendah pada ujian kepintaran dan seringkali harus berjuang di sekolah. Sekolah yang terletak di daerah yang kurang beruntung harus memberikan makanan yang seimbang pada anak-anak agar mereka dapat emcapai potensi kognitif mereka,” katanya.

“Kesegaran dan kualiti makanan lebih penting dari sekadar kenyang, terutama bagi anak-anak yang muda dan masih berkembang,” katanya.

Penemuan serupa ada di Australia pada bulan ogos. Dalam studi itu, makanan sihat mendorong kepintaran anak-anak. Kanak-kanakyang mengonsumsi makanan dan minuman manis tidak begitu cemerlang ketika mereka tumbuh dewasa.

Pada usia delapan tahun, anak-anak yang mengonsumsi makanan cepat saji memiliki IQ yang lebih rendah hingga dua poin daripada mereka yang makan makanan sihat, berdasarkan studi yang dilakukan di University of Adelaide.

Studi lainnya, dari Amerika, yang dimuat di Journal of Epidemiology and Community Health pada tahun 2010, menunjukan bahawa anak-anak yang mengonsumsi makanan cepat saji seperti pizza, keripik kentang, dan biskut di bawah usia tiga tahun dapat memiliki IQ yang lebih rendah daripada mereka yang makan masakan rumah dengn buah-buahan dan sayuran.

Anak-anak ini diperiksa lima tahun kemudian dan nilai IQ mereka lebih rendah lima poin daripada teman-temannya yang makan makanan sehat.(IP)

0 Comments:

Post a Comment