04 Julai 2017

Surat khabar berbahasa Ibrani Yediot Ahronot mengungkapkan bahawa krisis Qatar telah menyebabkan membaiknya konsolidasi hubungan antara pemerintahan Kerajaan Arab Saudi dengan Zionis Israel.
“Secara terang-terangan Menteri Intelijen Zionis Israel, Yisrael Katz telah meminta Raja Saudi Raja Salman bin Abdul Aziz untuk mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkunjung ke Riyadh,” seperti disiar Yediot Ahronot dalam terbitannya akhir minggu kemarin.
Yisrael Katz melanjutkan, “Pendudukan Zionis Israel siap untuk berkerjasama dan bermitra dengan Arab Saudi dan negara-negara Teluk dalam bidang keamanan, khususnya dalam melawan hegemoni Syiah Iran dan pengikutnya, dengan imbalan membaiknya hubungan Tel Aviv dan Riyadh.”
Dalam konteks terkait, Yediot Ahronot menunjukkan upaya Menteri Pariwisata Israel Yariv Levin yang kini membolehkan pesakit dari Negara Teluk untuk menerima rawatan di hospital Zionis Israel sebagai langkah awal normalisasi hubungan Tel Aviv dengan negara-negara Arab.
Sementara itu dalam sisi yang berlawanan, sekatan Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir justru menyebabkan mesranya hubungan Qatar dengan pemerintah Iran, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan.
Hal ini dibuktikan dengan pengumuman kerjasama bernilai hampir $5 milion untuk membangun fasiliti pengeboran gas di lepas pantai di kawasan Teluk “ ladang gas South Pars” dengan perusahaan energi raksasa asal Perancis Total yang akan ditandangani pada hari Senin (3/07) ini.  (Arabi21/EM)

0 Comments:

Post a Comment