11 Mei 2017


 Anda kenal mainan Fidget Spinner? Benda plastik mirip baling-baling dengan tiga sisi bundar dan tengah berisi bantalan peluru itu tengah naik daun. Banyak yang merasa memainkannya boleh menghilangkan stres. Lainnya menyatakan baik buat melatih konsentrasi. Sisanya menyatakan tidak berguna dan cuma membuat orang tidak fokus.

Meski begitu, ternyata benda ini tidak begitu saja dibuat. Niat awalnya ternyata supaya mainan ini bisa melemahkan semangat juang anak-anak Palestin.

Disiar dari surat khabar Haaretz, Selasa (9/5), otak di balik Fidget Spinner adalah seorang warga Amerika Syarikat, Catherine Hettinger. Dalam sebuah wawancara, dia mengenang kembali alasan membuat mainan itu.

Ternyata, pada 1980-an, Hettinger bertandang ke wilayah Palestin yang dijajah Zionis-Israel mengunjungi kakak perempuannya. Sial, ternyata saat itu sedang bergelora gerakan perlawanan terhadap Zionis oleh orang-orang Palestin, dikenal dengan istilah Intifada.

Hettinger menyaksikan bagaimana saban hari muda-mudi dan anak-anak Palestin bertempur dengan polis dan tentara Israel. Orang-orang Palestin itu melawan bermodalkan batu. Dia lantas mendapat idea membuat benda yang boleh meredam para pemuda Palestin melempar batu.

“Awalnya saya mendesain benda seperti batu yang lunak, sehingga anak-anak bolehmelemparnya. Memang mulanya itu untuk menyampaikan pesan perdamaian,” kata Hettinger.

Lantas Hettinger kembali ke kampung halamannya di Orlando, Florida. Desain awal mainan itu dia ubah menjadi mirip baling-baling yang boleh berputar.

Hettinger lantas mematenkan benda itu pada 1997. Namun sayang tak ada yang tertarik menjualnya, termasuk kilang mainan besar, Hasbro. Dia juga tidak punya wang buat memperbarui hak patennya sembilan tahun kemudian. Biaya ditetapkan sebesar USD 400.

Meski begitu, mainan karya Hettinger meledak sejak akhir tahun lalu. Semua orang gemar memainkannya. Mulai dari pekerja pejabat hingga anak-anak sekolah rendah.(EM)

0 Comments:

Post a Comment