19 Mei 2017

Cairo – Komite Agama Parlemen Mesir, Jumat (18/05), menyetujui keputusan Menteri Wakaf, Mokhtar Gomaa, melarang penggunaan pengeras suara saat Salat Tarawih dan ceramah agama selama Ramadhan. Keputusan seperti itu dianggap sudah tepat.
(Foto: Jamaah Solat Tarawih di Masjid Amr bin Al-Ash di ibukota Mesir, )
Sebelumnya, Menteri Gomaa mengumumkan melarang penggunaan speaker saat Solat Tarawih dan ceramah agama selama Ramadhan. Alasannya, suara tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelajar, warga tua dan orang sakit serta mengganggu orang istirahat.

Departemen Wakaf mengancam memecat imam masjid yang melanggar aturan tersebut. Pengawasn sudah dilakukan untuk memastikan peraturan ini dilaksanakan.....lagi


Sekretariat Komite Agama, Omar Hamrouch, mengatakan bahawa Komite akhirnya pihaknya bertemu dengan Menteri Wakaf dalam rangka mengkaji cara-cara untuk melindungi masjid dari “fatwa radikal” selama bulan Ramadhan, mekanisme mengontrol penceramah dan mimbar. Hal ini dalam konteks menindaklanjuti arahan Presiden Abdul Fath Al-Sisi.

Hamrouch menambahkan bahwa Komite telah mendesak Menteri Wakaf meninjau kembali daftar imam yang sudah diajukan dan menghapus nama-nama penceramah yang tidak memenuhi kriteria pemerintah. Selain itu, Parlemen juga akan menetapkan undang-undang yang mengatur sistem fatwa.

Oleh karena itu, kata Hamrouch, Komite tidak melihat ada permasalahan hukum dalam keputusan Menteri Wakaf tersebut. Kami terus berkoordinasi dengan Departemen Wakaf untuk mengawasi masjid.

Pada bagiannya, anggota komite lainnya Sukri Al-Jundy mengatakan bahwa pelarangan penggunaan speaker tidak melanggar undang-undang. Peraturan ini bertujuan untuk mengurangi gangguan terhadap siswa yang tengah belajar dan orang-orang sakit. Hanya dibolehkan menggunakan pengeras suara lokal jika jamaah penuh hingga ke halaman masjid. Menurutnya, ini bukan peraturan membatasi warga Muslim namun hanya untuk merapikan.

Perlu dicatat, masjid-masjid di Mesir yang diimami oleh ulama terkenal biasanya dipenuhi jamaah hingga meluber ke halaman masjid bahkan ke jalan. Kebiasan itu sudah berlangsung lama di kalangan warga Mesir.(kiblat.net0

0 Comments:

Post a Comment