16 Mac 2017

MANUSIA yang diciptakan oleh Allah SWT sentiasa hidup dengan keluh kesah. Hidup di dunia adalah medan ujian yang disediakan oleh Allah SWT supaya manusia bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT. Hidup di dunia adalah kehidupan sementara waktu sahaja, di akhiratlah merupakan kehidupan yang kekal abadi.

Dari banyaknya permasalahan yang menimpa manusia, tidak serta merta manusia ditimpa masalah begitu saja, tapi Allah menakar kemampuan manusia itu sendiri dengan masalah yang dihadapi. Allah SWT semata-mata menciptakan masalah kepada manusia untuk memberikan pelajaran dan hikmah dari sebuah permasalahan tersebut.

Mereka yang sabar maka akan mendapat ganjaran pahala dari Allah, berbeda dengan yang tidak kuasa, maka senantiasa arogan dan putus asa terhadap suatu masalah hingga nilai ibadah dan pahala tidak serta merta didapatnya.

Maka dengan begitu Al-Quran menjadi penolong dan tempat mencari jawaban dari permasalahan yang sedang dihadapi. Al-Qur’an pula merupakan kalam Allah dan kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT melalui perantaraan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Quran diturunkan untuk menyelasaikan semua persoalan hidup yang dihadapi oleh manusia. Semua jawaban terdapat di dalam al-Quran.

1. Kenapa aku diuji?
Firman Allah SWT maksudnya : “Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan sahaja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta,” (QS. Al-Ankabut: 2-3)

2. Kenapa aku tidak dapat apa yang aku hajatkan?


Firman Allah SWT maksudnya : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui,” (QS. al-Baqarah: 216)

3. Kenapa ujian yang aku terima seberat ini?

Firman Allah SWT maksudnya : “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. al-Baqarah: 286)

4. Kenapa aku merasa lemah dan bersedih hati?

Firman Allah SWT maksudnya : “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman,” (QS. Ali-Imran: 139)

Firman-Nya lagi yang bermaksud : “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS az-Zumar: 53)

5. Bagaimana harus aku menghadapi dugaan ini?

Firman Allah SWT maksudnya : “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertakwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan),”(QS. Ali-Imran: 200)

Firman-Nya lagi yang bermaksud : “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk” (QS. Al-Baqarah: 45)

6. Apakah balasan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang sabar?

Firman Allah SWT maksudnya : “Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang-orang mukmin, diri, harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka….,” (QS. At-Taubah: 111)

7. Kepada siapa aku berharap?

Firman Allah SWT maksudnya : “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakal,” (QS At-Taubah: 129)

Hati Mukmin akan tenang dan bahagia apabila hati dan jiwanya bergantung kepada Allah SWT setiap masa. Tidak ada pengharapan yang lain melainkan mengharap dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.

Hati yang tenang dan bahagia adalah satu kurniaan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang dikasihi-Nya. Hati yang sejahtera ini tidak akan putus asa dan rasa kecewa walaupun dia dikecewakan oleh insan lain kerana pertalian yang kukuh di antara hatinya dengan kecintaan kepada Allah SWT.

Hati Mukmin akan sentiasa berbaik sangka terhadap takdir Allah SWT kerana sesungguhnya setiap kejadian ciptaan Allah SWT mengandungi hikmah dan kebaikan yang tidak dapat difikirkan oleh akal manusia.

Itulah kemukjizatan Al-Qur’an yang mampu membuat pembacanya luluh hatinya, sehingga dengan kita dekat dengan Al-Qur’an, insyaAllah hati akan tenang dan pikiran pun akan selalu berada dalam kesucian.[sumber IP]

0 Comments:

Post a Comment