23 Jun 2016

Di dalam Kitab Al-Jawabul Kafi, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah merinci kesan-kesan buruk dari perbuatan dosa dan maksiat terhadap kehidupan seorang hamba baik di dunia maupun di akhirat. Diantaranya;
1.    Terhalang untuk mendapatkan keberkahan ilmu. Ilmu adalah cahaya yang dinyalakan Allah di dalam hati seorang hamba, dan maksiat mematikan cahaya tersebut.
2.    Kegelisahan yang dirasakan pelaku maksiat di dalam hatinya, dan hilangnya ketenangan dari dalam hati.
3.    Allah akan mempersulit setiap urusan dalam hidupnya.
4.    Menimbulkan sifat lemah baik pada agama dan badannya, sehingga pelaku maksiat terasa berat dan malas untuk melakukan ketaatan.
5.    Maksiat menghilangkan keberkahan umur dan melenyapkan kebaikannya.
6.    Perbuatan maksiat akan mengundang perbuatan maksiat lainnya, sebagaimana ketaatan akan mengundang ketaatan yang lain.
7.    Maksiat akan menghalangi seseorang dari taubat kepada Allah dan pelaku maksiat akan menjadi ‘tawanan’ bagi syaitan yang menguasainya
8.    Maksiat yang dilakukan berulang-ulang akan menanamkan rasa cinta terhadap maksiat itu sendiri di dalam hati, sehingga pelaku maksiat akan merasa bangga dengan maksiat yang dia lakukan
9.    Maksat akan menghinakan dan menjatuhkan kedudukan seorang hamba di hadapan Tuhannya.
10.    Akibat buruk dari maksiat akan menimpa semua makhluk; manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan
11.    Maksiat akan melahirkan kehinaan
12.    Maksiat boleh merosak akal fikiran dan menghilangkan kecerdasannya
13.    Maksiat akan menutup mata hati, menyebabkan kerasnya hati, dan pelakunya dianggap sebagai orang yang lalai.
14.    Maksiat mendatangkan laknat Allah dan Rasul-Nya
15.    Maksiat akan menghalangi doa malaikat dan Rasulullah
16.    Maksiat menyebabkan kerusakan, keguncangan, gempa dan musibah
17.    Maksiat boleh mematikan semangat, menghilangkan rasa malu, membutakan mata hati
18.    Maksiat dan dosa boleh melenyapkan nikmat dan mendatangkan bencana
19.    Maksiat dan dosa akan meninggalkan tatatan masyarakat yang rosak akhlak dan agamanya.
hidcom

22 Jun 2016


21 Jun 2016

Fallujah – Pertempuran di kota Fallujah, Iraq membuat setidaknya 30.000 warga telantar. Demikian menurut laporan Norwegian Refugee Council pada hari Ahad (18/06/2016). Lembaga itu juga menyatakan bahawa  bencana kemanusiaan telah terjadi di kota yang belum lama diambil alih oleh pasukan Iraq dari ISIS pada Khamis sebelumnya.

“Perkiraan jumlah total pelarian dari Fallujah dalam tiga hari terakhir menunjukkan jumlah yang mengejutkan, yaitu 30.000 orang,” kata NRC dalam sebuah pernyataan yang dikutip MEE.

Kelompok bantuan lain menyebutkan bahawa jumlah pelarian mencapai 32.000 jiwa setelah operasi militer Iraq di Fallujah yang berlangsung sekitar sebulan.

NRC mengatakan, puluhan keluarga masih berada di dalam kota, termasuk warga sipil yang lemah, wanita hamil, orang sakit dan lanjut usia.

Pihaknya mengaku kewalahan menangani orang-orang yang telantar mengharapkan bantuan. Banyak warga yang tidur di tempat terbuka, di bawah teriknya sinar matahari, berharap bantuan tenda yang dapat dinaungi.

“Kami minta pemerintah Iraq dapat menangani bencana kemanusiaan yang saat ini tengah berlangsun,” kata direktur NRC di Iraq, Nasr Muflahi dalam pernyataan itu.

NRC mengatakan tidak mampu lagi memberikan bantuan yang diperlukan, temasuk pemberian air yang memang terbatas. Ia mengutip sebuah kamp yang baru saja dibuka di Amriyat al-Fallujah yang ditempati 1.800 orang, tetapi hanya memiliki satu tandas untuk perempuan.

“Kami mendesak pemerintah Iraq untuk mengambil peranan utama dalam menyediakan kebutuhan warga sipil, yang telah mengalami bulan trauma dan teror,” kata Muflahi.

Fallujah adalah kota yang dikuasai kelompok ISIS pada bulan Januari 2014 silam, yang ditempati oleh majoriti warga Sunni Iraq. Sekitar 3,4 juta orang terpaksa melarikan diri dari rumah mereka akibat konflik di seluruh negeri. Lebih dari 40 persen darinya berasal dari Anbar, provinsi dari kota Fallujah
.http://www.kiblat.net

;;