21 Jun 2016

Fallujah – Pertempuran di kota Fallujah, Iraq membuat setidaknya 30.000 warga telantar. Demikian menurut laporan Norwegian Refugee Council pada hari Ahad (18/06/2016). Lembaga itu juga menyatakan bahawa  bencana kemanusiaan telah terjadi di kota yang belum lama diambil alih oleh pasukan Iraq dari ISIS pada Khamis sebelumnya.

“Perkiraan jumlah total pelarian dari Fallujah dalam tiga hari terakhir menunjukkan jumlah yang mengejutkan, yaitu 30.000 orang,” kata NRC dalam sebuah pernyataan yang dikutip MEE.

Kelompok bantuan lain menyebutkan bahawa jumlah pelarian mencapai 32.000 jiwa setelah operasi militer Iraq di Fallujah yang berlangsung sekitar sebulan.

NRC mengatakan, puluhan keluarga masih berada di dalam kota, termasuk warga sipil yang lemah, wanita hamil, orang sakit dan lanjut usia.

Pihaknya mengaku kewalahan menangani orang-orang yang telantar mengharapkan bantuan. Banyak warga yang tidur di tempat terbuka, di bawah teriknya sinar matahari, berharap bantuan tenda yang dapat dinaungi.

“Kami minta pemerintah Iraq dapat menangani bencana kemanusiaan yang saat ini tengah berlangsun,” kata direktur NRC di Iraq, Nasr Muflahi dalam pernyataan itu.

NRC mengatakan tidak mampu lagi memberikan bantuan yang diperlukan, temasuk pemberian air yang memang terbatas. Ia mengutip sebuah kamp yang baru saja dibuka di Amriyat al-Fallujah yang ditempati 1.800 orang, tetapi hanya memiliki satu tandas untuk perempuan.

“Kami mendesak pemerintah Iraq untuk mengambil peranan utama dalam menyediakan kebutuhan warga sipil, yang telah mengalami bulan trauma dan teror,” kata Muflahi.

Fallujah adalah kota yang dikuasai kelompok ISIS pada bulan Januari 2014 silam, yang ditempati oleh majoriti warga Sunni Iraq. Sekitar 3,4 juta orang terpaksa melarikan diri dari rumah mereka akibat konflik di seluruh negeri. Lebih dari 40 persen darinya berasal dari Anbar, provinsi dari kota Fallujah
.http://www.kiblat.net

0 Comments:

Post a Comment