12 Mei 2016

TEHERAN, IRAN  Divisi ke-25 Korps Pengawal Revolusi Syi'ah Iran (IRGC) Brigade Karbala telah ditarik dari Suriah, Iranian Students News Agency (ISNA)) melaporkan hari Rabu (11/5/2016).

Disiar WorldBulletin, langkah ini dilakukan beberapa hari setelah jumlah yang tidak ditentukan tentara IRGC tewas dalam bentrokan dengan pasukan oposisi di kota Suriah, Khan Tuman di barat daya dari kota Aleppo.

Minggu lalu, pasukan oposisi Suriah dari faksi-faksi Islam yang tergabung dalam koalisi Jaisyul Fath merebut kontrol dari Khan Tuman setelah bentrokan dengan pasukan rezim dan milisi Syi'ah sekutu termasuk dari Iran, Irak, Afghanistan dan juga Libanon

Iran kemudian mengaku hanya 15 personel RGC, termasuk dua komandan senior, yang tewas dalam pertempuran itu.

Namun menurut sumber pejuang oposisi lokal di Suriah, setidaknya 30 tentara Iran, delapan pejuang Hizbullata, 40 anggota milisi Syi'ah Afghan dan 20 tentara rezim tewas dalam bentrokan tersebut....


Media Iran menggambarkan korban militer berkelanjutan di pertempuran Khan Tuman tersebut sebagai "bencana".

Syi'ah Iran adalah pendukung setia Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang rezimnya telah melawan pasukan oposisi bersenjata berat sejak 2011.

Selama lima tahun terakhir, pasukan Iran, bersama dengan anggota kelompok Syi'ah dari Libanon, Hizbullata dan milisi-milisi Syi'ah bayaran lain dari Asia Selatan, telah berjuang bersama pasukan rezim di Suriah.

Situs berita ElDorar AlShamia, mengutip perkataan seorang mantan komandan (IRGC) (Ain Allah Tabrizi) bahwa sekitar 1.200 petempur Iran, terdiri dari anggota Koprs Pengawal Revolusi Syi'ah Iran (IRGC) dan milisi Syi'ah bayaran asal Afghanistan serta Irak yang telah dimobilisasi oleh Teheran dalam mendukung pertempuran bersama pasukan al-Assad melawan mujahidin di sana, telah tewas di Suriah selama empat tahun dari 2012 sampai April 2016.

Angka tersebut mungkin mencerminkan kematian yang tidak dilaporkan atau kerugian oleh pasukan elit Tentara Al-Qods, yang diketahui tidak mempublikasikan korban jiwa mereka. (sumber voi)

0 Comments:

Post a Comment