06 Mac 2016

AMERIKA SYARIKAT - AS bersiap untuk menggunakan pesawat pengebom berkemampuan nuklier B-52 melawan Islamic State (IS) di Iraq dan Syria, laporan mengatakan.

Mengutip pejabat AS, Air Force Times melaporkan pada Jum'at (4/3/2016) bahawa tentera AS mungkin mulai menggunakan pengebom jarak jauh strategik B-52 Stratofortress melawan IS pada bulan April.

Menurut laporan itu, pesawat pengebom itu akan menggantikan beberapa pengebom strategik supersonik Rockwell B-1 Lancer, yang telah kembali ke basis mereka di Texas setelah menghantam posisi-posisi IS dekat kota Syria utara Ayn al-Arab selama beberapa bulan.

"Kami akan menyiagakan B-52," Times mengutip James "Mike" Holmes, wakil ketua staf untuk perencanaan dan persyaratan strategis, mengatakan bulan lalu.

"Ini memberikan beberapa misi bagi kami yang sulit untuk meniru, terutama jangkauan dan muatan yang pesawat itu sediakan," tambahnya.....lagi


Belum diungkapkan berapa banyak dari pesawat pembom itu yang akan diturunkan melawan IS.

Pesawat pembom B-52 pertama kali mengangkasa pada tahun 1954 dan terakhir kali militer AS memasukkannya ke dalam aksi dalam perang di Afghanistan. Mengutip pejabat lainnya, laporan itu mengatakan pesawat pembom akan tetap dalam pelayanan aktif sampai setidaknya 2040.

Setiap pesawat ini mampu membawa hingga 70.000 pon muatan, kata para pejabat.

Militer mengumumkan pada hari Kamis bahwa tiga pesawat pembom B-52 Stratofortress yang baru-baru ini dikerahkan ke Eropa akan berpartisipasi dalam latihan militer di Norwegia.

Pada awal Januari, AS mengirim pesawat bomber B-52 untuk penerbangan ketinggian rendah di atas Korea Selatan beberapa hari setelah Korea Utara diduga melakukan uji coba bom hidrogen pertama. //www.voa-islam.com

0 Comments:

Post a Comment