15 Februari 2016

Damaskus – Pejuang Syria menggunakan cara baru untuk melawan tentara Syria yang berada di wilayah kontrol rejim. Menyamar orang awam, mereka menikam hingga tewas tentara Syria. Strategi ini persis seperti pejuang Palestin melawan tentara Israel beberapa waktu terakhir.

Seperti disiar Arabi21.com dari laman pendukung revolusi Syria, El-Dorar, Ahad (14/02), operasi pertama itu dilakukan oleh faksi Liwa Al-Adiyat di jantung ibukota Damaskus. Kapten Penerbang Ali Aloush, anggota tentera Syria, tewas dalam operasi tersebut.

Ali Aloush disergap oleh sejumlah pejuang dengan melayangkan tusukan bertubi-tubi. Operasi ini dilakukan di pusat Damaskus....


Menurut laporan Liwa Al-Adiyat, ini merupakan operasi kedua yang dilakukan pejuangnya. Selasa lalu, Letnan Ahmad Goma, salah satu perwira rejim Syria, juga tewas dalam operasi serupa. Perwira ini terlibat penyiksaan dan pembunuhan tahanan.

Operasi ini dikabarkan membuat gentar para perwira dan pendukung Bashar Assad di Syria. Hal itu terlihat dalam halaman-halaman Facebook mereka. Di sisi lain, keamanan di ibukota saat ini menjadi harga mahal.

Perlu dicatat, ibukota Damaskus mengalami penjagaan ketat sejak meletusnya revolusi. Hal itu menyulitkan pejuang menyelundupkan senjata ke ibukota untuk operasi. Sehingga, pejuang berpikir cara lain dengan operasi penusukan seperti pejuang Palestin.

Sumber: Arabi21.com/http://www.kiblat.net

0 Comments:

Post a Comment