27 Februari 2016

MUHAMMAD Ishaq, sebelumnya adalah seorang Girish KS Udupa, sebuah kasta Hindu tingkat tinggi, menceritakan kisahnya tentang mengapa ia masuk Islam. Berikut penuturannya.

Saya mulai membaca Alquran dengan maksud untuk menemukan kesalahan di dalamnya. Tapi luar biasa, saya malah mulai mendapatkan jawapan atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini ada dalam kepala saya. Itu seperti Al-Qur’an menjawab dan membersihkan semua keraguan saya.

Meskipun saya memutuskan untuk membaca setidaknya empat halaman setiap hari dan menyelesaikannya dengan cepat, tapi anehnya, saya hampir tidak boleh membaca lebih dari setengah halaman setiap harinya. Saya mulai mendapatkan jawapan atas semua pertanyaan saya; mengapa saya di sini (di dunia ini), mengapa saya diciptakan, apa tujuan hidup, dan dengan kurnia Allah SWT, saya semakin dekat dengan Al-Qur’an dan Pencipta saya.....


Saya mendapatkan Quran dari seorang saudara saya. Kami mulai bertemu sangat sering untuk membahas tentang kopi atau jus. Suatu hari, ketika kami minum jus, ia meminta saya pertanyaan; jika ia meninggal sekarang, sebelum benar-benar minum jus, dia mungkin masuk syurga karena ia adalah seorang Muslim karena ia mencoba untuk mengikuti perintah-perintah Allah.

Nah, apa yang akan saya lakukan jika saya meninggal sebelum saya menyelesaikan minum jus saya? Karena, tidak ada jaminan tentang hidup kita untuk satu perihal apapun. Ketika itu, saya sangat untuk sementara, sampai tidak mampu meminum jus saya. Saya merasa seolah-olah saya akan mati setiap saat.

Saya pulang ke rumah, dengan tulus berdoa kepada Allah SWT untuk pertama kalinya dalam hidup saya bahawa jika saya mati hari ini ampunilah dosa-dosa saya. Kemudian setelah itu saya tertidur.

Ketika saya bangun di pagi hari saya keesokan harinya, saya memutuskan untuk tidak membuang-buang waktu lagi, saya langsung menelefon saudara saya dan memberitahukannya bahawa saya ingin masuk Islam.

Saudara saya mengajak saya ke Islamic Center, dan di depan 2 orang, saya menyatakan syahadat dalam bahasa Arab dan bahasa InggriS. “La ilaha illallahu Muhammadur Rasulullah. Aku bersaksi bahawa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

Saya bersumpah demi Allah bahawa ketika saya mengucapkan Syahadat, saya merasakan sensasi yang luar biasa, seolah-olah, sebuah beban berat dalam dada saya baru saja; saya bernapas seolah-olah baru pertama kalinya bernafas dalam hidup saya.

Alhamdulillah, dengan memeluk Islam, perjalanan saya untuk menemukan agama yang benar berakhir dengan kebahagiaan dan kepuasan maksimal.

Alhamdulillah, Allah telah memberi saya hidup baru, yang bersih dan kesempatan untuk meraih Jannah, dan saya berdoa bahawa saya menjalani sisa hidup saya didedikasikan untuk menyebarkan pesan Islam dan mati sebagai Muslim. Aamiin.

Sumber: http://www.arabnews.com/islam-perspective/https://www.islampos.com

0 Comments:

Post a Comment