04 Januari 2016

Pejuang IS dilaporkan menyerang sebuah pangkalan Iraq di Ramadi pada hari Jumat, hanya beberapa hari setelah pasukan nasional mengumumkan mereka telah membebaskan kota ini dari IS.

Menurut posting di website SITE Intelligence Group, Pejuang IS telah mengambil alih sekitar 20 barak tentara dan diposting foto online pejuang mereka berdiri di kompleks utama pemerintah kota.

Disiar BBC, Pejuang dari Negara Islam atau ISIS melancarkan serangan terhadap pangkalan tentera Iraq di dekat Ramadi, hanya beberapa hari setelah kota itu direbut kembali oleh pasukan pemerintah....


Seorang juru bicara tentera mengatakan pengebom kereta bunuh diri dan para pejuang mengenakan sabuk peledak ikut ambil bahagian dalam serangan yang dilancarkan pada hari Jumat (01/01).

Beberapa hari sebelumnya, Iraq mengatakan mereka telah “membebaskan” Ramadi dari ISIS hari Minggu (27/12).

Serangan hari Jumat adalah serangan terbesar yang diluncurkan oleh ISIS terhadap pasukan Iraq sejak Ramadi direbut kembali oleh Iraq.

“Konfrontasi masih berlangsung di utara Ramadi,” ujar sumber.

Sebastian Usher, analis BBC World Service untuk Timur Tengah mengatakan serangan tersebut menunjukkan skala tugas yang dihadapi pasukan pemerintah Iraq di mana tentara mereka dihadapkan dengan pejuang ISIS yang jumlahnya tidak diketahui dan masih bertahan di wilayah pinggiran.

Pasukan Syiah Iraq sepertinya termakan strategi perang yang cerdas dari pasukan IS, dimana IS sengaja mundur dari Ramadi untuk sementara dan membiarkan pasukan syiah Iraq masuk dan berteriak-teriak kegirangan “telah berhasil” merebut kembali Ramadi. Mereka segera membangun pos-pos tentera lengkap dengan meletakkan kereta perisai dan segala persenjataannya.

Ketika pasukan syiah ini terlena dalam pesta pora dan euforia kemenangannya, pasukan IS dengan didahului pasukan bom syahid menyerbu Ramadi dan berhasil merebut puluhan tank, kereta perisai, dan banyak pos tentera pasukan syiah Iraq yang tentu saja dengan sejumlah ghanimah berupa aneka persenjataannya. (EM)

0 Comments:

Post a Comment