07 Januari 2016

Kaherah Mesir. Seorang warga Mesir, Moanes Younes, baru-baru ini membuat masyarakat Mesir gempar. Hal itu lantaran dirinya mengaku mendapatkan wahyu, dan menjadi Al-Mahdi Al-Muntazhar.
Di antara pengakuannya, seperti disiar Al-Quds, Rabu (6/1/2016) , bertemu dan berbincang dengan Allah di waktu antara waktu terbitnya fajar dan terbitnya matahari, di taman sekitar lokasi piramid.
Ada pengakuan lainnya yang menunjukkan dirinya seorang ...
nasionalis Mesir. Katanya, “Piramid-piramid di Mesir adalah tempat turunnya agama-agama langit. Di lembah piramid itulah letak sesungguhnya Haikal Sulaiman yang dicari-cari orang-orang Yahudi.”
Tak tanggung-tanggung, Younes mengatakan bahawa lokasi piramid itulah sebenarnya tempat As-Sidratul Muntaha tempat bertemunya Allah dan Rasulullah saat peristiwa Isra’ dan Mikraj.
Rupanya Younes juga mengikuti perkembangan politik saat ini. Masih dalam pengakuan kenabiannya, Younes mengatakan, “Aku adalah nabi utusan Allah. Aku sudah mendapatkan wahyu apa yang akan terjadi kepada Vladimir Putin dan Ahmadi Nejad. Aku juga melakukan hubungan batin dengan Putin.”
Menanggapi keberanian Younes mengaku sebagai seorang nabi, Omar Hashim, mantan rektor Universiti Al-Azhar, mengatakan, “Ini adalah seorang pembohong besar. Bagaimana mungkin seseorang dengan beraninya mengaku sebagai seorang nabi setelah Rasulullah saw.”
Di bawah pemerintah kudeta militer As-Sisi, banyak penyimpangan yang dengan berani menampakkan aktivitinya. Oleh kerana itu, menurut Hashim, hal seperti ini sudah dikhabarkan Rasulullah saw, orang yang menjual agamanya untuk kepentingan dunianya. Orang seperti ini tidak boleh dibiarkan tampil di media.  (dakwatuna)

0 Comments:

Post a Comment