11 Januari 2016

Burung unta (ostrich) sering menjadi bahan permisalan orang yang takut dan lari dari masalah tanpa menyelesaikan masalah tersebut. Seakan sudah merasa nyaman, padahal masalah masih ada dan belum terselesaikan.
Permisalan itu muncul kerana burung unta sering membenamkan kepalanya terutama ketika bahaya sedang mengancamnya. Konon burung itu takut, lalu bersembunyi. Ketika sudah gelap seakan dirinya sudah tidak terlihat musuh, padahal yang tersembunyi hanya kepalanya saja.
Sebuah permisalan yang menunjukkan kebodohan orang yang takut menghadapi masalah, dan menyelesaikannya hanya dengan menganggapnya tidak ada. Tapi apakah benar burung unta sebodoh itu?.....

Seperti ditulis Heba Hafez, di Aljazeera, Rabu (6/1/2016) yang lalu, burung unta berasal dari daerah Afrika dan Timur Tengah. Namun burung ini telah menjadi korban perburuan selama berabad-abad sehingga saat ini jumlah yang hidup di padang pasir Timur Tengah tinggal sangat sedikit.
Berat burung ini boleh mencapai 150 kg. Sedangkan tingginya boleh mencapai 2.4 m. Keistimewaan burung yang tidak boleh terbang ini adalah kecepatan larinya. Setiap jam burung ini boleh mencapai jarak 50 km. Kecepatannya juga boleh terus stabil hingga setengah jam.
Walaupun bertubuh tinggi dan berleher jenjang, burung ini mempunyai kelemahan, yaitu jarak pandangnya yang sangat pendek. Sehingga dirinya sangat terancam jika ada bahaya yang mendekat. Namun demikian, Allah Taala memberinya keistimewaan yaitu pendengaran yang sangat kuat.
Allah Taala juga memberinya insting bahawa gelombang suara akan lebih cepat merambat dalam benda padat daripada udara. Oleh kerana itu, jika merasa ada bahaya mengancam, burung ini akan memasukkan kepalanya untuk mengetahui arah dan jarak bahaya yang akan mendatanginya.
Setelah mengetahuinya, burung ini pun boleh menentukan ke arah mana dia boleh menyelamatkan dirinya. Subhanallah, ternyata burung ini sangat cerdas, tidak seperti kebanyakan manusia yang melarikan diri dari masalah tanpa mencoba menyelesaikannya. (dakwatuna)

0 Comments:

Post a Comment