05 November 2015

Makan Tahi Imam Syiah Tak Masuk Neraka ?

Hal yang najis dalam Islam, seperti air kencing dan tahi, bagi pengikut syiah merupakan hal yang biasa bahkan boleh diminum dan dimakan. Nauzubillah min zalik.

Bagi penganut syiah, najis(tahi) para imam bukan sesuatu yang menjijikkan, tapi sumber keberkahan. Bagi penganut syiah, tahi para imam menyebabkan masuk syurga.

Berikut keterangan dalam kitab Syiah, Anwarul Wilayat, karya Ayatolah Mulla Zaenal Abidin Al-Kalba Yakani,

“Kotoran dan air kencing para imam bukan sesuatu yang menjijikkan dan tidak berbau busuk, bahkan keduanya bagaikan wangian yang semerbak. Barang siapa yang meminum kencing, darah dan memakan tahi mereka maka haram masuk neraka dan wajib masuk syurga.” (Anwarul Wilayat, halaman 440, th. 1419 H.)

Kentut dan tahi Imam Syiah bagaikan bau misik....lagi


Abu Jafar berkata: “Ciri-ciri Imam ada 10:

Dilahirkan sudah dalam keadaan berkhitan.
Begitu menginjakkan kaki di bumi ia mengumandangkan dua kalimat syahadat.
Tidak pernah junub.
Matanya tidur hatinya terbangun.
Tidak pernah menguap
Melihat apa yang di belakangnya seperti melihat apa yang di depannya.
Bau kentut dan kotorannya bagaikan misik….”
(Al-Kaafi 1/319, Kitabul Hujjah Bab” Maulidul Aimmah).

Islam dan Syiah jelas berbeda. Adalah najis kencing, darah dan tinja dalam pandangan Islam. Tetapi Syiah tidak. Untuk itu waspadalah terhadap perkataan: ‘Mari satukan Sunni dan syiah’, atau ‘Sunni dan Syiah bersatu’. Karena itu hanya diucapkan oleh orang Syiah atau mereka yang tidak atau belum paham akan kesesatan syiah.

Wallahu A’lam(Arrahmah.com)


0 Comments:

Post a Comment