06 Jun 2015

RIYADH, ARAB SAUDI (voa-islam.com) - Arab Saudi menembak jatuh sebuah roket Scud yang ditembakkan ke Kerajaan itu oleh kelompok pemberontak Syi'ah Houtsi dan sekutu militernya dari Yaman, ungkap agensi berita negara Saudi SPA, Sabtu, 6/6/2015.

Ini merupakan pertama kalinya rudal balistik yang dikembangkan di era Uni Sovyet itu digunakan dalam lebih dari dua bulan perang di Yaman.Lagi

Rudal itu diluncurkan Sabtu pagi ke arah wilayah Khamees al-Mushait, dan dicegat oleh rudal Patriot, pernyataan dari kepemimpinan koalisi militer bersama pimpinan Arab Saudi mengatakan.

Daerah ini adalah rumah bagi pangkalan angkatan udara terbesar di selatan Arab Saudi.

Aliansi negara-negara Teluk Arab telah membom pemberontak Syi'ah Houtsi dan sekutunya dari unit militer nakal Yaman yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh sejak 26 Maret lalu dalam upaya untuk mengembalikan Presiden di pengasingan Abdu Rabbou Mansour Hadi kembali ke kekuasaan.

Koalisi mengatakan tujuan utama upaya perang mereka adalah untuk menetralisir ancaman yang roket-roket scud Yaman timbulkan bagi Arab Saudi dan negara-negara tetangganya.

Roket-roket itu sendiri dikendalikan oleh unit-unit militer yang setia kepada Ali Abdullah saleh dan bersekutu dengan pemberontak Syi'ah Houtsi yang merupakan kaki tangan Iran.

Serangan udara Arab telah menghantam gudang-gudang senjata dan rudal di ibukota Sana'a dan pangkalan militer di Yaman hampir setiap hari, tapi penembakan dari Scud - sebuah rudal balistik sepanjang 11 meter dengan jangkauan sejauh 300 km dan lebih - menunjukkan pasokan negara belum dihancurkan.

Ali Abdullah Saleh, Presiden otokrat Yaman dari 1978-2012, terpaksa mundur di tengah protes jalanan musim semi Arab. Meski demikian, para loyalisnya, yang masih bertahan di posisi-posisi militer penting, telah bergabung, atas perintah Saleh tentunya, dengan pemberontak Syi'ah Houthi dalam pertempuran dengan pendukung bersenjata Hadi di selatan Yaman. (st/tds)

0 Comments:

Post a Comment