29 Januari 2015

Unit Sniper Mujahidah Syria

One Shot One Killed. Selalu bergerak di bawah bayang-bayang, senyap, dan mematikan. Inilah sniper. Seorang sniper atau penembak tepat harus memiliki klasifikasi yang lebih tinggi dibanding prajurit rata-rata. Dalam model pertempuran modern, seorang sniper biasanya didampingi seorang asisten yang bertugas menghitung jarak target, arah angin, kelembaban udara, dan hal-hal lain yang tentu saja terkait dengan tingkat akurasi tembakan ke arah target yang jauhnya boleh mencapai 2.500 meter!
Ciri lainnya, jika tentara reguler biasanya bergerak secara peregu atau dengan rombongan besar, maka sniper bergerak sendiri-sendiri atau berdua dengan asisten. Target seorang sniper juga berbeda dengan pasukan reguler. Target sniper yang paling utama adalah melumpuhkan sniper lawan, target kedua adalah komandan pasukan atau orang-orang penting yang berada di dalam pasukan, dan yang ketiga biasanya tentara yang membawa senjata sembur seperti mitraliyur atau petugas komunikasi. Yang terakhir ini seorang sniper biasaya memilih satu titik dimana dengan satu tembakan mampu merusak alat komunikasi yang biasanya dibawa di belakang sekaligus mematikan sang pembawanya.....lagi EM

g_35774Tak jarang, untuk membuyarkan konsentrasi pasukan atau untuk menimbulkan kepanikan atau korban yang lebih banyak, seorang sniper juga mentargetkan menembak benda-benda yang jika ditembak akan meledak, seperti tanki bensin kendaraan musuh, granat yang tengah digantungkan di tubuh personel musuh, atau pun rotor helikopter jika yang digunakan adalah senjata sniper anti material seperti halnya Barret.
Dalam medan jihad Suriah dan juga Irak melawan rezim syiah yang menindas dan membunuhi rakyatnya sendiri, para mujahidin memiliki unit-unit khusus yang didalamnya terdapat orang-orang pilihan. Salah satu unit khusus itu adalah satuan sniper mujahidah.
Guevara, a Syrian Palestinian woman married to an Al Wa'ad battalion commander, is pictured in AleppoSalah satu sniper Mujahidin Suriah dikenal dengan nama sandi “Guevara”. Nama ini mengingatkan kita pada tokoh revolusioner Kuba, sahabat Fidel Castro, dr. Che Guevara.
“Guevara”, mujahidin perempuan dari kota Aleppo ini, merupakan mantan guru bahasa Inggris. Dia bergabung dengan para mujahidin setelah dua nakanya yang baru berusia 10 dan tujuh tahun syahid dibunuh tentara syiah rezim Bashar al Asad. Rumahnya sendiri hancur digempur jet tempur tentara syiah. Tidak ada jalan lain kecuali keinginan untuk bergabung dengan kedua anaknya yang telah terlebih dahulu syahid, tentunya dengan jalan mulia, jalan para nabi dan orang-orang yang mencintai agama Allah swt: Jihad fi sabilillah.
wanita-sniper-aleppo“Guevara” sesungguhnya berasal dari Palestina. Dia pernah menjalani latihan militer yang digelar HAMAS di Lebanon. Dia bahkan tergabung dengan partai bawah tanah Palestina untuk menggulingkan Presiden Syiah Bashar al-Assad.
Pernikahannya dengan suaminya yang pertama gagal karena dia menganggap lelaki itu tidak memiliki jiwa seorang mujahidin. Sekarang dia juga mengancam meninggalkan suaminya yang baru, seorang komandan brigade tempur Mujahidin, jika dirinya dilarang ikut terjun ke dalam pertempuran.
Guevara berkata jika dia ingin sekali membunuh para tentara Syiah Suriah sebanyak-banyaknya. “Saya suka berperang. Ketika saya melihat teman saya di Katiba (salah satu divisi Mujahidin) syahid, saya ingin mengambil senjata dan membalaskan dendam,” kata Guevara
teenPosnya adalah di berbagai gedung yang telah kosong di Aleppo. Dengan senapan di tangan dan mata setajam elang, Guevara membidik calon korbannya.
Sampai kini entah sudah berapa tentara yang menjadi korban senapan khusus snipernya. “Setiap berhasil merobohkan musuh Islam, saya teriak ‘Yes!’,” kata dia.
Senjata khusus sniper yang biasa dibawanya adalah Steyr Mannilicher MOD SSG-69, bolt Action kaliber 7,62 x 51mm lengkap dengan teleskop jarak jauh, yang diproduksi oleh steyr Daimter puch, Swiss. Senjata seberat hampir tujuh kilogram  dengan jarak tembak efektif mencapai 1.200 meter ini masuk ke dalam jajaran senjata khusus sniper terbaik dunia di mana AD Austria menggunakannya. SSG 69 ini juga digunakan Pasukan Indonesia Yonif Linud 328.
Selain SSG 69 sniper type, Guevara juga suka menenteng AK-47 varian sniper yang sangat legendaris. Senjata laras panjang ini merupakan favorit bagi kelompok perlawanan. Ada kisah-kisah menggetarkan di balik legenda AK-47. Salah satunya terjadi di Irak tahun 2003 ketika serombongan heli tempur Apache milik Amerika terpaksa kabur diberondong AK-47 dari bawah.
Walau akurasinya tak sebaik M-16 yang menjadi senjata laras panjang standar NATO, namun telah menjadi fakta bahwa 100 juta pucuk telah terkirim ke seantero dunia. AK adalah senapan organik andalan 50 angkatan bersenjata dan puluhan kelompok perlawanan yang berada di belantara Afrika, Amerika Selatan, dan Asia.
Guevara setiap hari mengenakan jaket loreng, celana kargo khaki, dan bersepatu boot. Selain Guevara juga ada sejumlah sniper muslimah lainnya yang tidak diketahui namanya. Mereka tidak pernnah takut untuk bertempur melawan musuh di garis depan. Walau demikian, mereka tetaplah seorang perempuan yang memiliki fitrah berhati lembut.
“Sering aku terbangun malam-malam. Kedua mataku meneteskan airmata mengingat kedua anakku yang telah berada di surga. Aku ingin menyusul mereka namun entah kapan. Aku ingin berkumpul kembali…,” ujar Guevara. (rz)

0 Comments:

Post a Comment