01 Januari 2015

YAMAN  – Syiah Houtsi di Yaman baru-baru ini kembali menuntut surah An-Nuur, salah satu nama surat dalam Al-Qur’an, agar dihapus dari kurikulum sekolah kerana dianggap menimbulkan fitnah.

Sebagaimana diketahui, Allah Subhanahu wa Ta’ala membebaskan isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu ‘anha dari fitnah keji dalam surah ke-24 dari Al-Qur’an itu.

“Syiah Houtsi kembali menuntut penghapusan surah An-Nuur yang membebaskan Ummul Mukminin Aisyah dari tuduhan keji dari kurikulum sekolah di Yaman,” sumber( yemen-press.com, 29/12/2014),Kiblat.net, Selasa (30/12)....lagi


Kelompok Syiah itu beralasan bahwa surah tersebut hanya akan meningkatkan perselisihan sektarian.

Tuntutan ini, tambah Yemen-Press, sebelumnya telah disuarakan Syiah Houtsi pada tahun 2012 lalu. Mereka menuntut pembelajaran surah An-Nuur di sekolah dihapus setelah seorang guru Muslim memberikan soal kepada muridnya tentang Haditsul Ifki. Dalam soal itu, guru tersebut meminta murid memberikan dalil dari Al-Qur’an bahwa isteri Nabi shallallahu ‘alaisi wa sallam, Aisyah, dibebaskan dari tuduhan zina.

Pada waktu itu, Syiah Houtsi menuntut pemerintah supaya menghapus pembelajaran surah An-Nuur di sekolah kerana dapat menimbulkan perselisihan antara Sunni dan Syiah. Tuntutan ini mencuat setelah Syiah Houtsi merasa kuat dan orang-orang mereka duduk di pemerintahan.

Sebagaimana diketahui, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membebaskan Aisyah Radhiyallahu ‘anha dari tuduhan perzinaan yang dihembuskan oleh orang-orang munafik. Fitnah itu sempat membuat Rasulullah terguncang dan menjauhi Aisyah selama beberapa hari.

Akan tetapi, Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat 11 dari surat An-Nuur yang menegaskan bahwa seluruh tuduhan itu adalah dusta dan dihembuskan oleh orang-orang munafik. Peristiwa itu dikenal dengan Haditsul Ifki. (sumber copy)

-

0 Comments:

Post a Comment