16 September 2014

Syam adalah tanah yang dijanjikan, di sana ada 1001 kebaikan dan juga ada 1001 permainan di balik 1001 katibah. Siapa pun tahu bahwa hari ini -entah sampai kapan- di sana telah dan sedang terjadi pergolakan yang sangat dahsyat bahkan lebih dahsyat lagi jika para aggressor ahzab di bawah pimpinan AS dan sekutunya terjun langsug. Jika sebelumnya sudah memakan korban 150 s/d 200 ribu jiwa maka korban berikutnya bisa lebih dahsyat lagi dengan angka sesuai jenis rudal dan misil lebih canggih. Itulah agresor yang tidak puas dengan tanaman dan hasil panennya.
Jauh sebelum aggressor hari ini berkumpul dalam satu koalisi, yaitu koalisi berjama’ah, koalisi kursi dan kepentingan, bukankah di sana mereka sudah mengumpulkan 1001 katibah? Siapakah yang melahirkan katibah-katibah itu? Dan juga, siapa pula di belakang katibah-katibah itu, yang disebut SPONSOR itu?...Al-mustaqbal.net
Pergolakan Syam tidak lahir begitu saja, tidak ada tanpa sebab, akan tetapi lahir dari sebuah revolusi kecil sampai revolusi besar. Itulah awal dari kejahatan Basyar Al-Asad yang jauh sebelumnya sudah diwariskan oleh bapak dan kakeknya ke atas. Permainan Basyar Asad yang berselingkuh dengan babi Nushairiyah, Ba’atsiyah dan sosialis Kurdistan (PKK, dll) telah menghancurkan sendi kehidupan Islami, kaum muslimin hampir-hampir tidak mengenal Muhammad sang Nabi-nya bahkan tidak lagi Allah yang disembah, mereka hanya mengenal Ali, Hasan, Hesein dan Basyar Asad yang menjadi tuhan dadakan seperti yang mereka paksakan kepada penduduk Syam: “laa ilaaha illa Basyar Asad”. Begitulah realita Asad dan konco-konco permainannya.
Revolusi pun bergulir, permainan pun makin ramai. Di satu sisi Basyar Asad dan kekuasaannya, sedangkan di sisi lain ada katibah-katibah, Amerika dan negara sponsor lainnya…
Tanpa menyinggung para mujahid yang jujur lagi ikhlash dan juga tidak bermaksud menyebut apa lagi menyerang mereka, tidak sama sekali! Disini penulis hanya ingin mencoba mengurai tabir permainan dan perselingkuhan atas nama jihad. Kita semua, khususnya yang konsen dengan info dan perkembangan Syam tentu paham, bahkan saking pahamnya sehingga ada yang menyebut diri “analisator dan investigator”. Ya, begitulah hari ini, realita bermunculan jargon-jargon Syam sehingga tidak sedikit pula yang berbohong dan berdusta atas nama Investigasi Syam, seperti penulis dapatkan dari seorang wartawan (tidak kami sebutkan namanya), sang wartawan tersebut dengan bangganya menyebutkan kebaikan satu katibah dan menihilkan 1001 kebaikan Dawlah Khilafah Islamiyah, kami tidak tahu, ada permainan apa sang wartawan yang menyebut dirinya investigator itu? Yang jelas, telah nampak ada permainan dimana-mana, baik yang struktural maupun non struktural, yang kasar maupun dengan cara halus, semua sistematis. Tentu semua itu didorong dari sebuah fikrah dan manhaj yang usang lagi rusak.
Tanah Syam hari ini menjadi sejarah permainan itu, bagaimana tidak! Amerika, Rusia, Cina, Saudi, Qatar, Kuwait, Iran, Turki dan lain-lainnya, semua bermain dengan gaya permainan masing-masing. Amerika dan belasan negara di belakangnya tentu telah menanam tanaman, begitupun negara yang menjadi rivalnya tidak jauh berbeda, semua ada tanaman masing-masing. Itulah katibah-katibah yang sering disebut “Syam, negara 1001 katibah”. Tanpa menyebutkan katibah mana saja yang menjadi tanaman para tuannya. Yang jelas, telah cukup banyak bukti tentang keterlibatan “anak asuh” di bumi Syam atas nama jihad. Di sana ada Dewan Revolusi, Dewan Jendral, FSA, Jabhah Islamiyah dan jabhah-jabhah lainnya. Negara-negara sponsor ini pada awalnya menekankan satu permainan saja kepada anak asuhnya yaitu gulingkan Basyar Asad, tidak lebih! Dolar, senjata dan seluruh kebutuhan militer semua disupport, sampai-sampai anak asuhnya minta popok-pun pasti dituruti saking sayangnya sang majikan. Waktu terus berjalan sebagai mana ayam terus bertelur, hari demi hari Dawlah pun berkembang dan menjadi bom waktu bagi kepentingan siapa pun, tentu bom waktu yang mengancam sekaligus menghancurkan permainan para tuan-tuan atau majikan itu. Apa yang terjadi setelah itu, setelah menggelembungnya kekuatan Dawlah Islamiyyah? Yang terjadi sang tuan merobah haluan permainannya. Tuan Amerika meremot anak asuhnya agar artilerinya mengarah ke Dawlah, tuan Saudi, tuan Qatar, tuan Kuwait, tuan Turki, tuan Jordan, dan para tuan-tuan lainnya agar moncong Tank, dan segala jenis senjata agar diarahkan kepada Dawlah, bahkan diluar dugaan dan tidak masuk akal sang tuan dari Khurasan pun tidak ketinggalan agar anak asuhnya ikut serta dalam karnaval menghujani Dawlah, terjadilah hari bersejarah yaitu disalah satu kota Syam mereka berkumpul dan mengumumkan: تجمعالثوريةوجبهةالإسلاميةوجبهةالنصرةفيالقتالالدولةالإسلاميةartinya “seluruh komponen rovolusi, Jabhah Islamiyah dan Jabhah Nushrah untuk membunuh Dawlah Islamiyyah” seperti apa adanya dalam video yang mereka riliskan atau حقائقعن-جبهة-الجولانىYoutube. Karnaval bersama yang akhirnya pertumpahan darah dimana-mana, sampai dalam satu kejadian tertumpahnya darah 500 muhajirin dan muhajirat yang diperkosa. Wallahualam bishawab.
Begitulah permainan demi permainan, dari hari pengumuman itu samapai hari ini belum ada pengumuman resmi dari jabhah-jabhah tersebut akan berakhirnya memerangi Dawlah, yang mengumumkan baru dari khurasan -mungkin sadar kekeliruannya- itu pun didengar atau tidak oleh anak asuhya di lapangan? Soalnya begitu ada pengumuman dari amir tertingginya langsung disambut oleh sebagian anak asuhnya dengan ungkapan yang populer “orang tua pikun”. Laa haulaa walaa quwwata illa billah… sangat menyayangkan keputusan yang begitu “bijak” demi kemashlahatan umat, kok disambut dengan miris dan jauh dari sifat hormat! Apa memang beliau tidak lagi dinggap amir yang ditaati?.
Waktu terus berlalu, persoalan makin jelas, permainan tersibak, hampir-hampir tidak lagi tersembunyi mana yang hak dan mana yang batil. Akhirnya pun satu demi satu Jabhah-Jabhah, personal-personal dan kabilah-kabilah itu meninggalkan atribut permainan, dan mengatakan kepada tuan-tuannya: Good Bye! Dan kini mereka melebur bersama kapal besar dan kuat dengan ijin Allah, itulah kapal yang bernama Ad-Dawlah Al-Islamiyyah alaa manhajin Nubuwwah Baaqiyah!.Insyallah.
Lalu, dari mana kok bisa mengatakan bahwa permainan sudah bergeser 180 derajat?
Ya, bukankah hari ini dari segala aliansi sudah mengarahkan senjata dan kekuatannya hanya untuk memerangi Dawlah? Padahal sebelumnya semua memerangi Asad! Jika sebelumnya Amerika memerangi Asad cukup dengan amunisi katibah atau anak asuhnya saja, sedangkan sekarang untuk memerangi Dawlah sama-sama turun gunung, anak asuh bersama tuannya sekaligus! Jadi, 180 derajat adalah hasil rekonsiliasi, berdamai sementara atau selamanya dengan Asad, sedangkan memulai dengan lembaran baru yaitu full dan totalitas hanya untuk memerangi Dawlah. Rekonsiliasi para tuan-tuan itulah membuat gaduh di lapangan, anak asuh pun punuh gelisah, bimbang dan bingung, bagaimana dan kemana harus memutar haluan? Sedangkan maju-mundur juga salah, harus bagaimana? Jawabannya siap mengambil resiko! Mungkin itulah sehingga terjadinya gas kimia di bungker itu, yaitu terbunuhnya 45 komandan Ahrar Syam, 45 orang dari sekian ratus bahkan ribuan komandan yang siap bercerai dengan para tuan-tuan lalu menanggung resiko. Wallahu’alam bis shawab.
Mari coba kita menganalisa peristiwa “pembunuhan 45 komandan Ahrar Syam” dan kita hubungkan dengan pengakuan intelijen Jordan.
Saudara ku,
Sebelumnya kita sudah mendengar analisa seorang peneliti dari barat bahwa nanti di Suria hanya ada dua kekuatan yang bertempur, yaitu Basyar Asad VS Dawlah Islamiyah, tidak ada yang ketiga! Ucapan tersebut bukan tanpa dasar akan tetapi analisa yang mencengangkan dan sudah terbukti di depan mata kita. Salah satu buktinya, bukankah kekuatan Revolusioner di Syam mulai redup? Bukankah Dawlah juga makin kuat? Bukankah muhajirin semuanya bergabung dengan Dawlah, baik yang sudah terjun maupun yang terus berdatangan? Bukankah kekuatan ekonomi dan militer Dawlah sudah sebanding bahkan melebihi Basyar Asad? Bukan kah itu semua sangat mencengangkan?. Realita sudah menjawabnya meski Hasaders/pendengki tidak mengakuinya.
Beberapa hari yang lalu dunia dikejutkan, terutama Jama’ah Ahrar Syam sangat menderita atas kematian orang-orang terbaik mereka. Mereka sengaja dibunuh atau tidak! yang jelas ajal mereka harus berakhir dalam ruang rapat itu, rapat apa itu? Itu menjadi sebuah misteri dan bahan analisa sedernaha kita pada kesempatan ini.
Mungkinkah itu rapat untuk memutuskan, apakah ikut terus tuan dengan resiko menerima rekonsiliasi dengan Basyar Asad? Atau mandiri dengan resiko apa pun?
Kita tahu bahwa beberapa hari ini dunia sedang sibuk, Obama, mentri luar negrinya dan sekutu-sekutunya terus melakukan safari, pertemuan dan konfrensi. Itu semua dalam rangka konspirasi menghadapi Dawlah Islamiyyah, bukan lagi menghadapi Basyar Asad.
Kenapa bukan lagi Basyar? Itulah mungkin salah satu sebab, kenapa para petinggi Ahrar Syam melakukan rapat!
Jabhah Islamiyah yang di dalamnya ada Ahrar Syam, setuju atau tidak! mereka adalah anak asuh yang popular, siapa yang tidak kenal dengan Hasan Abud? Jika anda bertanya kepada mujahidin Syam mereka akan jawab: Dia adalah Saudi-nya Syam dan mitranya Jamal Ma’ruf anak asuh yang lainnya.
Pembunuhan 45 komandan itu tidak lepas dari sibuknya Obama, capeknya Raja Saudi dan mitra teluk lainnya? Mungkin salah satu sibuknya mereka adalah sulitnya mengendalikan anak asuh tersebut! Kenapa sulit? Karena anak asuhnya sudah membaca arah permainan tuan-tuannya, yaitu adanya rekonsliasi dengan Basyar Asad dan fokus memerangi Dawlah. Titik!
Anak Asuh pun berontak: tidak, tidak akan ada rekonsiliasi, Basyar Asad harus Jatuh! Kurang lebih begitu menurut analisa sederhana saya. Karena dianggap sudah bandel maka tuan pun marah, dibuatlah rencana bahkan disiapakan pula penggantinya. Tragedi pun terjadi, terbunuh dan belasungkawa pun berdatangan, tak ketinggalan tuan-tuan pun menaburi bungan palsu terakhir kepada anak bandel, anak yang sudah kenyang dollar dan belanja meliter yang begitu besar dan mahal. Rapat memilih pengganti pun berjalan, lalu terpilih lah anak asuh jilid dua yang sudah disiapkan. Subhanallah, begitu terpilih sang petinggi pun langsung naik podium: Tetap melanjutkan perang melawan Dawlah! Sorak suara pun bersahutan dari tuan-tuanya: Bagus, bagus itu yang kami inginkan! Begitulah kalau majikan senang, pujian pun meninggi…..
Benarkah di balik pembunuhan itu ada tangan tuan-tuannya? Benar, itulah yang sudah diumumkan oleh Intelijen Jordan sebagaimana yang sudah beredar di sosmed.
Renungan:
  1. Wahai saudara ku, terbunuhnya 45 komandan itu adalah ajal yang sudah pasti, terbunuhnya dengan cara apa itu juga sudah taqdir, penyebabnya apa itu juga rencana Allah. Yang jelas jangan pernah menjadi anak asuh musuh atau menjadikan orang kafir sebagai sponsor dalam berjual beli dengan Allah. Jihad itu lillah maka cukuplah Allah sebagai sponsor utama.
  2. Saudara ku, jangan bermain-main, apa lagi melecehkan mubahalah. Mubahalah Dawlah lewat lisan Syekh Al-Adnany menjadi perbincangan dan pelecehan Jabhah Islamiyyah dan siapa pun yang tidak suka dengan dawlah saat itu.
  3. Saudara ku, percayalah bahwa iblis itu tetaplah iblis, dia hanya tuan di saat dia suka dan senang sesuai tujuannya.
  4. Saudara ku, Allahus Shamad… Allah tidak akan ridha mempermainkan darah walinya, memperkosa hamba terbaiknya. Doa mereka di Ijabah karena mereka dizholimi. Bayangkan saja 500 muhajirin dan muhajirat yang berdoa, mereka itu jelas muwahhid-mujahid berdasarkan zhahirnya, bagaiaman kalau mereka semua berdoa? Allahu Akbar, doanya mereka bisa-bisa langit pun pecah! Wallahu’alam
Isi/penggalan doanya Dawlah lewat lisan Syekh Al-Adnany:
“Yaa Allah enyahkanlah orang-orang yang memecah belah barisan mujahidin, memecah kalimat muslimin, membuat orang-orang kafir senang dan membuat orang-orang mukminin murka serta membuat jihad terbelakang selama bertahun-tahun.
Yaa singkaplah kedok mereka dan turunkanlah murka dan laknat-Mu dan perlihatkanlah kekuasaan-Mu kepada mereka.” Katakanlah amin wahai kaum muslimin….
Sementara itu Hasan Abud (Komandan Jabhah Islamiyyah) sebelum meninggal mengatakan dalam twiternya: وصفمنهجالدولةالإسلاميةبالباطنيةوكماهومعروففإنّالباطنيةمنأكفرالكفّارعليظهرالأرض Artinya “ Gambaran Manhaj Dawlah Islamiyyah adalah manhaj kaum bathiniyyah, sebagaimana sudah dikenal bahwasanya bathiniyyah itu kaum yang lebih kafir dari orang kafir itu sendiri yang pernah ada di atas muka bumi” dan masih banyak lagi kicauan yang lebih buruk dari itu bahkan mengkafirkan dan membunuh Dawlah itu halal silakan cek di http://twitter.com/HasanAboud_Ah/439737033591123968
Demikian Renungan dari Al-Faqier
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Lapas SMS-NK, 11-09-2014 M
Al-Faqier Ilallah
Abu Irhab Al-Bimawy

0 Comments:

Post a Comment