06 Ogos 2014

Oleh : Abu Abdillah Fatih Falestin

Alhamdulillahirabbil’alamin. Berikut ini adalah bantahan Syar’i terhadap berita Snowden yang menyebutkan bahwa Amerika, Israel, dan Inggris yang membentuk Khilafah Islamiyah.

1. Sampai saat ini tidak ada satu bukti pun, bahwa Khilafah Islamiyyah bentukan Amerika, Israel, dll. Jika ada yang punya bukti dan saksi yang boleh dibenarkan secara Islam maka coba sampaikan. Bukti adalah sebagaimana bukti yang disyariatkan dalam Islam, dan saksi adalah sebagaimana saksi yang disyariatkan dalam Islam, dan syarat-syaratnya harus terpenuhi.

2. Berita ini tidak diambil dari sumbernya, sumber berita seharusnya datang dari Khilafah Islamiyyah. Padahal Allah swt berfirman supaya mengambil berita dari sumbernya. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau sekiranya mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidak kerana kurnia dan Rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikuti syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” (QS. An-Nisaa, 4: 83)....baca lagi


3. Berita ini diambil dari orang fasik lagi kafir. Yaitu Snowden sendiri. Allah swt berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan kalian itu.” (QS. Al-Hujurat, 49: 6)

4. Rasulullah saw melarang dari pengucapan qila dan qila (katanya-katanya/desas-desus) (HR. Al-Bukhari, No. 6473). Terhadap hadits ini Ibnu Katsir berkata, yakni orang yang sering menyebarkan perkataan orang lain, tanpa meneliti kebenarannya terlebih dahulu, tanpa memperhatikannya, dan tanpa mencari tahu kejelasannya (tentang kebenarannya). [Sahih Tafsir Ibnu Katsir (Peneliti; Syaikh Al-Mubarakfuri). QS. An-Nisaa, 4: 83. Jilid 2, Hal. 597].

5. Di Iraq selama bertahun-tahun Khilafah Islamiyyah berperang melawan tentara Amerika yang dikirimkan di Iraq, silahkan rujuk pada media-media Islam yang memberitakannya. Jumlahnya banyak.

Syiah Penyebar Pertama Isu Tersebut

Segala puji hanya kepada Allah. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari jeratan hutang, cengkeraman musuh dan rasa gembira musuh atas penderitaan kami.

Dalam berita media disebutkan; Mantan peneliti Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, Edward Snowden, mengatakan kalau tiga negara (AS, Israel, dan Inggris) tersebut bekerjasama untuk menciptakan ISIS (kini Khilafah Islamiyyah).

Kabar ini pertamakalinya dilansir oleh media Syiah Iran ‘TEHERAN TIMES’ yang mengutip dari kantor berita Iran, IRNA. Mereka mengaku sudah mewawancarai Edward Snowden terkait kabar tersebut.

Menurut dokumen itu, Snowden menggambarkan upaya AS, Inggris dan Israel yang bersama-sama untuk menciptakan organisasi teroris yang bisa mengatur koordinasi tindakan ekstrimisme di seluruh dunia. Keberadaan ISIS dirancang untuk melindungi Israel dari ancaman keamanan dengan cara mengalihkan perhatian musuh. SUMBER: http://news.detik.com/read/2014/08/04/153744/2652753/1148/2/tentang-isis-dan-teori-konspirasi-yang-menyelimutinya#bigpic

Kelemahan Berita Yang Dibantah Sendiri Media Sekular

Banyak pihak meragukan cerita IRNA. Salah satunya adalah media ternama TIME. Menurut mereka, cerita IRNA yang mengutip Snowden bisa saja palsu.

Salah satu argumen TIME adalah tidak ada dokumen Snowden yang bisa ditemukan terkait ISIS dan isu Israel di belakangnya.

Argumen lainnya adalah kredibilitas IRNA yang pernah disorot sebelumnya. Beberapa waktu lalu, IRNA pernah mengutip berita palsu yang dilansir oleh situs Onion. Mereka menganggap berita itu asli.

Namun analisis TIME ini tidak dianggap oleh kalangan pejabat dan media di Iran. Mereka menganggap laporan IRNA sebagai kebenaran. SUMBER: http://news.detik.com/read/2014/08/04/153744/2652753/1148/3/tentang-isis-dan-teori-konspirasi-yang-menyelimutinya#bigpic

Kelemahan Berita Snowden Dalam Pandangan Islam

Berikut ini adalah bantahan Syar’i terhadap berita Snowden yang menyebutkan bahwa Amerika, Israel, dan Inggris yang membentuk ISIS.

1. Sampai saat ini tidak ada satu bukti pun, bahwa Khilafah Islamiyyah atau ISIS bentukan Amerika, Israel, dll. Jika ada yang punya bukti dan saksi yang bisa dibenarkan secara Islam maka coba sampaikan. Bukti adalah sebagaimana bukti yang disyariatkan dalam Islam, dan saksi adalah sebagaimana saksi yang disyariatkan dalam Islam, dan syarat-syaratnya harus terpenuhi.

2. Berita ini tidak diambil dari sumbernya, sumber brita seharusnya Khilafah Islamiyyah. Padahal Allah swt berfirman supaya mengambil berita dari sumbernya. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau sekiranya mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidak karena karunia dan Rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikuti syaitan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu).” (QS. An-Nisaa, 4: 83).

3. Berita ini diambil dari orang fasik lagi kafir. Yaitu Snowden sendiri. Allah swt berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan kalian itu.” (QS. Al-Hujurat, 49: 6).

4. Rasulullah saw melarang dari pengucapan qila dan qila (katanya-katanya/desas-desus) (HR. Al-Bukhari, No. 6473). Terhadap hadits ini Ibnu Katsir berkata, yakni orang yang sering menyebarkan perkataan orang lain, tanpa meneliti kebenarannya terlebih dahulu, tanpa memperhatikannya, dan tanpa mencari tahu kejelasannya (tentang kebenarannya). [Sahih Tafsir Ibnu Katsir (Peneliti; Syaikh Al-Mubarakfuri). QS. An-Nisaa, 4: 83. Jilid 2, Hal. 597].

5. Di Iraq selama bertahun-tahun ISI/ISIS berperang melawan tentara Amerika yang dikirimkan di Iraq, silahkan rujuk pada media-media Islam yang memberitakannya. Jumlahnya banyak.

Bantahan Khilafah Islam Membunuh 13 Ulama

Berikut ini adalah bantahan Syar’i terhadap berita pemberitaan media-media Sekuler yang menyebutkan bahwa Khilafah Islamiyyah membunuh 13 ulama di Iraq.

    Sampai saat ini tidak ada satu bukti pun, bahwa Khilafah Islamiyyah membunuh para ulama. Media yang menuslinya seperti republika.com dan lainnya tidak bisa menyampaikan datanya secara valid, dan tidak bisa mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut. Contohnya, tidak ada nama ulama yang dibunuh, kapan dibunuh, mengapa ia dibunuh. Maka berita itu tidak layak menjadi berita dalam pandangan jurnalistik, melainkan fitnah belaka. Rasulullah saw bersabda: “Cukuplah seseorang dikatakan pendusta apabila ia menyiarkan apa saja yang ia dengar.” (HR Muslim/Kitab Muqaddimah).
    Setiap pemberitaan, harus disertakan keterangan yang jelas, berupa bukti-bukti. Jika ada yg punya bukti dan saksi yang bisa dibenarkan secara Islam maka coba sampaikan bahwa 13 ulama dibunuh. Bukti adalah sebagaimana bukti yang disyariatkan dalam Islam, dan saksi adalah sebagaimana saksi yang disyariatkan dalam Islam, dan syarat-syaratnya harus terpenuhi.
    Berita ini tidak diambil dari sumbernya, melainkan di-copi paste dari media-media barat sedangkan narasumbernya adalah agama Syiah Iraq. Sumber berita seharusnya Khilafah Islamiyyah. Padahal Allah swt berfirman supaya mengambil berita dari sumbernya. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau sekiranya mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidak karena karunia dan Rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikuti syaitan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu).” (QS. An-Nisaa, 4: 83). Silahkan merujuk pada tafsirnya.

    Berita ini diambil dari orang fasik lagi kafir. Yaitu MEDIA BARAT dan mereka yang beragama Syiah Iraq yang mengingkari hukum-hukum Islam, dan menolak Syariat Islam. Sedangkan Allah swt berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan kalian itu.” (QS. Al-Hujurat, 49: 6).

    Rasulullah saw melarang dari pengucapan qila dan qila (katanya-katanya/desas-desus) (HR. Al-Bukhari, No. 6473). Terhadap hadits ini Ibnu Katsir berkata, yakni orang yang sering menyebarkan perkataan orang lain, tanpa meneliti kebenarannya terlebih dahulu, tanpa memperhatikannya, dan tanpa mencari tahu kejelasannya (tentang kebenarannya). [Sahih Tafsir Ibnu Katsir (Peneliti; Syaikh Al-Mubarakfuri). QS. An-Nisaa, 4: 83. Jilid 2, Hal. 597].

Bantahan Khilafah Islam Membongkar Makam Nabi Yunus

Alhamdulillahirabbila’amin. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat, dari pasangan yang membuatku beruban, dari anak yang menjadi tuan bagiku, dari harta yang menjadi siksa bagiku, dari teman ahli makar yang matanya melihatku tetapi hatinya mengincarku; jika ia melihat suatu kebaikan maka ia memendamnya, dan jika ia melihat suatu keburukan maka ia menyiarkannya.

Sesungguhnya, Allah telah memberikan kemudahan untuk membantah semua kebathilan, baik yang datang dari orang yang tidak mengetahui, jahil, ataupun datang dari orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit, serta orang kafir, munafik, fasik, dan zhalim.

BANTAHANNYA ADALAH:

    Tidak ada satu riwayat pun yang menyebutkan bahwa makam yang dihancurkan Khilafah Islamiyyah adalah makam Nabi Yunus. Jika ada riwayatnya maka coba disampaikan dan harus dipastikan bahwa riwayat itu sahih bersumber dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Mengapa harus dari Allah dan Rasul-Nya? Karena orang-orang yang mengklaim bahwa itu makam Nabi Yunus tidak lain adalah orang-orang yang hidup setelah nabi Muhammad saw. Dan ingat Suriah dan Iraq dulu merupakan wilayah kekuasaan Romawi ketika Rasulullah saw diutus. Maka siapa yang bisa membuktikan secara sahih bahwa itu makam Nabi Yunus?
    Bangunan yang dibongkar itu adalah sebuah situs ritual yang didalamnya terdapat kesyirikan yang nyata, yaitu mereka menyembah bangunan kuburan di dalamnya. Sebagaimana diakui oleh Khilafah Islamiyyah dalam berbagai keterangan mereka secara resmi di media massa Islam, seperti Al-Mustaqbal Chanel dan Shoutussalam. Maka seseorang wajib menghukumi berdasarkan zhahir, yakni yang nampak dari pengakuan mereka. Karena ini adalah syari’at.
    Adapun sekiranya itu makam Nabi Yunus, maka tidak tidak boleh ada bangunan di atasnya, dalilnya adalah:

Jaabir bin ‘Abdillah radliyallaahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kubur untuk dikapur, diduduki, dan dibangun sesuatu di atasnya”. (HR Muslim, No 970).

Rasulullah saw bersabda: “Laknat Allah atas Yahudi dan Nashrani, mereka telah menjadikan kubur-kubur Nabi mereka sebagai tempat ibadah.” (HR Bukhari, No 427)

Rasulullah saw bersabda: “Ya Allah, janganlah Engkau menjadikan kuburanku sebagai berhala (yang disembah). Allah melaknat suatu kaum yang menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai tempat untuk ibadah.” (HR Ahmad)

Imam Syafi’i berkata:

“Dan aku senang jika kubur tidak dibangun dan tidak dikapur/disemen, karena hal itu menyerupai perhiasan dan kesombongan. Orang yang mati bukanlah tempat untuk salah satu di antara keduanya. Dan aku pun tidak pernah melihat kubur orang-orang Muhaajiriin dan Anshaar dikapur. Dan aku telah melihat sebagian penguasa meruntuhkan bangunan yang dibangunan di atas kubur di Makkah, dan aku tidak melihat para fuqahaa’ mencela perbuatan tersebut” [Al-Umm, 1/316 – via Syamilah].

    Cukupkanlah diri dengan tiga bantahan ini, jika kalian orang-orang yang mencari kebenaran, bukan mencari perdebatan dan kesalahan-kesalahan manusia.
http://al-mustaqbal.net/jika-kalian-benar-maka-datangkanlah-bukti/

0 Comments:

Post a Comment