09 Julai 2014

Operasi intelijen musuh-musuh Islam nampaknya kian kentara dalam melakukan pembusukan terhadap mujahidin Daulah Islamiyah Iraq dan Syam yang belum lama ini mendeklarasikan Khilafah.
Sejumlah media mainstream beberapa hari lalu sempat mengangkat pemberitaan bahwa ISIS akan menghancurkan Ka’bah. Amat disayangkan, beberapa media ‘berlabel Islam’ dengan latah ikut memberitakan tanpa melakukan kroscek.
“Seorang pegawau tinggi negara Islam Iraq dan Suriah (ISIS) dikabarkan telah melontarkan ancaman lewat akaun Twitter-nya. Pegawai tinggi ISIS bernama Abu Turab Al Mugdassi itu mengancam organisasinya akan menghancurkan kota suci umat Islam sedunia, Mekkah, di Arab Saudi,” seperti ditulis Kompas, Kamis (3/7/2014).
Sumber pemberitaan tersebut berasal dari sebuah akaun dengan foto profile bendera tauhid yang identik dengan Khilafah Islamiyah.
“Orang- orang pergi ke Mekah untuk menyentuh (tabaruk) batu, bukan karena ibadah kepada Allah, demi Allah jikalau kami berhasil menaklukkan Mekah akan kami hancurkan ka’bah.”....lagi
“Dalam waktu dekat –Insya Allah- dengan komando Syaikh Abu Bakar Al-Baghdady, akan kami bunuh para penyembah batu, dan kami hancurkan ka’bah, karena menjadi sesembahan selain Allah.”
“Maka jikalau, jawabanmu, (ke Mekkah ) karena Allah maka hal itu tidak mengapa, namun jikalau jawabanmu, karena batu, maka ini sangat kuat engkau seorang musyrik, pantas dibunuh.” Demikian tertulis dalam akun twitter Abu Turob Al-Maqidisi.
twitter abu turob al maqdisi
Setelah melakukan penelusuran, ternyata sosok Abu Turob Al-Maqdisi diduga kuat sebagai agen intelijen yang sedang melakukan operasi pembusukan, yakni dengan merusak citra Khilafah Islamiyah di tengah Umat Islam.
“Waspadalah terhadap munafiq bodoh Abu Turab Al maqdisi, memperburuk citra Daulah, singkap kejahatannya!
Semakin dekatnya pasukan Khilafah Islamiyah terhadap Yordania dan Negeri Alu Salul (Saudi), Antek- antek Alu Salul saat ini menjadi pengecut, mereka berusaha menyamar menjadi nama & akun sebagai pendukung Khilafah, kemudian menakut- nakuti manusia dan mengkafirkan serta mengumpat mereka, sehingga membuat orang- orang takut dan mengatakan ini “manhaj yang mengancam serta menyimpang, sebagaia contoh kalb (anjing, red.) yang menamakan dirinya dengan Abu Turab Al-Maqdisi,- semoga Allah membinasakannya dan ditimpakkan kepadanya penyakit kanker pada lisannya-,“ demikian imbauan dari sebuah forum jihad Internasional.
Salah seorang anggota dalam forum jihad internasional itu berkomentar bahwa itu merupakan ulah intelijen untuk mencitrakan bahwa Khilafah mengkafirkan seluruh kaum Muslimin (takfiri).
“Mereka itulah sebenarnya para intelejen dari Yordania dan Saudi, mereka sengaja menggambarkan bagi muslimin, bahwa Daulah Islam mengkafirkan muslimin, para ulama, masyayikh, dan mukhalifnya ( orang yang menyelisihinya). Semoga Allah melaknatnya,” kata ‘Adhu ‘Arabi, salah satu anggota forum.
Akhirnya, kebenaran pun tersingkap. Abu Turob Al-Maqidisi bukanlah mujahidin Daulah Islamiyah, apalagi seorang komandan. Ia diduga anggota intelijen, sebagaimana terungkap melalui akun twitternya sendiri.
“Disini anjing mata-mata Abu Turab, mengungkap jati dirinya sendiri karena kicauan twitter pertamanya, dan atas karunia Allah, ia lupa menghapus, sekarang ia datang menyamar sebagai pendukung/anggota Khilafah Islamiyah (ISIS) lalu mengkafirkan dan menakut- nakuti manusia” demikian sebagaimana dilampirkan foto dibawah ini.
abu turob al maqdisi agen intelijen
Semoga umat Islam bisa mengambil pelajaran untuk mewaspadai siapa saja yang mengaku mendukung Khilafah Islamiyah namun bertindak ekstrim di jejaring sosial. Sebab kemungkinan hal serupa sebagaimana di atas juga terjadi di negeri ini.
Pembaca pun harus semakin cerdas mengingat meningkatkatnya opini media yang menyoroti kekerasan, sikap ekstrim, takfiri dan tuduhan buruk lainnya yang selama ini dituduhkan terhadap Khilafah Islamiyah.
[AW/AH/Panjimas.com]http://al-mustaqbal.ne

0 Comments:

Post a Comment