28 Mei 2014

S-O-L: Beberapa waktu lalu media massa ribut tentang penculikan wanita dan anak-anak yang dilakukan oleh kelompok yang disebut Boko Haram, di Nigeria. Sejuta kutukan dan kecaman diarahkan kepada kelompok yang ditengarai berafiliasi dengan Al-Qaidah itu.

Kiblat.net, Selasa (27/5) menemukan titik terang setelah syubhat seputar Boko Haram ini dihembuskan. Sebuah wawancara dengan anggota kelompok itu menguak sedikit demi sedikit tentang siapa sebenarnya kelompok tersebut; siapa yang menyematkan istilah Boko Haram kepada mereka, dan mengapa; benarkah mereka menculik wanita dan anak-anak, apa alasannya? Bagaimana manhaj perjuangan kelompok tersebut, dan, benarkah rumor yang mengatakan pendiri gerakan ini adalah seorang penganut Syiah?

Siapa sebenarnya Jamaah Ahlus Sunnah lid-Dakwah wal Jihad ini? Berikut wawancara dengan salah seorang anggotanya yang diterjemahkan kiblat.net dari jihadology.net:

Bismillah dan segala puji hanya milik Allah, shalawat serta salam atas Nabi dan utusan yang mulai, Amma Ba’du:....lagi

Di tengah penyimpangan media terhadap Mujahidin di negara yang disebut Nigeria, dan di saat kampanye brutal yang digulirkan para murtadin untuk menyerang mereka (Mujahidin) dan demi menolong Salibis Barat. Juga, di tengah kelemahan media yang melanda medan Jihad di negara yang disebut Nigeria, dan kita harus mengetahui dan menyelamatkan Mujahidin dan umatnya dari jurang kehancuran, maka kami memutuskan mewawancarai saudara Abu Sumayyah dari Jamaah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal Jihad.

Berikut wawancara sesi pertama:

P: Sebelumnya, mungkin bisa memperkenalkan diri Anda?

J: Saya saudara kalian, Abu Sumayyah an-Nigeri dari Jamaah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal Jihad.

P: Kenapa mereka memanggil kalian dengan nama ‘Boko Haram’?

J: Pemerintah Nigeria dan orang-orang yang menyelisihi manhaj kamilah yang memberikan nama itu. Nama kelompok kami sebenarnya adalah Jamah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal Jihad.

P: Kenapa mereka menamakan kalian demikian?

J: Mereka menjuluki kami dengan nama ini (Boko Haram) karena kami melarang anak-anak Muslim bersekolah di sekolah-sekolah Nasrani yang ada di negara kami. Karena, di dalamnya diajarkan pembatal-pembatal keislaman dan perkara-perkara lainnya yang menyelisihi pemahaman Islam kami serta menghancurkan dasar-dasar agama.

P: Berikan contoh dari apa yang Anda katakan tadi…

J: Anak-anak kaum Muslimin mempelajari teori Darwin bahwa manusia itu berasal dari Kera, dan tidak ada kehidupan akhirat dan Hisab. Jika meninggal, nyawa (ruh) manusia akan berpindah ke tubuh yang lain. Mereka diajari kesucian Salib dan slogan-slogan Kristen. Dan juga, antara wanita dan laki-laki bercampur dan perbuatan senonoh menyebar di antara mereka. Kami melarang belajar di tempat-tempat seperti itu.

P: Apakah wanita-wanita yang Anda culik dari sekolah-sekolah itu?

J: Iya, mereka adalah para pengikut Nasrani.

P: Apa tujuan menculik wanita-wanita dari sekolah tersebut?

J: Kami memiliki istri-istri dan anak-anak perempuan di tangan pemerintah. Kehormatan dan tubuh mereka dilecehkan. Tidak ada seorang pun yang memperhatikan mereka dan kami ingin menyelamatkan mereka.

P: Kembali ke permasalahan awal, siapa pendiri kelompok ini?

J: Syaikh Muhammad Yusuf rahimahullah

P: Jelaskan sedikit biografi beliau kepada kami!

J: Beliau adalah Syaikh Muhammad bin Yusuf dari suku Borno dan menikah dengan empat istri serta memiliki 21 anak laki-laki dan perempuan. Beliau terbunuh pada umur 40 tahun. Beliau berkembang di sekolah Islami dan berguru kepada para ulama Nigeria di Meidaguri, seperti Syaikh Aba Aji Waquni Qabjan dan Syaikh Jakfar rahimahullah, yang telah mengajarkan ilmu tafsir kepadanya dan ulama-ulama ternama lainnya. Beliau tidak berhenti belajar pada satu Syaikh, sampai mendapatkan rekomendasi untuk mengajarkan apa yang dipelajarinya dari Syaikh tersebut.

P: Menurut kabar yang beredar, Syaikh Muhammad bin Yusuf adalah seorang pengikut Syiah yang bertaubat dan kembali ke madzhab Ahlu Sunnah?

J: Ini adalah kabar bohong dan berita mengada-ada yang dihembuskan oleh musuh-musuh kelompok Islam. Padahal, mereka paham betul bahwa beliau tumbuh dan berkembang di Nigeria, dan tidak pernah keluar dari negara itu kecuali hanya satu kali untuk menunaikan ibadah haji dan Umrah, itu pun beliau segera kembali ke Nigeria. Di suku Borno dan para ulamanya tidak ditemukan ajaran Syiah sedikit pun. Mereka mengetahui hal ini dan mengetahui akidah Syaikh Muhammad Yusuf.

P: Bagaimana manhaj dan akidah beliau?

J: Beliau di atas akidah dan manhaj Ahlu Sunnah wal Jamaah dengan pemahaman Salafus Shalih, baik dalam perkataan, perbuatan serta keyakinan. Oleh karenanya, kelompoknya dinamakan dengan Jamaah Ahlu Sunnah lid Dakwah wal jihad. Beliau juga telah mengarang kitab yang diberi judul ‘Inilah Akidah Kami’ yang berisi keyakinan dan manhaj yang beliau anut. Jika Allah menghendaki, kita akan menelaah bersama kitab beliau, insyallah.

P: Sebagian orang menuduh kalian adalah Khawarij?

J: Kami bukan Khawarij. Kami berlepas diri atas nama Allah dari manhaj Khawarij. Kami tidak mengkafirkan seorang Muslim karena dosa besar selama ia tidak menghalalkannya, atau mengingkari sesuatu yang sudah jelas dalam Islam, sebelum menegakkan hujjah atasnya dan terpenuhinya syarat-syarat kekafiran. Atau, ia melakukan suatu perbuatan dari perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan keislaman, yang telah dijelaskan oleh ulama bahwa perbuatan itu membatalkan keislaman. Kami juga berpegang atas apa yang disyaratkan ulama dalam mengkafirkan individu, dari menegakkan hujjah dan melihat penghalang-penghalang kekafiran.

P: Bagaimana kalian menyikapi Demokrasi dan dewan perundang-undangan yang menciptakan undang-undang yang menyelisihi Islam?

J: Ini termasuk dari salah satu pembatal keislaman, dan kami berpendapat ini kufur terhadap Allah azza wa jalla. Karena, hakikat demokrasi adalah hukum rakyat untuk rakyat, padahal Allah berfirman, “Sesungguhnya hukum hanyalah milik Allah.”

P: Bagaimana pendapat kalian tentang Amerika Serikat, piagam-piagamnya dan perkantoran-perkantorannya, seperti bank internasional dan pengadilan internasional?

J: Kami berlepas diri atas nama Allah dari semua itu dan kami memandangnya sebagai pembatal keislaman.

P: Apa yang diperjuangkan Syaikh Muhammad Yusuf dari dakwahnya?

J: Beliau berusaha membangun akidah, ilmu dan militer umat Islam sehingga mereka siap melaksanakan kewajiban dakwah dan jihad di jalan Allah demi menegakkan kalimat Allah dan menegakkan Syariat ar-Rahman di bumi ini.

P: Mengapa beliau dibunuh pemerintah?

J: Karena mereka paham ‘bahaya’ dakwah beliau. Selain mengajarkan Islam, beliau juga mengumpulkan senjata dan mendorong putra-putra umat Islam untuk berjihad dan memerangi bid’ah, kemungkaran, sihir dan tukang sulap. Atas dasar itu, pemerintah memusuhinya dan ingin sekali menghabisi beliau. Syaikh Muhammad Yusuf juga beberapa kali mendekam di penjara. Beliau pernah menawarkan Syariat Islam dan negara Islam kepada pemerintah, namun tawaran itu ditolak, kemudian mereka sangat ingin membunuh beliau.

P: Apakah perjuangan (Jihad) kalian saat ini untuk membalaskan dendam Syaikh kalian atau untuk menegakkan Syariat Islam?

J: Awalnya, kami menyiapkan serangkaian persiapan untuk berjihad dan kami membangunnya dalam kurun waktu 13 tahun untuk membentuk kaum Muslimin supaya siap berjihad. Akan tetapi, takdir Allah memaksa kami mendeklarasikan jihad lebih cepat setelah berjalannya waktu tujuh tahun, tepatnya ketika Syaikh dan banyak ulama serta para penuntut ilmu kami dibunuh. Sejak itu, program dakwah kami terhenti dan tiada jalan lain bagi kami kecuali mendeklarasikan Jihad, maka kami berkumpul di bawah komando Syaikh Abu Bakar Shekew hafidahullah.

P: Apakah kalian siap ikut serta dalam negosiasi dengan pemerintah untuk berhenti dari Jihad?

J: Tidak, kecuali mereka menyerah dan menegakkan Syariat Islam, atau kami mati demi membela itu.

Nantikan wawancara selanjutnya pada sesi kedua, insya Allah….

Alih Bahasa: Sulhi
Editor: Hamdan

Sumber: Kiblat.net

(SALAM-ONLINE)

0 Comments:

Post a Comment